
...πππ...
Gerry memunguti ponselnya yang sudah hancur lebur itu, dia hampir menangis. "Pak! Bapak tega sekali, ini ponsel baru saya pak!"
"Berisik kamu Gerry! Sekarang kamu hubungi semua surat kabar dan media, minta mereka menghentikan berita ini!" Ray terlihat murka, entah apa yang dilihatnya di ponsel Gerry yang sudah tiada itu.
"Bagaimana saya bisa menghubungi mereka pak? Ponsel saya baru di rusak oleh bapak," omel Gerry dengan bibit mengerucut, "Ponselku, tidak.." Gerry menatap ponsel nya yang hancur dengan sedih.
"Oh ya benar juga, ponselmu kan rusak,"
"Sekarang bapak baru sadar, kan?" tanya Gerry yang terlihat sedih dan kesal.
Seenaknya saja dia melempar ponselku, kenapa tidak ponselnya sendiri yang dilempar? Batin Gerry jengkel pada bosnya
"Ya sudah, nanti akan ku ganti ponsel butut mu itu! Ku ganti dengan ponsel paling bagus dan paling canggih..,"
Mata Gerry langsung bersinar begitu mendengar Ray akan mengganti ponselnya, "Heh! Cepat telpon surat kabar nya sekarang!"
"Baik pak, saya akan pakai telpon di meja saya,"
Gerry bergerak ke meja nya, dia menelepon surat kabar dan media sosial yang memberitakan tentang Tisha dan Zayn. Sementara itu Ray menunggu dengan tenang, dia melihat lagi video Zayn dan Tisha yang sedang berciuman di dalam kantor.
Pria itu kesal, sakit hati, ditambah cemburu, melihat video calon istrinya berciuman dengan pria lain. "Tisha, berita ini gak benar kan?" gumam nya bingung.
Tak lama kemudian Gerry kembali dengan berita yang kurang menyenangkan. Gerry mengatakan bahwa semua surat kabar dan media sudah dikuasai oleh seseorang yang sengaja ingin menyebarkan berita itu. Seseorang dengan latar belakang kuat dan tidak bisa diremehkan.
BRAK
Ray menggebrak meja dengan kesal, setelah mendengar penjelasan dari Gerry.
"Siapa orang yang memiliki latar belakang hebat itu? Siapapun itu, dia sudah melibatkan calon istriku, maka aku tidak bisa tinggal diam!" Ray bertanya-tanya siapa yang akan melakukan semua ini. Apa tujuannya? Menghancurkan Zayn atau Tisha?
Ray mencoba berfikir tenang dan tidak mengedepankan emosi walau dia kesal, yang terpenting adalah bagaimana caranya untuk menutupi berita ini. Karena jika fans Zayn mengenali Tisha, dia bisa diserang.
"Gerry, tunda jadwal rapat ku! Aku akan menjemput Tisha!" titah nya pada Gerry.
"Baik pak, apa saya suruh pengawal juga?"
"Ya, itu akan sangat dibutuhkan," jawab Ray setuju.
Pasti penggemar Zayn akan menyerang Tisha disana, aku harus melindungi nya.
Orang dengan latar belakang kuat itu ternyata adalah King, ayah Zayn yang merencanakan semuanya dibalik layar. Dia mengancam Zayn dengan cara menyakiti Tisha agar dia mau kembali ke tahta nya sebagai putra mahkota kerajaan.
Apa yang dikhawatirkan Ray sudah terjadi, berita tentang Tisha dan Zayn sudah menyebar luas. Bahkan orang-orang di kantor Tisha pun sudah mengetahui nya, dan disana timbul kehebohan.
Wajah Tisha di dalam video itu tidak di blur, hingga semua orang tau siapa wanita yang membuat Zayn keluar dari dunia hiburan.
"Tisha, jadi kamu dan pak Zayn punya hubungan?"
"Tisha, kamu kan wanita yang membuat pak Zayn keluar dari dunia hiburan?" tanya teman sekantornya.
"Itu.. aku bisa...," wanita itu kebingungan dengan berita yang sudah tersebar luas. Dia tidak peduli dengan pandangan semua orang, tapi bagaimana perasaan Ray dan Rasya jika mereka berdua melihat berita ini.
