Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 164. Menikah dijodohkan


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


"Apa wanita itu ada disini?! Apa dia sudah kembali? Makanya kamu berubah seperti ini, Sam?" Grace menarik baju suaminya dengan emosi, dia menangis meratapi surat cerai yang berada di lantai.


Sam menepis tangan Grace, dia menatap kosong ke arah lain dan tidak mempedulikan wanita itu. Ibu dari anaknya yang juga adalah istrinya.


"Jangan kaitkan dengan hal lain! Aku benar-benar tidak mencintai mu lagi Grace, hanya itu saja yang bisa ku katakan!" Sam melangkah pergi keluar dari rumahnya.


Tangan Grace menghentikan nya, menahan Sam untuk ke pergi. Grace menangis dan tidak mau ditinggalkan oleh suaminya. "Sam, kamu mau kemana?"


"Sampai proses perceraian kita selesai, kita harus tinggal terpisah." jawab Sam dengan suara dingin dan tegasnya.


"Lalu bagaimana dengan Milena? Apa yang harus aku katakan padanya tentang semua ini? Apa yang akan dia katakan jika dia tau bahwa kedua orang tuanya akan bercerai?" tanya Grace memikirkan perasaan anaknya kelak.


"Bilang saja padanya kalau kita sudah tidak cocok!" ucap Sam tegas.


Grace menatap ke arah suaminya, "Apa kamu begini karena kejadian 12 tahun yang lalu? Bukankah kita sudah membicarakan ini? Kamu juga menerima permintaan maaf ku, kan?"


"Benar, aku memang menerima permintaan maaf mu. Tapi itu karena aku terpaksa, kalau bukan karena dua orang tua kita yang memaksa! Grace, aku salah.. seharusnya aku mengakhiri hubungan ini dari awal." Sam menatap tajam istrinya.


"Tidak Sam!"


"Kamu menjebak ku untuk tidur denganmu sampai dua kali. Hingga kamu hamil anak kita, aku bisa bertahan selama ini karena anak kita dan kedua orang tua kita. Kini kedua orang tua kita sudah tiada, maka tidak ada alasan lagi untuk kita bersama! Kamu bisa cari pria lain,"


Aku tidak mau hidup dengan paksaan lagi, aku ingin kembali pada jalanku. Menemukan cinta sejati ku, Fayra.


"Kumohon jangan seperti ini Sam! Kita akan bersama selamanya! Kita akan bersama!" Grace memegang tangan suaminya, seraya memohon pada Sam untuk tidak menceraikan nya.


"Grace Amartha Zavier, hari ini aku talak kamu! Aku ceraikan kamu!" Sam menatap istrinya tanpa rasa bersalah.


Hati Grace hancur mendengar ucapan lugas dari suaminya. Air mata itu terus mengalir membanjiri wajah dan tangannya.


"Hiks..jangan Sam, jangan ceraikan aku.. kumohon..aku cinta kamu Sam.."


Aku menyesal Grace, aku menyesal saat itu aku tidak memilih Fayra. Seandainya saja dulu aku lebih berani di depan kedua orang tua ku, mungkin aku dan Fayra tidak akan pernah berpisah.


"Aku minta maaf Grace, aku tidak bisa menepati janjiku pada mendiang ayahmu!" Sam menatap Grace dengan kasihan.


#Flashback


12 tahun yang lalu..


Pernikahan Grace dan Sam diatur oleh dua keluarga besar. Antara keluarga Hirata dan Zavier. Sam yang selalu patuh pada orang tuanya, hari itu membangkang dan menolak dijodohkan.


"Pa, ma! Kalian tau kan aku sudah punya kekasih! Dan aku berniat menikahinya! Kenapa papa dan mama masih mau menjodohkan ku dengan gadis lain?" Sam protes pada kedua orang tuanya, menolak untuk dijodohkan dengan Grace.


"Sam, ini bukan hanya sekedar perjodohan. Tapi janji dua keluarga, papa dan papa nya Grace sudah berjanji untuk menikahkan kalian berdua. Dan dari dulu, keluarga kita sudah mengikat janji pernikahan. Selain itu, bisnis keluarga kita bergantung pada keluarga Zavier!" ucap seorang pria yang disebut sebagai papa Sam.


"Sudahlah Sam, kamu nurut saja!" ucap mama nya membujuk.


Sam sempat marah, dia melarikan diri dari rumah dan pergi ke rumah Fayra. Untuk menumpahkan kekesalan nya, dia berharap Fayra akan menghibur nya.


