
"Selamat siang,apa tuan Ellio ada?"
"Tuan Ellio ada diruanganya nona,apa anda sudah membuat janji untuk bertemu dengan tuan Ellio?"
"katakan padanya bahwa nona Sely ingin bertemu,ada hal penting yang ingin dibicarakan!"
"tokk...tokk...tokk"
"masuk"
"Tuan,ada tamu yang ingin bertemu dengan anda,namanya nona Sely"
"katakan padanya bahwa saya sedang sibuk"belum sempat sang sekretaris menjawab,tiba-tiba saja Sely sudah muncul diruangan Ceo tampan itu.
"Hai sayang,kamu apa kabar?"
Tanpa peduli dengan sekretaris Ellio nan cantik dan **** yang masih berdiri mematung,Luna sang sekretaris yang masih tidak habis pikir dengan sikap Sely yang arogan,hampir saja Luna terjatuh karna lengan Sely yang entah disengaja atau tidak oleh wanita arogan itu untuk menyenggolnya.
Luna yang tanpa di minta oleh bosnya itu pun berlalu dengan mulut komat-kamit,bagaimana tidak?.Sekretaris cantik nan **** itu sudah sangat lama memendam perasaan pada Ceo tampan bernetra coklat itu.Kadang Sely cemburu setiap kali sang casanova itu gonta-ganti membawa wanita yang haus akan belaianya.
"Ada keperluan mu?"
"sayang aku sangat merindukan mu"
"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya?bahwa kamu tidak boleh datang sebelum aku minta Sely?.Kamu taukan kalau ini dikantor?"
"jangan munafik baby,bukankah selama ini kita bercinta disini?,kemarin dan sekarang apa bedanya?
Sely bergelayut manja didada bidang lelaki tampan yang ada di dekatnya itu.Sely sengaja membuka sedikit kancing baju dan memperlihatkan d*d*nya yang sedikit menyembul demi memancing g**rah Ellio.Ellio pun dengan cepat menghempaskan tangan Sely dan mendorong tubuh Sely sedikit kasar.Entah kenapa? Ellio pun bingung pada dirinya sendiri,kenapa dia tidak terpancing dengan rayuan Sely?
Padahal selama ini dibelai sedikit saja sang kasanova itu akan selalu bergairah,lalu sekarang kenapa sang buaya buntung ini seakan mati rasa dengan sentuhan-demi sentuhan yang diberikan oleh Sely.
__ADS_1
"Sely jaga sikap mu,sekarang juga kamu keluar karna aku masih banyak pekerjaan!"
"Sayang ada apa dengan mu?oke kalau kamu banyak kerja,aku akan tetap menunggum mu disini sayang! karna anak kita ingin selalu dengan dady nya"
"What?, apa maksud mu Sely?
"Ya aku hamil sayang,aku sudah mengandung buah cinta kita,aku harap kita akan menikah secepatnya!"
"heeh jangan mimpi Sely,apa kamu yakin bahwa anak yang kau kandung itu adalah anak ku?."
Ellio terbakar oleh emosi, rahangnya yang tegas dengan gemeratak gigi pertanda bahwa emosinya sudah sampai di ubun-ubun.Ellio mencengkeram wajah Sely yang membuatnya ketakutan,belum pernah dia melihat lelaki tampan itu semarah ini,ternyata dibalik selera humornya yang tinggi ternyata dia memiliki watak yang menakutkan.
"Sely,,,jangan bermain api dengan ku,karna kalau tidak kau akan tau akibatnya!"
Meski Sely agak gentar namun ia berusa untuk setenang munkin,bukan Sely namanya jika tidak bisa menaklukan sang kasanova itu.Sely wanita yang sangat licik,wanita yang menghalalkan segala cara demi mewujudkan ambisinya.karna ia tau bahwa lelaki tampan itu sangat kaya,mimpinya adalah menjadi nyonya Hawkins dan hidup bergelimangan harta.
"Aku tidak ingin bermain api dengan mu Ellio,tapi ini kenyataan bahwa aku sedang mengandung anak mu,anak kita Ellio!"
