
Konflik si pelakor baru dimulai, harap pembaca siapkan kesabaran ekstra!ππ€
Cerita tanpa konflik gak akan seru, so nikmatin aja alur nyaπ dan kasih dukungan nya. Like dan komen nya ya!
...πππ...
Zee merasa percaya diri kalau Tisha pasti akan memutuskan untuk bercerai dari Ray. Zee setuju dengan keputusan dan persyaratan dari pak Faisal perihal meminta izin Tisha untuk menikah. Asalkan pak Faisal juga tidak menarik keputusan nya kembali.
Pak Faisal segera mengerahkan orang-orang untuk mencari keberadaan Tisha. Ray juga ikut mencari keberadaan istrinya yang saat ini tidak tahu ada dimana.
Ray pergi ke rumah Sam yang katanya ingin bicara soal Tisha. Sesampainya disana, Sam menyambut Ray dengan satu pukulan mendarat di wajahnya.
BUK
"Kenapa kamu memukulku?!" tanya Ray tak paham kenapa Sam tiba-tiba memukulnya.
"Sorry Ray, aku kesal pada kebodohan mu" ucap Sam pada sahabatnya itu
"Sayang, kamu tenanglah dulu!" seru Grace menenangkan suaminya
"Aku pikir kamu hanya brengsek saja tapi kamu juga bajingan Ray! Bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti itu pada istri mu yang polos?" tanya Sam tak menyangka bahwa Ray akan mengkhianati istrinya dengan cara sekejam itu
Apa maksud Sam bicara seperti ini? Apa dia sudah tau masalah Zee dan aku?
"Sam, bicara pelan-pelan padanya!" ujar Grace yang tidak mau ada keributan di rumahnya.
Akhirnya mereka bertiga duduk di kursi ruang tamu rumah Sam. Sam dan Grace tidak berhenti menatap Ray dengan tatapan yang tajam.
"Apa kalian tau dimana keberadaan istriku?" tanya Ray berapi-api dengan rasa penasarannya. Ia berharap bisa menemukan jawaban keberadaan Tisha.
"Kenapa? apa istri mu akhirnya melarikan diri?" tanya Grace dengan wajah yang sedih, ia ikut merasakan apa yang dirasakan Tisha.
"Kalian jawab saja! apa kalian tau dimana dia? aku harus segera bicara padanya dan membawanya pulang!!" seru Ray cemas pada istrinya
"Baru sekarang kamu cemas seperti ini? lalu apa kabar dengan nya yang mencari mu semalaman? apa kamu benar-benar melakukan nya dengan Zee?" tanya Sam
Ray tidak mau menjelaskan apa yang terjadi padanya dan Zee, tapi Sam tau dari wajah sahabatnya itu. Bahwa memang Ray sudah bersama Zee semalaman.
__ADS_1
Sudah bisa ditebak juga oleh Grace, bahwa Tisha memergoki Ray dan Zee di apartemen Zee. Karena itulah Tisha kabur meninggalkan Ray. Sam dan Grace mengatakan pada Ray Bagaimana perjuangan Tisha untuk mencari dirinya. Mungkin saja gadis itu tidak tidur semalaman untuk mencari suaminya, dilihat dari kantung matanya yang tebal, suaranya yang parau karena terlalu lelah, tatapannya yang sayu dan wajah yang terlihat cemas memikirkan suaminya baik-baik saja atau tidak di luar sana.
Lalu apa yang ia temukan? dia melihat suaminya bersama gadis lain dan menghabiskan malam berduaan. Bagaimana perasaannya? sudah jangan ditanya lagi hatinya pasti sangat hancur seperti gelas pecah yang sudah retak dan tidak bisa disatukan kembali dengan utuh walaupun memakai perekat atau lem sekalipun, akan selalu berbekas. Begitu pula dengan luka hatinya.
"Dia mencari ku sampai kesini?" tanya Ray dengan mata yang sedih
"Iya, pagi pagi buta dalam keadaan cuaca yang sangat dingin. Dengan baju tipisnya dia mencari mu kemari, wajahnya pucat dan sangat mencemaskan mu, kami bahkan tidak tega melihatnya" jelas Grace pada Ray sambil menangis
"Sayang, sudah jangan menangis" ucap Sam sambil menepuk-nepuk bahu istrinya.
"Aku.. aku sedih melihatnya tadi pagi, dia sangat menderita memiliki suami gunung es seperti nya. Jika aku jadi Tisha, aku sudah menceraikan pria seperti mu sejak lama!" Grace ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Tisha sampai ia menangis
"Masalah kamu dan Zee bagaimana akhirnya?"
