Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 147. Parfum wanita


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Fayra mendorong Sam lalu menamparnya, dia bahkan mengambil air di dalam gelas, kemudian dia menyiramkan air itu pada wajah Sam.


"Fay! Apa yang kamu lakukan?!" Sam mulai kembali menjadi dirinya sendiri, dia memegang kepalanya yang pening.


"Kamu mabuk! Kamu gila dan kamu tidak sadarkan diri. Kamu tidak ingat dengan anak istrimu di rumah? Dasar pria bodoh!" Fayra mengusap basah dibibir nya, dengan jijik. Bibir yang baru saja dicium oleh Sam.


"Fayra aku serius, aku masih cinta sama kamu Fay. Aku menikahi Grace karena aku terpaksa, orang tua ku menjodohkan ku dengan dia.. aku masih mencintaimu sampai sekarang Fay.." Sam menatap wanita itu penuh harapan.


"Terus apa? Kamu masih mencintaiku lalu bagaimana? Apa kamu akan mengejar ku?! Jangan gila ya kamu, kamu ada anak sama istri Sam!" Fayra marah-marah pada mantan kekasihnya itu, dia tak habis pikir dengan sikap Sam yang kekanak-kanakan.


"Aku akan menceraikan dia, aku akan meninggalkan anak dan istriku untuk kamu Fay" Sam bersedia menceraikan Grace untuk Fayra.


"Sam, kamu mabuk.. harusnya kamu berfikir jernih!" Fayra menunjuk pada wajah Sam dengan emosi. Dia tidak mau jadi pelakor karena merusak rumah tangga Sam, walau dalam hatinya dia memang masih mencintai pria itu.


"Kalau kamu gak percaya, aku akan buktikan sama kamu.. bahwa aku tidak main-main" Sam memegang dadanya, dia berkata dengan sungguh-sungguh.


"Lupakan aku Sam, kita sudah menjadi masa lalu! Dan aku harap kita gak akan pernah ketemu lagi" Fayra membalikkan badannya, dia masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rapat-rapat.


Mata Fayra berkaca-kaca, dia menangis. Mengingat masa lalu nya bersama Sam, tujuh tahun bukan waktu yang sebentar bagi Sam dan Fayra merajut cinta. Dari awal pertemuan mereka sampai menjadi sepasang kekasih, bersama-sama mereka menjalani pendidikan di luar negeri.


"Kenapa Sam? Kenapa aku harus melihat mu lagi? Kenapa kamu seperti ini?" Fayra menangis, dia memegang dadanya. Kenangan tentangnya dan Sam sulit sekali dia lupakan, lalu Sam malah muncul dan mengatakan hal yang membuat hatinya goyah. Alasan Fayra belum menikah di usianya yang memasuki 28 tahun itu karena dirinya masih ada rasa pada Sam.


Fayra duduk bersandar di pintu. Sementara Sam masih berdiri di depan pintu itu, "Fay, aku tau kamu masih ada disana.. dengarkan aku baik-baik Fay, aku cinta sama kamu. Aku akan melakukan segala cara untuk kembali bersama kamu.. aku minta maaf karena dulu aku meninggalkan mu, sekarang aku tidak akan melakukan nya lagi.." Sam memegang pintu itu, dia menangis dan menyesal karena dulu memilih dengan Grace daripada mempertahankan cinta nya pada Fayra.


Fay, aku akan segera membereskan urusan ku dengan Grace. Jadi, kamu harus menungguku.. bersabarlah sebentar lagi.


Sam meninggalkan tempat itu, dia mengendarai mobilnya dengan perasaan galau. Sesampainya di rumah, Sam disambut oleh istrinya.


"Sayang, kok kamu baru pulang?" tanya Grace sambil tersenyum hangat pada suaminya, "Sayang? Kamu minum?" Lanjutnya bertanya.


"Iya sayang, malam ini ada klien yang minta ditemani minum. Jadi terpaksa aku temani dia minum dikit, maaf ya sayang" Sam merebahkan tubuhnya di sofa, dengan baju dan sepatu yang masih terpasang di kakinya.


Kenapa bau parfum perempuan ya?. Batin Grace mencium ada aroma parfum wanita pada tubuh suaminya.

