
...๐๐๐...
Dokter menjelaskan tentang kehamilan Tisha yang saat ini diperkirakan memasuki usia 8 minggu. Dokter meminta agar Tisha menjaga kesehatannya dan juga bayinya, dokter itu juga mengatakan kalau rahim Tisha dalam keadaan yang sangat baik.
Tisha dan Bu Fani sama-sama terperangah mendengar penjelasan dokter. Bukannya terlihat senang, mereka malah bingung tak tau harus bagaimana.
Jika usia kandunganku memasuki delapan minggu, ini artinya saat melakukan malam pertama itu aku memang sudah hamil. Apakah ini nyata? ada makhluk yang hidup di dalam perutku?
Tisha memegang perutnya pelan-pelan, ia tidak percaya bahwa hanya dengan melewatkan pil kontrasepsi sehari saja, bisa membuatnya hamil.
"Dok, apa dokter tidak salah? anak saya benar-benar hamil?" tanya Bu Fani ingin meyakinkan sekali lagi kalau ini bukan mimpi
"Apa ibu tidak percaya? Sekarang juga, ibu bisa periksa kan USG untuk anak ibu" ucap dokter itu menyarankan
Bu Fani pun menyuruh Tisha untuk melakukan pemeriksaan USG. Tisha berbaring di ranjang, dokter itu membuka pakaian Tisha dan mulai mengecek perut yang masih datar itu.
Terlihat di layar monitor, sebuah gambar titik berukuran kecil. Dokter memaparkan hasil pemeriksaan nya terhadap janin yang ada di dalam perut Tisha. Keadaan nya sehat, normal, baik-baik saja.
Mendengarkan penjelasan dokter, Tisha merasa seperti mimpi. Tisha tak bisa menahan air matanya lagi, bahwa memang ada bayi di dalam perutnya itu. Anaknya dan Ray ada di dalam rahimnya saat ini.
Ya Allah, benar-benar ada bayi di dalam perutku? anakku dan kak Ray..
Tisha menangis sambil menatap layar monitor yang menunjukkan gambaran bayi di dalam perutnya. Tidak tahu ia menangis bahagia atau sedih.
Tidak boleh begini! kalau Raymond tau Tisha sedang hamil, dia akan mengikatnya lagi dan tidak akan membiarkan Tisha bebas. Ya Allah kenapa hal seperti ini harus terjadi disaat yang tidak tepat?. Bu Fani terlihat sedih melihat kenyataan tepat di depan mata kepalanya sendiri kalau putrinya itu sedang mengandung anak dari mantan suaminya.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan USG, Tisha menyimpan hasil foto USG itu di tas selempang nya, beserta surat kehamilan nya.
"Saya sudah meresepkan beberapa obat dan vitamin, untuk Bu Latisha.. agar bisa mengurangi mual-mual di pagi hari nya" Dokter menulis sesuatu di kertas dan memberikan nya pada Tisha. Tisha hanya tersenyum tipis menjawab penjelasan dari dokter padanya.
__ADS_1
"Dok, apakah usia kandungan anak saya masih memungkinkan untuk melakukan aborsi?" tanya Bu Fani tiba-tiba kepada dokter itu
Dokter, suster, dan Tisha terperanjat kaget mendengar pertanyaan Bu Fani yang begitu tiba-tiba.
"Ibu, ibu ngomong apa sih?" Tisha melirik ke arah ibunya
Kenapa ibu bertanya begitu pada dokter nya?
"Dok, jawab saya!! apa usia kandungannya masih memungkinkan untuk melakukan aborsi?" tanya Bu Fani pada dokter yang duduk di depannya, ia tak peduli Tisha yang memegang tangannya.
"Bi-bisa Bu, tapi harus ada alasan yang jelas agar bisa melakukan aborsi. Kenapa ibu menanyakan ini? kandungan anak ibu baik-baik saja kok, malah rahimnya dalam kondisi yang sangat bagus" jelas dokter itu kebingungan dengan pertanyaan Bu Fani
"Kira-kira berapa biaya aborsi nya?" tanya Bu Fani menatap tajam ke arah dokter itu
Merasa ibunya sudah bertanya melebihi batas, Tisha menarik ibu nya keluar dari ruang pemeriksaan dengan paksa. Tisha terlihat marah pada ibunya yang mempunyai pikiran untuk mengaborsi anak yang ada di dalam kandungannya, yaitu cucunya sendiri.
Melihat Tisha dan Bu Fani keluar dari ruangan itu, Zee langsung bersembunyi. Tisha dan Bu Fani pergi dari rumah sakit itu.
