
πππ
Apa yang terjadi sebenarnya? menjadi artis adalah impian Zayn, kenapa dia berhenti dari dunia hiburan.
Para penggemar Zayn yang di dominasi oleh kaum hawa itu, melihat konferensi pers Zayn tentang berhenti nya dia dari dunia hiburan.
"Zayn..ku! Zayn!!" seorang gadis berusia belasan tahun menangis mendengar keputusan Zayn
"Tidak!! kenapa Zayn berhenti dari dunia hiburan??!!" Isak tangis fans Zayn yang sedih dan kecewa terhadap keputusan Zayn.
"Zayn ku! tidak kakak ku Zayn!!" teriak seorang wanita histeris melihat ke arah televisi, memandangi wajah Zayn
Bukan hanya para penggemar saja yang kecewa, tapi Farhan selaku saudara sekaligus manager Zayn sangat kecewa dengan keputusan Zayn yang bermula dari Tisha. Perlahan rasa kecewa nya pada Zayn itu menjadi kemarahan pada Tisha, yang sudah membuat Zayn mundur dari dunia hiburan.
Setelah mengatakan semua yang ingin dikatakan nya pada dunia, Zayn berdiri dari kursinya dan berniat untuk pergi meninggalkan tempat itu, Zayn juga terlihat sedih dengan keputusan nya sendiri tapi dia tetap tidak akan merubah nya. Para wartawan tidak membiarkan Zayn pergi begitu saja, mereka menahan Zayn disana dan melontarkan banyak pertanyaan. Belum lagi kilauan sinar dari kamera mengarah pada dirinya.
"Pak Zayn? sebenarnya apa alasan anda mundur dari dunia hiburan?" tanya seorang wartawan 1 sambil mengacungkan alat perekam suaranya
"Pak Zayn bisa anda katakan pada kami apa alasannya anda melalukan ini?" tanya wartawan 2
"Apa alasan nya? apa itu berkaitan dengan kesehatan anda??" tanya wartawan 3 berantusias
Beberapa bodyguard menahan Zayn dari wartawan-wartawan yang ingin mewawancarai nya itu.
"Maaf! kalian tidak bisa mendekati pak Zayn!" seru seorang pria bertubuh besar berbadan tegap dengan pakaian hitam kepada para wartawan dari berbagai media massa itu.
"Pak Zayn!! apa alasan anda vakum selamanya dari dunia hiburan ini ada kaitannya dengan seorang wanita? mungkin kisah asmara?" tanya seorang wartawan wanita yang berusaha mendekati Zayn ditengah kerumunan orang-orang disana.
Zayn terdiam mendengarnya, dia menghentikan langkahnya sejenak. Zayn melihat ke arah wartawan itu lalu dia berkata, "Mungkin saja begitu"
Farhan tercekat mendengar nya, dia berfikir bahwa Zayn sudah gila. Dengan jawabannya itu malah mengundang pertanyaan publik lainnya. Wartawan-wartawan itu terpana mendengar jawaban Zayn. Artis yang tidak pernah terkena skandal dengan artis atau wanita manapun, menyatakan alasan kemunduran nya karena seorang wanita, tentu saja malah mengundang banyak pertanyaan dan perhatian.
Kini berita hangat itu menjadi viral di semua media, tentang siapa wanita yang memikat hati Ray? muncul pula gosip-gosip yang mengatakan bahwa Zayn akan segera menikah.
Tisha khawatir pada sahabatnya itu, mengapa dia melepaskan mimpinya hanya karena seorang wanita? Tisha juga berfikir itu tidak masuk akal, dia pun beranjak dari tempat duduknya.
"Mama, apa om Zayn akan menikah??" gumam Rasya kebingungan
"Siapa wanita yang ingin Zayn nikahi?" gumam Tisha pelan
__ADS_1
"Bodoh! bukannya wanita itu adalah kamu, jangan pura-pura polos deh" jawab Daniah yang mendengar gumaman Tisha
"Itu tidak mungkin saya Bu Daniah, saya hanya seorang janda dengan satu anak.Pria seperti Zayn tidak mungkin menyukai saya, dia hanya sahabat saya" jelas Tisha menyangkal
"Hah! kamu ini bodoh atau polos sih? untuk apa dia menampung mu dan anakmu selama 6 tahun ini kalau dia tidak punya perasaan apapun padamu" kata Daniah sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dengan senyum arogan di bibirnya. Wanita itu melangkah pergi.
Tisha segera merogoh ponselnya dan menelpon Zayn. Namun telpon Zayn tidak diangkat juga. Zayn sendiri sedang berada di apartemen nya bersama Farhan. Diam-diam Farhan mengetik semua sms, entah pada siapa dia mengirim nya.
"Apa yang kamu lakukan Zayn?! sudah tidak mendapatkan izinku, kamu juga berani menjawab dengan gegabah!" seru Farhan kecewa dan marah kepada Zayn secara bersamaan.
