
πππ
Ray dan Gerry dan perjalanan ke rumah sakit. Sementara itu Bu Fani dan Arya baru saja mencairkan uang yang diberikan Ray sebagai harta Gono gini pada Tisha.
Mereka berkemas, bersiap-siap untuk pergi meninggalkan rumah itu. Setelah selesai mencairkan uang di bank, Bu Fani menelpon Zayn untuk membantu Tisha, ibu dan kakak nya untuk melarikan diri.
Zayn yang kebetulan sedang tidak sibuk, langsung datang ke rumah Tisha secara diam-diam.
"Ada apa Tante Fani? apa ada masalah?" tanya Zayn pada Bu Fani dengan sopan, Zayn cemas mendengar nada suara bu Fani yang panik saat menelpon nya.
Kenapa Tisha terlihat sangat pucat? Zayn menatap Tisha dengan cemas
"Zayn, apa kamu bisa bantu kami?" tanya Bu Fani dengan wajah yang lesu
"Ya Tante, ada apa?" tanya Zayn cemas
"Bisakah kamu membantu kami melarikan diri dari negara ini atau keluar kota saja tidak apa-apa" jelas Bu Fani
"Sebenarnya ada apa ini? kenapa kalian ingin melarikan diri?" tanya Zayn keheranan
Bu Fani membantu Tisha menjelaskan semua yang terjadi pada Zayn secara singkat dan jelas. Alasan mereka ingin melarikan diri dari Ray intinya demi melindungi dan membebaskan Tisha. Zayn terkejut karena ia tau bahwa Tisha sedang mengandung.
"Zayn, aku mohon...hanya kamu yang bisa membantu kami. Kami harus pergi dari sini secepatnya, kalau dia tau kalau aku hamil anaknya..Dia akan mengurungku lagi, atau bahkan dia akan mengambil anakku"
Tisha memohon pada teman baiknya itu agar mau membantunya.
"Tisha, kamu tidak perlu memohon seperti itu. Aku pasti akan membantu kamu" Zayn tersenyum menenangkan Tisha yang panik
"Terimakasih Zayn" ucap Tisha sambil menyeka air matanya
"Udah jangan nangis ya" Zayn menatap Tisha dengan kasihan, tangannya membantu Tisha menyeka air mata.
Seandainya tidak hamil dari pria kejam itu, pasti aku akan mendekatkan Tisha pada Zayn. batin Bu Fani
"Terus sekarang kita gimana? kita mau kemana. dan apa rencana kita?" tanya Arya pada ibu dan adik perempuan nya.
"Ibu sudah ada tujuan untuk pergi. Zayn, kamu hanya perlu mengelabui Raymond dan orang-orang nya" ucap Bu Fani
"Saya akan mengatur pelarian kalian dengan baik" ucap Zayn sambil tersenyum tulus pada Tisha dan keluarganya.
Tisha, kenapa kamu harus terjebak dengan pria seperti itu? hidupmu jadi hancur karena pernikahan yang semu. Malang sekali nasibmu Tisha.. jika kamu bertemu denganku pasti akan berbeda ceritanya. Kamu tidak akan menderita seperti ini. Sekarang waktunya untukku menggunakan kekuasaan dan statusku, itu demi kamu Tisha.
Zayn mengambil ponselnya, ia menelpon seseorang dan meminta orang-orang itu melakukan sesuatu untuknya. Zayn berbicara dalam bahasa Inggris. Arya melihat Zayn dengan penuh kekaguman.
"Semua nya sudah diatur, untuk sementara waktu Raymond tidak akan menyadari kalian pergi. Tapi aku tidak bisa menjamin kalau dia tidak bisa menemukan kalian, aku hanya bisa menunda informasi kalian darinya,"
"Terimakasih Zayn itu sudah sangat membantu kami" ucap Bu Fani sangat berterimakasih
"Ya Tante, orang-orang saya yang akan menyamar sebagai kalian sedang bersiap. Orang-orang Ray yang ada di sekitar rumah ini juga akan pergi. Sekarang aku akan mengantar kalian pergi ke tempat tujuan kalian dengan aman" ajak Zayn pada Tisha dan keluarga nya.
"Iya, ayo Tisha" ucap Arya pada adiknya itu.
"Iya kak.."
