
Tisha terpana mendengar nama yang diberikan suaminya untuk anak perempuan mereka. "Kak, apakah namanya tidak terlalu panjang?"
"Tidak, menurutku ini sudah sangat cocok. Aresya Eliana Zaara Argantara." kata Ray sangat yakin dengan nama pilihannya.
"Coba kamu tanya dulu, apa dia setuju?" tanya Tisha pada Ray seraya memintanya menanyakan dulu pada bayi mungil itu.
"Hem..baiklah. Sayang, Resya sayang.. kamu setuju kan nama kamu Reysa? Artinya Aresya itu adalah wanita terbaik.." bisik Ray pada anak perempuannya.
Bayi itu tidak merespon dengan nama yang diberikan papanya. Tisha tersenyum dan menggeleng kepala, dia berkata bahwa bayinya tidak suka dengan nama depannya itu. Ray terlihat sedih, kemudian dia kembali memberikan nama depan lainnya untuk bayi yang cantik itu. Ray kembali mengucapkan nama yang dia berikan secara berulang, "Aresya Eliana Zaara Argantara!"
Bayi itu tidak merespon apapun, membuat Ray sedih. Apa nama yang diberikannya kurang cocok untuk bayi perempuannya itu?
Apa dia benar-benar tidak suka namanya?
"Sayang, nanti saja kasih namanya. Itu Sam udah nunggu kamu didepan," ucap Tisha pada suaminya. Sam sudah menunggunya untuk fitnes bersama ke tempat gym.
"Tunggu dulu! Aku mau kasih nama anakku sekarang juga," kata Ray dengan kekeh ingin memberikan nama untuk anaknya saat itu juga.
"Nama adalah doa sayang, kamu jangan terburu-buru begitu dalam memikirkannya. Lebih baik kamu pergi dulu, nanti saat kamu pulang...kita bisa memberikannya nama yang cocok," jelas Tisha sambil menggendong anaknya dari tangan Ray.
__ADS_1
Ray tampan kecewa, kemudian dia memikirkan sebuah nama. "Aileen Selena Zaara Argantara," ucap Ray sambil mengecup kening putrinya.
Aileen artinya cahaya, Selena artinya bulan atau Dewi bulan, Zaara artinya bunga yang cantik.
Bayi itu tersenyum manis pada ayahnya, seolah dia setuju dengan nama yang diberikan oleh papanya. "Sayang, kamu lihatlah? Kali ini Aileen setuju dengan nama yang aku berikan," Ray tersenyum bahagia melihat raut wajah Aileen yang tersenyum cerah.
Tisha membenarkan dan setuju dengan nama yang diberikan suaminya. Setelah tenang hatinya memberikan nama untuk Aileen, Ray pergi bersama Sam ke tempat gym. Tisha mulai menghubungi seseorang yang bisa membantunya untuk merayakan pesta syukuran Aileen dengan segera. Kini bayi cantik berkulit putih dan bercahaya itu, sudah memiliki nama yang sesuai dengan dirinya.
Akhirnya acara syukuran baby Aileen, diadakan di rumah Tisha dan Ray setelah baby Aileen berusia 2 bulan. Sekalian mengadakan Aqiqah yang harusnya dilakukan setelah 7 hari kelahiran baby-nya.
Semua orang terdekat Tisha dan Ray terlihat hadir didalam acara yang diadakan cukup mewah itu. Dari mulai dekorasi, makanan, semuanya tampak mewah. Mereka yang datang memberikan selamat dan hadiah untuk baby Aileen.
"Selamat ya," ucap seorang pria lainnya.
"Sama-sama pak, terimakasih sudah menghadiri acara aqiqah dan syukuran anak saya," ucap Ray dengan ramah menyambut para tamu yang datang.
Disisi lain, para wanita sedang melihat keimutan baby Aileen. Mereka memuji Aileen yang mirip dengan Tisha, cantik, matanya berbinar-binar dan berhidung mancung. "Cantiknya keponakan Tante, malaikat kecil.. gemesin deh," ucap Fayra pada Aileen.
"Alex juga gemesin kok," ucap Tisha sambil melihat Baby Al yang digendong oleh Fayra.
__ADS_1
"Fay, sini.. aku mau gendong Alex dong," ucap Grace pada Fayra, dia ingin menggendong Alex. Anak dari suaminya dengan wanita lain.
Kini Fayra, Grace dan Sam sudah mencapai perdamaian. Grace dan Sam akan bergilir menjadi baby Al bersama Fayra dan Derrick.
Acara Aqiqah itu berjalan lancar sampai akhir, semuanya berfoto sebagai kenang-kenangan. Hingga tak terasa waktu berlalu cepat, 9 tahun kemudian..
"Aileen, cepetan dong! Udah telat nih!" ucap seorang pria tampan dengan memakai seragam berwarna putih abu. Hidungnya mancung, kulitnya putih bersih, mirip dengan Raymond Victor Argantara. Dia adalah Rasya Argantara.
"Bentar dong kakak! Aku masih memakai sepatuku," gerutu seorang anak perempuan dengan rambut dikepang 2, memakai berseragam merah putih. Dia adalah Aileen, bayi mungil yang kini sudah berusia 8 tahun.
"Ayo kakak antar ke sekolah," ajak Rasya pada adiknya.
"Ets..kalian jangan lupa, sarapan kalian!" seorang wanita paruh baya memberikan 2 kotak bekal untuk kedua anak itu.
Aileen dan Rasya tersenyum sambil mengambil kotaknya. "Makasih ma, aku sayang mama!" Aileen mengecup pipi mamanya dengan penuh kasih sayang.
"Mama juga sayang kamu," jawab Tisha sambil tersenyum. "Rasya, kamu gak mau cium mama juga?"
Rasya mendelik kesal, dia pergi begitu saja dengan wajah memerah. Sikap Rasya masih saja dingin seperti saat dia masih kecil. Ray dan Tisha melihat kepergian anak mereka dengan bahagia.
__ADS_1
...---****---...