
...πππ...
Menyerah?
Apa sebaiknya aku menyerah saja? Hati yang bukan milikku, selamanya tidak akan bisa menjadi milikku? Cinta itu bukan untukku..
Seberapa besar aku berusaha, aku tidak akan pernah mendapatkan hati itu. Aku hanya sebatas sahabat, tidak ada tempat spesial di hatinya untukku. Baiklah, seperti nya semua memang harus diakhiri..
Ini adalah jalan terbaik untuk semuanya..Aku lebih rela terluka untuk melihat orang yang aku cintai bahagia.
****
Patah hati Zayn menerima penolakan lagi dari Tisha, namun kali ini dia melepaskan pegangan tangan nya dari Tisha.
"Zayn..."
"Selamat" Zayn berusaha tersenyum, memberikan ucapan selamat pada Tisha.
"Kamu bilang apa Zayn?" Tisha terpana mendengar ucapan selamat dengan suara berat itu meluncur dari bibir Zayn.
"Aku bilang selamat, akhirnya kalian akan bersama lagi. Rasya juga akan segera mempunyai papa seperti apa yang dia inginkan selama ini" Tanpa sadar Zayn meneteskan air matanya.
Tanpa sadar ada seseorang dibalik tembok yang melihat dan mendengar percakapan mereka berdua. Dia adalah gadis yang memakai seragam putih abu.
"Jadi, kakak cantik itu adalah orang yang disukai oleh kak Zayn Alterra? Kasihan sekali kak Zayn..Dia sampai menangis, kenapa kakak cantik itu tidak menerima nya?" gumam Kirana merasa kasihan pada Zayn yang ditolak cintanya. Zayn bak pangeran tampan dan sempurna untuk Kirana, tanpa kekurangan. Lalu kenapa Tisha menolak pria baik dan sesempurna Zayn? Kirana sungguh tak mengerti.
Tisha sedih melihat Zayn menangis di depannya, dia tidak tega. Tapi mau bagaimana lagi? Perasaan tidak bisa dipaksakan, apalagi jika urusan hati dan cinta.
"Zayn..." Tisha mengambil sapu tangan untuk diberikan kepada Zayn.
"Aku gak apa-apa Tisha. Pokoknya selamat ya, aku akan berdoa untuk kebahagiaan kamu.." Zayn tersenyum pahit, mencoba merelakan cintanya untuk pria lain.
"Zayn maafin aku, kita cuma bisa jadi teman"
"Aku terima kamu menolak ku, tapi aku belum setuju sepenuhnya kalau dia menjadi suami mu lagi. Boleh kan aku menilai dia dulu?" Zayn menyeka air mata sakit hatinya, dia meminta Tisha untuk mengizinkan nya menilai Ray.
__ADS_1
Tisha mengangguk, gadis itu ikut menangis melihat sahabatnya menangis. "Zayn.. maaf..hiks.."
Tangan Zayn menyeka air mata Tisha, "Aku tau aku sudah gak berhak melakukan ini, harusnya Raymond yang melakukan nya. Tapi untuk kali ini saja, biarkan aku menyekanya," ucap Zayn lembut, "Udah, jangan nangis lagi"
"Zayn, aku benar-benar minta maaf..aku mencintai dia" Tisha sakit sendiri setelah menyakiti Zayn berkali-kali.
"Tisha, sebelumnya aku minta maaf. Tapi ini untuk yang terakhir, mengakhiri semuanya, "Zayn menatap Tisha dengan serius, tatapan mata memburu.
"Apa maksud kamu Zayn?" Tisha tidak paham.
Satu tangan Zayn mendekap tubuh nya, satu tangannya lagi meraih wajahnya. Tisha tidak sempat menghindar, semuanya terjadi begitu cepat.
"Akhph!!" Tisha terkesiap.
Zayn mencium bibir Tisha, gerakan nya agak memaksa. Bahkan tangan itu memeluk tubuh Tisha dengan erat tanpa memberikan nya kesempatan untuk berontak.
Sementara Kirana masih melihat adegan itu, dia terkejut karena tau Zayn sangat mencintai Tisha.
Ini yang terakhir, aku ingin mengakhiri nya Tisha...semoga kamu bahagia.
"Aku akan mencoba melupakan mu Tisha, maaf sudah mencium mu" Zayn memohon maaf
"Kamu! Bagaimana jika ada orang yang melihatnya? Kamu sudah gila ya Zayn? Ada CCTV disini!" Tisha marah karena Zayn mencium nya tiba-tiba. Dia takut kalau Ray akan mengetahui semua ini, terlebih lagi dia menggigit bibir Zayn untuk pertahanan diri, tapi malah bibirnya yang tergigit.