"Kamu lagi apa disini?" tanya Ray yang tiba-tiba sudah ada di depannya.
"Sa-sayang, aku lagi nunggu panggilan dokter" jawab Zee gugup, ia memasang wajah penuh senyuman.
"Kamu sudah dipanggil tuh, cepat selesaikan lalu kita pulang! aku sibuk" Ray kembali duduk di kursinya dengan wajah yang sebal. Ia ingin segera menemui Tisha yang katanya sedang sakit sampai tidak masuk bekerja.
Kamu sibuk pasti karena ingin menemui mantan istri kamu kan?. Batin Zee kesal pada Ray yang masih sering menemui Tisha.
Kini giliran Zee yang masuk ke dalam ruangan dokter itu untuk mengambil hasil pemeriksaan nya. Zee tersenyum penuh percaya diri bahwa mual-mual itu adalah tanda kehamilan. Karena ia juga sudah 1 bulan tidak mendapatkan menstruasi nya. Zee sudah membayangkan kalau dirinya akan mengandung anak dari pria yang sangat ia cintai, lalu pastinya kisah Zee dan Ray akan happy ending dengan kehadiran anak diantara mereka.
Namun ternyata bukannya berita kehamilan yang ia dapatkan, melainkan sesuatu yang tidak terduga.
"Apa dokter bilang? saya kenapa?" tanya Zee dengan mata membulat melihat hasil pemeriksaan nya di dalam amplop yang di pegang nya itu.
__ADS_1
"Mual-mual anda bukan karena anda sedang hamil, tapi anda mengalami Endometriosis" jelas dokter secara singkat
"Tolong jelaskan pada saya apa maksudnya semua ini? tidak mungkin mual-mual saya bukanlah hamil!" Zee tidak menerima hasil diagnosa dari dokter itu, ia tampak kesal sampai meremas amplop yang ada ditangannya itu.
Mana mungkin aku tidak hamil?
"Baik Bu Zefanya, saya akan jelaskan" dokter berusaha menenangkan Zee yang sudah emosi duluan
Dokter menjelaskan tentang Endometriosis yang juga dapat menjadi penyebab sulit hamil. Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Diperkirakan sekitar 50% wanita yang menderita endometriosis akan sulit hamil.
Saat menstruasi, endometriosis dapat menyebabkan kram yang sangat menyakitkan, volume darah yang keluar banyak, durasi menstruasi yang lama, dan mual. Selain itu, endometriosis juga dapat menyebabkan masalah pada usus dan kandung kemih, serta nyeri saat berhubungan intim.
Setelah mendengar pemaparan dari dokter, Zee memang merasakan hal-hal yang dijelaskan oleh dokter. Zee tersenyum pahit menerima kenyataan bahwa dirinya sulit untuk hamil. Kesempatannya untuk menjadi ibu sangat kecil atau mungkin Zee tidak akan bisa hamil.
Zee keluar dari ruangan itu dengan wajah yang suram, ia tak bisa menahan perasaan sedihnya itu. Ray sudah tidak ada di ruang tunggu, ia sudah menduga kalau Ray pasti pergi menemui Tisha.
"Dia pasti menemui gadis kampung itu lagi, bagus juga sih Ray tidak ada disini..Jadi dia tidak melihatku seperti ini.. hiks " Zee menangis melihat surat pemeriksaan nya, ia duduk di kursi dengan wajah merana.
Ting!
Sebuah pesan masuk ke ponsel Zee, ia melihat isi ponselnya itu. Zee menyeka air matanya itu.
...Ray : Pulang sendiri!...
"Dia pasti menemui gadis kampung itu kan? bagaimana jika gadis kampung mengatakan pada Ray kalau dia sedang hamil? Tidak.. dia tidak mungkin mengatakannya pada Ray, kalau dia mengatakan nya maka dia akan terikat lagi dengan Ray. Dan mau bagaimana pun keadaan ku, Ray akan tetap menikah denganku yang perlu aku lakukan adalah melakukan tipu muslihat atau menyingkirkan sumber masalah" gumam Zee pada dirinya sendiri.
Terlihat seringai diwajah Zee, seperti ada rencana jahat di dalam pikirannya itu. Zee pergi dari rumah sakit sambil senyum-senyum sendiri.
...---***---...
Mau lanjut? komen dan like duluโบ๏ธ
__ADS_1
Jangan lupa kasih gift nya ya, 1 gift dari kalian sangatlah berharga ๐ฅฐ๐ฅฐ