Tisha, Bu Fani dan Arya berhasil pergi dari rumah itu tanpa ketahuan oleh orang-orang Ray yang ada disana. Mereka menaiki mobil Zayn yang terparkir lumayan jauh dari sana. Arya yang menyetir mobilnya, sementara Tisha dan Zayn ada di kursi belakang.
"Ternyata mantan suami kamu benar-benar mengawasi kita" ucap Bu Fani yang baru sadar saat melihat orang-orang mencurigakan di sekitar rumah nya.
"Gila ya?! dia benar-benar posesif atau kelewat cinta sama kamu? dia sampai mengawasi ku juga ditempat kerja!!" tanya Arya yang juga baru menyadari bahwa selama ia dia diawasi ditempat kerjanya oleh orang-orang suruhan Ray.
"Tidak pernah ada cinta di hatinya untukku kak, tidak ada" jawab Tisha dengan suara yang sedih
Kalau dia mencintaiku, dia tidak mungkin membuatku seperti ini. Kami juga tidak mungkin bercerai.
"Tisha kamu gak papa nak?" tanya Bu Fani sambil memegang tangan anaknya dengan cemas
"Aku gak papa Bu" jawab Tisha sambil tersenyum
__ADS_1
Benar, walaupun aku tidak bisa berada disisi orang yang aku cintai. Tapi aku masih bersama keluarga ku, orang-orang yang menyayangiku. Tisha bersyukur karena ada Bu Fani dan Arya yang masih bersamanya.
"Kamu tenang aja ya, udah ini kita akan hidup bebas dari nya. Kamu lagi hamil muda, jangan banyak pikiran" ucap Bu Fani yang cemas melihat keresahan di wajah Tisha
"Iya kamu tenang aja Sha, aku pastikan kalian bisa pergi dulu dari nya" kata Zayn pada Tisha.
"Makasih Zayn.." ucap Tisha pada teman baiknya itu.
Tiba tiba saja sebuah mobil truk menabrak mobil yang mereka kendarai. Supir mobil truk itu seperti sengaja menabrak mobil yang ada Tisha di dalamnya.
"Tisha!!" Zayn melindungi tubuh Tisha dengan memeluknya.
Disisi lain Arya juga mencoba melindungi Bu Fani sekuat tenaga nya.
BRUKK
BRAK
Mobil itu terguling-guling hingga jatuh ke jembatan, ada satu mobil lainnya yang ikut terseret ke bawah jembatan. Dan mobil itu meledak bersama dengan mobil yang ditumpangi Tisha, Zayn dan keluarganya.
DUARR
Si supir truk itu keluar dari truknya lalu ia menelpon seseorang, "Bos, maaf seperti nya dia mati" ucapnya sambil melihat dua mobil yang hangus berada dibawah jembatan itu.
"Kamu yakin dia mati?" tanya Zee
"Iya bos, mobilnya terguling lalu terbakar hangus dibawah jembatan. Saya melihat ada beberapa mayat disana" jelas supir truk itu yakin
"Bagaimana sih? aku kan sudah bilang dibuat cacat saja! kalau sudah begini baiklah, syukurlah dia mati. Dan untuk kamu cepatlah sembunyi, aku akan kirim uang ke rekening mu secepatnya!" ujar Zee pada orang suruhannya itu
"Oke bos" jawab si supir truk itu dengan senyuman puas di wajahnya. Segera setelah itu si supir truk melarikan diri, sebelum ada ambulan atau polisi yang datang kesana.
Zee menutup telponnya, ia tersenyum lebar sambil meneguk minuman di dalam gelasnya.
"Haahhh.. sayang sekali pemeran utama harus mati secepat ini. Tapi masa sih dia mati begitu saja? ini tidak seru, kira-kira apa reaksi Ray saat tau istrinya yang sedang hamil mati terbakar" Zee menantikan apa yang akan terjadi pada Ray jika ia tau kalau Tisha mengalami kecelakaan.
Mobil itu masih berada dalam keadaan terbakar, Tisha berhasil keluar dari mobil yang terbakar itu, ia selamat bersama Zayn. Namun Arya dan Bu Fani terjebak di dalam mobil yang terbakar itu, ada satu orang mayat perempuan yang hangus terbakar juga disana yang tidak tau siapa. Sementara Tisha tidak sadarkan diri di pangkuan Zayn, dengan beberapa luka ditubuhnya. Tubuh Zayn dan Tisha sama-sama basah setelah menenggelamkan diri mereka ke dalam sungai untuk menyelamatkan diri.