__ADS_1


Grace melepaskan sepatu dan kaus kaki suaminya, dia juga membantu Sam melepaskan jas dan dasi nya yang tampak sesak itu. Bau parfum nya semakin menyengat ketika Grace mendekati suami nya.


"Sayang..."


"Ya?" jawab Sam dengan wajah lelahnya.


"Apa klien kamu wanita?" tanya Grace berhati-hati.


"Apa kamu sedang mencurigai ku?" tanya Sam sambil duduk tegap, dia menatap istrinya dengan marah.


"Curiga apa? Aku hanya bertanya, apa klien kamu adalah seorang wanita?" Grace terperangah melihat raut wajah suaminya yang marah tidak seperti biasanya.


"Klien ku laki-laki! " jawab Sam sambil memegang kepalanya. Dia berbicara dengan suara ketus, tidak seperti biasanya selalu lemah lembut pada Grace.


"Tapi aku mencium bau parfum perempuan, jadi aku pikir kalau..."


"Cukup Grace! Aku pusing, aku mau istirahat," Sam memotong ucapan Grace yang belum selesai.


Kalau saja aku tidak menikah dengan kamu, aku pasti sudah hidup bahagia dengan Fayra. Sam menatap istrinya dengan kesal.


Sam berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan langkah yang gontai, Grace membantu Sam dan memapahnya ke dalam kamar. Kemudian Grace keluar kamar, dia berniat mengambil air minum untuk suaminya. Milena, anaknya yang sudah beranjak remaja heran melihat sikap papa nya pada mama nya.


"Tumben papa marah marah sama mama? Kenapa ya?" Milena heran karena papanya yang tidak pernah marah-marah pada mama nya tiba-tiba saja marah seperti itu.


"Papa kamu pasti sedang lelah, makanya dia kaya gitu. Besok juga dia bakalan baik-baik saja kok" Grace berusaha tersenyum di depan putrinya.


Milena hanya terdiam mendengar ucapan Grace. Dalam hatinya, Grace tidak tenang karena Sam tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia tidak pernah membentaknya, selama mereka menikah.


Ada apa dengan suamiku?


****


Keesokan harinya, pagi itu Tisha sudah sibuk memasak di dapur. Dia tersenyum cerah dan terlihat lebih bersemangat. Dia bahkan membuatkan makanan untuk Fayra, Rasya dan Ray ke dalam kotak bekal.


Fayra dan Rasya duduk dan bersiap untuk sarapan pagi. Tisha menyiapkan roti dengan telur ceplok sebagai menu sarapan pagi itu.

__ADS_1


Berbeda dengan Tisha yang sedang berbunga-bunga, Fayra malah terlihat galau dan tidak bersemangat. Tentu saja itu karena kejadian semalam.


"Tante, mata Tante kenapa tuh? Di pipisin sama kecoa ya?" Rasya menatap mata Fayra yang bengkak.


Tangan Fayra bergerak mencubit gemas pipi Rasya, "Sembarangan aja ya!"


"Adududuh.. tantweee.. sakwittt" Rasya mengeluh kesal.


"Kak, kakak kenapa? Mata kakak sembab loh, apa kakak habis nangis?" Tisha menebak sembab nya mata Fayra karena dia habis menangis.


Ternyata sudah diolesi make up pun masih kelihatan sembab. Huh, aku harus bagaimana lagi menutupi nya? Sebelumnya Fayra sudah memakai make up tebal untuk menutupi sembabnya, tapi masih kelihatan.


"Aku.. ini karena aku sakit mata!" jawab Fayra sambil nyengir


"Haha, kelihatan banget bohongnya! Udah jelas-jelas karena habis nangis, mama bener tuh" Rasya tertawa terbahak-bahak, mendengar kebohongan Fayra.


"Ish! Anak kecil tau apa sih, kalau Tante bilang sakit mata ya Tante emang sakit mata!" Fayra meletakkan kedua tangan di pinggang nya.


Fayra dan Rasya berdebat layaknya anak kecil, sementara Tisha hanya menonton dan juga mendengar perdebatan itu.


Drett..


Dreet...


🎢🎢🎢


Ponsel Tisha berdering di atas meja makan.


Unknown number


...----****---...


Please support author dengan like, komen, gift dan vote ya 😍😍🀭


Mohon maaf komen kalian tidak dibalas satu satuπŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2