
...πππ...
.
.
"Oh ya, hari minggu? Aku lupa.. apa kamu akan menginap disini?" tanya Ray pada Tisha.
"Hem.. seperti nya tidak juga, tapi besok pagi aku akan kesini lagi" Tisha bersiap untuk pulang dan menggandeng tas selempang nya.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang" kata Ray sambil tersenyum dan beranjak dari ranjang nya.
"Kamu kan sedang sakit, aku dan Rasya bisa pulang sendiri" kata Tisha sambil mendorong pelan tubuh Ray ke ranjang.
"Ayo ma kita pulang, aku lupa belum mengerjakan PR" ajak Rasya kepada mamanya.
"Iya sayang, kak.. aku pulang duluan. Kamu istirahat lah" kata Tisha sambil tersenyum lembut.
Senyuman rambut yang jarang dilihat oleh Ray itu membuatnya terpana, sikap Tisha dan kata-kata Tisha juga menunjukkan perhatian nya. Kemana sikap jaim Tisha? Sudahlah, lebih baik Ray tidak bertanya lagi. Yang penting Tisha sudah melunak padanya. Kelembutan Tisha membuat Ray nyaman, dan memperkuat dirinya untuk segera melamar Tisha.
Pernikahan mereka dulu atas dasar kontrak, tidak ada acara lamaran, pertunangan, apalagi lamaran romantis. Mereka menikah dengan suasana yang kurang menyenangkan, kali ini Ray ingin menciptakan kenangan yang indah dan berkesan untuk Tisha dan pernikahan mereka kelak.
Cekret..
Andrew dan Grace sudah berada di depan pintu, mereka bermaksud untuk menjenguk pak Faisal. Alangkah terkejutnya Grace, begitu dia melihat sosok wanita yang dinyatakan telah tiada 6 tahun lalu itu berada di depannya dalam keadaan masih hidup.
"Kamu.. Latisha, kamu masih hidup?!"tanya Grace dengan mata membulat terkejut, tangannya menutup mulut yang menganga itu.
Andrew juga tak kalah kagetnya, dia mengenali wajah Tisha sebagai mantan istri sahabatnya.
"Bu Grace!!" sapa Tisha pada wanita cantik itu, dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Aku sebelumnya tidak percaya pada Sam yang mengatakan kalau kamu masih hidup, tapi ternyata ini sungguhan. Dan kamu bersama seorang anak??" Grace tersenyum bahagia, dia melihat seorang anak disamping Tisha yang mirip dengan Ray.
__ADS_1
"Iya Bu, saya masih hidup" jawab Tisha
Grace yang tadi ingin menanyakan suaminya menjadi lupa karena dia senang bertemu Tisha dan Rasya disana. Akhirnya, Tisha dan Grace mengobrol sedikit. Tisha menceritakan tentang kehidupan nya selama 6 tahun ini, dan mengurus Rasya sendirian.
Sementara disisi lain Andrew sedang mengobrol dengan Ray.
"Aku senang sekali, ternyata kamu masih hidup. Dan kamu bersama anak kamu juga.. ya ampun, lucu sekali" kata Grace sambil tersenyum pada Rasya.
"Rasya, kamu belum salam sama Tante Grace.." kata Tisha pada anaknya.
"Oh iya ma, Rasya lupa" Rasya menepuk jidatnya, anak kecil itu langsung mencium tangan Grace dengan sopan dan memperkenalkan dirinya. "Hai Tante dalam kenal, nama saya Rasya"
"Hai Rasya, kamu bisa panggil Tante..Tante Grace" Grace tersenyum ramah pada anak itu.
Grace terlihat senang bertemu dengan Tisha, di meminta Tisha untuk memanggil nya kakak seperti dulu. Dia juga meminta Ray untuk jangan pernah melepaskan Tisha dan anaknya lagi.
"Tenang saja Grace, kali ini aku akan mengikat mereka dengan kuat. Supaya mereka tidak bisa melarikan diri" kata Ray pada Grace,sambil melirik pada Tisha dan Rasya.
Tatapan Ray pada nya membuat jantung Tisha berdegup kencang.
"Tentu saja, mereka ada hidupku sekarang dan selamanya" Ray menatap Tisha dan Rasya penuh cinta, kasih sayang.
Kali ini aku tidak akan kehilangan kalian lagi, aku akan melakukan apapun agar kalian tetap bersama denganku.
