Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 36. Zee pelakor (2)


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


"Apa yang mau kamu bicarakan, sampah?" tanya Zee sambil menyilangkan tangannya di dada, matanya masih menatap sombong ke arah Tisha.


PLAK


Sebuah tamparan melayang dari tangan Tisha dan mendarat lagi di pipi Zee yang satunya. Zee sudah sangat emosi, rasanya ia ingin membenamkan Tisha dari dunia ini.


Sialan! dia menamparku dua kali?! umpat Zee dalam hatinya.


"Kamu menamparku lagi?!" Zee hendak membalas tamparan Tisha, namun Tisha menghindar dari Zee.


"Sekali lagi kamu menghina ku dengan mulutmu itu. Aku bukan hanya akan menampar wajahmu, aku juga akan memotong lidahmu!" Tisha sudah benar-benar emosi pada Zee dan sikap tidak tahu malunya. Beraninya Zee membiarkan pak Faisal terlibat, itulah yang membuat Tisha sangat marah.


Zee menatap murka pada wanita yang terlihat polos dari luar itu, ia tak menyangka kalau Tisha yang selalu bersembunyi di belakang Ray dan hanya bisa menangis saat Ray bersama wanita lain. Bisa membalas Zee dengan berani.


"Oke, baiklah. Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Zee langsung pada intinya


"Kamu sudah mengingkari janjimu untuk merahasiakan video itu bahkan kamu tidak menghapusnya. Jadi, perjanjian kita juga batal saja"


"Apa maksud kamu HAH?!!" tanya Zee terkejut dengan ucapan Tisha.


Apa dia menarik kembali kata-kata nya untuk bercerai dengan Ray?


"Aku tidak mau bercerai dari kak Ray" jawab Tisha sambil tersenyum sinis menatap Zee.


"Tidak! kamu tidak bisa begitu! kita sudah sepakat!" Zee tidak terima dengan perkataan Tisha yang ingin membatalkan perceraian nya dengan Ray.


"Kamu sendiri yang ingkar janji, jadi aku akan katakan pada kakek kalau aku tidak setuju kamu menikah dengan suamiku" jelas Tisha sambil melangkah pergi dari taman belakang rumah Argantara itu.


Maafkan aku kak Ray, bukan aku tak mau bersamamu lagi. Tapi inilah takdir kita, hanya dengan cara ini aku bisa melindungi reputasi mu.


Tidak bisa begini! tanpa persetujuan nya, aku tidak akan bisa menikah dengan Ray. Aku harus melakukan sesuatu. batin Zee merasa terpojok dengan ketegasan Tisha.


"Aku minta maaf karena sudah ingkar janji! tapi, aku tidak menyebarkan video nya kemana pun kan? aku hanya memberi tahu pada keluarga saja. Memangnya kamu mau dimadu?" tanya Zee mencoba memancing Tisha

__ADS_1


"Tentu saja tidak, maaf tapi hatiku tidak seluas itu" jawab Tisha sambil menyeringai, menahan sakit hatinya.


"Lalu bukankah perceraian adalah yang terbaik untukmu dan Ray?" tanya Zee pada Tisha


"Memang, tapi tanpa persetujuan ku.Kamu tidak akan bisa menikah dengannya. Aku tidak akan melepaskan kak Ray untuk wanita penuh muslihat seperti kamu, Bu Zee" jelas Tisha dari dalam lubuk hatinya. Sebenarnya Tisha tidak rela jika suaminya akan menikah dengan wanita selicik Zefanya.


"Kamu ingin aku melakukan apa? agar kamu melepaskan Ray!! apa saja akan aku lakukan?" Zee memohon dengan wajah memelas nya


"Apa saja? benarkah?" tanya Tisha


"Iya, apa saja." jawab Zee sambil menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kalau begitu hapus video mesum itu. Sekarang juga di depanku!" seru Tisha tegas


"Video ini.. "Zee terlihat ragu saat memegang ponselnya


Jika video ini di hapus, aku akan kehilangan bukti untuk mengancam Ray.


"Kenapa? kamu tidak mau? apa kamu berencana menyebarkan video itu?!" tanya Tisha kesal pada Zee yang masih dengan rencana busuknya menyimpan video itu untuk mengancam Ray di masa depan.


"Aku sudah menghapus nya, puas kamu?!!" Zee menghapus video itu di depan Tisha. Tapi Tisha belum percaya sepenuhnya pada Zee, ia meminta Zee untuk menghapus juga kopian video itu bahkan depannya.


