Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO
Bab 111. Dissapointed


__ADS_3

...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Melihat Ray ada di ambang pintu ruangan itu, Tisha buru-buru mendorong Zayn yang memeluknya. Ray berusaha menahan kesalnya ,melihat Tisha berpelukan dengan Zayn.


Zayn sendiri kecewa karena Tisha mendorong nya. Tisha terlihat panik saat Ray masuk ke dalam ruangan itu, dia tidak ingin Ray salah paham padanya.


Tisha mendorongku?. Zayn terpana


Sebelum aku marah, Tisha sudah melepaskan pelukannya. Aku tau dia akan melakukan itu, aku juga akan menahan diriku. Ada kalanya bersikap lembut untuk mendapatkan apa yang diinginkan. batin Ray yang entah merencanakan apa.


"Maaf, aku menganggu kalian ya? aku hanya ingin membawakan makanan untuk anakku dan Tisha" ucap Ray dengan suara yang tenang, padahal dalam hatinya kesal. Ray meletakkan keresek berisi makanan itu di sofa.


"Meng-mengganggu apanya? tidak kok" jawab Tisha gugup


"Kalau kalian ingin mengobrol, silahkan saja. Tapi jangan mengobrol disini, takutnya Rasya terbangun karena suara kalian" kata Ray sambil duduk di samping putranya yang masih tidur


Zayn tersenyum, "Hah! dia mau bermain tarik ulur ya? mau terlihat baik di depan Tisha? kita lihat saja berapa lama kamu bisa bertahan berpura-pura menjadi malaikat"


"Baiklah, kalau begitu aku akan membawa Tisha keluar. Kami akan bicara, tidak masalah kan?" tanya Zayn sengaja memanfaatkan ucapan Ray yang seolah memberinya peluang.


Kurang ajar! apa dia sedang memanfaatkan situasi?. Ray mengepal tangannya dengan gemas


Melihat Ray yang biasa saja dan tidak terlihat cemburu, Tisha agak sedikit kecewa. Dia pun pamit pada Ray untuk bicara sebentar dengan Zayn di luar ruang rawat Rasya.


"Kalau begitu aku titip Rasya sebentar kak" ucap Tisha pada mantan suaminya itu dengan suara yang dingin


"Ya baiklah, kamu bisa mengobrol dengan nya selama yang kamu mau.. aku yang akan menjaga Rasya" Ray memaksakan senyuman di depan Tisha.


"Cih!" gumam Zayn sambil tersenyum tipis


"Baik, memang banyak yang ingin aku bicarakan dengan Zayn. Kalau begitu, aku pergi ya...kalau Rasya sudah bangun, beritahu aku" ucap Tisha dengan suara tegasnya.


Dia terlihat biasa saja dan tidak marah, haihh ya sudahlah. Kenapa juga aku kecewa? Tisha tidak mengerti hatinya kenapa dia kesal.


"Iya ,nanti aku kasih tau" Ray tersenyum lebar


Sabar Ray, sabar. Tunjukan kalau hatimu besar dan kamu sudah berubah.


Dia bahkan tersenyum saat aku ingin bicara dengan pria lain, jadi dia tidak cemburu. Tisha kesal


"Tisha, kita bicara di balkon saja ya. Disana tidak ada orang yang akan memperhatikan" kata Zayn


"Baik Zayn" jawab Tisha sambil tersenyum


Zayn memegang tangan Tisha dan memapahnya karena kaki Tisha masih sakit akibat luka bakar itu. Melihat tangan Tisha disentuh oleh pria lain, dan melihat Tugas tersenyum pada nya, membuat hati Ray terbakar. Namun, dia berusaha untuk tidak marah di depan Tisha.


Zayn dan Tisha keluar dari ruangan itu. Barulah setelah mereka pergi, Ray marah-marah sendiri. Menggerutu kesal pada kedua orang yang baru saja keluar dari ruang rawat itu.


"Haihh.. menyebalkan sekali, ternyata pura-pura baik dan sabar itu sungguh menyakitkan batin. Aku jadi membatin karena ini, tapi aku harus sabar sampai akhir. Kalau aku marah dan memukul si brengs*k itu sama seperti sebelumnya, Tisha akan marah padaku dan tidak mau bicara denganku lagi. Aku sudah sampai pada langkah ini, tinggal sedikit lagi untuk mendapatkan kepercayaan nya dan aku tidak mau menghancurkan nya begitu saja karena sikapku" gumam Ray sambil duduk di sofa empuk itu, dia membuka keresek makanan yang dibawanya.


