
...πππ...
Risya memilih duduk dengan Rasya, karena dia hanya mengenal Rasya disana. Mereka berdua bertemu di depan gerbang sekolah, ketika Risya terjatuh dan Rasya menolong nya. Mereka pun berkenalan. "Makasih ya tadi kami udah nolongin aku," ucap Risya sambil tersenyum.
"Gak masalah." jawab Rasya cuek.
"Namaku Risya." Risya memperkenalkan dirinya.
"Udah tau, bukannya tadi kamu udah memperkenalkan diri di depan kelas ya?"
"Hehe iya, nama kamu siapa?" tanya Risya ramah.
"Rasya" jawab Rasya cuek.
Risya tersenyum walau anak itu tetap cuek padanya. Dia bahkan mendekati Rasya tanpa ragu-ragu.
****
Ray ke kantor dan mengerjakan rutinitas nya seperti biasa. Sementara Tisha berada di tempat senam hamil nya bersama ibu-ibu hamil lainnya. Sepulang dari kelas senam hamil, dia membeli beberapa barang dari mall. Salah satunya adalah baju tidur tipis yang seksi.
"Akhir-akhir ini aku selalu marah-marah pada kak Ray. Pokoknya malam ini aku harus membuat kak Ray senang dan memberinya kejutan." Tisha tersenyum sendiri, dia memandang barang-barang yang sudah dia siapkan untuk nanti malam.
Dia akan menciptakan makan malam romantis dengan suaminya. Tapi dia melupakan satu hal, yaitu Rasya yang nanti malam berada di dalam rumah juga? Tisha bingung harus bagaimana.
Ketika Rasya pulang dari sekolah, Tisha mendapatkan jawabannya. "Ma, aku mau nginap di rumah Athar boleh gak?" tanya Rasya meminta izin pada mama nya.
"Kenapa kamu mau menginap disana sayang?" ucap Tisha sambil membantu Rasya melepas tas gendongnya.
"Malam ini malam minggu ma, jadi aku mau main sama Athar. Ah ya, disana juga ada Doni! Kita akan main game, boleh ya ma? Sehari aja aku menginap di rumahnya?" Rasya mengatupkan kedua tangannya, seraya memohon pada mamanya.
"Ya udah, boleh deh. Tapi, makan siang dulu ya. Nanti mama akan antar kamu ke rumah Athar!" Tisha tersenyum ramah pada anaknya.
"Hore! Makasih ya ma, aku sayang mama!" Kecupan manis dari Rasya mendarat ke pipi Tisha dengan lembut.
Mama sama papa harus berduaan di dalam rumah supaya mereka bisa menyelesaikan masalah tadi pagi.
"Iya sayang." jawab nya lembut.
Apa ini kebetulan ya? Besok hari minggu dan Rasya minta menginap di rumah temannya? Biasanya Rasya tidak pernah begitu deh?
Sore itu Tisha mengantarkan Rasya ke rumah Athar, sekalian dia menitipkan anak nya pada orang tua Athar. Rumah Athar berada di kompleks itu juga dan tidak terlalu jauh jaraknya. Setelah mengantar anaknya, Tisha kembali ke rumah. Dia mulai memasak makanan kesukaan suaminya dengan penuh cinta.
"Semuanya sudah jadi, aku tinggal hubungi kak Ray. Kapan dia akan pulang?"
__ADS_1
Tisha mengambil ponselnya, dia menekan tombol panggilan dan menghubungi Ray.
Dreet..
Dreet..
πΆπΆπΆ
"Ya sayang?" jawab Ray yang masih berada di ruangan kerjanya.
"Kak, kamu pulang jam berapa?" tanya Tisha dengan suara halusnya.
"Maaf sayang, aku pulang jam 7 malaman. Masih ada proyek yang harus aku tinjau sebentar."
"Sayang, cepat pulang ya.."pintanya lemah lembut.
"Ada apa sayang? Kamu sama Rasya gak apa-apa kan?" tanya Ray khawatir mendengar suara lembut istrinya itu.
"Kami baik-baik saja, tapi aku ingin kamu cepat pulang." Tisha bicara dengan bibir mengerucut dan suara manjanya.
"Apa dede lagi manja?" Ray tersenyum, dia bahagia mendengar suara lembut istrinya.
"Bukan dede, tapi mama nya. Sayang, aku tunggu di rumah. Aku udah siapkan sesuatu untukmu." Ucap Tisha pada suaminya.
"Wah apa nih? Aku jadi penasaran."
Ray semakin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh istrinya saat ini. Hatinya berdebar-debar, apalagi suara seksi itu menggodanya. Ray buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya karena dia ingin segera pulang, dia sangat penasaran dengan apa yang disiapkan oleh Tisha.
Malam itu, tanpa memencet bel. Ray langsung membuka pintu rumah dengan password. Dia masuk ke dalam rumahnya dan melihat seisi rumah yang gelap.
"Ada apa ini? Sayang, Tisha.. Rasya?" Ray kebingungan memanggil istri dan anaknya. Rumah itu terlihat sepi, bahkan tanpa cahaya.
Ray melangkah maju, tak lama kemudian lampu mulai menyala. Tisha tengah berdiri di depannya sambil tersenyum manis. Wanita itu memakai kimono handuk.
"Sayang, kamu sudah pulang?" sambut nya dengan suara halus.
