Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 28. Maaf lagi?


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Entah bagaimana ceritanya, Tisha bisa berada di atas tubuh Ray dan menindihnya. Mereka berdua sama-sama terjatuh ke lantai.


Kepala Tisha bersentuhan dengan dada bidang milik suaminya itu, ia mendengar sesuatu yang aneh di dalam sana.


Dag


Dig


Dug


Tangan Tisha bergerak-gerak menyentuh badan Ray dan meraba-raba nya.


"Hey! kamu ngapain pegang-pegang?!" seru Ray panik dengan sentuhan Tisha.


"Diam dulu! aku sedang mendengarkan suara nya!" Tisha semakin mendekatkan telinganya ke arah dada Ray, memastikan bahwa suara aneh itu memang berasal dari tubuh suaminya.


DEG!


DEG!


Kenapa dia seperti ini? apa maksudnya dia meraba-raba tubuhku dan memelukku seperti ini? Apa dia mau menggodaku?


"Kamu berdebar, jantungmu seperti nya ada masalah," Tisha pun membangunkan kepaknya dan melihat ke arah Ray yang sedang bingung dengan tingkah istrinya.


"Jantungku baik-baik saja! ce-cepat bangun, kamu berat!" Ray tergagap dan salah tingkah


Sejak kapan jantungku seperti ini? Apa karena dia menyentuhku? ini benar-benar gila. Bagian bawahku jadi panas dan keras karena sentuhannya. Kenapa jadi begini? padahal saat disentuh oleh wanita lain aku tidak begini? Ray panik sendiri.


Tisha beranjak bangun dari tubuh suaminya, ia berterimakasih karena Ray sudah menangkap tubuhnya agar tidak jatuh.


"Apa kak Ray terluka saat terjatuh tadi?" tanya Tisha sambil memeriksa apakah ada luka ditubuh Ray atau tidak. Dia memegang tangan Ray dan menganalisis setiap sudut tangan suaminya. Memastikan nya bersih dari luka.


"Ja-jangan menyentuhku! kalau kamu menyentuhku lagi, tamatlah kamu!" seru Ray sambil melindungi tubuhnya dari Tisha yang memegang megang tubuh dan tangannya itu.


"Kenapa? apa kakak terluka? mana sini aku lihat lagi?!" kata Tisha memaksa, lalu mendaki suaminya


"Jangan dekat-dekat lagi! aku mau mandi saja, kamu pesan lah menu makan malam lewat jasa pesan antar!" seru Ray setengah berteriak pada istrinya.


Gawat! aku harus mandi pakai air dingin di malam yang dingin ini. Ray panik karena tubuhnya terasa panas


Kenapa dia? padahal tadi dia semangat mengejar ngejar ku? sekarang dia malah menghindar? Tisha mengernyitkan dahinya merasa heran dengan perubahan sikap suaminya itu


"Baiklah kalau kakak mau mandi, aku siapkan air hangat dulu ya?" tanya Tisha perhatian dan lembut


"Tidak perlu, aku mandi air dingin" jawab Ray cuek


Ray berjalan menuju ke arah kamarnya dengan wajah yang hitam-hitam. Tisha mengambil ponselnya, ia masih menertawakan foto suaminya yang ia ambil saat di dapur.


"Haha, apa dia menghindar seperti itu karena malu? tapi kenapa tubuhnya panas ya? apa dia baik-baik saja?" tanya Tisha bingung


Gadis itu menghela napas saat melihat dapur yang berantakan, sembari menunggu Ray yang belum keluar dari kamar mandi. Tisha membereskan sisa-sisa kekacauan yang dibuat oleh suaminya di dapur.


"Lain kali, ah tidak tidak.. dia tidak boleh mendekati dapur, yang ada rumah bisa hangus di buat nya" Tisha tersenyum mengingat kelakuan suaminya yang sok sok an ingin memasak tapi malah membakar dapur.

__ADS_1


Setelah membereskan kekacauan di dapur, Tisha mengecek kompor dan gas yang kata suaminya sudah jelek itu. Tisha yang sudah biasa hidup mandiri, bisa memasang gas dan memperbaiki kompor.


Tisha pun segera membuka lemari es nya, menyiapkan makan malam dengan bahan bahan seadanya. Tisha mengikat rambutnya dan bersiap untuk memasak.


Beberapa menit kemudian, Ray keluar dari kamarnya dengan wajah yang bersih dan pakaian tidurnya. Ray mencium bau masakan dari arah dapur rumahnya.


Apa dia memasak? bukannya kompornya rusak? Apa dia memanggil tukang?


Ray berjalan menuju ke arah dapur, ia melihat Tisha sedang menyajikan makanan ke meja makan. Tisha sadar kalau Ray sedang melihat ke arahnya, ia tersenyum manis dan melambaikan tangannya pada Ray.


