Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 27. Terbakar


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


.


.


"Tunggu dulu kak? apa maksud kakak tanganku terluka? aku baik-baik saja kok, tidak ada yang terluka di tangan.." Tisha melihat kedua tangannya dan memperhatikan jari-jari nya, ia yakin bahwa ia tidak terluka.


Apa yang dibicarakan nya? kenapa aku tidak mengerti? Kenapa dia meminta maaf? untuk apa dia minta maaf?


Ray meraih kedua tangan Tisha dan memperhatikan jari tangan istrinya satu persatu. Ia yakin dulu saat hari ulang tahunnya, ia melihat jari Tisha yang melepuh seperti terkena luka bakar. Pandangan Ray tertuju pada jari tengah dan jari manis Tisha yang memiliki sedikit bekas luka itu.


Hatinya terhenyak melihat bekas luka itu, Ray semakin malu jika ia melihat masa lalu. Saat itu Tisha tidak tau apapun tentang hari ulang tahunnya dan seenaknya saja Ray menghancurkan semua kejutan yang dibuat oleh Tisha.


"Ini! ini dia lukanya masih ada!" tunjuk Ray pada jari manis dan jari tengah tangan kanan istrinya itu.


"Oh, luka ini dulu saat aku mengangkat kue dari microwave. Sudah lama sekali, ternyata masih berbekas" Tisha melihat jari nya yang terluka


Mengangkat kue? apa kue itu adalah yang aku hancurkan? Jadi luka itu dia dapatkan dari mengangkat kue itu?


DEG!


Ray semakin merasa bersalah dan malu dengan penderitaan yang dialami Tisha selama hidup dua tahun dengannya. Ray juga tidak pernah mendengar Tisha mengeluh tentang penderitaan yang ia alami. Apa dia selalu menyimpan lukanya sendiri? Hati nurani nya mulai terusik, betapa kejamnya ia dimasa lalu pada wanita yang selalu ada untuknya di saat saat sulit.


Sial! aku sangat malu dan membenci diriku kalau mengingat masa masa itu. Aku benar-benar kejam padanya!


"Kak? kak Ray??" Tisha memanggil manggil suaminya yang melamun sambil mengernyitkan dahi itu.


Bodohnya diriku! apa aku sudah terlambat? apa aku masih di hatinya? atau dia masih menyimpan kebencian di hatinya untukku? Sial! aku sangat ingin bertanya, tapi malu ini membunuhku.


"Kak RAY!!!" teriak Tisha setengah membentak


"Kamu berani membentak ku?!" Ray balik emosi pada Tisha yang membentaknya


"Ma-maaf habisnya dipanggil berkali-kali kak Ray tidak menjawabnya. Apa kakak baik-baik saja?" tanya Tisha cemas melihat dari tadi suaminya melamun tidak jelas


"Kita pulang dulu, baru bicara" jawab Ray singkat


Ray kembali menyetir mobilnya dengan fokus, sampai mereka masuk ke dalam rumah. Mereka tidak banyak bicara. Sampai Ray mengusulkan bahwa ia yang akan memasak makan malam.


"Memangnya kakak bisa memasak? sudah..biar aku saja" ucap Tisha tak percaya kalau suaminya bisa memasak


"Kamu belum pernah melihat ku memasak, jadi kamu tidak tau. Kamu tau kan waktu kuliah aku tinggal sendirian di luar negri? aku bisa memasak loh" Ray membanggakan dirinya, dan sudah bersiap memakai celemek. Entah apa yang akan ia masak untuk makan malam.

__ADS_1


"Ya ya baiklah, kalau kakak memaksa. Tapi, aku boleh bantu kan?" tanya Tisha


"Tidak perlu, kamu mandi saja lalu ganti baju. Aku akan masak sendiri"


Dia sangat percaya diri, terakhir kali ia memasak bubur untukku. Dan setengah dapur berantakan olehnya, rasa buburnya juga tidak enak. Ya bagaimana lagi kalau dia sangat percaya diri dengan masakan nya itu, aku tidak bisa berkata apa-apa. Kalau aku bilang mau bantu, dia pasti marah dan kepercayaan dirinya akan hilang. Ya sudahlah, entah apa yang akan terjadi pada masakannya kali ini. Aku sangat menantikan nya.


"Baiklah, aku akan pergi mandi sekalian siapkan baju tidur untuk kakak pakai nanti" kata Tisha sambil tersenyum


Tisha merasa senang karena akhir-akhir ini sikap Ray berubah drastis padanya sejak ia meminta cerai. Apa memang es dihatinya itu sudah mencair? kehangatan dari Ray sudah mulai dirasakan oleh Tisha, namun yang jadi pertanyaan terbesar nya saat ini. Ray mencintai nya atau tidak?