Zee berkata jujur, ia memang tidak punya kopian videonya. Karena ia belum sempat menggandakannya. Setelah yakin bahwa video itu sudah tidak ada, Tisha dan Zee mencapai kesepakatan yang tidak mereka duga.


Kak Ray, hanya ini hal terakhir yang bisa aku lakukan untukmu. Aku tidak punya apapun untuk melindungi mu. Semoga kamu hidup bahagia. batin Tisha perih hatinya


BRAK


Ray membuka pintu ke taman belakang rumah itu, dengan napas terengah-engah ia melihat Tisha dan Zee disana.


"Latisha kamu disini!" Ray menatap Tisha yang terlihat dingin padanya. Ray merasa lega karena melihat Tisha ada disana.


Kumohon jangan menatapku begitu kak Ray, aku tidak mau menangis sekarang. batin Tisha sakit, melihat tatapan penuh cemas dari Ray padanya. Apapun yang sudah Ray lakukan padanya, sesakit apapun hatinya, masih ada cinta di hati Tisha untuk suaminya itu.


Ya, cinta pertama katanya memang sulit dilupakan.

__ADS_1


"Ray, kamu sudah datang?" tanya Zee sambil menggandeng tangan Ray. Ray menepis tangan Zee dan menghampiri Tisha yang tak jauh dari tempat Zee berdiri.


"Aku sudah mencari mu kemana-mana, ayo kita bicara dulu!" Ray memegang tangan Tisha, ia ingin segera bicara pada gadis itu bahwa ia sangat mencintainya, benar-benar sangat mencintainya dan ia ingin menjelaskan semua yang terjadi.


Tisha menepis tangan Ray dan berkata dengan suara ketus, "Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, mari kita temui kakek dan bereskan masalah ini"


Tisha, kamu tidak boleh goyah. Jika kamu bicara lagi dengannya maka hatimu sendiri yang akan terluka. Kali ini semuanya harus berakhir.


"Tisha.." lirih Ray terluka melihat Tisha yang pergi begitu saja darinya tanpa melihat ke arahnya.


Akhirnya ketiga pemeran utama dalam permasalahan itu duduk bersamaan di ruang tamu rumah besar keluarga Argantara. Disana ada pak Faisal, paman dan bibi Ray, juga Bu Lisa yang sedang menunggu keputusan akhir.


"Kakek, kakek ingin bicara apa pada Tisha?" tanya Tisha sambil memasang senyuman santainya.


Hati sang kakek terusik saat melihat Tisha yang masih bisa tersenyum di depannya. Walaupun keadaan sedang memanas. Pak Faisal kesal karena cucunya menyakiti gadis sebaik Tisha.


"Tisha, apa kamu sudah tau masalah Ray dan Zefanya?" tanya pak Faisal


"Iya kek" jawab Tisha


"Kakek sudah membuat keputusan untuk Ray, dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Jadi, dia harus menikahi Zefanya. Namun, apakah kamu setuju dengan pernikahan ini atau memilih bercerai dengannya? kakek, akan menghargai semua keputusan mu" jelas pak Faisal dengan hati yang berat


"Kenapa ada pilihan bercerai?! kakek aku tidak mau!" sanggah Ray pada kakeknya


"Ray diam lah! biarkan Tisha yang memilihnya. Kamu tidak punya hak untuk bersuara di sini, semuanya adalah kesalahan mu!" ujar Pak Faisal


Maksud pak Faisal, Ia kan tetap menikahkan Ray dan Zee karena Ray harus tetap bertanggungjawab atas perbuatannya. Tentu saja jika Tisha setuju dengan pernikahan itu. Namun, Pak Faisal menambahkan pilihan untuk Tisha. Artinya, Tisha memilih cerai atau tetap bertahan sebagai istri Ray dan berbagi cinta suaminya dengan wanita lain. Mana yang akan Tisha pilih?


Hati Tisha berdebar-debar, keputusan yang ia ambil sejak awal memanglah perceraian. Tetap saja hatinya berat, mengatakan nya di depan semua orang adalah hal yang menyakitkan baginya.


"Kakek, saya tidak mau berbagi cinta. Saya mau melepaskan semuanya. Saya setuju dengan pilihan kedua, yaitu bercerai" jawab Tisha dengan senyuman pahit terukir di bibir nya.


Ini yang terbaik Tisha, terbaik untuk semuanya. Tisha menahan air mata yang menggenang di bawah matanya.


Semua orang menatap ke arah Tisha dengan mata yang membulat terkejut. Terutama Ray dan pak Faisal. Sementara itu Zee dan Bu Lisa tersenyum penuh kemenangan karena Tisha memutuskan untuk bercerai.

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2