Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 169. Dipersulit


__ADS_3

Dion berjalan menaiki lift bersama Tisha menuju ke ruangan Presdir. Mereka memencet tombol lantai paling atas.


"Pak Dion, apa pak presdir memanggil saya karena surat pengunduran diri yang saya serahkan sebelumnya?" tanya Tisha pada sekretaris itu.


"Seperti nya begitu." jawab Dion dengan senyuman ramah di bibirnya.


"Hem.." hanya begitu lah respon Tisha saat mendengar jawaban Dion.


Apa dia memanggilku karena dia tidak mau menerima surat pengunduran diri ku? Pasti begitu kan? Tisha sudah bisa menebak apa yang dikatakan oleh Ray sebelum nya.


#Flashback


Di depan gedung Apparel desain, Tisha dan Ray masih berada di dalam mobil. Rasanya Tisha malas sekali pergi ke kantor setelah mendengar cerita dari suaminya.


"Sayang, aku berangkat dulu.." Tisha mengambil tas selempang nya, dia juga berpamitan pada suaminya


Tangan Ray menahan tangan Tisha, "Tunggu dulu sayang!"


"Hem, ya?" ucap nya sembari duduk kembali di jok mobil.


"Dia pasti akan mencegah mu untuk mengundurkan diri, kalau itu terjadi pasti dia membahas kontrak, lalu dia akan membahas pinalti. Kamu iya kan saja, aku yang akan bayar semuanya." Ray bicara serius pada istrinya.


"Kamu mau menghamburkan uang lagi?" tanya Tisha merasa sayang dengan uang.


"Untuk mu dan Rasya aku bahkan rela kehilangan semua uangku!"


PLETAK


"Uhh!!"


Tisha menyentil kening suaminya dengan gemas. "Kalau kamu kehilangan semua uang mu, bagaimana kamu bisa menghidupi ku dan Rasya?! Bodoh!"


"Kamu berani menyebutku bodoh? Dasar wanita galak!" gerutu Ray kesal.


"Sudahlah! Sekarang katakan padaku, apa yang harus aku lakukan?" tanya Tisha langsung pada intinya.


"Intinya dia pasti akan mempersulit mu, dengan cara meminta pinalti, berapapun biayanya aku yang akan bayar. Kamu cukup bilang begitu saja, asal kamu bisa keluar dari perusahaan itu! Paham?" kata Ray mengingatkan istrinya.


Wanita itu mengangguk-angguk, kemudian dia memberikan kiss bye pada pipi suaminya sebelum dia berangkat ke kantornya.


#End Flashback.


Ting!


Pintu lift terbuka, mereka sudah sampai di lantai kantor Presdir. "Silahkan masuk Bu Tisha." ucap Dion mempersilahkan Tisha masuk ke ruangan Presdir.

__ADS_1


"Bapak mau kemana?"tanya Tisha yang heran melihat Dion melangkah pergi meninggalkan nya di depan pintu ruang presdir.


"Saya akan kembali bekerja." jawab Dion sambil melirik ke meja kerjanya yang tak jauh dari ruang presdir.


Tisha mengangguk, kemudian dia mengetuk pintu ruangan Derrick. "Masuk!"


Cekret..


Tisha masuk ke dalam ruangan itu, dia berjalan mendekati meja Derrick. Disana Derrick sedang duduk di kursinya, wajahnya menunjukkan betapa arogannya dia.


"Bapak memanggil saya?" tanya Tisha dengan suara datar.


Derrick tersenyum sinis, dia melempar surat pengunduran Tisha di meja. Tisha hanya melihat nya dengan cuek. "Apa apaan ini? Apa kamu mau mengundurkan diri?"


"Iya, saya memang mau mengundurkan diri." jawab Tisha dengan wajah masa bodoh nya yang cuek.


"Berikan alasan jelas kenapa kamu harus mengundurkan diri?" Derrick bertanya dengan kedua tangan menyilang di dada. Matanya menatap tajam wanita di depannya.


"Apa saya harus mengatakan alasannya? Kenapa?" wanita itu malah bertanya balik pada bos nya.


Wanita ini benar-benar menyebalkan. Derrick menyeringai, mata nya menatap kesal pada Tisha. Dia paling benci dengan orang yang ketika ditanya malah balik bertanya. Dia menunjukkan emosi nya pada Tisha dan menegur nya.


Dengan cueknya Tisha meminta maaf pada Derrick tanpa perasaan. Derrick semakin dibuat kesal oleh Tisha. Bagaimanapun tujuan dia mengambil alih perusahaan itu adalah untuk dekat dengan Tisha dan menyiksa orang yang dicintai oleh Ray.


"Hah!" Tisha tidak percaya, apa yang dikatakan Ray memang benar. Derrick tidak akan melepaskan nya dengan mudah, bagaimana pun juga rasa benci Derrick pada Ray tidaklah sederhana. "Kalau saya tidak mau memberitahu, bagaimana?"


"Maka aku tidak akan memproses pengunduran dirimu." jawab Derrick simple.


Wanita ini sangat arogan.