"Tisha.. Tisha bangunlah! Tisha!!" Zayn panik dan menggoyangkan tubuh Tisha. Gadis itu tak sadarkan diri.
Zayn kebingungan dan syok melihat Bu Fani dan Arya yang terbakar di dalam mobil. Dua orang yang baru saja bicara dengannya itu, kini sudah menjadi mayat. Ditengah kepanikan dan kegelisahan nya, Zayn sempat termenung sebentar memikirkan sesuatu.
#FLASHBACK
Beberapa menit yang lalu saat mobil itu terguling ke bawah ke jembatan. Bu Fani, Arya, Tisha dan Zayn membaca doa agar mereka selamat.
BRAK
Mobil yang mereka tumpangi jatuh ke dekat jembatan. Zayn dan Tisha berhasil keluar lebih dulu. Tisha tak sadarkan diri karena kepalanya terbentur sesuatu yang keras di dalam mobil.
"Zayn, tolong lindungi Tisha!" seru Arya yang terjebak dalam mobil, pada Zayn yang sedang memeluk Tisha.
"Jika kami tiada hari ini disini, kamu harus menjaga anakku dan cucuku! jangan biarkan dia kembali bersama pria itu!" Bu Fani menangis melihat Tisha yang sudah berhasil selamat. Kaki Bu Fani terhimpit oleh mobil penyok, sedangkan mobil itu sudah terbakar setengahnya.
"Tolong jangan berkata seperti itu Tante, saya akan mengeluarkan Tante dan kak Arya dari sini"
Zayn membaringkan Tisha yang sadarkan diri rerumputan, ia berusaha untuk membuka pintu mobil bahkan memecahkan kaca untuk menolong Bu Fani dan Tisha yang terjebak.
Bau bensin tercium sangat menyengat, mungkin hanya beberapa detik lagi api akan menyambar. Zayn mulai deg degan, ia tak bisa membuka pintu itu. Bu Fani yang terjebak juga sulit untuk keluar.
"Hanya kamu yang kami percayai Zayn!" teriak Arya pada Zayn matanya berkaca-kaca, ia sudah terlihat pasrah terjebak di dalam mobil itu.
Mungkin ini penebusan dosa ku karena aku sudah dzalim pada adikku sebelumnya. Ya Allah, jika ini akhir hidupku..biarkan lah api yang akan melahap ku ini menjadi penghapus semua dosaku. Arya meneteskan air matanya mengingat semua dosa nya di masa lalu
"Zayn.. tolong jaga anak Tante.." Bu Fani tersenyum pasrah, ia melihat Zayn yang masih berada di dekat mobil untuk menolong nya dan Arya.
Api berkobar semakin besar, Zayn segera berlari dan menggendong Tisha. Lalu menceburkan diri mereka ke sungai untuk menghindari api dan ledakan mobil itu. Zayn dan Tisha kembali ke permukaan.
__ADS_1
DUAKKK!!
Zayn menatap sedih pada mobil yang sudah hangus bersama Arya dan Bu Fani di dalamnya. Api berkobar kobar membakar mobil beserta orang yang ada di dalamnya.
Siapa sangka itu adalah senyuman terakhir Bu Fani padanya. Tisha tidak melihat kematian ibu dan kakaknya. Zayn menangis melihat dua tubuh yang hangus itu, meski Bu Fani dan Arya bukanlah keluarganya.
#END FLASHBACK
"Tisha, maafkan aku. Tapi, ini pesan terakhir dari ibumu" Zayn meminta maaf pada wanita yang masih tidak sadarkan diri itu. Zayn mengambil gelang yang dipakai Tisha, lalu ia memakaikan gelang itu pada tangan mayat perempuan yang wajahnya sudah tidak bisa dikenali.
"Bu Fani, kak Arya, saya berjanji pada kalian.. bahwa saya akan menjaga Tisha dengan baik" ucap Zayn pada jasad Bu Fani dan Arya yang hangus di dalam mobil.