Pria itu bersandar di bahu Fayra dengan wajah galau. Fayra tersenyum dan menghibur kekasihnya.


"Sam, ada apa? Tumben kamu murung begini?" tanya Fayra cemas melihat kekasihnya yang tiba-tiba menjadi pendiam.


"Gak apa-apa sayang, aku cuma suntuk sama masalah tugas kampus aja." Sam kembali memaksakan senyuman nya. Dia tak mampu bicara jujur pada Fayra tentang perjodohan itu.


Maaf Fay, aku belum bisa mengatakan nya sama kamu.


"Benaran karena itu?" tanya Fayra tidak yakin bahwa tugas kampus adalah penyebab kegalauan hati Sam.


"Iya sayang, beneran kok. Karena itu tolong peluk aku, hibur aku ya!" pinta nya manja, dengan tangan melingkar di tubuh Fayra.


"Hehe, kamu ini kaya anak kecil deh. Manja banget," Fayra tersenyum lebar sambil mengelus kepala kekasihnya.


Ketika Sam sedang bersama Fayra, setelah 3 hari lamanya dia melarikan diri dari rumah dan tinggal sendiri apartemen. Sebuah telpon membuat Sam pergi meninggalkan apartemen nya.


"Sam kemana ya? Baru saja ku buatkan makanan untuknya, pintunya juga tidak ditutup. Dasar dia ceroboh sekali," Fayra menggelengkan kepalanya, dia menutup pintu apartemen Sam dan menyimpan makanan itu di meja.


Dia melihat ada note di meja, yang mengatakan bahwa Sam mengajaknya berkencan pada hari jadian mereka yang ke 7 di sebuah cafe. Fayra tersenyum lebar, dia sangat senang karena kekasihnya mengajak dia kencan.


Sam sendiri sedang berada di rumah sakit, dia mendatangi orang tua Grace yang kecelakaan. Mama Grace meninggal dunia ditempat, dan saat itu lah papa Grace yang masih hidup walau dalam keadaan sekarat, menitipkan Grace pada Sam.


"Samuel..tolong jaga anak om ya, Grace tidak punya siapa-siapa lagi..tolong berjanji sama om, kamu akan selalu menjaga anak om.." pria yang sedang sekarat itu menggenggam tangan Sam.


Sam berada di dalam dilema, dia melihat Grace menangis sendirian terisak-isak melihat papanya. Sam kasihan, akhirnya dia pun berkata pada papa Grace," Baik om saya akan menjaga anak om, saya janji!"


"Papa!! Papa..!" Grace memegang tangan papa nya, dia menangis terisak.

__ADS_1


"Terimakasih Sam.. saya percaya kamu bisa.." Papa Grace tersenyum dan menghembuskan napas terakhir nya.


Sam dan Grace akhirnya bertunangan. Mereka bertemu di sebuah cafe di Paris, dengan diwakilkan oleh paman dan bibi Grace, Sam dan Grace menetapkan tanggal pernikahan. Grace terlihat sangat senang, tapi Sam terlihat sebaliknya.


Baiklah, setelah 2 bulan pernikahan..aku hanya perlu bercerai dan menjelaskan semuanya pada Fayra.


Sam, aku bahagia sekali kita akan menikah. Walau aku tau kamu belum ada perasaan padaku. Grace menatap pria disebelah nya dengan penuh cinta.


Saat itulah Fayra melihat Sam, dia langsung memutuskan hubungan nya dengan Sam saat itu juga dan menghilang dari kehidupan Sam. Awalnya Sam marah pada Grace, tapi dia menghargai kedua orang tua Grace dan janjinya. Mereka pun menikah, pada saat malam pernikahan..


"Grace, kamu tau kan ada seseorang di dalam hatiku? Jadi aku tidak bisa menjalankan kewajiban ku sebagai suami, kamu bisa meminta yang lain tapi tidak dengan nafkah batin yang tidak bisa aku berikan untukmu, ataupun cinta.." Sam mengatakan itu di malam pernikahan nya.


"Aku mengerti Sam," jawab Grace sambil mengangguk patuh.


Tiba-tiba saja saat Sam akan melangkah ke kamar mandi, kepalanya terasa berputar-putar. Dia melihat sosok Fayra di depannya.


"Fay.."


"Sam..aku minta maaf, aku ingin memilikimu," ucap Grace sambil membuka baju suaminya.


