Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 187. Apartemen mawar


__ADS_3

Derrick, Tisha dan Fayra berada di dalam mobil yang sama. Derrick terkejut melihat Tisha membawa koper besar, wanita hamil itu seperti mau kabur saja.


"Tisha, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Derrick yang tangannya masih sibuk menyetir, dia melirik kedua wanita hamil itu lewat kaca spion.


"Kakak jangan tanya dulu! Antar kan kami ke-"


"Apartemen mawar saja! Tolong antar kan kami kesana saja mas!" Fayra memangkas ucapan Tisha yang belum beres itu. Fayra terlihat kelelahan setelah habis berlari-lari.


"Kenapa kesana kak?" tanya Tisha pada Fayra heran.


"Sam tidak akan bisa menemukan ku disana.Tempatnya cocok untuk bersembunyi, apartemen itu adalah apartemen Zayn." jelas nya singkat.


"Baiklah kak, apa kakak bisa ceritakan padaku apa yang terjadi? Kenapa kakak bisa ditahan di rumah pak Sam? Dan kakak.. sedang hamil?" Tisha melihat perut Fayra yang besarnya hampir sama dengan perutnya.


"Aku...hiks.. hiks..Tisha..aku.." Fayra menangis tersedu-sedu, dia mengingat semua perih di dalam hidupnya. Sam dan Grace yang memaksanya tinggal di rumah, untuk menjadi istri kedua Sam membuat Fayra tertekan.


Tisha memberikan tisu pada Fayra dan memberikan nya sebotol air minum. Dia berusaha menghibur Fayra, walau dia tidak tahu apa yang terjadi pada wanita hamil itu. Derrick juga ikut merasa sedih melihat Fayra menangis, walau dia tidak mengenal nya.


"Kalau kakak gak bisa cerita sekarang, gak apa-apa kok. Kakak bisa cerita nanti." Tisha mencoba menghibur Fayra, "Jangan nangis ya kak."


Tisha tidak percaya kalau Fayra, wanita kuat yang dia kenal pemberani tidak pernah menangis akan menangis seperti ini. Apalagi dalam keadaan perut buncit, siapa yang sangka beginilah pertemuan pertama mereka.


Derrick mengantar kedua wanita hamil itu ke depan Apartemen yang berada di tempat terpencil. Derrick langsung meminta penjelasan Tisha, terutama koper besar yang dibawanya.


"Tisha, kenapa kamu bawa koper itu? Kamu kabur dari rumah ya?" tanya Derrick sambil membawakan koper yang di seret oleh Tisha.


"Aku akan jelaskan nanti, kakak ikut kami dulu ya." Jawab Tisha. Dia meminta Derrick ikut masuk ke dalam apartemen yang letaknya jauh dari keramaian.

__ADS_1


Fayra terlihat gemetar, dia masih syok dengan apa yang terjadi pada dirinya. Derrick membantu Fayra memapahnya. "Hati-hati mbak, maaf saya pegang tangannya."


"Ma-makasih mas." ucap Fayra sambil memegang tangan Derrick untuk menopang tubuhnya.


Mereka bertiga sampai di lantai 4 apartemen itu. Di kamar 302, mereka berdiri. Fayra membuka pintu apartemen itu dengan password. Fayra tersenyum tipis saat membuka pintu itu dengan kode yang dia masukan.


KLAK


"Ternyata dia belum mengganti nya," gumam Fayra sambil tersenyum pada Tisha.


"Mengganti apa kak? Kenapa kakak tersenyum?" tanya Tisha melihatnya dengan polos.


"Kodenya tanggal ulang tahun mu." Jawab Fayra, sambil melangkah masuk ke dalam rumah itu. "Ayo mas, Tisha, masuklah!"


Kode ulang tahun Tisha? Apa hubungan si Zayn ini dengan Tisha sampai kode apartemen nya memakai tanggal ulang tahun Tisha? Derrick keheranan.


Mereka bertiga masuk ke dalam apartemen mewah yang sudah lama tidak ditinggali itu. Apartemen yang cocok untuk menenangkan diri. Tisha menyeduh kan teh untuk Derrick, dan Fayra.


"Brengsek sekali pria itu! Setelah dia melecehkan mu, dia bahkan meminta mu menikahinya. Hah! Sungguh keterlaluan sekali dia! Apa dia sudah gila?" Derrick tidak habis pikir ada pria seperti Sam di dunia ini.


"Benar! Dia pasti sudah gila, jangan mau menjadi istri kedua kak! Aku tidak menyangka kalau pak Sam yang terlihat baik bisa berbuat seperti itu. Maafkan aku kak, karena kak Ray juga ikut membantunya.. aku pikir dia benar-benar minta maaf, ternyata dia hanya ingin mengikatmu disisinya saja." Tisha ikut emosi setelah mendengar cerita Fayra.


"Iya kamu benar Tisha, dia memperlakukan ku seperti tahanan. Dia bukan Sam yang dulu lagi." Fayra meneteskan air mata lagi.


Derrick tidak tega melihat wanita menangis, dia mengusap air mata Fayra tanpa sadar dengan kedua tangan besarnya. "Jangan menangis, tidak baik untuk bayimu.." ucap Derrick lembut.


"Terimakasih mas."

__ADS_1


"Namaku Derrick, dan kamu?"


"Fayra." Mereka berdua akhirnya berkenalan.


Derrick langsung mengalihkan pandangannya pada Tisha, wanita yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. "Tisha, lalu kenapa kamu bisa ada disini dan membawa koper?"


"Aku mau pergi liburan." jawab Tisha santai.


"Jangan bohong deh!" Derrick tersenyum tidak percaya.


"Ya ya, aku kabur dari rumah. Aku ingin menenangkan diri." Jawab Tisha jujur pada akhirnya.


"Sudah kuduga, wanita itu tidak sederhana kan?" Derrick menyilangkan kedua tangannya di dada, pembicaraan wanita itu mengarah pada Stefani.


"Aku tidak mau membahasnya."


"Dia akan menggila kalau dia tau kamu pergi dari rumah." Derrick tersenyum.


"Biarkan saja dia gila. Oh ya, kakak jangan beritahu padanya kalau kakak tau aku disini!" Tisha meminta Derrick merahasiakan keberadaan nya di apartemen mawar.


Kita lihat saja apa kamu akan jera kak.


Aku sangat menantikan kegilaan mu Raymond. Derrick hanya tersenyum, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia membayangkan betapa gila nya Raymond bila tahu istrinya yang sedang hamil pergi dari rumah.


...---***---...


Up nya dikit dulu untuk yang ini, insyaallah lanjut lagi besok ya😊 makasih dukungannya🤭

__ADS_1


Sambil nunggu up, ayo mampir dulu ke karya kece kak Ramanda😊😊 dijamin seru deh



__ADS_2