
...πππ...
Rasya dan Tisha pergi dari perusahaan itu, mereka berencana untuk pergi dulu makan eskrim karena Rasya ingin eskrim. Tisha menurut pada permintaan anaknya itu. Dia memikirkan dengan siapa Rasya nanti kalau dia bekerja nanti.
Disaat kebingungan melanda Tisha, sebuah telpon membuat Tisha terperangah dengan wajah bahagia. Tisha mengangkat telpon itu, ternyata itu dari Fayra.
"Tisha, kamu sama si unyu ku ada dimana?" tanya Fayra dengan suara nya yang semangat
"Kenapa emangnya kak? kakak mau kesini?" goda Tisha pada Fayra, orang yang sudah banyak membantunya selama enam tahun terakhir.
"Bilang aja, kamu ada dimana?" tanya Fayra terburu-buru.
"Aku sama Rasya lagi ada di cafe McKenzie" jawab Tisha sambil melihat ke arah putranya yang sedang asyik makan eskrim coklat
"Cafe eskrim kan? aku tau itu ada dimana, tunggu dalam waktu 7 menit saja ya" kata Fayra sambil tersenyum ceria. Gadis itu sedang berada di dalam taksi, dia tersenyum senang karena dia akan segera bertemu dengan Tisha dan Rasya.
Tut..
"Loh? kenapa telponnya di putus begitu saja? hah! dasar kak Fayra!" gerutu Tisha heran karena Fayra memutuskan telpon nya begitu saja.
"Tante Fayra telpon ya ma?" tanya Rasya sambil menjilat eskrim nya dan terlihat menikmati eskrim itu.
Tisha menyeka sisa sisa eskrim di bibir Rasya dengan tisu kering. "Iya sayang"
"Tante Fayra mau kesini?" tanya Rasya dengan raut wajah yang bahagia.
"Gak tau tuh, kita disuruh nunggu tujuh menit" jawab Tisha
Fayra sedang dalam perjalanan menuju ke cafe yang disebutkan oleh Tisha. Di dalam perjalanan, tak sengaja mobil taksi itu tertabrak sebuah mobil yang tak terkendali.
BRAK
CKITT!!
"Aduh!!" Kepala Fayra terantuk jok mobil yang ada di depannya ketika mobil itu berhenti mendadak.
"Ibu? apa ibu baik-baik saja?" tanya supir taksi itu sambil melirik ke arah Fayra yang duduk di kursi belakang. Supir taksi itu melihat Fayra dengan wajah panik, dia takut kalau penumpang nya terluka.
"Saya tidak apa-apa pak, ada apaan sih? kok berhenti mendadak?Apa bapak menabrak sesuatu?" Fayra memegang kepalanya yang terasa nyut-nyutan karena terbentur oleh jok mobil.
"Astagfirullah! kepala ibu berdarah?!" supir taksi itu panik melihat kening Fayra yang terluka.
Tak lama kemudian, seorang pria datang menggedor kaca mobil taksi. Si supir taksi itu keluar dari mobil, dia protes kepada seorang pria yang sudah menabrak mobilnya.
"Bapak harus bertanggungjawab, saya membawa penumpang! penumpang saya terluka!" protes supir taksi itu pada pria yang menabrak mobilnya
__ADS_1
"Biar saya yang membawa penumpang bapak ke rumah sakit. Saya juga akan mengganti kerusakan mobil bapak" kata Sam merasa bersalah. Ternyata pria itu adalah Sam, sahabat baik Ray yang tak lain adalah suami Grace. Sam memberikan kartu namanya pada si supir taksi agar nanti dia bisa meminta ganti rugi padanya.
Sam membuka pintu belakang mobil taksi, untuk melihat siapa penumpang yang terluka itu. Dia bermaksud membawa penumpang itu pergi ke rumah sakit.
"Maafkan saya mbak, saya benar-benar enggak sengaja...." Kedua mata Sam terbuka lebar ketika melihat wanita itu.
Deg!
Hatinya berdebar kencang melihat wanita cantik berambut pendek itu, dia mengusap-usap matanya berkali-kali. Mungkin seperti nya dia bermimpi, tapi sosok Fayra masih tetap berada di depannya.
Bukan hanya Sam saja yang berdebar saat melihat Fayra, Fayra juga merasakan hal yang sama. Mereka seperti nya saling mengenal.
Apa dia benar-benar Sam?. Fayra membuka lebar kedua matanya, melihat sosok pria yang ada di hadapan nya.
"Fayra?? kamu?!" Sam memanggil nama wanita itu
"Sam?" Fayra terbelalak melihat Sam benar-benar ada di hadapan nya dan sosok Sam bukanlah ilusi.
Ya Tuhan, ini benar-benar nyata...Fayra, dia ada disini. Sam tidak percaya bahwa dia kembali melihat Fayra setelah lama tidak bertemu.