"Kak, ayo duduk. Makanannya sudah siap!" seru Tisha pada suaminya


DEG!


Ray terdiam saat melihat Tisha yang sibuk menyajikan makanan ke meja. Ray tiba-tiba teringat sosok ibunya yang sudah tiada dan selalu menyiapkan masakan untuknya.


Mama..


Ray berjalan mendekati Tisha lalu memeluk nya dari belakang. Tisha terkejut dengan tangan kekar yang melingkar di tubuhnya.


"Kak Ray..kamu kenapa?" tanya Tisha dengan suara yang lembut


"Kumohon biarkan seperti ini sebentar saja.." Ray menciumi aroma tubuh Tisha dan mendekap nya semakin erat.


Syukurlah dia tidak melihat wajahku dari sini. Aku tidak mau terlihat sedih di depannya lagi. Ray sedih teringat sosok ibunya yang sudah lama tiada dan melihat Tisha seperti sedang melihat ibunya.


"Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi semangat lah" Tisha memberanikan dirinya membelai tangan Ray yang memeluknya.


Kak Ray.. kenapa aku masih berdebar olehmu?


Tak lupa Tisha menyiapkan teh hangat kesukaan suaminya. Semua keperluan suaminya selalu ia layani dengan baik, ia tak pernah lupa apa yang disukai dan apa yang tidak disukai suaminya.


Bodohnya aku, aku malah tidak tau apa-apa tentang nya. Disaat dia mencintaiku sepenuh hatinya dan aku hanya memanfaatkan dia. Namun dia begitu kuat dan bertahan hidup dua tahun bersama ku.


"Maaf Tisha.." kata maaf yang tulus meluncur dari bibir Ray


"Maaf untuk apa lagi?" tanya Tisha sambil memakan suapan terakhir mie goreng di piringnya


"Maaf karena aku sudah menyakitimu di masa lalu" jelas Ray mengatakan permohonan maafnya


PRAK


Tisha terpana sampai menjatuhkan sendok yang dipegangnya ke meja. Tisha melihat ke arah suaminya dengan mata yang berkaca-kaca.


Mengapa mengatakan maaf untuk masa lalu? mengapa baru sekarang minta maaf? begitulah pertanyaan Tisha di dalam hatinya.


"Apa sudah terlambat bagiku untuk memperbaiki nya?" tanya Ray sambil menatap gadis yang ada di depannya itu. Ray berbicara dengan penuh penyesalan.


Tisha terdiam mendengar pertentangan dari Ray yang sulit dijawab itu. Disisi lain, Ray tampak menantikan jawaban apa yang diberikan Tisha, masihkah ada kesempatan untuknya menebus masa lalu?


🎢🎢🎢


Kutatap dua bola matamu


Tersirat apa yang 'kan terjadi

__ADS_1


Kau ingin pergi dariku


Meninggalkan semua kenangan


Menutup lembaran cerita


Oh, sayangku, aku tak mau


Ku tahu semua akan berakhir


Tapi ku tak rela lepaskan mu


Kau tanya mengapa aku


Tak ingin pergi darimu


Dan mulutku diam membisu


Salahkah bila diriku


Terlalu mencintaimu?


Jangan tanyakan mengapa


Karena aku tak tahu


Aku pun tak ingin bila


Kau pergi tinggalkan aku


Masihkah ada hasrat mu


'Tuk mencintaiku lagi?


🎢🎢🎢


"Tisha, apa kita batalkan saja kontrak pernikahan kita?" tanya Ray serius pada istrinya.


Tisha masih membisu dengan wajahnya yang syok itu. Tisha berfikir untuk menjawab pertanyaan Ray yang akan menentukan kemana arah hidupnya dan pernikahan nya yang sedang menuju ke arah perceraian.


...πŸ€πŸ€πŸ€...


Malam itu di pinggir hutan, Bu Fani dan Arya terlihat kebingungan karena mereka ditinggalkan oleh Gerry dan salah satu anak buah Ray begitu saja.


"Arya gimana ini? kita ada dimana?!!" tanya Bu Fani kesal


"Aku juga gak tau Bu. Sialan, si Tisha! beraninya dia membuang kita mentang-mentang sudah jadi istri orang kaya" gerutu Arya kesal pada adiknya itu.


"Kita pasti akan kasih dia pelajaran, tapi itu nanti. Sekarang kita harus memikirkan dimana kita akan tinggal malam ini?" tanya Bu Fani kesal pada anaknya Tisha.


Tisha! awas saja kamu anak durhaka! aku akan kembali dan membuatmu membayarnya! umpat Bu Fani dalam hati penuh amarah dan emosi.


Pada akhirnya ibu dan anak itu bermalam di sebuah masjid yang jauh dari tempat terpencil itu. Mereka berjalan kaki hingga dua jam lamanya untuk sampai kesana.


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2