
...πππ...
Derrick mengendong Fayra yang sedang merasa kesakitan dari nikmat luar biasa itu. Sementara Tisha membawa tas Fayra dan mengunci rumah itu. Derrick berkata lebih cepat kalau naik mobil Derrick daripada harus memanggil ambulan, Tisha setuju dengan saran Derrick.
Derrick membawa Fayra ke dalam mobilnya, Tisha juga akan ikut bersamanya. Disaat mobil Derrick siap melaju ada Sam dan Grace yang datang mengunjungi Fayra. Mereka melihat Fayra sedang merintih kesakitan duduk di kursi belakang mobil bersama Tisha.
"Ada apa ini Tisha?" Grace menanyakan keadaan Fayra.
"Kak Fayra akan segera melahirkan," jawab Tisha dengan wajah cemas.
Sam dan Grace tercengang mendengar jawaban Tisha. Grace langsung masuk ke dalam mobil, dia memegangi Fayra dan terlihat cemas pada wanita hamil itu. "Cepat jalankan mobilnya pak Derrick!" Titah Grace pada Derrick.
"Lalu aku?" tanya Sam bingung.
"Kamu ikuti dari belakang, Sam!" Seru Grace pada suaminya.
Fayra merintih kesakitan dan memegangi perutnya yang semakin mengencang. Grace menyemangati nya, "Fayra kamu akan baik-baik saja, tenang ya.." Grace tersenyum lembut pada wanita itu.
"Iya kak, rileks kak! Rileks!" Tisha juga ikut menyemangati Fayra. Kedua wanita disamping Fayra dan pernah melahirkan itu tau benar tegangnya seorang wanita yang akan melahirkan. Mereka memberikan semangat pada Fayra untuk tetap tenang.
"Terimakasih, mbak Grace.. Tisha," ucap Fayra sambil tersenyum pada kedua wanita itu.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit. 2 orang dari petugas medis langsung menyambut Fayra dengan ranjang pasien dan membawa wanita itu ke ruang isolasi untuk melakukan check up. Sam, Tisha, Grace dan Derrick berada di depan ruangan itu. Mereka menunggu dengan resah.
Apalagi Derrick yang terus berjalan mondar-mandir di depan ruangan itu. Dia seperti seorang suami yang sedang menunggu istrinya melahirkan.
"Kak Derrick, duduklah!" Ujar Tisha kepada Derrick yang masih terus mondar-mandir.
"Ah iya Tisha, aku gak apa-apa," ucap Derrick dengan wajah resah nya.
Ya Allah semoga Fayra dan bayinya baik-baik saja.
Masih ada waktu 3 minggu untuk Fayra melahirkan, tapi karena Fayra jatuh dan membuatnya harus melahirkan awal. Terpaksa Fayra harus melahirkan secara sesar karena bayi Fayra mengalami posisi sungsang. Sam sebagai ayah bayinya, menandatangani surat persetujuan operasi sesar itu.
"Dok, anda harus menyelamatkan mereka berdua! Fayra dan anak kami harus selamat, dok!" Seru Sam pada dokter itu, berharap kalau Fayra dan anaknya selamat.
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan ibu dan bayinya, bapak berdoa saja ya," ucap dokter wanita itu pada Sam.
Derrick tertampar lagi oleh kenyataan bahwa Fayra dan Sam memiliki hubungan karena ada seorang anak di dalam kehidupan mereka.
Apa yang kamu pikirkan Derrick? Disaat seperti ini kamu masih memikirkan cemburu? Harusnya kamu fokus pada keselamatan Fayra dan bayinya.
Sam melihat Derrick, dia merasa kalau Derrick sangat mencintai Fayra seperti apa kata Ray sebelumnya.
__ADS_1
#Flashback
Malam sebelumnya, Sam dan Grace sedang duduk berdua di ayunan halaman belakang rumah mereka. "Sam, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Grace pada suaminya yang sedang duduk di ayunan sambil memandang langit malam tak berbintang.