Zayn dan Dion sudah berdiri di depan ruangan tim desain. Zayn bermaksud menemui Tisha, kekacauan ini akan dia jelaskan pada Tisha juga membereskan nya. Karena dia sudah menghapus rekaman CCTV sebelumnya.
Semua orang memberikan hormat dan menyapa Zayn, begitu pria itu datang kesana. Zayn langsung meminta Tisha untuk bicara padanya.
"Tisha, ikut aku sebentar!"
Wanita itu memandang Zayn dengan kesal, dia terlihat tidak percaya pada Zayn. Tanpa mendengar jawaban dari Tisha, Zayn langsung menarik tangan Tisha dan membawanya pergi dari sana.
"Dion, jangan ikuti aku!" titah Zayn pada sekretarisnya.
"Baik pak,"
"Jangan biarkan siapapun masuk ke dalam kantor ini, terutama pers!" seru Zayn.
"Siap pak!" jawab Dion patuh.
Melihat Zayn membawa Tisha pergi sambil memegang tangannya, membuat semua orang berfikir bahwa hubungan Zayn dan Tisha bukanlah hubungan biasa. Namun, Tisha jadi dipandang buruk oleh semua orang karena hubungan nya dengan Zayn.
Bahkan netizen di dunia maya banyak yang menghujat dirinya. Dia disebut sebagai wanita murahan yang menghancurkan karir Zayn, wanita penggoda yang membuat Zayn buta karena cinta. Janda yang ingin kaya dengan cara yang tidak halal. Semua media melebih-lebihkan berita itu.
Zayn membawa Tisha ke dalam ruangannya yang dijaga ketat oleh para bodyguard.
"Sha, aku akan menje-,"
__ADS_1
PLAK
Tamparan mendarat di pipi Zayn dari tangan Tisha. Membuat ucapan Zayn terpotong sebelum dia sempat menyelesaikan nya. Zayn terpana dengan sikap Tisha, ini kedua kalinya dia ditampar oleh wanita itu.
Wanita itu menghela napas, kemudian dia mulai berbicara dengan meledak-ledak, "Apa aku bisa percaya padamu setelah semua ini? Kamu bilang kamu akan menyelesaikan semua ini? Lalu kenapa bisa ada berita dan video itu??!"
"Aku bersumpah demi Tuhan, kalau aku sudah menghapus semua rekaman CCTV pada hari itu dan jam yang sama, Tisha..apa kamu pikir aku akan melakukan ini padamu?" Zayn mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Aku percaya, tapi kenapa buktinya seperti ini?"tanya Tisha sambil menangis.
Bagaimana kalau kak Ray dan Rasya melihat berita ini? Mereka pasti sedih dan marah padaku. Belum lagi kesalahpahaman yang mungkin terjadi... batin Tisha takut dan resah.
"Maafkan aku.. ini semua memang salahku, aku akan menyelesaikan semuanya, kamu tenang saja ya," ucap Zayn mencoba menenangkan Tisha yang menangis.
Ternyata ancaman nya benar-benar nyata, berani sekali dia menyakiti Tisha. Zayn bergerak, dia bermaksud untuk menyeka air mata Tisha. Namun, ia mengurungkan niatnya.
"Aku tidak peduli dengan hujatan orang-orang.. hiks.. tapi aku takut kalau kak Ray dan Rasya melihat berita ini, apa yang akan mereka katakan? Mereka pasti akan salah paham..atau marah padaku..hiks," ucap Tisha dengan suara serak di dalam tangisannya.
"Sha...," Zayn merasa bersalah, jika bukan karena ayahnya king tau tentang Tisha. Maka Tisha tidak akan seperti ini.
Tidak mau bicara lagi dengan Zayn, Tisha pergi meninggalkan Zayn dengan mata yang sembab. Dia berusaha menelpon Ray dan ingin menjelaskan nya lebih dulu. Tapi sepertinya dia sudah terlambat, dia sudah berbohong sejak awal.
"Kenapa kak Ray tidak mengangkat telpon ku?" tanya Tisha takut karena Ray tak kunjung mengangkat telpon darinya.
Hari itu di kantor Apparel desain, banyak fans setia Zayn yang mencari keberadaan Tisha untuk melampiaskan amarah mereka.
"Mana janda penggoda itu! Keluarkan dia!" ujar seorang wanita marah.
"Dia yang sudah membuat Zayn kita keluar dari dunia hiburan!" teriak seorang wanita sambil memegang spanduk foto Tisha yang di corat-coret dengan Pilok berwarna merah.
