Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 183. Anak ini bukan milikmu


__ADS_3

...***...


Fayra berjalan mundur, mulutnya menganga melihat Sam berada di depannya. Dia menutup mulut itu dengan tangannya, mata nya memicing. Pria itu berjalan semakin mendekati Fayra, tatapan matanya tertuju pada perut buncit Fayra.


Deg!


Fayra tersentak ketika Sam melihat perut buncit nya, dia juga menerima tatapan curiga dari pria itu.


Tenang Fayra, tenang! Kamu tidak boleh terlihat gugup di depannya.


"Anak itu, anak kita kan?" tanya Sam penuh keyakinan. Dia menatap tajam ke arah Fayra, terutama perut buncit itu.


"Kamu jangan bicara sembarangan! Anak ini bukan anak kamu!" Fayra menyangkal bahwa anak yang ada di dalam perutnya bukan anak milik Sam.


"Kira-kira 4 atau 5 bulan, usai kandungan itu. Benar kan Fayra? Kamu menghilang dan bersembunyi dari ku karena kamu sedang mengandung anak kita." Sam memegang tangan Fayra, dia menatap wanita itu penuh kerinduan.


"Sam! Lepaskan aku! Aku sudah bilang kalau anak ini bukan anakmu!" Fayra menggeleng-geleng kan kepalanya, dia menyangkal tuduhan Sam tentang bayi di dalam kandungan nya.


Kenapa Sam bisa menemukan ku disini? Apa Tisha atau Raymond? Tempat ini begitu tersembunyi, bagaimana bisa mereka menemukan ku disini!


"Aku sudah mencari mu selama 5 bulan! Fayra, aku ingin meminta maaf padamu! Aku berhutang maaf padamu!" Sam menangis, dia menundukkan kepalanya dan menyesali semua yang telah diperbuat nya pada wanita bernama Fayra itu. Dia sudah merenggut kesucian Fayra, hal terpenting dalam seorang wanita.


"Aku tidak butuh maaf kamu! Jadi, tolong pergi dari sini Sam!" Fayra mengusir Sam dari sana. Tiba-tiba perasaan nya menjadi sensitif ketika bertemu dengan Sam, dia menangis tanpa sebab.


Kenapa kamu kemari Sam? Kenapa kamu harus mencari aku? Kamu harusnya hidup bahagia bersama Grace dan anak kalian!


Sam memegang tangan Fayra, dia memohon-mohon pada Fayra untuk bicara dengannya. Tapi, Fayra menolak dan mengusir Sam dari sana. Fayra berjalan buru-buru masuk ke dalam rumahnya untuk menghindari Sam, namun dia salah menginjak tangga dan akhirnya terjatuh ke lantai.


BRUGH


"Ahhhh!!" Fayra merintih kesakitan sambil memegang perutnya.


Sam tidak sempat menarik tubuh Fayra hingga wanita hamil itu terjatuh. Sam terkejut dan panik melihat darah mengucur di kaki Fayra. "Fayra! Kamu gak apa-apa? Fay!"


"Akhhhhhh!! Aaaaaaaaaahhhhhhhhh!!" Fayra mengerang kesakitan.


Sam memegang tubuh Fayra, dia tidak tega melihat Fayra kesakitan. Mendengar suara Fayra membuat Nuri yang tadinya berada di dapur langsung keluar rumah.


"Astagfirullah! Bu Fayra! Bu Fayra kenapa?!" Nuri panik melihat darah mengucur di kaki Fayra, dan melihat Fayra meringis kesakitan.


"AHHHHHH.. Sakit.. sakit sekali." Fayra tak berhenti meringis kesakitan, dia memegang perutnya.


"Kamu! Tolong jaga rumah, saya akan membawa nya ke rumah sakit!" Dengan tangan kekarnya, Sam menangkup tubuh Fayra di dalam gendongan nya.

__ADS_1


"Ta-tapi bapak siapa?" tanya Nuri bertanya-tanya siapa pria yang berada di depannya itu.


"Saya suaminya!" Jawab Sam tegas. Nuri tidak bisa berkata-kata lagi ketika mendengar ucapan Sam, apalagi Fayra tidak menyangkalnya.