"Kamu tenang saja, Ray tidak akan tau. Aku juga akan menghapus rekaman CCTV, ini terakhir kalinya. Aku minta maaf dan semoga kamu bahagia" ucap Zayn dengan berat hati dia tersenyum.
Zayn pergi meninggalkan Tisha sendirian disana. Perasaan keduanya menjadi campur aduk.
"Sial! Hatiku masih berdebar dan sakit disaat bersamaan. Zayn sadarlah" gumam pada diri nya sendiri.
Zayn pergi ke sebuah tangga darurat untuk menenangkan diri dimana tidak ada satu pun orang yang lewat disana. Dia duduk di salah satu anak tangga, kemudian dia melihat ada sebotol susu coklat dan beberapa bungkus permen disana.
"Loh? Kok bisa ada makanan disini?" Zayn keheranan melihat sebotol susu dan beberapa permen susu disana.
Dia melihat ada tulisan di botol susu itu, Semangat kak Zayn ππ₯° Zaynvers selalu bersama kakak! Hwaiting!
__ADS_1
"Zaynvers? Siapa? Ada Zaynvers di perusahaan ini?" Zayn berfikir siapa idola nya di perusahaan itu. Zayn memegang botol susu itu lalu meminumnya.
Tanpa Zayn sadari, Kirana ada dibelakang nya dia tersenyum melihat Zayn meminum susu pemberiannya.
***
Sore itu, Tisha pulang ke rumahnya dan menjemput Rasya. Kemudian dia pergi untuk memenuhi janjinya bertemu dengan Bu Lisa dan Zevanya. Di depan pintu ruangan yang dijaga ketat oleh polisi, mereka berada disana.
"Mama, kita jenguk siapa sih?" tanya Rasya pada mama nya. Itu karena dia merasa aneh melihat polisi yang berjaga di luar ruangan.
"Kita jenguk seseorang, nanti kamu juga tau. Yuk, kita masuk ke dalam" ajak Tisha sambil menggandeng tangan Rasya.
Mereka masuk ke dalam ruang rawat, disana ada Bu Lisa sedang menyuapi Zee. Keadaan nya masih belum baik.
Bu Lisa dan Zee menyambut ramah kedatangan Tisha dan anaknya. Rasya tiba-tiba bersembunyi di belakang mama nya, dia takut melihat Zee.
"Mama! Kenapa kita kesini dan ketemu nenek sihir?" Rasya tidak senang karena Tisha mengajak nya menjenguk Zevanya. Rasya memegang tangan Tisha dengan erat.
"Maaf, seperti nya saya tidak bisa berlama-lama disini. Kalian lihat sendiri kan kondisi Rasya?" kata Tisha ketus kepada Bu Lisa dan Zee.
Kudengar dia mencoba mengakhiri hidupnya, ternyata berita itu benar. Tisha melihat wajah Zee yang pucat dan tangannya yang diperban.
"Tidak apa-apa, aku tidak akan bicara panjang lebar.. Tisha aku ingin meminta maaf atas semua kesalahan ku, termasuk menghilangkan nyawa ibu dan kakak mu. Aku tau aku tidak berhak mengatakan maaf, tapi tetap saja aku harus mengatakan nya.. aku menyesali semua perbuatan ku. Pada anakmu juga, aku sangat minta maaf karena sudah melukai nya" Zee menatap Tisha dan Rasya dengan penuh penyesalan.
Semuanya memang tidak cukup dengan kata maaf saja, karena itu Zee akan menerima hukuman nya. Bu Lisa mengatakan bahwa hukuman untuk Zee adalah penjara seumur hidup. Hukuman yang cukup pantas untuknya, mendekam di penjara selamanya.
Zee menjelaskan lagi tentang video syur itu juga, bahwa saat itu dirinya bercumbu palsu dengan seorang pria tapi bukan dengan Ray. Dirasa semuanya sudah cukup, Tisha pun pamit pulang karena dia tak tega melihat Rasya terus gemetar ketakutan.
"Sudah cukup kan bicaranya? Saya akan pergi" Tisha menggendong Rasya yang ketakutan itu.
"Tisha... semoga kamu dan Ray bahagia" ucap Zee sambil tersenyum lembut, tidak seperti dirinya yang selalu tersenyum sinis pada nya.
"Aku tidak tahu ucapan mu tulus atau tidak, tapi terimakasih, dan semoga kamu panjang umur agar kamu bisa bertaubat.. mengakhiri hidup tidak akan menyelesaikan segalanya" Tisha tersenyum tulus, mendoakan Zee agar bisa berubah.
"Terimakasih, aku akan berusaha berubah" Zee menangis mendengar nasihat Tisha.
__ADS_1
...-----****-----...