Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 88. Jambak


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Teriakan Zee sampai ke lantai dua tempat Tisha dan Rasya sedang tidur. Mereka berdua terbangun mendengar suara yang keras itu. Ray yang masih bangun dan duduk di sofa juga terkejut mendengar suara itu.


"Mama, itu suara apa sih? berisik banget" Rasya mengusap-usap matanya.


"Mama juga gak tau, kamu tunggu disini ya sayang, tidur aja lagi" Tisha tersenyum lembut pada putranya itu


Seperti nya aku tau itu suara siapa. Tisha terlihat kesal mendengar suara wanita yang berasal dari lantai bawah itu.


"Ya...ma" jawab Rasya patuh


Tisha beranjak dari ranjang nya begitu pula dengan Ray yang masih bangun bermaksud ingin menghampiri ke asal suara.


"Kamu juga mau keluar?" tanya Tisha pada Ray yang membuka pintu kamar itu.


"Tentu saja, orang yang menganggu tidur anak dan istriku harus mendapatkan pelajaran"


"Walaupun itu adalah mantan kekasih mu?" sindir Tisha pada Ray


"Tisha jangan mulai lagi" Ray menatap kesal ke arah Tisha.


"Itu kan memang faktanya" Tisha tak mau kalah bicara


"Ya sudah jangan dibahas lagi" ucap Ray pada Tisha


Dia masih saja mengungkit masa lalu.


Mereka berdua turun bersama-sama ke lantai bawah. Daniah, Dean, pak Faisal dan Bi Ani juga sudah ada disana. Terlihat Zee yang menerobos masuk ke rumah itu bahkan sebelum diizinkan oleh pemilik rumahnya.


"Raymond! Latisha! keluarlah!" teriak Zee


"Biar aku yang mengurusnya" ucap Ray pada Tisha yang akan maju menghampiri Zee


"Aku juga bertanggungjawab atas kenyamanan anakku" Tisha berjalan mendahului Ray menuruni tangga.


Kemarahan Zevanya semakin membuncah melihat Tisha dan Ray yang turun bersama. Zevanya menatap sinis ke arah Tisha.


"Ada apa kamu datang malam-malam begini dan menganggu tidur semua orang yang ada di rumah ini?" tanya Pak Faisal


"Ini gak ada hubungan nya sama kakek" jawab Zee


"Tentu saja ini ada hubungannya dengan saya karena saya adalah kepala keluarga di rumah ini dan kamu membuat keributan di rumah saya" jelas pak Faisal sinis

__ADS_1


"Kakek tua, bisakah kamu diam saja? sudah bau tanah masih saja banyak bicara!" seru Zee ketus pada pria tua itu


"Hey! kamu tidak sopan sekali pada papa ku, jaga mulutmu ya!" seru Dean sembari menunjuk ke arah Zee


Tisha dan Ray sampai di lantai bawah. Zeevanya mulai mengoceh lagi dan mengatakan hal-hal buruk pada mereka berdua. "Ray, hanya karena anak haram itu kamu menuntut ku sampai ke pengadilan?!"


"Siapa yang kamu panggil anak haram?" tanya Ray dengan mata tajam nya mengarah pada Zevanya


"Tentu saja anak si pelacur itu" Zee melirik ke arah Tisha seakan menyindirnya


"Haahh.. siapa yang kamu panggil pelacur?" Tisha mendengus kesal, "Seperti nya satu tamparan saja tidak cukup buat kamu ya Bu Zevanya"


"Kenapa? mau menamparku lagi? pelacur"


Kata-kata yang menyakiti hati Tisha itu membuat Ray marah. Tangannya melayang lebih dulu sebelum Tisha akan menampar Zee.


PLAK


Tamparan keras itu bukan hanya mengenai pipi Zevanya tapi juga mengenai hatinya. Pria yang dia cintai menamparnya. Daniah dan yang lainnya hanya diam saja menyaksikan itu.


"Raymond! kenapa kamu melakukan ini?! mana bisa kamu menampar seorang perempuan?!" Zee tidak habis pikir Ray berani memukul dirinya.


Zee masih terjebak dengan masa lalu mereka, saat dulu dia dan Ray masih pacaran. Ray tidak pernah sekalipun melakukan kekerasan padanya, justru sebaliknya Zee lah yang selalu membuat Ray tunduk kepadanya dan selalu berbuat salah pada Ray. Lalu kenapa kini Ray berlaku kasar padanya?