Karena sedang dalam keadaan tidak baik dan tidak fokus, Fayra tidak sempat menyanggah ucapan Sam. Dia fokus pada perutnya yang terasa sangat sakit. Sam segera membawa Fayra ke rumah sakit terdekat disana. Sesampainya di sana, Fayra langsung di larikan ke ruang UGD untuk di tangani oleh anggota medis. Seorang dokter dan seorang suster memeriksa keadaan nya dan bayinya, sementara Sam berada di luar ruangan itu bersama bodyguard Ray.


Pria itu mondar-mandir resah, dia takut kalau akan terjadi sesuatu pada Fayra dan bayi itu yang dia yakini sebagai anaknya.


KLAK


Seorang dokter keluar dari ruangan itu dan membuka pintunya. Sam menghampiri dokter itu dengan cemas. "Doctor how is she?Are she and the baby okay?"


"Thank God, you immediately took her to the hospital on time. If it's a little late, maybe the baby's life will not survive." Jelas dokter itu mengatakan jika Sam terlambat sedikit saja membawa Fayra ke rumah sakit, mungkin baginya tidak akan selamat karena pendarahan.


Sam terperangah, mendengar penjelasan dokter.


"So, are they all right, doctor?"tanya Sam cemas.


"Yes, mother and baby have gone through a critical period. However, they need to rest and should not do strenuous activities. Hope you as her husband, take good care of mother and baby."


Dokter itu mengira bahwa Sam adalah suaminya, dia meminta Sam untuk menjaga Fayra dan anaknya. Karena keadaan Fayra dan bayi di dalam kandungan nya belum stabil.


"Thanks doctor."


Fayra menatap Sam dengan curiga. Entah apa yang ada di kepalanya. Kemudian dia pun mulai bicara. "Apa benar kamu kemari untuk meminta maaf saja?"


"Ya, tadinya seperti itu. Tapi sekarang aku tahu mengapa Tuhan mempertemukan kita kembali Fay. Aku yakin ada hubungannya dengan anak yang ada di dalam perutmu."


"Aku kan sudah mengatakan nya kalau anak ini bukan anakmu! Kenapa kamu keras kepala sekali? Pria di dunia ini bukan hanya kamu saja!" Seru Fayra menyangkal.


"Aku tidak yakin kalau kamu pernah tidur dengan pria lain selain aku, dan aku yakin kalau anak itu adalah anak kita. Karena, saat kita melakukan nya malam itu aku tidak memakai apapun."


"Bukan! Anak ini bukan milik mu!" Fayra masih melakukan penyangkalan terhadap ayah dari anak di dalam kandungan nya.


"Lalu siapa ayahnya? Katakan Fay! Siapa?" tanya Sam dengan suara tegasnya. Fayra menjawab bahwa Sam tidak perlu tau, yang jelas ayah bayi nya bukan dia. Tapi, Sam tidak percaya. Dia memaksa Fayra untuk kembali ke Jakarta bersama nya. Sam berjanji akan menjaga Fayra dan anaknya dengan baik.


Niat Sam meminta maaf malah membuat nya mengetahui kenyataan bahwa Fayra mengandung anaknya, dan dia sangat yakin. Tentu saja Fayra menolak ajakan Sam, pasalnya dia dan Sam tidak punya hubungan apa-apa lagi. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Fayra sangat memikirkan Grace dan putrinya. Bagaimana perasaan mereka bila tau tentang Fayra?


Di dalam hati Fayra, cinta untuk Sam telah mati bersama kejadian malam itu 5 bulan yang lalu.


"Aku sudah bilang, aku tidak mau pergi dengan kamu Sam! Apa hak mu memaksaku seperti ini?"


"Karena ada anak kita di dalam perut kamu!" Ucap Sam bersikeras bahwa anak itu adalah anaknya.

__ADS_1


"Bukan! Anak ini bukan anak mu! Kenapa kamu mengkhayal seperti itu? Aku tidak dengan pria lain setelah aku tidur denganmu, jadi anak ini adalah anak pria lain!"