"Grace, kebetulan kamu disini. Aku mau bicara sesuatu sama kamu," ucap Sam dengan suara lembut pada istrinya.
"Baiklah," jawab Grace sambil duduk di ayunan tempat Sam duduk. Grace masih memandang suaminya penuh cinta.
"Grace, apa aku jahat padamu?" tanya Sam dengan wajah yang merasa bersalah.
"Sam, kamu bicara apa sih?" Grace bingung dengan pertanyaan Sam padanya.
"Jujur saja Grace, aku egois kan?"tanya Sam.
"Sam.. kenapa kamu bicara seperti ini?" Grace heran dengan tingkah suaminya yang tidak seperti biasa.
Tiba-tiba saja Sam turun dari ayunannya, dia duduk berlutut di depan Grace. Tak lupa tangan kekarnya menggenggam tangan sang istri, dia menatap wanita itu dalam-dalam. "Aku minta maaf atas semua perbuatan ku selama ini," ucap Sam menyesal.
Dia dinasehati oleh Ray dan orang-orang di sekitarnya untuk lebih menghargai Grace, istri sekaligus ibu dari anaknya. Grace yang selalu mencintainya, mendukung semua keputusan Sam, meski Grace harus terluka karena keputusan suaminya itu. Grace selalu menjadi istri yang baik untuk Sam, walau Grace pernah berbuat salah dengan menipu Sam pada awal pernikahan mereka. Tapi cinta Grace untuk suaminya adalah cinta yang tulus dan murni. Atau mungkin juga cinta buta?
"Sam, kenapa kamu meminta maaf? Memangnya kamu ada salah apa sama aku?" tanya Grace tidak paham, suaminya sampai berlutut memohon maaf padanya.
"Aku sudah berdosa padamu Grace, aku sudah mengacuhkan kamu selama ini. Kamu yang mencintai ku, kamu yang selalu ada untuk dirimu dan menerima ku apa adanya dan aku malah menyakitimu begitu dalam. Grace, maukah kamu memaafkan ku?" Sam mencium punggung tangan Grace sambil menangis.
"Sam, kamu tidak perlu meminta maaf. Ini adalah resiko yang aku dapatkan karena aku mencintaimu secara sepihak," ucap Grace dengan senyuman bijak penuh keikhlasan.
Grace terkejut karena Sam membatalkan niatnya menikah dengan Fayra, "Sam kenapa kamu membatalkannya? Fayra dan anak nya membutuhkan kamu," tanya Grace yang kasihan pada Fayra.
"Tidak Grace, Fayra tidak membutuhkan aku. Ada seseorang disisinya yang lebih dia butuhkan dan itu bukan aku. Fayra berhak bahagia dan bersama ku dia tidak akan bahagia,"
"Sam.."
Sam mengecup bibir Grace dengan lembut, untuk pertama kalinya Sam berinisiatif mencium istrinya. "Sam, ka-kamu-"
"Ternyata aku mencintaimu lebih dari yang aku tau, tapi aku nya yang bodoh. Maaf ya istriku," Sam tersenyum lembut dengan tatapan penuh cinta.
Grace menangis haru, dia tidak menyangka setelah 13 tahun pernikahan mereka. Sam baru menyatakan cinta padanya dengan tulus dan penuh perasaan. Tatapan Sam saat ini seperti mimpi indah yang terwujud. Grace sangat bahagia dengan sikap Sam, dia menerima Sam dan mengajak Sam bahagia bersama. Mereka berpelukan dengan mesra, setelah keputusan besar telah diambil. Mereka akan membiarkan Fayra memilih kebahagiaan nya sendiri, yaitu dengan Derrick.
#Endflashback
Sam, Fayra dan Derrick duduk di ruang tunggu dengan gelisah. Sementara Tisha pulang lebih dulu ke rumahnya karena ada yang harus dia bawa di rumah. Dia pulang bersama Joni.
