Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 62. Bocah imut


__ADS_3

🍁🍁🍁


"Papaku.. aku gak tau siapa papa ku" Rasya cemberut dan menghentikan menjilati eskrim nya.


"Hey.. maaf nak, om tidak bermaksud membuat kamu sedih" ucap Ray sambil tersenyum pada anak laki-laki yang cemberut itu


Ngomong-ngomong kenapa mama nya lama banget? apa dia gak khawatir dengan anaknya ditinggal sendirian?. batin Ray cemas pada Rasya yang ibunya belum kembali juga.


"Gak papa om. Eh om mau dengar cerita aku gak? apa om ada waktu?" tanya Rasya pada Ray


"Cerita apa nak? kebetulan waktu om masih senggang" Ray tersenyum ramah


Gak papa kayanya disini sebentar lagi sambil nungguin mama nya anak imut ini datang. Kebetulan Ray memang belum mulai bekerja, hari itu ia masih libur.


"Benaran om?" tanya Rasya polos


Ray mengangguk. Lalu Rasya mulai berceloteh menceritakan tentang ibunya dengan semangat. Namun, tak ada satupun cerita tentang ayahnya.


"Jadi kamu tidak tau siapa papa mu? dan orang-orang di sekolah selalu mengejek kamu?" tanya Ray terlihat kesal mendengar Rasya bercerita bahwa ia selalu di ejek teman-teman yang sebagai anak haram


Aku harap Tisha dan anakku yang ada di luar sana tidak mengalami seperti ini. Kalau mereka ada disisi ku, aku akan membuat mereka bahagia dengan keluarga yang utuh. Ya Allah, pertemukan aku dengan mereka... aku janji akan menjadi suami dan ayah yang baik. pintanya tulus dalam hati


"Iya om, karena aku memang gak punya papa" jawab Rasya sedih


"Semua orang pasti punya papa, nak. Mama mu pasti tau dimana papa kamu?" tanya Ray berusaha meyakinkan Rasya


"Mama juga gak tau om. Setiap ditanya soal papa, mama bilang nya gak tau. Awalnya aku pikir mama berbohong, tapi saat aku dengar cerita dari Tante ku kalau mama amnesia. Aku jadi percaya kalau mama memang gak tau tentang papa"


"Atau dia bukannya gak tau tentang papa kamu, tapi di dalam hatinya dia ingin melupakan sosok papa kamu" asumsi Ray tentang sosok papanya Rasya


"Om bisa aja! kata tanteku, papa ku itu bukan orang baik om. Makanya Tante sama om ku membawa kami kemari untuk bersembunyi dari nya" celoteh Rasya polos


"Kalian sampai bersembunyi disini? pasti papa mu adalah orang yang jahat sampai membuat mama kamu dan kamu bersembunyi disini jauh dari tanah air kalian" Ray mengutarakan pendapat nya tanpa ragu

__ADS_1


Suami dan papa macam apa yang bisa membuat istri dan anaknya sampai kabur dan bersembunyi darinya? pasti pria itu adalah orang jahat.


"Kayanya sih gitu om... hm...om benar juga ya. Tapi walaupun kata mereka papa ku itu bukan orang baik. Aku tetap ingin bertemu dengannya" ucap Rasya sedih, ia penasaran dengan sosok papa nya


"Om doakan semoga kamu cepat-cepat bertemu papa kamu ya nak" ucap Ray sambil mengelus kepala bocah berusia 5 tahun itu. Ia mendoakan dengan tulus agar Rasya bisa bertemu papa nya.


"Iya om, Aamiin.. semoga papa ku baik kayak om. Dan semoga om ketemu sama anak biji kacang dan istri Om yang ada di foto itu" Rasya tersenyum di wajah imut dan polosnya itu. Rasya mendoakan Ray dengan tulus.


"Aamiin.. makasih ya nak, om memang sedang membutuhkan doa. Oh ya, om belum tau nama kamu" Ray penasaran dengan nama bocah imut yang sudah mengambil hatinya itu.


"Om gak lihat name tag di baju ku?" tanya Rasya seraya menunjuk ke arah name tag di baju seragamnya bertuliskan Rasya Alif Nugraha


"Oh.. Rasya ya.. nama bagus" Ray memuji dengan tulus


Nama yang lucu, jika anakku dan Tisha adalah laki-laki mungkin aku juga akan memberinya nama Rasya. Ray dan Tisha, singkatan nama kami. Itu sangat cocok.