Di dalam kotak makan itu ada kwetiau goreng yang masih panas dan minuman yang taburi coklat dan keju kesukaan Tisha.


"Cepatlah ngobrolnya, kasihan nanti makanan ini jadi dingin" gumam Ray dengan wajah sedihnya.


Di balkon rumah sakit yang gelap dan sepi, juga berada dalam sudut buta. Tisha dan Zayn berada disana.


"Zayn, aku tidak mengerti apa yang ada di pikiran mu. Datang kesini saja sebenarnya sudah berbahaya untukmu apalagi jika orang-orang tau kamu bertemu denganku"


"Kamu mencemaskan aku?" tanya Zayn senang


"Tentu saja aku cemas padamu. Tapi aku heran deh aku sama kamu, kenapa kamu masih bisa tersenyum disaat seperti ini?" tanya Tisha bingung pada Zayn


"Aku senang kamu mencemaskan ku" jawab Zayn meluncur jujur dari bibirnya


"Zayn.. aku boleh bertanya tidak?" tanya Tisha yang memiliki banyak pertanyaan untuk Zayn.

__ADS_1


"Silahkan, tanya saja" jawab Zayn mempersilahkan


"Janji ya, jawab dengan jujur!" seru Tisha tegas menginginkan kejujuran dari Zayn


"Iya, kalau kamu yang bertanya aku pasti akan selalu jujur" ucap Zayn sambil tersenyum


"Zayn, apa alasanmu mundur dari dunia hiburan? dan siapa wanita yang kamu bilang itu?" tanya Tisha pada Zayn sambil menatap pria itu dengan tajam


Deg!


Zayn sempat terdiam, matanya melirik kemana-mana dan tampak bingung menjawab pertanyaan dari Tisha.


"Zayn, jawab!" ujar nya agak menyentak


"Untuk pertanyaan itu, aku gak bisa jawab sekarang" jawab Zayn


Pernyataan cinta tidak boleh di lakukan dengan cara seperti ini. batin Zayn


"Kenapa kamu gak bisa jawab? kamu gak bisa jawab atau kamu gak mau jujur, Zayn?" tanya Tisha tajam pada Zayn


"Aku bukannya gak mau jujur, aku akan jujur pada waktu nya. Tapi aku gak bisa jawab pertanyaan kamu sekarang sha.. ini bukan waktu yang tepat" jelas Zayn pada Tisha, dia belum bisa mengutarakan siapa wanita yang berada di dalam hatinya pada saat seperti ini.


"Zayn, jangan-jangan kamu gak mau jawab karena wanita yang kamu maksud saat konferensi pers itu adalah aku?" Tisha memberanikan dirinya untuk bertanya. Dia tidak ingin memperjelas apa yang dikatakan oleh Farhan padanya.


DEG!


Zayn melirik ke atas Tisha dengan terkejut, dia heran kenapa Tisha bisa tau bahkan sebelum dia mengungkapkan nya? tatapan nya pada Tisha menyatakan banyak pertanyaan?


"Zayn, apa itu benar?? jawab aku Zayn? kamu gak mungkin suka padaku kan?" tanya Tisha berharap jawaban tidak dari pria yang sudah menjadi sahabatnya dari SMA. Tisha sudah menganggap Zayn seperti keluarga nya sendiri.


Pria itu terdiam dan bingung mau menjawab apa, berkali-kali dia menelan ludahnya. Dia juga menghindari tatapan Tisha.


#FLASHBACK


2 hari yang lalu, tepat setelah Zayn mengadakan konferensi pers menyatakan kemunduran nya dari dunia hiburan. Tisha mendapatkan sebuah pesan dari Farhan.


🎢🎢


Tisha yang sedang membereskan baju di kamarnya, kemudian membuka pesan yang masuk ke ponselnya itu.


"Kak Farhan?"


...Farhan : "Latisha, apa kamu sibuk? bisa kakak bicara padamu? ini soal Zayn"...


"Kebetulan sekali, aku memang ingin bertanya soal Zayn" Tisha mengangkat ponselnya ke telinga setelah dia menekan tombol panggilan pada Farhan.