"A-Apa yang kamu lakukan Grace?! Kamu masukan apa ke dalam minuman ku?!" Sam kesulitan menopang dirinya.


Pelan-pelan Grace membaringkan tubuh Sam ke ranjang. Sam berada di dalam pengaruh afrosidak yang keras. Grace mencium suaminya sambil menangis. Baginya cara ini adalah cara yang bisa membuat Sam menjadi milik nya selama nya.


Dan benar saja, setelah malam itu Grace hamil. Membuat Sam tidak bisa menceraikan nya. Dia terpaksa bersikap baik di depan ibu dari anaknya, tapi tidak ada cinta di hatinya. Semua itu hanya pura-pura. Sam menganggap kalau cinta Grace adalah jebakan untuk mengikatnya.


#End Flashback


Sam meninggalkan rumah itu, meninggalkan istrinya yang menangis tidak mau melepaskannya. Tak lama setelah kepergian Sam, Grace terlihat emosi dan sedih.


"Awas saja, kalau aku menemukan wanita itu! Arghhh!!!" Teriak Grace frustasi.


****


Di restoran tempat Fayra bekerja. Dia terlihat galau dan terus melamun. Sejak malam panas bersama Sam, dia tidak bertemu lagi dengan pria yang sudah mengambil kesucian nya.


Hanya saja hal terakhir yang dikatakan Sam padanya adalah, "Fay, tunggu aku! Aku akan membereskan semuanya dan bertanggungjawab untuk kamu"


Apa yang kamu pikirkan Sam? Kamu pria yang sudah beristri? Kamu sudah punya anak, masih saja kamu memikirkan untuk bersama dengan ku?


"Bu Fayra?"


"Apa Bu Fayra tidak apa-apa? Dari tadi Bu Fayra melamun saja?" tanya Sulis salah satu pelayan di restoran itu. Dia menatap bos nya dengan cemas.


"Ah, saya gak apa-apa kok. Cuma lagi kepikiran sesuatu aja,"


"Saya tahu nih.. apa Bu Fayra sedang memikirkan pacar Bu Fayra ya?"tanya pegawai lainnya sambil tersenyum.


"Pa-car?"


"Iya, cowok ganteng yang waktu itu berdiri di depan restoran dan pegangan tangan sama Bu Fayra."


Fayra tersentak kaget mendengar nya, dia menyangkal bahwa pria yang dilihat para karyawan nya bukanlah kekasihnya. Setelah itu Fayra berfikir dalam-dalam mengenai kepulangan nya ke Jakarta.


Zayn sudah kembali ke Inggris, apakah dia harus pergi juga kesana?


Fayra dalam perjalanan pulang ke rumah Tisha. Di dalam perjalanan, dia menerima telpon dari Tisha.


"Ya Tisha?"


"Kak, maaf ya hari ini aku menginap di rumah kak Ray bersama Rasya. Jadi kakak hanya sendirian saja di rumah, gak apa-apa kan?" ucap Tisha memberitahukan pada Fayra.


"Iya gak apa-apa. Tapi aku merasa gak enak nih. Aku belum memberikan kalian hadiah pernikahan, habisnya kalian menikah dadakan sih!" Fayra tertawa kecil.


"Hehe gak apa-apa kakak, maaf juga kemarin gak ngundang kakak. Acaranya dadakan banget kak,"


Mendengar suara Tisha yang terlihat bahagia, membuat Fayra senang. "Langgeng ya kamu sama Raymond. Aku doakan kalian selamanya bersama, jangan berpisah lagi..."


Jangan seperti aku dan Sam.


"Iya Kakak, Aamiin.. aku juga berdoa kalau kakak akan segera mendapatkan cinta kakak." kata Tisha mendoakan dengan tulus untuk kebahagiaan Fayra yang diusianya mencapai 29 tahun, dia belum mendapatkan suami.


"Sayang, biar aku bicara sama kakak Fayra mu itu!" ucap Ray pada istrinya.


"Mau apa?"tanya Tisha sambil menoleh ke arah suaminya.


"Berikan saja dulu!" Ray menadahkan tangannya. Mengambil ponsel Tisha kemudian bicara dengan Fayra sementara Tisha pergi ke dapur untuk memasak makan malam, "Heh! Apa kamu mau cepat nikah?"


"Pertanyaan macam apa itu?"

__ADS_1


"Jawab aja!"


"Ehm.. iya," jawab Fayra bingung.