Zayn pun membawa Tisha pergi dari sana, tanpa ada seorang pun yang tau karena jalanan itu memang jalanan yang sepi.
πππ
Di rumah sakit tempat Tisha melakukan pemeriksaan. Hampir tiga puluh menit, Ray membujuk dokter itu untuk memberitahunya hasil pemeriksaan Tisha. Namun, dokter tidak mau memberitahu pada Ray dengan alasan privasi pasien.
"Dokter, aku tidak punya waktu banyak untuk mu. Berikan aku hasil pemeriksaan Latisha Anindita, atau anda tidak akan bisa buka praktik di rumah sakit ini lagi!" ancam Ray pada dokter yang memeriksa Tisha sebelumnya
"Maaf pak, jika anda suaminya saya bisa saja memberitahu bapak" ucap dokter tetap pada keputusan awalnya.
"Saya mantan suaminya, saya hanya ingin tau dia hamil atau tidak! jika itu anak saya, saya berhak tau kan? kalau dokter tidak mau memberitahu saya, dan terjadi sesuatu pada anak dan istri saya yang saya tidak ketahui. Dokter yang akan saya tuntut karena menyembunyikan kebenaran!!" jelas Ray yang terus mengoceh dan mengancam dokter.
Dokter itu akhirnya membuka mulutnya, ia menyerahkan hasil pemeriksaan Tisha pada Ray. Ray melihat hasil tes itu bersamaan dengan foto USG bayi nya.
Apa ini benar-benar nyata? Latisha sedang mengandung anakku? aku akan ayah? bisakah aku menjadi ayah?
"Pak, apa saya bilang? Bu Tisha benar-benar hamil kan??" Gerry tersenyum senang melihat Presdir nya tersenyum melihat foto USG di tangannya itu.
Pak presdir terlihat sangat bahagia. Syukurlah, setelah ini aku melihat pelangi dalam kehidupan ku. Kalau Bu Tisha kembali dengan pak presdir, suasana hati Presdir pasti akan kembali membaik.
"Kesempatan ku masih ada kan untuk bersamanya lagi Gerry?" tanya Ray pada sekretaris setianya.
"Bukan masih ada pak, tapi kesempatan besar pak" jawab Gerry
"Tentu saja. Oh ya Gerry apa dulu foto USG anakmu seperti ini juga? kenapa ini terlihat kecil seperti biji kacang?" Ray tersenyum bahagia melihat foto USG bayi Tisha ditangannya.
"PFut.. semua foto USG memang seperti itu pak. Apalagi bayi nya masih berbentuk janin pak"
"Kamu berani menertawakan ku?!" Ray menatap marah ke arah Gerry
"Maaf pak saya tidak bermaksud untuk.." Gerry langsung ketakutan melihat mata tajam Ray.
"PFut.. hahaha, sudahlah Gerry kamu jangan serius begitu. Aku hanya bercanda" Ray tertawa melihat wajah serius dan takut Gerry
Gerry menatap ke arah Ray dengan bingung, lebih ke kaget karena Ray tertawa dan bercanda walau sebenarnya candaan nya itu tak lucu.
Dia bilang dia bercanda? tapi ini sama sekali tidak lucu pak!. Gerry kesal dalam hatinya
"Hari ini suasana hatiku sedang baik, aku tidak akan kesal padamu. Maaf mengerjai mu, kalau begitu ayo pergi ke rumah mantan istri ku" Ray tersenyum puas, ia membawa bukti dan fakta akurat yang tidak akan bisa membuat Tisha lari lagi darinya.
Kehadiran seorang anak yang bisa mengikat hubungan orang tuanya lebih erat. Bahagia Ray sangat berlipat hari itu, Zee yang ketahuan berbohong, Tisha yang sedang hamil anaknya dan dirinya yang akan menjadi seorang ayah.
"Baik pak, ayo!" Gerry tersenyum
Baru saja melangkah beberapa langkah, dering telpon membuat Ray terhenti.
π΅π΅π΅
Drett... Drett..
Ray merogoh ponselnya dan langsung mengangkat telpon nya.
"Halo, Jack.......APAA kamu bilang ?!!!!" Ray tercengang mendengar kata-kata di dalam ponselnya.
Gerry menatap Ray dengan bingung.
__ADS_1
...---***---...