Tut.. Tut...


Hanya dalam dua kali suara tersambung, Farhan langsung mengangkat telpon nya. Farhan sendiri sedang berada di dalam mobil, di memberhentikan mobilnya di pinggir jalan untuk mengobrol dengan Tisha di telpon.


"Halo, Tisha" jawab Farhan


"Halo, kak Farhan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Zayn? kenapa dia tiba-tiba mundur dari dunia hiburan? apa benar karena hubungan asmaranya?" Tisha mengungkapkan semua pertanyaan yang ada di dalam pikirannya pada Farhan.


Setahu dirinya, Zayn tidak pernah terlibat dengan wanita apalagi menjalin hubungan asmara. Dia tau benar kalau Zayn tidak punya pacar, karena Zayn juga tidak menceritakan nya.


"Itu benar, Zayn mundur dari dunia hiburan karena seorang wanita dan hubungan asmara" jawab Farhan sambil memegang kepalanya, dia tampak frustasi.


"Apa benar Zayn punya pacar, kak? dia pasti serius pada wanita itu sampai memutuskan untuk keluar dari dunia hiburan. Tapi mengapa Zayn tidak cerita padaku?" gumam nya bingung


"Dia tidak punya pacar dan dia serius pada wanita itu, tapi sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan. Kamu juga tidak tau kan siapa wanita yang dia suka?" Farhan malah balik bertanya, padahal dia sudah tau siapa yang Zayn sukai.


Si bodoh ini! dia memang nekad, padahal dia belum mengutarakan perasaannya dan dia sudah mengambil langkah yang panjang. batin Farhan merasa Zayn sangat bodoh.


"Aku tidak tahu kak. Tapi kenapa cinta bertepuk sebelah tangan? siapa wanita itu? setahuku dia tidak dekat dengan wanita!" Tisha bingung dan semakin bertanya-tanya setelah mendarat ucapan Farhan.

__ADS_1


"Kamu sungguh tidak tahu siapa wanita itu?" tanya Farhan


"Aku tidak tahu kak, dia tidak pernah cerita soal wanita padaku. Dia memang pernah bilang kalau dia suka pada seseorang, tapi dia tidak bilang siapa orangnya. Apa kak Farhan tau siapa orangnya?" Tisha penasaran siapa yang membuat sahabatnya itu sampai mundur dari dunia hiburan untuk selamanya. Wanita ini pastilah wanita yang hebat, sempurna dan super cantik, sehingga bisa membuat pria tampan seperti Zayn tergila-gila padanya. Begitulah ekspetasi Tisha terhadap wanita yang di sukai Zayn.


"Kamu serius ingin tau siapa wanita itu? karena jika kamu mendengar nya kamu mungkin tidak akan percaya begitu saja" Farhan menghela napas. Kepalanya masih panas memikirkan Zayn.


"Katakan saja kak, mungkin aku bisa membantunya untuk mendekati wanita itu" Tisha tersenyum polos


"Wanita itu adalah seorang ibu dengan satu anak dan dia sudah bercerai" Farhan ingin mengetes kepekaan Tisha terhadap perasaan Zayn.


"APA??! Zayn menyukai seorang janda? apa itu maksudnya?"


"Ya, janda anak satu. Demi dirinya, Zayn sampai mundur dari dunia hiburan" Farhan terus menyindir Tisha, namun Tisha seperti nya belum peka. Farhan tau seharusnya dia tidak marah pada Tisha yang tidak tau apapun, tapi dia tetap saja kesal.


"Apa Zayn sudah gila? bagaimana bisa dia menyukai seorang janda anak satu?! dia kan bisa mendapatkan wanita manapun di dunia ini?" tanya Tisha tak habis pikir. Ekspetasi nya tentang wanita hebat itu musnah dalam pikiran nya.


"Ya kan? kamu saja berfikir dia gila, apalagi aku. Karena itu Tisha, bisakah kamu membantu ku untuk membujuknya? bicaralah padanya untuk melupakan perasaan nya pada wanita itu"


"Kak.. maafkan aku sebelumnya. Masalah hati seseorang aku gak bisa ikut campur terlalu dalam ,apalagi ini masalah Zayn dan wanita itu. Aku gak berhak ikut campur kan?" pendapat Tisha


"Tapi kamu harus ikut campur, karena orangnya adalah kamu" jawab Farhan dengan suara yang dingin


"Orangnya adalah aku? apa maksud kak Farhan?" tanya Tisha kebingungan


"Orang yang di sukai oleh Zayn, adalah kamu Tisha" jawab Farhan akhirnya


"Haha.. apa kakak sedang bercanda? ini gak lucu kak" Tisha tertawa mendengar ucapan Farhan seolah hanya candaan


"Tisha, apa aku terdengar bercanda?" Farhan bicara dengan suara dingin dan tegas


DEG!