"Sayang, gimana keadaan Fayra?" tanya Ray menyambut kedatangan istrinya.
__ADS_1
"Kak Fayra jatuh, dia pendarahan dan akhirnya harus operasi sesar. Dokter sedang menangani persalinannya," jelas Tisha sambil duduk di sofa empuk itu.
"Semoga saja dia dan bayinya baik-baik saja. Sayang, apa dulu kamu juga operasi sesar?"
"Aku melahirkan Rasya dengan normal," jawab Tisha.
"Oh begitu ya, apa sakit?" tanya Ray.
"Sakit yang nikmat," jawab Tisha sambil tersenyum.
"Sayang, aku serius bertanya!" Seru Ray pada sang istri. Dia penasaran apakah dulu Tisha kesakitan saat akan melahirkan ank pertama mereka.
"Hehe," Tisha malah nyengir.
Setelah itu Rasya di titipkan dulu di rumah Athar, karena Tisha dan Ray pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Fayra. Dulu Fayra lah yang menemani Tisha saat melahirkan Rasya dan kali ini Tisha ingin menemani Fayra melahirkan anak pertamanya.
Sesampainya Tisha dan Ray di rumah sakit, suara tangisan bayi terdengar keras dari ruangan tempat Fayra bersalin. Keresahan itu berganti menjadi senyuman bahagia, apalagi ketika dokter wanita mengendong bayi baru lahir yang di bedong oleh kain batik.
"Alhamdulillah, selamat bayinya laki-laki, sehat dan dalam keadaan normal," Dokter wanita itu tersenyum cerah.
"Alhamdulillah ya Allah," Tisha dan Ray tersenyum lega.
Derrick dan Sam sama-sama tersenyum melihat bayi yang lahir secara prematur itu. Bayi mungil dan kecil dengan berat 2,5 kg saja. Derrick ingin menggendong bayi itu, tapi dia sadar diri kalau dia bukanlah ayah si bayi.
"Ini pak, anak bapak!" Dokter wanita itu hendak menyerahkan bayi nya pada Sam.
"Sepertinya dokter salah orang, ayahnya disana!" Sam melirik ke arah Derrick. Pria itu terkejut dengan apa yang dikatakan Sam kepadanya.
"Pak Samuel.."
"Pak Derrick, anda adalah orang yang berhak untuk bayi ini dan juga Fayra. Saya harap anda bisa membahagiakan Fayra dan mencintai anak ini seperti apa yang pernah anda katakan kepada saya sebelumnya," Sam tersenyum tipis. Dia ingat bahwa Derrick dan dia pernah saling bicara tentang Fayra juga bayinya, Derrick mengatakan kalau dia bisa menerima Fayra dan anaknya setulus hati.
Dokter wanita itu menyerahkan bayi laki-laki itu pada Derrick. Bayi mungil Fayra kini berada di dalam gendongan Derrick. Derrick bahagia melihat bayi mungil dan tampan itu. Sam juga sudah ikhlas melepaskan Fayra dan anaknya untuk Derrick, karena mereka berhak bahagia.
"Kamu melakukan hal yang benar sayang," Grace tersenyum pada suaminya. Sam mengangguk setuju.
"Ya Allah, Alhamdulillah," ucap Tisha yang senang dengan kebahagiaan disekitarnya. Kebahagiaan Fayra yang sudah seperti kakaknya sendiri.
"Iya sayang," ucap Ray yang juga senang karena semuanya menuju akhir bahagia.
Setelah beberapa jam dalam pengaruh obat bius, Fayra mulai siuman. Dia melihat Derrick sudah berada disampingnya dan mengendong bayi itu.
"Anakku.." lirih Fayra pada bayi mungil di dalam gendongan Derrick.
__ADS_1
...---***---...
Mohon maaf readers! Kemarin author sedang lelah jadi gak up dulu deh π€π€βΊοΈ