"Ray, anak itu belum tentu anak kamu! bisa saja anak haram itu adalah anaknya dengan pria bernama Zayn. Dia kan tinggal lama bersama pria itu, pasti mereka sudah melakukan hal itu" tuduhnya pada Tisha


"Apa yang kamu katakan adalah fitnah?!kenapa kamu bicara sembarangan?!" Tisha tidak terima dengan tuduhan Zee begitu saja


"Kenapa kamu marah? kalau itu tidak benar, harusnya kamu tidak marah kan?" tanya Zee dengan seringai di wajahnya


"Kamu.. benar-benar menyedihkan Bu Zevanya. Inilah sebabnya kak Ray meninggalkan mu, kamu benar-benar wanita yang buruk" Tisha tertawa sinis


Ray, Daniah, Pak Faisal terkejut melihat raut wajah Tisha yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


Tisha.. Ray terpana menatap ke arah Tisha.


Wanita penakut dan lembut itu, ternyata bisa menunjukkan wajah menyeramkan seperti itu?


Daniah lah yang lebih tersentak melihat sikap dan wajah Tisha. Tisha yang di kenalnya sebagai wanita lemah lembut kini sudah berubah menjadi wanita yang tegar dan kuat. Berbeda dari sebelumnya.


"Apa kamu bilang?aku? wanita yang buruk? kamu lah yang pelacur!! kamu merebut Ray dariku!!" bentak nya pada Tisha penuh amarah


"Bukankah kamu yang pelacur? kamu kan yang tidur dengan pria dengan status suami orang?" tanya Tisha sambil menatap Zevanya dengan berani

__ADS_1


"I-itu.." Zee terdiam, kesulitan untuk merangkai kata menjawab pertanyaan dan tuduhanTisha


"Kenapa diam? tidak bisa jawab? kehabisan kata-kata?" tanya Tisha tersenyum sinis pada wanita yang sudah menghina nya.


"Tetap saja! kamu yang lebih dulu merebut Ray dariku! jika saja kamu tidak menikah dengan Ray dan tidak menikah dengannya, aku pasti sudah bahagia bersama Ray" Zee sangat yakin dengan apa yang dia katakan


"Kak Ray, apa itu benar? apa aku adalah orang yang menghalangi hubungan kalian?"Tisha melirik ke arah Ray tanpa basa-basi


"Itu tidak benar, kamu bukan penghalang" jawab Ray tegas


"Kamu dengar itu Bu Zevanya? kak Ray bilang itu tidak benar" Tisha tersenyum menang


"Ini semua karena kamu, kalau kamu tidak menggoda Ray dengan membawa anak haram itu! Ray pasti sudah bersama ku sekarang!" Teriak Zee marah


"Kamu benar-benar bodoh, khayalan mu sungguh tinggi. Kenapa jadi menyalahkan ku dan anakku?! jelas-jelas pria ini sudah tidak mencintai kamu! dan kamu melampiaskan semuanya pada orang lain" Tisha berusaha menegaskan pada Zee agar dia tidak berharap lagi pada Ray.


"Tidak!! dia mencintaiku, dia masih mencintai ku kalau tidak ada kamu dan anak itu di dalam hidupnya!!"


Zee seperti kehilangan akal sehatnya, dia menghampiri Tisha dan menjambak rambutnya. Tisha tidak diam saja, dia juga menjambak balik rambut pendek Zee.


"Wanita pelacur!!"


"Kamu yang pelacur dasar jal*ng!!" teriak Tisha sambil menjambak rambut Zee dengan kencang. Dia sangat marah pada Zee.


Ray terpana, tak percaya bahwa Tisha bisa mengucapkan kata-kata kasar seperti itu pada Zee.


"Hentikan! hey! hentikan ini!!" teriak Pak Faisal mencoba melerai dua wanita yang sedang adu jambak itu.


"Tarik kata-kata mu itu! anakku bukan anak haram, dia anak ku dan kak Ray!"


"Tidak mau! dia anak mu dan pria liar itu!!' Zee tidak mau mengalah


"Si*lan!!" teriak Tisha marah.


Kedua nya sama-sama seperti anak kecil yang tidak mau mengalah. Ray berusaha menghentikan pertengkaran Zee dan Tisha, pada akhirnya prai itu terjatuh dan wajahnya tercakar.


"Ya ampun! pertengkaran wanita memang menyeramkan!" gerutu Ray sambil memegang wajahnya yang berdarah karena tercakar. Ray menatap kedua wanita yang masih belum berhenti adu jambak.


...---****---...


Hai Readers! mohon maaf up nya sedikit dulu, insyaallah nanti author akan crazy up di tahun baru..πŸ₯°πŸ₯° author sedang sibuk dengan urusan RL


Please komen, like dan vote dan gift nya ya ❀️πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2