"Fay, aku tau kamu bukan orang yang seperti itu! Akui saja kalau anak ini adalah anak kita, aku akan bertanggungjawab untuk kamu. Dan juga Grace, dia sudah setuju!" Sam memegang tangan Fayra, menatap wanita itu dalam-dalam.


"Apa kamu sudah gila? Otak kamu dimana hah? Kamu mau menjadikan aku istri kedua, apa begitu? Aku tidak sudi Sam!" Fayra menolak tegas maksud Sam.


Aku tidak mau menyakiti wanita lain, aku pergi karena aku ingin menghindar dari kalian. Tapi...


Karena Fayra tetap menolak pergi dengan Sam, terpaksa Sam membiusnya dan membawanya ke dalam jet pribadi. Sam juga membawa barang-barang Fayra, dan seorang dokter kandungan. Jaga-jaga kalau ada sesuatu terjadi pada Fayra, di dalam perjalanan mereka menuju ke Jakarta.


"Fayra maafkan aku, tapi aku tidak bisa membiarkan kamu sendirian bersama anak kita di luar sana." Sam menatap wanita hamil yang sedang tertidur diatas ranjang empuk, mereka berada diatas jet pribadi.


***


7 jam kemudian, malam itu mereka sampai di Jakarta.


Grace yang sedang berada di teras rumah, melihat Sam menggendong Fayra yang masih tidak sadarkan diri. Melihat perut buncit Fayra dengan mata kepala nya sendiri, membuat Grace sakit hati.


"Ka-kamu sudah pulang sayang?" tanya Grace sambil berusaha tersenyum.


Sabar Grace, kamu sudah tau ini akan akan terjadi. Jangan menangis..tahan air mata mu.


"Iya, Grace apa kamu sudah menyiapkan kamar untuk Fayra?"


"Sudah, kamu bisa membawanya masuk." Jawab Grace sambil tersenyum pahit melihat suaminya menggendong wanita lain yang dalam keadaan hamil.


"Makasih Grace." Sam membawa Fayra masuk ke dalam rumahnya. Dia membaringkan Fayra di sebuah kamar dengan ranjang yang empuk.


Grace menanyakan keadaan Fayra pada Sam. Sam menjawab bahwa Fayra hanya tertidur karena obat bius yang dia berikan, Sam terpaksa membius Fayra karena Fayra tidak mau ikut dengannya. Grace marah dan tidak senang dengan kelakuan suaminya itu, dia menegur Sam. Takutnya Fayra akan semakin membencinya kalau Sam seperti ini, bagaimana pun juga hal yang dilakukan Sam adalah pengecut dan ceroboh.


"Setelah dia bangun, aku akan meminta maaf padanya. Ini semua aku lakukan, karena aku tidak mau kalau Fayra dan anak kami berada di negara asing sendirian. Sudah cukup aku melakukan banyak dosa, aku harus menebusnya." Jelas Sam sambil membelai wajah Fayra dengan lembut.


Terpanah hatinya, serasa disayat sayat, saat suaminya membelai wanita lain di hadapan nya. Tapi apalah daya nya, Grace tau bahwa cinta suaminya hanya untuk wanita itu. Dia hanya bisa mengelus dada dengan hati yang terluka. Apalagi Fayra mungkin akan tinggal bersama dengan Grace, dsn Sam di dalam rumah yang sama, entah bagaimana dengan esok hari?


...---***---...


Hai Readers! Jangan lupa, like, komen, gift, vote dan Rate 5 nya 😊😊🌹 Mohon maaf konflik nya agak sedikit mengesalkan, karena dalam setiap rumah tangga pasti ada konflik. ☺️ tapi setiap konflik pasti ada penyelesaian nya, jadi tunggu saja ya penyelesaian nya πŸ™πŸ€—


Komen dan kasih gift nya dong biar author semangat up nya!


Oh ya sambil nunggu up, seperti biasa author merekomendasikan novel bagus nih buat kalian πŸ₯° Ceweknya tangguh, sama seperti judulnya.


__ADS_1


__ADS_2