"Kakek menyuruhku menikahi nya" jawab Ray malas
"Apa?! terkutuk lah dirimu kalau kau menikahi Zefanya!!" seru Grace emosi
"Ray, kau harus memikirkan nya baik-baik. Aku tau mata mu masih bagus, kau pasti tau mana yang berlian dan mana yang batu kerikil. Aku tau Zefanya cantik, tapi kamu sudah punya istri yang Sholehah baik dan lebih cantik darinya. Kamu harus pintar menilai Ray. Wanita dan sosok istri seperti istrimu itu sangat langka" jelas Sam menasehati temannya setulus hati
"Aku tau Sam, aku juga tidak mau menikah dengan nya. Latisha adalah satu satunya istriku, jika aku bisa membujuk nya untuk tidak menyetujui pernikahan ini maka aku tidak akan menikah dengannya" jelas Ray
"Apa? Tisha ada di rumah besar? baik, aku akan segera kesana" jawab Ray dengan wajah senangnya.
Ray langsung pamit dari rumah Sam, menuju ke rumah besar keluarga Argantara.
πππ
Malam itu mereka sedang menunggu kehadiran Ray.
Tisha berada di tengah-tengah ketegangan di rumah besar keluarga Argantara. Tisha kesal karena Zee mengingkari janjinya untuk tidak memberitahu kakek video nya dan Ray.
Dia bilang jika aku setuju bercerai dengan kak Ray dia akan bungkam soal video itu. Tapi kenapa dia membongkar nya pada kakek? untunglah tidak terjadi apa-apa pada kakek. Jika video itu sampai membuat kakek sakit, aku tidak akan tinggal diam. Tisha menatap tajam Zee yang duduk berhadapan dengannya. Tangannya terkepal ingin sekali memukul Zee.
"Maaf kakek, saya ingin bicara sebentar dengan Bu Zefanya
"Silahkan Tisha" jawab Pak Faisal mempersilahkan
__ADS_1
"Bu Zee, ikut saya!" seru Tisha dengan nada yang tegas dan tidak takut pada Zee yang usianya jauh lebih tua darinya.
Beraninya anak bau kencur seperti nya menatapku begini? lihat saja, ketika suamimu sudah menjadi suamiku. Kamu akan menangis. Kita akan lihat apakah kamu masih bisa bersikap sombong seperti ini.
"Baik, aku juga mau bicara denganmu" jawab Zee sambil mengikuti Tisha berjalan dari belakang.
Kedua wanita yang sama-sama mencintai Ray itu, kini sedang berhadapan di halaman belakang rumah besar keluarga Argantara. Mereka saling menatap tajam satu sama lain.
"Kenapa kamu seperti ini, bu Zee?" tanya Tisha memulai pembicaraan itu. Suaranya sinis dan ketus pada Zee.
"Memangnya aku kenapa?" tanya Zee santai tanpa rasa bersalah
"Ansa benar-benar muka tembok ya, Bu Zee. Sudah berbohong, ingkar janji, anda juga tidak tahu malu" ucap Tisha ketus pada Zee
"Beraninya kamu!!" Zee mengangkat tangannya ke arah Tisha dengan mata yang marah, namun Tisha menangkap tangan Zee yang akan memukulnya.
PLAK!
Malah Zee yang mendapatkan tamparan di pipi nya dari Tisha dengan cukup keras.
"HEY! Kenapa kamu memukulku?! apa kamu memukulku karena kamu marah suamimu tidur denganku?" tanya Zee sambil memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh Tisha
Beraninya dia, memukul ku! orang tuaku saja tidak pernah melakukan ini!
"Dari dulu aku memang ingin memukulmu. Hari ini aku punya alasan untuk melakukan nya. Memang benar aku marah karena kamu tidur dengan suamiku, tapi aku lebih marah lagi karena kamu memperlihatkan video mesum kalian pada kakek!!" amarah Tisha meledak pada Zee. Tisha sudah kehilangan rasa takutnya pada Zee. Bahkan jika Zee mengajaknya berkelahi pun, ia sudah siap.
Bohong dan munafik rasanya, kalau aku bilang aku tidak sakit hati melihat suamiku bersama wanita lain. Karena aku juga punya hati..
"Kamu sangat mencemaskan pak tua itu? dia bahkan bukan keluarga kandungmu. Seperti yang kamu lihat, kalau si pak tua itu baik-baik saja. Kenapa kamu mempermasalahkan hal yang tidak terjadi?" tanya Zee dengan santainya menganggap kesehatan pak Faisal adalah hal yang tidak penting.
"Untunglah tidak terjadi sesuatu pada kakek, jika terjadi sesuatu padanya. Maka aku sendiri yang akan menyeret anda Bu Zee" Mata Tisha dipenuhi amarah pada Zee.
"Sampah seperti mu mau menyeret ku kemana?" tanya Zee dengan seringai di bibirnya merendahkan Tisha
"Tentu saja sampah ini akan menyeret mu ketempat sampah!" seru Tisha sambil tersenyum sinis
"Apa? Jaga bicaramu ya gadis kampung!" ucap Zee seraya menunjuk wajah Tisha dengan telunjuknya.
__ADS_1
"Kita sudahi omongan tidak berguna ini, dan mari bicara pada intinya!!" seru Tisha tegas. Matanya menatap ke arah Zee, kepalanya sudah menyiapkan beberapa kata untuk diucapkan pada Zee.
...---****---...