"Aku ada kenalan pria lajang, aku pikir dia cocok dengan wanita galak seperti mu." ucap Ray teringat seorang temannya.


"Kamu bilang aku wanita galak??!" Fayra tersentak kaget.


"Udahlah, nanti aku kirim nomornya. Kamu temui dia ya, aku melakukan ini karena aku gak mau kamu berkeliaran di sekitar istri dan anakku lagi!" kata Ray ketus dan dingin.


"Hah?! Kamu ini.."


"Oke, itu saja yang mau aku sampaikan," ucap Ray tanpa basa-basi.


"Tunggu dulu, aku belum selesai bicara!"


"Ya, ada apa?" tanya Ray.


"Jangan pernah mengkhianati Tisha, jangan pernah menyakiti Tisha! Awas saja kalau kamu punya wanita lain di luar sana, atau membuat Tisha dan Rasya ku sedih! Aku akan membunuhmu!"


"Aku tidak akan membiarkan mu melakukan nya. Tapi, ucapan mu lebih kejam dari sepupu mu itu ya," Ray menyunggingkan senyuman sinisnya.


"Ingat itu baik-baik ya! Kamu harus membuat mereka bahagia, selama enam tahun ini kebahagiaan mereka tidak sempurna," ucap Fayra tulus dari dalam lubuk hatinya.


"Maka tugasku untuk menyempurnakan nya." jawab Ray.


"Benar. Raymond, aku terima tawaran mu!" Fayra setuju dengan tawaran Ray untuk menjodohkan nya.


Mungkin sudah saatnya aku mencari jodoh, dengan begini aku bisa terlepas dari Sam dan perasaan terlarang ini.


"Ya, aku akan segera kirim nomor ponsel dan foto nya." Ray tersenyum tulus membantu Fayra.


"Makasih sebelumnya.."


Ternyata si Raymond ini baik juga. Tisha, Rasya, semoga kalian bahagia.


Malam itu di rumah lama yang pernah ditempati oleh Ray dan Tisha selama menikah. Terasa begitu hangat dan gaduh pada saat jam makan malam. Ketika kedua orang pria tengah berebut telur ceplok.


"Kamu sudah makan satu, masih mau minta punya papa?" Ray mengerutkan keningnya ke arah Rasya.


"Tapi aku mau lagi telurnya!" Rasya menatap papa nya dengan keras kepala dia ingin telur ceplok di atas nasi goreng milik Ray.


"Kamu minta buatkan lagi aja sama mama mu, sana!" Ray langsung memakan lahap telur ceplok miliknya.


"Papa...papa jahat! Aku mau telur ceplok yang setengah matang itu!" Rasya merengek pada mama nya.


"Ya ampun kalian tuh kenapa sih? Gara-gara telur aja bisa ribut-ribut gini! Rasya mama masakin lagi aja ya, kamu juga kak...bukannya ngalah malah sama-sama keras kepala!" Wanita itu menepuk jidatnya, geram dengan kelakuan dua jagoan di dalam rumah itu.


Tingkah mereka berdua sebelas dua belas, sama-sama kekanakan. Keributan itu belum berakhir, ketika Rasya merengek meminta dibuatkan teh susu yang sama dengan milik papa nya.


"Mama, aku mau teh susu punya papa!" Rasya menunjuk pada teh susu yang sedang diteguk oleh Ray.


"Rasya, kamu tuh kenapa sih hari ini banyak merengek!"


Kenapa anak ini seperti nya menganggap ku saingan ya?


"Pokoknya aku mau teh susu punya papa,"


"Gak mau, ini punya papa!"


Wajah Tisha memerah mendengar perdebatan anak dan suaminya, kemudian dia mengambil gelas yang ada ditangan Ray lalu meneguk semuanya sampai habis.


"Kalian bisa berhenti gak! Kepalaku mau pecah!! Kalau kalian mau teh susu, buat saja sendiri!" teriak Tisha marah-marah.


Ray dan Rasya bengong terdiam, melihat Tisha yang marah.Tisha cemberut dan melangkah pergi dari ruang tamu dan menuju kamarnya.


Jebblakkk !!!


"Mode galak mama, on kembali!" seru Rasya.


Ray hanya mengangguk pelan dan menatap pintu yang ditendang oleh Tisha.


...----***---...


Sambil nunggu up novel ini, mampir dulu ke novel satu ini yuk 😍


Oh ya mulai besok, novel ini up jam 10 pagi ya..


__ADS_1


__ADS_2