"Fayra, kamu terluka?" tanya Sam yang berusaha menggapai wajah Fayra dengan kedua tangannya. Gadis itu memalingkan mukanya, seolah dia tidak mau melihat Sam.
Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi?. Fayra menatap pria itu dengan penuh kebencian.
Sam mengejar Fayra yang berdiri dipinggir jalan dan bermaksud mencegat taksi lain. "Fay!" serunya sambil memegang tangan Fayra
Fayra menepis tangan Sam dan mendorong pria itu, matanya menatap penuh kebencian. "Bapak apa-apaan sih?!" Fayra terlihat kesal dengan Sam, dia bahkan enggan untuk menatapnya.
Sam terpana dianggap seperti orang asing oleh Fayra. Entah hubungan apa yang mereka miliki, mereka terlihat tidak nyaman satu sama lain.
"Fay, kamu terluka! Aku akan antar kamu ke rumah sakit" Sam menatap gadis itu dengan cemas
"Tidak perlu!" Fayra menolak dengan tegas ajakan dari Sam. Suaranya ketus dan dingin pada Sam.
"Fayra.." Sam berusaha memanggil wanita itu
"Jangan sok kenal sama saya apalagi memanggil nama saya seperti itu! Saya tidak suka!" Fayra marah, dengan jari telunjuk yang mengarah pada Sam. Menunjukkan ujaran kebencian di dalam sikapnya itu
"Fayra!" Sam memeluk Fayra dipinggir jalan , tanpa peduli ada yang melihat atau tidak. Fayra terkejut dan dia langsung melayangkan tamparan di wajah Sam.
PLAK
"Anda sungguh tidak tahu malu pak Sam, sudah punya istri dan anak tapi malah memeluk wanita lain!" Fayra menatap pria itu dengan jijik
"Fay, ada alasan kenapa aku menikahi Grace.. kumohon kamu dengarkan aku dulu" Sam memegang tangan Fayra, dia menatap wanita itu dengan penuh kelembutan dan perasaan.
__ADS_1
"Apapun alasannya, saya tidak mau tau!" teriak Fayra sambil melangkah pergi dari sana.
Aku hanya tau kalau kamu meninggalkan ku untuk wanita lain.
Ada kemarahan dan kekecewaan di setiap ucapan Fayra pada Sam. Hubungan apa yang mereka dimiliki di masa lalu? Nampaknya bukan hubungan yang sederhana. Apa mereka pernah terlibat cinta?
Fayra jatuh pingsan, Sam membawa gadis itu ke dalam mobilnya lalu membawanya ke rumah sakit. Fayra masuk ke dalam ruang perawatan, Sam dengan setia menunggu nya.
Beberapa kali ada panggilan masuk ke ponsel Fayra, telpon itu adalah telpon dari Tisha. Sam mengangkat telponnya.
"Halo"
Kenapa suara pria?. Batin Tisha heran mendengar suara pria yang dia dengar dari ponsel Fayra
"Maaf, dengan siapa saya bicara? Setahu saya ponsel ini adalah ponsel milik kakak saya" kata Tisha menanyakan nya dengan tegas
Adik? Seingat ku Fayra tidak punya adik. batin Sam keheranan.
Sam menaikkan alisnya, dia merasa seperti pernah mendengar suara itu. Dan tidak asing dengan suara nya.
"Maaf, pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan. Dan saya yang membawanya ke rumah sakit"
"Apa? kak Fayra kecelakaan?! Rumah sakitnya dimana pak?!" tanya Tisha panik mendengar orang yang sudah seperti kakaknya sendiri mengalami kecelakaan
"Rumah sakit Cempaka, lantai 2 kamar 102" jawab Sam detail
Tisha langsung menutup telponnya, dia dan Rasya buru-buru pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Fayra.
***
Beberapa menit kemudian, Sam masih menunggu Fayra yang masih belum sadar. Dia bertanya lagi pada dokter tentang keadaan Fayra.
"Dokter, apa dia benar-benar baik baik saja?" tanya Sam sambil melihat ke arah Fayra yang masih belum sadarkan diri, gadis itu terbaring di ranjang dengan perban ditangan dan kepalanya.
"Bapak tenang saja, istri bapak baik-baik saja. Dia hanya mengalami luka luar saja, sebentar lagi juga dia akan segera siuman. Kalau begitu saya permisi dulu ya pak" ucap dokter mengira kalau Sam adalah suami Fayra. Sam juga tidak menyangkal nya. Dokter itu pun pergi meninggalkan Fayra dan Sam.
"Suami? Apa pak Sam suami kak Fayra?" tanya Tisha terkejut dengan mata membulat kaget mendengar kata-kata dokter pada Sam.
"Tante Fayra sudah punya suami?"Gumam Rasya polos
Deg!
Sam melihat ke arah Tisha dengan tercengang!
...---***---...
__ADS_1