"Kak, aku tidak akan menyesal. Lagipula aku akan mengambil posisi itu setelah karirku berakhir" jawab Zayn dengan wajah yang sulit dijelaskan
"Bukan berakhir Zayn, tapi kamu mengakhirinya! lalu apa gunanya kamu belajar di sekolah seni? apa cuma ijazah saja? kamu akan berhenti begitu saja?" Farhan tau benar seberapa besar perjuangan Zayn untuk menggapai mimpinya sebagai idola. Lalu Zayn melepaskan nya begitu saja, tentu lah Farhan sangat menyayangkan keputusan dan sikap Zayn. "Sebenarnya demi apa kamu melalukan semua ini Zayn? demi janda anak satu itu? demi wanita itu??!" Farhan menumpahkan semua kekesalan nya pada Tisha
"Jangan panggil dia wanita itu kak, dia adalah wanita yang aku cintai!!" Zayn beranjak dari tempat duduknya, dia menatap tajam ke arah Farhan
"Kamu sudah tidak waras Zayn.. coba saja kamu lakukan apa yang kamu mau. Apakah dia akan membuka hatinya untukmu? setelah ada Rasya dan mantan suaminya di dalam kehidupan nya"
"Jangan mematahkan semangat ku kak! aku sudah berjuang selama 6 tahun ini, mana mungkin aku kalah darinya!!!" teriak
"Aku hanya mengatakan fakta Zayn. Nyatanya perjuangan mu itu akan sia-sia! malah dia akan kecewa padamu karena kamu melepaskan mimpi mu!" seru Farhan, "Kamu hanya menjaga jodoh orang Zayn, sadarlah!" seru Farhan menegaskan, berusaha menyadarkan Zayn dari perasaan nya pada Tisha yang tidak berbalas.
"Baiklah, merenung lah sendiri disini Zayn. Aku akan menunggumu sadar" ucap Farhan dengan wajah kecewa nya, dia menelan saliva nya kuat-kuat.
Farhan meninggalkan Zayn sendiri di apartemen nya, dia juga sibuk untuk membereskan kekacauan yang disebabkan oleh Zayn atas berhenti nya dia dari dunia hiburan. Dia berharap kalau Zayn kembali mencabut kembali keputusan nya sebelum terlambat.
"Bu Latisha, kini aku hanya berharap padamu untuk membereskan Zayn" ucap Farhan sambil melihat ke arah ponselnya.
Sore itu setelah menerima pesan dari Farhan, Tisha berencana menemui Zayn dan bicara secara langsung dengannya. Namun dia menunggu Ray pulang lebih dulu, karena tidak ada yang bisa menjaga Rasya sebaik orang tua menjaga Rasya.
Din.. Din..
Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah. Tisha melihat ke arah jendela, dia melihat mobil Ray sedang masuk ke dalam garasi rumah itu. Tisha dan Rasya menyambut Ray pulang. Pria itu keluar dari mobil nya sambil membawa kantong kertas berwarna coklat yang entah apa isinya.
"Assalamualaikum.." ucap Ray pada Tisha dan Rasya
"Waalaikumsalam" jawab Rasya dan Tisha bersamaan
Anak itu yang keadaan kakinya mulai membaik, sudah bisa berjalan sendiri tanpa kursi roda. Melainkan dengan tongkat saja. Rasya menyambut papa nya dengan gembira. Sementara itu Tisha malah terlihat bingung.
__ADS_1
Aku harus bilang tidak ya pada kak Ray kalau aku mau pergi menemui Zayn? Tapi aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, dia tidak harus tau kemana aku pergi kan?. pikirnya dalam hati
"Papa udah pulang!!" Rasya tersenyum lebar
Wajah lelah Ray menghilang seketika setelah melihat wajah putranya. Pria itu tersenyum bahagia ketika melihat buah cinta nya dengan Tisha menyambut dirinya. "Ya papa sudah pulang, lihat nih papa bawa apa untuk kamu" Ray memberikan kotak berwarna coklat itu pada Rasya.
"Apa ini isinya pa?" tanya Rasya penasaran
"Buka aja sendiri" jawab Ray sambil mencubit hidung anaknya dengan gemas
"Ih papa, ya sudah aku buka ya" jawab Rasya sambil tersenyum semangat membuka kantung itu. Dia melihat ada banyak cemilan kesukaan nya disana, kue coklat, permen yang sering dia sebut permen meledak ada di dalamnya.
Bocah berusia 5 tahun itu berjingkrak-jingkrak kegirangan, dia mencium papa nya seraya berterimakasih pada nya. "Papa yang terbaik..makasih ya pah.. aku mau bagi-bagi sama Bi Ani, pak Ujang, kakek buyut sama kakek dan nenek juga" jelas Rasya sambil berjalan masuk kembali ke dalam rumah. Ray senang, dia merasa disayang oleh putranya.
Kini hanya tinggal Ray dan Tisha yang berada di pekarangan depan rumah itu. "Apa kamu juga datang keluar sini untuk menyambut ku?" tanya Ray dengan gaya narsis nya
"Aku kesini bukan untuk itu, aku mau minta sama kamu untuk menjaga Rasya sebentar"
"Ada apa? oh ya sebentar, aku juga bawa sesuatu buat kamu" Ray membuka kembali pintu mobilnya, dia mengambil sebuah buket bunga mawar berwarna pink."Untuk kamu"
"Iya makasih" jawab Tisha dengan wajah datar, karena dia berfikir hal yang lain. Ray sungguh tidak puas dengan reaksi Tisha yang tidak seperti biasanya.
"Ada masalah apa? kenapa wajahmu begitu? dan barusan kamu memintaku menjaga Rasya? memangnya kamu mau kemana?" tanya Ray dengan suara dingin dan tegasnya
"Aku mau pergi sebentar"
"Kemana?"
Sebaiknya aku jujur saja.
"Bertemu Zayn" jawab Tisha jujur
...---***---...
Mau lanjut? like komen nya dulu ya readers..π₯°π₯°βΊοΈ maafkan author yang bikin ceritanya kurang maksimal, author sedang kurang sehat beberapa hari ini.
Hai Readers, sedikit pemberitahuan juga..kalau ada dari kalian yang mau baca novel tamat, aku ada rekomendasi nya cuma genre nya roman fantasi π₯° Novel tamatku yang lain.
__ADS_1