
...πππ...
Dalam kemarahan dan kekecewaan dihatinya, Tisha merogoh sesuatu dari dalam tas selempang nya yang berukuran kecil. Tisha memegang sebuah kunci dan uang satu gepok berisi seratus ribuan yang jumlahnya entah berapa.
Mata Arya dan Bu Fani langsung berbinar-binar melihat uang yang dipegang oleh Tisha. "Ini kunci rumah nenek dan ini uang buat kalian"
"Rumah siapa? nenek? mana bisa kita tinggal di gubuk yang tua seperti itu!" Bu Fani marah
"Tapi hanya itu satu satunya rumah yang ditinggalkan papa, ibu sama kak Arya bisa tinggal disana" tutur Tisha
"Kamu ini memang benar-benar anak tidak berbakti! bagaimana bisa kamu membiarkan ibu dan kakak kamu tinggal di rumah kecil seperti itu sedangkan kamu tinggal di rumah mewah bersama suami kamu yang konglomerat itu" Bu Fani melirik sinis pada Tisha
Ya Allah, harus seberapa sabar lagi aku ini. Tisha mengelus dadanya.
"Ya sudah, kalau ibu dan kakak tidak mau. Aku juga tidak akan memaksa" Tisha kesal, ia memasukkan kembali kunci dan uang yang ia pegang ke dalam tas nya.
"Kamu kurang ajar banget ya!" Bu Fani kesal dan langsung merebut paksa tas selempang milik Tisha.
"Ibu! ibu mau apa? kembalikan Bu!" seru Tisha yang berusaha mengambil tasnya kembali dari tangan Bu Fani.
"Emang harus dikasih pelajaran, adik durhaka kaya gini. Aku akan mengatakan pada suami kamu kalau kamu ini adalah anak yang durhaka" kata Arya sambil memegang kedua tangan Tisha.
Bu Fani mengobrak-abrik isi tas Tisha, di dalam tas itu tidak ada yang spesial. Kosmetik, dompet kecil, yang di bawanya dalam tas itu hanya barang-barang murahan dan tidak bermerek. Bu Fani mengernyitkan dahinya, merasa heran. Bagaimana bisa Tisha yang notabene nya adalah istri dari konglomerat, tapi memakai barang kW dan murah?
"Kamu..apa kamu istri kedua? atau kamu selingkuhan suamimu?" tanya Bu Fani menuduh
"Apa maksud ibu? kembalikan tas ku Bu!" ujar Tisha, yang tangannya masih dipegang oleh Arya
"Hanya tas mu saja yang mahal, tapi barang-barang yang ada di dalamnya semua murahan. Bagaimana bisa istri konglomerat memakai barang yang seperti ini? apa suamimu tidak mencintai kamu? hah? sampai akhir pun kamu tidak berguna!" tanya Bu Fani tak percaya
Kesabaran Tisha sudah berada di ujung batas, kemarahannya tidak cukup hanya diungkapkan oleh kata-kata. Tisha menangis dalam kemarahan, mendapatkan perlakuan dari kakak dan ibu nya yang semena-mena padanya.
"Suamimu masih ada di dalam kantor kan? Arya, lepaskan dia! kita minta tempat tinggal dan uang pada suaminya saja" kata bu Fani sambil melempar tas yang sudah ia obrak abrik itu. Barang-barang nya berserakan di jalan.
"Oke Bu" jawab Arya sambil mendorong adiknya.
"Ahh!"
Tisha yang hampir terjatuh karena didorong Arya, mendapatkan pertolongan dari seorang pria yang bertubuh tinggi di depannya. Kedua tangannya meraih tubuh Tisha, menopangnya agar tidak jatuh.
Aroma ini? ini kan.. Tisha mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pria yang ada di depan nya itu.
Apa kedua orang ini yang sudah membuatnya terluka dan menangis?. Ray mendekap Tisha ke dalam dekapannya.
__ADS_1
"Mau apa kalian menemui saya?" tanya Ray dengan nada yang dingin. Tatapan matanya tajam pada Arya dan Bu Fani.
Bu Fani melihat Ray dari atas sampai bawah, memerhatikan penampilan Presdir Argantara itu. "Dia tampan, terlihat kaya dan sempurna, beruntung sekali putriku bisa menikahinya"
"Apa anda adalah suami putri saya?" tanya Bu Fani langsung merubah wajahnya menjadi lebih ramah
"Benar" jawab Ray datar
"Perkenalkan saya ibunya Tisha, nama saya Bu Fani. Kamu bisa panggil saya ibu mertua, dan ini kakaknya Tisha.. namanya Arya"
"Perkenalkan saya Arya, kakaknya Tisha" kata Arya ramah
Baru sedetik yang lalu mereka menindas Tisha, raut wajahnya dan sikapnya langsung berubah dalam sekejap begitu melihat Ray disana. Arya dan Bu Fani terlihat segan dengan perangai Ray, wajahnya yang berkarisma, tampan dan memiliki aura yang jarang dimiliki orang-orang lainnya. Dibelakang Ray, juga ada Gerry yang berdiri disana.