"Mana wanita penggoda itu! Seret dia kemari, seret!!" teriak beberapa orang yang berdemo di depan kantor itu.
Zaynvers begitu anarkis, mereka berada di depan kantor Apparel desain untuk mencari Tisha dan mengadilinya. Mereka sampai berdemo disana, hingga aparat kepolisian yang dikerahkan Ray dan Zayn pun turun tangan.
Namun jumlah penggemar Zayn begitu banyak, hingga ada beberapa dari mereka yang berhasil masuk menerobos ke dalam kantor. Mereka langsung mencari-cari Tisha, wanita yang menyebabkan idola mereka pergi dari dunia hiburan.
Tisha yang baru keluar dari toilet, sangat terkejut karena ada beberapa orang menatap nya dengan marah.
"Itu dia! Si j*lang yang sudah menggoda Zayn kita!"
"Benar, itu dia!" seorang wanita menunjuk ke arah Tisha dengan marah.
"Kalian tolong dengarkan penjelasan saya, saya dan Zayn...itu ti-"
Seorang wanita menjambak rambut panjang Tisha dengan kasar, "ACK!!"
"Mbak, tolong ya jangan kasar sama saya! Saya bisa adukan kalian semua pada polisi!" teriak Tisha kesal dan mengancam.
"Lo tuh yang harus dilaporkan ke polisi!" seru wanita itu dengan kasarnya masih tidak melepaskan jambakannya dari Tisha.
Tisha mencoba melawan dengan mendorong mereka, tapi terlalu banyak orang menyerang nya. Bahkan ada yang mencakar dan menampar wajahnya, terjadi kekerasan pada nya.
"Tolong! Saya mohon hentikan!" pinta Tisha pada orang-orang itu meminta nya untuk berhenti. Dia ingin kabur, tapi sulit baginya kabur tanpa bantuan seseorang.
Saat seseorang dari mereka akan melempar telur ke arah Tisha, seseorang memeluk Tisha dari belakang dan melindungi nya. Telur-telur mengenai tubuh si pria itu.
PLUK
PLUK
Tisha merasakan aroma familiar pada pria yang memeluk tubuhnya itu. Tanpa sadar Tisha berlindung di dalam pelukannya, dia menangis disana.
"Kalian semua! Bersiaplah menerima tuntutan dari Raymond Argantara!!" Ray berteriak marah melihat wanita yang dia cintai di serang oleh orang-orang itu.
Bodyguard Ray yang jumlahnya puluhan orang dan beberapa petugas polisi itu mengamankan massa yang anarkis.
"Siapa kamu? Beraninya kamu menghalangi kamu memberi pelajaran pada wanita j*l*ng ini?!" tanya seorang wanita yang diduga sebagai provokator itu, dia menatap Ray dengan tajam.
"Jaga ucapan mu! Dia adalah calon istriku, dan dia bukan wanita jal*Ng!!" teriak Ray sambil menunjukkan jarinya para wanita bermulut pedas itu.
Sialan! Aku ingin sekali membunuh wanita ini! . Ray menahan murkanya.
"Hei kalian! Bawa mereka semua yang menyentuh tubuh calon istriku dan mereka bicara sembarangan tentangnya! Dan khusus untuk wanita ini,.." Ray menunjuk ke arah wanita si provokator itu dengan murka, "Berikan dia pelayanan khusus, perlakukan dia dengan sangat baik!!" titah Ray kepada para bodyguardnya.
"Siap pak!" seru para bodyguard itu patuh.
Zayn yang akan menolong Tisha, dia sudah sangat terlambat. Dia melihat Tisha sudah diselamatkan oleh Ray calon suaminya.
__ADS_1
"Benar, Tisha sudah mempunyai kstaria pelindung nya. Dia dan aku memang tidak tidak ditakdirkan bersama. Dia sudah bersama seseorang yang bisa melindungi nya, dan orang itu memang bukan aku," Zayn menatap Ray dan Tisha ditengah kerumunan orang itu dengan tatapan kecewa.
"Pak, haruskah kita kesana?" tanya Dion.
"Tidak, aku akan menyelesaikan masalah pers dulu," ucap Zayn sedih.
"Pak, semoga bapak menemukan kebahagiaan bapak," ucap Dion berdoa dengan tulus untuk kebahagiaan Zayn.