"Saya keluar dari perusahaan ini karena perintah suami saya. Saya ingin berbakti kepada suami dan patuh padanya, itu adalah tugas seorang istri." Tisha berusaha tersenyum lebar, kakinya sudah pegal karena terus berdiri.


Mengapa dia tidak memintaku duduk? Dia pasti sengaja!


"Hem.. alasanmu tidak masuk akal, maka pengunduran dirimu aku tolak!" Derrick merobek surat pengunduran itu di depan matanya.


Srek


Srek


Sobekan kertas itu berjatuhan di lantai.


"A-Apa?" Tisha terpana. "Woah! Apa yang anda lakukan? Anda pikir anda siapa? Saya yang berhak menentukan ingin bekerja disini lagi atau tidak?!" Kemarahan wanita itu meledak melihat sikap Derrick yang memancing amarahnya.


"Aku adalah Presdir perusahaan ini, dan kamu adalah bawahan ku. Cukup jelas kan?" tanya Derrick sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Kamu ingin keluar dari perusahaan ini? Tidak semudah itu! Derrick membatin.


Kenapa pria ini sama liciknya dengan kak Ray dulu ya?


"Di dalam kontrak yang kamu buat dengan pak Zayn Alterra, tertulis kalau kamu harus bekerja denganku selama 2 tahun. Ini baru 2 bulan dan kamu sudah minta Resign? Kamu tau konsekuensi nya?" Derrick membuka surat kontrak Tisha bersama perusahaan Apparel desain.


"Saya tau, denda sebesar 500 juta. Kalau itu yang anda inginkan, saya bisa membayar dendanya."


Maaf kak, tadinya aku tidak ingin menggunakan uangmu. Tapi sepertinya pria ini tidak mau melepaskan ku dengan mudah.


"Denda? Kamu pikir semuanya akan selesai dengan uang? Kamu persis seperti suamimu, selalu menggunakan uang untuk menyelesaikan segala nya!" Derrick menatap tajam ke arah Tisha. Memancarkan permusuhan yang sama dengan permusuhan antara dirinya dan Ray.


Ac yang dingin di ruangan itu menjadi tidak berguna, keadaan malah memanas diantara Tisha dan Derrick. Kemudian Tisha menasehati pria itu untuk bertindak profesional dan tidak membawa urusan pribadi ke perusahaan. Derrick tersinggung dengan ucapan Tisha kepadanya, dia semakin marah pada Tisha.


"Keluar kamu dari sini!" Derrick menunjuk ke arah pintu dengan emosi.


"Pembicaraan kita belum selesai pak, saya masih meminta persetujuan bapak untuk surat pengunduran diri saya. Saya akan buat surat pengunduran diri yang baru, kemudian bapak harus menandatangani nya." jelas Tisha cuek dan tidak mau tau.


"Aku bilang keluar!" teriak Derrick marah.


"Seperti nya bapak tidak bisa bicara dengan kepala dingin, baiklah saya akan keluar."Tisha tersenyum dingin, dia membalikkan badannya. Melangkah pergi menuju ke ke arah pintu. Tiba-tiba dia terhenti ditengah jalan, dia membalikkan badannya ke arah Derrick yang masih mendengus kesal. "Apa?!" Tanya Derrick keras.


"Tidak baik hidup dalam masa lalu dan menyalahkan orang lain. Memang sakit rasanya ketika kita kehilangan orang yang kita cintai, tapi hidup terus berjalan. Orang yang sudah tiada tidak akan pernah bisa kembali lagi, kita sebagai orang yang masih hidup hanya bisa mendoakan nya. Percayalah pak, kalau bapak terus seperti ini.. hanya akan membuat bapak semakin hancur, karena saya pernah mengalami hal yang serupa. Dia, tidak akan bahagia melihat bapak seperti ini! Jadi saya mohon, maafkanlah yang sudah terjadi.."


"DIIIIAAMMMM!!!!" teriak Derrick sambil melempar beberapa barang di meja nya ke arah Tisha.


BRUK


PRANG


Derrick yang emosional tak sengaja melempar vas bunga ke wajah Tisha. Hingga membuat wajahnya tergores, pecahan vas bunga itu bahkan mengenai kaki nya.


"Awww!!" Tisha melihat kakinya berdarah, dia memegang wajahnya yang berdarah.


Mendengar keributan di dalam ruangan Presdir membuat Dion dan kedua bodyguard Derrick datang ke ruangan itu.


"Kalau bapak tidak setuju dengan surat pengunduran diri saya! Saya akan menuntut bapak ke pengadilan, dan ini adalah buktinya!" Tisha balik mengancam pria itu dengan kesal.


"Ada apa ini pak?" tanya Dion bingung melihat ruang presdir yang berantakan.


Dia berjalan dengan kondisi terluka dan masuk ke dalam lift. Sementara Derrick duduk di bangkunya, di kepalanya masih terngiang-ngiang ucapan Tisha.


Tidak! Dendam ini tidak boleh berakhir dengan maaf, aku akan membalas Raymond! Atas nyawa yang sudah dia hilangkan dengan kejam!


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2