"Ya" jawab Ray singkat
Jadi mereka adalah orang-orang yang sudah membuat Latisha terlilit banyak hutang dan pada akhirnya ia menerima permintaan pernikahan dariku? haruskah aku berterimakasih pada mereka atau memberikan mereka pelajaran karena sudah membuat nya menderita.
"Sa-saya ibu mertua anda loh, pak? kenapa jawabnya cuma ya saja?" tanya Bu Fani merasa kaget dengan sikap dingin Ray padanya
"Lalu saya harus apa?" tanya Ray.
Bu Fani dan Arya terkejut melihat sikap Ray yang dingin pada mereka, walaupun ia tau kalau mereka adalah keluarga Tisha.
Benar-benar keluarga tidak ada akhlak. Apa selama ini kamu hidup dengan manusia-manusia seperti ini?. Ray tersenyum tipis, menatap Bu Fani dan Arya dengan tatapan kasihan dan mengejek.
"Haruskah saya menyapa orang-orang yang menyakiti istri saya?" tanya Ray sambil memeluk Tisha yang tubuhnya gemetar ketakutan.
"Kami tidak menyakitinya, anda salah paham menantuku" Bu Fani tersenyum mencoba menjelaskan yang terjadi.
Anak bodoh, katakan pada suamimu bahwa kami tidak menindas mu. Kenapa dia malah diam saja?. Bu Fani melirik kesal pada Tisha
"Kami hanya sedang membicarakan masalah keluarga" Arya membantu ibunya menjelaskan
Menjijikan, kedua orang ini sama-sama menindas nya. Ray memandangi kedua orang itu dengan jijik.
"Urusan keluarga? dengan memukulnya? apa begitu?" tanya Ray sinis
"Se-sebenarnya.." Arya mencoba menjelaskan apa yang terjadi
Tajam sekali lidah nya.
"Sayang, apa mereka benar-benar membicarakan masalah keluarga? lalu kenapa mereka memukulmu?" tanya Ray pada istrinya yang berada di dekatnya.
__ADS_1
"Iya, kakak dan ibu memukulku" jawab Tisha sakit hati
"Kami memukul nya karena punya alasan!" seru Bu Fani mulai kesal
"Alasan apa yang bisa digunakan ketika seorang ibu dan kakak memukul keluarga nya sampai wajahnya memar seperti ini? Kalian tau apa konsekuensi menganggu anggota keluarga Argantara?!" ancam Ray pada Bu Fani dan Arya
Ibu dan anak itu langsung menciut melihat Ray menatap tajam dan mengancam mereka. Ray juga mengancam kalau ia akan melaporkan Arya ke pihak berwajib karena telah melakukan penganiayaan.
"Pergi dari sini, atau aku akan melaporkan kalian berdua!"
"Tisha, katakan sesuatu? apa kamu akan diam saja, ibu dan kakakmu diperlakukan seperti ini? kamu mau jadi anak durhaka?!" Bu Fani emosi pada anaknya itu
"Jangan khawatir, ada aku disini. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau" bisik Ray pada Tisha.
DEG!
Kenapa sih kak Ray selalu membuatku berdebar?
"Ibu.. aku ingin ibu dan kakak pergi sekarang." ucap Tisha
"Apa?!" Arya dan Bu Fani terpana dengan kata-kata Tisha
"Gerry, pak satpam! tolong uurus ibu dan anak ini! aku mau pulang dengan istriku"
"Baik pak" jawab satpam
"Siap Presdir, saya harus membawa mereka kemana?" tanya Gerry siap siaga
Tidak disangka kalau ibu mertua dan kakak ipar presdir adalah orang yang jahat. Mereka menindas nyonya ku!
"Kemana saja, asal jauh jauh dariku dan istriku" ucap Ray
"Baik, di buang juga boleh kan?" tanya Gerry sambil tersenyum
"Di.. dibuang?" tanya Bu Fani kaget
"Sampah memang harusnya di buang, jangan sampai meninggalkan jejak ya. Kalau beres, gaji mu bulan depan naik" Ray tersenyum sinis pada kedua orang itu.
"Naik gaji? siap pak" Gerry tersenyum dan semangat mengerjakan tugasnya. Gerry juga merasa kesal dengan ibu dan anak yang sudah menindas nyonya nya.
Bu Fani dan Arya di seret paksa oleh satpam dan Gerry masuk ke dalam mobil. Bu Fani dan Arya meronta ronta dan marah-marah pada Ray dan Tisha.
...---***---...
__ADS_1