"Makasih pak Dion," jawab Zayn sambil terus pahit.
Memang aku harus kembali ke tempat yang seharusnya.
****
Setelah berhasil melewati kerumunan Zaynvers, Ray membawa Tisha masuk ke dalam mobilnya.
"A-aku benar-benar minta maaf, aku benar-benar minta maaf," ucap Tisha sambil menangis dan mengusap noda telur pada jas milik Ray.
"Kamu minta maaf untuk apa?" tanya Ray sambil melepaskan jas hitam yang kotor miliknya.
"Jas mahal mu jadi kotor kena telur," jawab nya polos.
"Haa.. jadi kamu meminta maaf hanya karena benda yang punya harga ini? Bukan untuk sesuatu yang lain?" tanya Ray sambil menatap tajam pada Tisha, dia menginginkan sebuah penjelasan.
"Aku...hiks.. hiks..," wanita itu menangis, dia menahan tubuhnya yang perih karena luka-luka.
Ray tadinya ingin meminta penjelasan Tisha tentang video itu, dia juga marah pada Tisha. Tapi, dia tau itu bukan waktunya yang tepat untuk marah. Tisha sedang terluka dan membutuhkan seseorang untuk menenangkan nya saat itu.
"Baiklah, aku akan memperhitungkan nya dengan mu nanti. Sekarang kita pergi ke rumah sakit untuk mengobati lukamu," ucap Ray mencoba mengalah menahan marah.
Jika dia adalah Ray yang dulu, mungkin dia akan marah dengan membabi buta. Seperti dulu saat dia dan Zayn terlihat berpegangan tangan. Ray sudah banyak berubah, tidak mengedepankan emosi dan lebih berfikir logis dengan tenang.
Tisha merasa bersalah, dia memegang tangan Ray seraya memohon maaf padanya karena sudah membuat pria itu sedih dan sakit hati.
"Aku minta maaf kak, maaf.. seharusnya aku menjelaskan nya dari awal," ucap Tisha sambil menggenggam tangan Ray.
"Lepaskan tanganku!" seru Ray dengan suara dinginnya.
"Gak, sebelum kamu mendengarkan ku.. aku tidak mau kemana-mana. Aku tidak mau melepaskan mu,"
"Latisha!" seru nya pada Tisha, "Gerry! Jalan ke rumah sakit!"
"Baik pak," Gerry bersiap-siap menyalakan mesin mobilnya.
"Pak sekretaris jangan!" Tisha melarang.
"Eh.. itu," Gerry terlihat bingung.
"Bos mu aku atau dia?" tanya Ray dengan tegas pada sekretarisnya itu.
"Aku tidak mau ke rumah sakit, aku mau menjelaskan dulu semuanya. Antara aku dan Zayn, kami..,"
"Gerry, keluar!" seru Ray meminta Gerry untuk keluar dari mobil itu.
"Ya pak, baik pak!" jawab nya patuh.
Gerry keluar dari mobil itu, meninggalkan Tisha dan Ray berdua disana. Suasana di dalam mobil terasa dingin karena Ray hanya diam saja.
"Kak..."
"Aku dengar, bicara saja," ucap Ray datar, tanpa menatap ke arah Tisha.
"Aku minta maaf, aku memang berciuman dengan Zayn seperti apa yang kamu lihat di video itu. Tapi, itu tidak sengaja..Zayn dia yang menciumku,"
"Lalu?" tanya nya dingin.
Ucapan dingin dari Ray itu membuat Tisha sangat tidak nyaman. "Aku minta maaf, karena tidak jujur sama kamu. Aku takut kamu dan Zayn bertengkar, aku tidak menyangka kalau semuanya..., kamu pasti sangat kecewa padaku, hiks hiks.." Tisha menangis.
Ray menoleh ke arah Tisha, "Jadi kamu sudah sadar akan kesalahan mu? Bahwa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Ray tajam.
"Aku minta maaf, aku tidak akan melakukan hal ini lagi. Aku mohon maafkan aku,"
Tangan Ray bergerak mengusap air mata Tisha, dia tak tega melihat wanita itu menangis.
...---***---...
Hai Readers! Sambil menunggu up novel ini, mampir yuk ke cerita temanku yang bikin greget dan gemes π€β€οΈ
__ADS_1