****
3 hari kemudian, keadaan pak Faisal masih sama. Dia masih berada dalam keadaan koma, selama 3 hari itu juga Tisha dan Ray menjadi semakin dekat. Dean dan Daniah juga rajin mengunjungi rumah sakit untuk menjaga pak Faisal. Mereka bergantian menjaga pak Faisal secara sukarela.
Suatu hari, Tisha dan Ray sedang menjaga pak Faisal berdua di ruang rawat itu. Mereka sedang makan siang bersama dengan makanan yang dibawa oleh Tisha.
"Rasanya enak sekali, seandainya aku bisa merasakan makanan ini setiap hari"
"Aku akan memasak untuk kakak, kalau kakak mau" jawab Tisha sambil menyeruput jus lewat sedotan.
__ADS_1
Ray langsung menoleh ke arah Tisha, dia benar-benar dibuat terpukau dengan sikap lembut Tisha akhir-akhir ini.
"Tisha, sebenarnya mengapa sikap kamu tiba-tiba menjadi baik? Aku bukannya tidak senang dengan sikapmu ini, tapi aku hanya heran" Ray tidak bisa menahan rasa penasaran nya lagi, dia bertanya pada Tisha apa yang membuat wanita itu berubah.
"Hiks..hiks.." Tisha malah menangis.
"Eh? Kenapa kamu nangis?" tanya Ray panik melihat wanita itu tiba-tiba menangis.
"Aku minta maaf, aku minta maaf sama kamu.." Tisha menangis, menyesal bahwa dia sudah tidak percaya pada kesetiaan Ray di masa lalu.
"Minta maaf? Kenapa? Memangnya kamu salah apa?" Ray menyeka air mata Tisha dengan tangan nya yang lembut. Tatapan nya menyiratkan kecemasan pada Tisha.
"Karena aku tidak percaya pada kakak, karena aku serakah mengharapkan cinta kakak. Saat kita menikah harusnya aku tahu diri, kalau pernikahan kita cuma kontrak yang jelas-jelas tidak ada perasaan apapun. Tapi, aku malah mengharapkan cinta dari kakak, hal yang gak seharusnya aku harapkan. Dan aku minta maaf.. karena aku tidak percaya kalau kamu setia padaku, Bu Zevanya sudah mengatakan segalanya kalau kamu tidak melakukan hal itu dengannya.. aku minta maaf kak.." Tisha mengatakan segala yang ada di dalam hatinya, penyesalan dan maaf nya untuk masa lalu.
Ray tersenyum bahagia, kemudian dia memeluk Tisha. Ada perasaan lega di dalam hatinya karena dia dan Zevanya tidak melakukan hal diluar batas. "Sudahlah, jangan minta maaf lagi.. itu semua kan udah terjadi, lagipula kamu sudah tau kebenaran nya. Kita juga sudah saling memaafkan dan menyesal untuk masa lalu. Sebaiknya kenangan itu kita lupakan saja, mari kita mulai semuanya dari awal"
Tisha mengangguk, dia berada di dalam dekapan Ray yang hangat, "Iya, mari kita mulai dari awal kak"
"Iya.. kalau gitu kamu jangan nangis lagi ya" Ray mengelus kepala Tisha. Pada akhirnya semua kebenaran terungkap, tidak ada lagi yang bisa menghalangi mereka berdoa untuk kembali bersama. Apa yang mengganjal di hati Tisha sudah tersingkap dan tersingkir, dengan kata maaf.
Tisha melihat ke arah pak Faisal, sekilas dia melihat tangan pak Faisal bergerak. Tisha langsung melepaskan dirinya dari pelukan Ray, dan menghampiri sang kakek dengan buru-buru.
"Tisha, ada apa?" tanya Ray heran karena Tisha melepaskan pelukannya begitu saja.
"Kak, lihat ini! Kakek, tangan kakek bergerak!" Tisha heboh, melihat jari pak Faisal bergerak perlahan.
"Serius kamu?!" Ray mendekati Tisha dan pak Faisal.
Perlahan-lahan Pak Faisal membuka matanya.
"Kakek!!" Tisha dan Ray memanggil pak Faisal yang baru saja siuman dari komanya itu.
...---***---...
__ADS_1
Mohon maaf ya agak telat up nya, author baru pulang dari dokter anak π₯Ίπ₯Ίπ· Besok dilanjut lagi ya π€§ maafkan segini duluππ
Thanks for vote, gift like dan komen kalian yaπ₯Ίππ