Nada suara Farhan membuat hati Tisha sedikit berdebar karena terkejut. Farhan yang selalu bicara ramah dan hangat padanya, kini bicara dingin. Tisha mulai menyadari bahwa sikap Farhan berbeda dari biasanya. Ekspetasi Tisha terhadap sosok wanita yang di sukai Zayn langsung sirna, tidak ada sosok wanita cantik, pintar, hebat, seperti apa yang ada di dalam bayangannya.


"Kak Farhan.." Tisha kehabisan kata-kata, dia tidak percaya dengan fakta yg dikatakan Farhan.


"Karena kamu sudah tau, tolong bantu Zayn agar dia kembali ke jalan yang benar. Seperti yang kamu bilang, kalau kamu memang tidak pantas untuk Zayn. Kamu tidak ada perasaan apapun pada Zayn kan?" tanya Farhan dengan mulut pedas


Tisha sakit hati mendengar ucapan pedas yang keluar dari mulut Farhan. Seberapa dalam kecewanya Farhan pada Zayn yang memutuskan mundur dari dunia hiburan demi dirinya.


"Kak Farhan tenang saja, aku hanya menganggap Zayn sebagai sahabat. Tidak ada perasaan seperti itu di dalam hatiku untuk nya, apalagi keinginan untuk bersamanya. Aku akan membujuk dia kak, kalau perlu aku dan Rasya akan menjauhinya" ucap Tisha bersungguh-sungguh


"Baiklah, aku percaya padamu. Kamu juga tau kan seberapa besar cita-cita Zayn menjadi seorang artis" ucap Farhan mengingatkan sekali lagi


"Iya kak, aku tau" Tisha tersenyum pahit. Kemudian mereka mengakhiri pembicaraan itu.


#END FLASHBACK


"Aku..."


"Zayn, jawab aja itu benar atau tidak? wanita yang kamu suka adalah aku dan kamu mundur dari dunia hiburan karena aku??" Tisha sedih


Bagaimana Tisha bisa tau? Kalau sudah begini, aku tidak bisa menghindar lagi.


"Itu, itu benar.. aku suka sama kamu, lebih dari sahabat" Zayn mengaku


"Haaahh... Zayn kamu sungguh membuat aku kecewa. Kita udah seperti keluarga, bagaimana kamu bisa melakukan ini?" tanya Tisha


"Apa maksud kamu? apa aku gak boleh suka sama kamu? Tisha kita bisa menjadi keluarga sungguhan, kalau kita menikah" Zayn memegang tangan Tisha, dia sudah terlanjur mengatakan semuanya.


"Zayn apa yang kamu bicarakan? menikah? apa kamu sudah gila? ini bukan waktunya memikirkan cinta! Zayn lebih baik kamu sadar! impian kamu sangat penting, kamu membangunnya selama bertahun-tahun.. apa kamu lupa apa yang pernah kamu katakan padaku? kamu akan berada di puncak tertinggi dan tidak mau turun. Kenapa kamu melepaskan nya untukku dan Rasya? kamu sungguh membuat aku kecewa Zayn.. kamu benar-benar.." Tisha menepis tangan Zayn, dia menatap Zayn dengan mata berkaca-kaca


"Tisha, kamu menolak ku?" tanya Zayn kecewa, dengan kening berkerut


"Zayn, kamu bisa memilih wanita yang lebih baik dari ku. Seratus.. bahkan seribu atau jutaan kali lebih baik dariku, aku hanya ini hanya seorang janda..aku sudah punya anak. Banyak gadis di luar sana yang masih lajang, kamu tinggal menunjuk salah satu diantara mereka lalu mereka akan menjadi pendamping kamu!"

__ADS_1


"Aku tidak mau! aku mau nya kamu!" seru Zayn tegas setengah berteriak pada Tisha.


...---***---...


__ADS_2