"Oh ya, mama kamu..."


Drett..


Drett..


"Halo, Gerry" jawab Ray


"Halo pak, maafkan saya menganggu jalan-jalan bapak. Saya hanya ingin menyampaikan berita terkait informasi kecelakaan Bu Tisha" jelas Gerry


"A-apa?!" Ray sempat terdiam, hatinya berdegup kencang mendengar berita tentang Tisha.


Tanpa Ray sadari dibelakangnya ada Tisha yang baru saja keluar dari kamar mandi. Wajahnya terlihat pucat, seperti nya ia kurang sehat.


"Sayang, maaf ya mama lama.. mama gak enak badan sayang. Ayo kita pulang yuk" ucap Tisha sambil menggandeng tangan Rasya


"Eh mama, tunggu dulu! kenalan dulu sama om baik itu, dia nemenin aku dari tadi disini" ucap Rasya pada mama nya

__ADS_1


"Iya, mama mau ngucapin makasih sama dia" ucap Tisha sambil tersenyum


Tisha melihat Ray dari belakang, ia berniat menghampiri Ray. Namun, perutnya terasa sakit lagi.


"Aduh! sayang.. kita pulang yuk, mama gak kuat nak" ucap Tisha buru-buru.


Akhirnya ibu dan anak itu pergi dari sana dan naik ke dalam mobil. Saat Ray sudah selesai menelpon Gerry dan menoleh kebelakang, Rasya sudah tidak ada disana.


"Kemana anak imut itu? ah sudahlah, kalau aku mau bertemu dengannya lagi aku tinggal ke rumahnya. Aku kan tau rumahnya" gumam Ray sambil tersenyum melihat mobil hitam yang belum lama melaju dari sana.


Ray bergegas kembali ke hotel dengan buru-buru, ia penasaran dengan berita yang akan Gerry katakan terkait kecelakaan yang menimpa Tisha.


"Gerry! cepat katakan!" seru Ray terburu-buru sambil duduk di kursi, ia sangat menantikan berita yang akan di katakan oleh sekretaris nya itu.


"Pak, saya ada dua berita untuk bapak..Bapak mau dengar yang mana dulu, yang baik atau yang buruk?" tanya Gerry seraya memberi pilihan pada Ray


"Aku ingin dengar yang buruk dulu" jawab Ray


Selama bertahun-tahun, aku menyuruh orang untuk menyelidiki tentang kecelakaan ini dan baru sekarang ada infonya.


"Berita buruk nya, polisi sudah menemukan bukti dari truck si penabrak kalau kecelakaan itu disengaja dan ada yang menyuruh supir truck itu untuk mencelakai mobil yang ditumpangi Bu Tisha dan keluarga nya. Tapi, supir truck itu belum ditemukan juga" jelas Gerry pada Ray


"Sial! jadi itu benar-benar disengaja??! siapa yang melakukan itu?!!" Ray emosi karena kecelakaan yang menimpa Tisha bukanlah murni kecelakaan. "Lalu apa berita baiknya?!!" tanya Ray penasaran


"Berita baiknya adalah, jenazah yang ada di dalam makam bu Tisha bukanlah Bu Tisha melainkan seorang wanita bernama Sarah. Dia adalah istri dari seorang tukang yang sudah menghilang lima tahun yang lalu. Suaminya datang kemarin, untuk mengkonfirmasi jasadnya" jelas Gerry dengan wajah yang senang.


Tidak sia-sia keyakinan pak Ray dan penantiannya selama ini..Bu Tisha dan anaknya kemungkinan besar masih hidup.


"Benarkah? jadi mayat itu bukan Tisha??" tanya Ray dengan mata yang berkaca-kaca, ia bahagia ternyata keyakinan nya selama ini tidak lah salah. Tisha benar-benar masih hidup dan itu bukanlah mayatnya.


"Benar pak" jawab Gerry sambil tersenyum.


"Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah... ternyata engkau mendengar doaku dan doa tulus anak itu" ucap Ray sambil menangis bahagia, mengingat pertemuannya dan Rasya.

__ADS_1


...----***---...


__ADS_2