Ya Tuhan! Apa ini surga? Istriku kembali lagi seperti dulu?
Pria itu terperanjat melihat istrinya memakai kimono handuk malam-malam. Dia menghampiri Tisha dan memakaikan jas nya pada tubuh ibu hamil itu. "Ngapain malam-malam kamu pakai baju kaya gini? Nanti kamu kedinginan. Kamu juga pakai parfum, ada apa ini sayang?"Ray mengerutkan keningnya, dia keheranan dengan tingkah lembut Tisha.
Tisha menggandeng tangan suaminya, tak hentinya wanita cantik itu tersenyum. Dia membawa Ray ke kamar mereka. Disana sudah ada meja kecil dan beberapa makanan diatasnya. Semua itu adalah makanan kesukaan Ray.
"Kamu pasti lelah, mandi dulu ya..lalu kita makan malam bersama." Tisha membantu suaminya membuka baju.
__ADS_1
"Sayang, aku bisa sendiri. Kamu tidak usah repot-repot, tapi kenapa ada meja disini?" Ray melirik ke arah meja yang sudah tertata rapi seperti makan malam romantis.
"Kenapa ya? Tentu saja kita akan malam disini sayang." jawab Tisha sambil mengecup leher Ray dengan lembut penuh gairah.
Cup
Ada apa dengan Tisha ya?
Ray pergi ke kamar mandi, setelah selesai mandi dia dan istrinya makan malam bersama di kamar mereka. "Bagaimana makanan nya sayang?" tanya Tisha.
"Enak." jawab Ray sambil mengusap noda di sudut bibirnya. Dia mengambil gelas berisi minuman lalu meneguknya, untuk mengakhiri makan malam itu.
"Sekarang tinggal makanan penutup sayang." ucap Tisha sambil tersenyum menggoda suaminya. Perlahan-lahan dia membuka kancing baju suaminya, lalu membukanya sampai tubuh itu telanjang dada.
Dia menggandeng tangan suaminya, kemudian Tisha mendorong Ray ke ranjang. "Tisha, kamu mau apa?" Ray terpana dengan tindakan impulsif istrinya secara tiba-tiba itu.
"Aku mau kasih kamu makanan penutup," Ucapnya sembari membuka kimono handuk yang dikenakannya itu. Kini Tisha hanya memakai baju tidur tipis, mungkin tanpa pakaian dallam. Karena lekuk tubuh sensitif nya terlihat jelas oleh Ray.
Membuat gairah pria itu naik turun. Dia menekan Saliva nya kuat-kuat, berusaha menahan godaan yang telah disuguhkan istrinya. Dia ingin melahap Tisha saat ini juga, tapi dia sadar kalau istrinya sedang hamil.
"Sayang, apa maksud semua ini?"
"Permintaan maaf ku, karena aku selalu marah-marah sama kamu." Tisha mendekati suaminya yang sudah duduk di ranjang itu.
Bibir wanita itu menyusuri leher suaminya, memberikan nya kecupan cinta, Tisha menikmati aktivitas nya itu. Dia menggoda sang suami, membangkitkan gairah yang membuncah di dalam dirinya. Dan perlahan-lahan napas Ray mulai memburu, tubuhnya mulai memanas. Apalagi ketika tangan Tisha yang nakal itu menyentuh bagian sensitif miliknya yang sudah mengeras.
"Haahhhhhh.. sayang, hentikan..kumohon," ucap nya dengan napas terengah-engah. Dia tidak tahan lagi untuk menahan hasrat itu.
"Bagaimana sayang? Kamu suka?" ucap wanita itu meminta pendapat nya pada sang suami. "Aku sudah belajar dari drama yang aku tonton." tambahnya dengan bibir yang sibuk mencium otot otot sixpack itu.
"Tisha, kamu sedang hamil.. sayang.."Ray mulai mendesah, dia kegelian dengan sentuhan Tisha.
"Kata dokter boleh kok, asal jangan berlebihan aja." ucap Tisha sambil melingkarkan tangannya di leher Ray, dan duduk dipangkuan pria itu. "Kamu sudah menahannya selama 3 bulan ini. Waktunya kamu menuntaskan nya, aku sudah memberimu jalan." Wanita itu membelai tubuh suaminya dengan lembut.
Kalau terus digoda seperti ini, aku tidak bisa tahan lagi. Akhirnya pria itu kalah, hasrat sudah menguasainya. Dia mencium bibir ranum yang indah itu, menyesapnya dengan lembut. Tisha membalas ciuman itu dengan penuh kerelaan hatinya.
"Hmphhh!!!"
"Haahhhhhh.."
Tangan Ray yang nakal mulai melorotkan baju tidur yang tipis itu dan menariknya ke bawah. Benar saja, Tisha tidak memakai dalamman. Kedua buah gunungnya tampak menyembul dengan indah di mata Ray.
"Sayang, kumohon.. hentikan siksaan yang indah ini." Ray menggeleng-geleng, dia berusaha sekuat tenaga menahan dirinya untuk menyentuh wanita hamil itu
__ADS_1
"Kak Ray, malam ini aku yang akan menyiksamu." Tisha mendorong Ray, hingga pria itu terbaring di ranjang. "Maaf kak kali ini, aku yang diatas dan kamu dibawah."
...---***---...