Karena tak pernah sekalipun Tisha mendengar kata cinta dari nya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Beberapa menit kemudian Tisha sudah mandi dan mengganti bajunya menjadi piyama tidur. Rambutnya yang basah sedang dikeringkan oleh handuk kecil di kepalanya.


"Hem.. bau apa ini? seperti bau.. Hah.. jangan-jangan!!" hidung nya mencium bau aneh dari arah luar kamar mandi nya. Tisha tercekat dan langsung berlari ke arah dapur.


Kali ini apa yang dilakukan Ray dengan masakannya?


BRAK


Drap


Drap


Drap


Apa dia membakar dapur? ya ampun.


Sosok Ray tertutup oleh asap yang lumayan tebal itu, tangannya memegang fire extinguiser dan sibuk menyemprotkan alat itu tepat ke arah kompor.


WUSH---


WUSH---


Ray selesai membereskan api yang tersisa dengan alat pemadam kebakaran itu. Wajahnya cemberut dan tampak kesal.


"Kak Ray, apa kak Ray baik-baik saja?" tanya Tisha sambil mendekat ke arah Ray dengan wajah cemas


"Huuh.. seperti nya kompor ini harus diganti. Kompornya sudah jelek, makanya bisa terbakar. Nanti aku suruh Gerry belikan yang baru" gerutu Ray kesal


Gagal deh masaknya, malah membakar dapur. Malu sekali. Niat hati ingin memasak makan malam untuk istrinya, malah berakhir tragis.

__ADS_1


"Kompornya masih bagus kok, aku selalu memakainya,"


"Kalau aku bilang rusak ya rusak! sudah jelek tuh kompornya!"


Bagaimana bisa masak mie instan saja bisa berakhir seperti ini? lain kali dia tidak boleh memasak, pantang baginya untuk memasak. ucap Tisha sambil melihat panci mie berisi mie gosong di dalam sana, Tisha hanya tersenyum tapi tak berani tertawa.


"Baik kompornya memang rusak, terserah kakak saja"


"Hey! kamu tidak percaya padaku?" tanya Ray dengan bibir monyong nya.


Tisha tiba-tiba tertawa saat melihat wajah suaminya dari dekat." PFut.. Hahahaha"


"Apa yang kamu tertawakan? apa ada yang lucu? kamu mengejekku kan? sudah kubilang kompornya rusak!" kata Ray kekeh bahwa kompornya rusak, ia tak mau disalahkan oleh Tisha. Presdir perusahaan Argantara itu mendadak berubah gelagatnya menjadi anak kecil yang sedang ngambek


"Hahaa bukan itu, haha.. tapi.. haha.. sumpah aku tidak kuat.. aku tidak percaya seorang Ray akan seperti ini.. haha..aku harus abadikan momen ini.. " Tisha masih tertawa melihat wajah suaminya itu, ia memikirkan sebuah ide cerdik di kepala nya.


Gadis itu berjalan menuju ke arah meja ruang tamu lalu mengambil ponselnya, mengarahkan ponselnya ke arah Ray.


"Kamu mau apa?" tanya Ray yang masih sebal


"Senyum yang lebar kak"


KLIK


Suara jepretan kamera ponsel terdengar jelas oleh Ray dan Tisha. Dengan puasnya Tisha menertawakan foto suaminya dengan wajah cemong cemong hitam.


"BuAHAHahahaha" Saking puasnya tertawa, Tisha sampai kesakitan memegang perutnya," Bagaimana ya kalau foto ini diunggah ke laman website kantor Argantara? pasti seru deh. Judulnya CEO kejam jadi Tarzan.. hahaha"


"Kamu! Latisha beraninya kamu menertawakan dan mengejek suamimu. Cari mati ya kamu!" Ray terlihat kesal


Ray merasa tidak terima sudah dikerjai seperti itu, ia berusaha mengambil ponsel Tisha sampai berlari lari di dalam rumah mengejar gadis itu.


"Hey! berikan ponsel nya! hapus fotonya!" kata Ray sambil mengejar Tisha yang terus berlari."Kenapa kamu berlari sangat cepat? kamu seperti kelinci yang melompat lompat!" gerutu Ray yang masih belum berhasil mengejar istrinya


"Tidak mau bweee!!" Tisha menjulurkan lidahnya, seraya mengejek Ray.


"Kualat ya kamu!!" ancam Ray pada istrinya itu


Saat sedang berlari, kaki Tisha tak sengaja tersandung karpet. "AHHH!!"


"Hey awas!!" teriak Ray panik sambil berlari menghampiri istrinya.


BRUGH!

__ADS_1


Dan bersambunglah.. tunggu kelanjutannya besok ya😁😁


...---***---...


__ADS_2