"Lebih baik sekarang kamu keluar Sely,kepala ku sudah mau pecah!"
"Aku tidak akan keluar sebelum kamu mengakui anak ini"
"Eric...keruangan ku sekarang!" titah Ellio pada asistenya itu.
"Apa yang bisa saya bantu tuan?" tanya Eric pada tuanya itu.
"Bawa wanita ini keluar"
"Sudah ku katakan aku tidak akan keluar Ellio! sebe.."
Belum sempat Sely menyelesaikan kalimatnya,Erik sudah menarik tangan wanita itu,sebenarnya Eric tidak tega untuk berbuat kasar pada Sely tapi melihat tatapan mematikan dari bosnya itu akhirnya dia pun menarik paksa Sely untuk keluar.
__ADS_1
"Lepaskan Eric...lepaskan"
"Ellio urusan kita belum selesai!,aku akan kembali lagi Ellio"
Sely tidak berputus asa,baginya biarlah kali ini dia mengalah karna masih banyak cara lain,prinsipnya bukankah banyak jalan menuju roma? setelah ini wanita licik itu akan menuju rumah Ellio dan berbicara pada tante Oliv.
"Arrgh,sial...sial...sial"
Ellio merutuki dirinya sendiri,dia memukul-mukul meja kerjanya,bukan hanya meja yang terkena pukulan dari Ellio namun kepalanya sendiripun ia -pukuli,Ellio tidak habis-habisnya merutuki dirinya sendiri.
Ellio menyesali segala perbuatanya selama ini,mengapa dia tidak berhati-hati?harusnya dia memakai pengaman setiap kali bercinta dengan wanita-wanita pemuas n*fs*nya selama ini.
Malam saat Ellio pulang ke mansion,dia disambut dengan kemarahan ibunya tante Oliv.Padahal selama ini tante Oliv sudah sering memperingatinya agar tidak bermain perempuan.
"Mama sudah memperingati mu selama ini Ellio,kamu sudah membuat mama kecewa!"
Wajah tante Oliv sangat kecewa,meski kulit sudah mulai keriput namun tante Oliv masih terlihat cantik.Wanita yang sangat baik hati itu sangat kecewa pada anak semata wayangnya itu,dia sudah berulangkali mengatakan pada Ellio agar serius menjalani hubungan pada satu wanita untuk melanjutkanya kejenjang pernikahan.
Semenjak Ellio patah hati melihat wanita yang sangat dicintainya lebih memilih lekaki lain untuk menikahinya,sejak saat itulah Ellio mulai main perempuan,ia berkelana untuk mencicipi wanita-wanita yang tanpa diminta,bahkan dengan senang hati menawarkan diri untuk di nikmati oleh Ellio.
"Kamu harus tanggung jawab Ellio,inilah resiko karna tidak pernah mengindahkan nasehat mama."
"Tapi ma,belum tentu anak itu adalah anak ku!"
"hah masih berkilah kamu Ellio,mama tidak mau tau,kamu harus bertanggung jawab,nikahi Sely secepatnya!"
"Ma,dee..."
Belum selesai Ellio mengucapkan kalimatnya,tante Oliv sudah berlalu menuju kamarnya,terlihat jelas raut kecewa tante Oliv,bukan seperti ini yang tante Oliv inginkan.Tante Oliv ingin suatu waktu Ellio datang membawa wanita pujaan hatinya untuk Ellio kenalkan padanya.
Tapi cita-citanya lain dari kenyataan,siang tadi seorang wanita datang memberinya kabar bahwa dia sudah mengandung anak Ellio,meski tante Oliv tidak menyukai wanita yang mengaku-ngaku sudah di hamili Ellio itu tante Oliv tetap pada pendirianya,bahwa putranya itu harus mempertanggung jawabkan perbuatanya.
__ADS_1
Ellio mencari keberadaan Ellen di seluruh penjuru ruangan mansion mewah itu,tapi ia tidak menemukan keberadaan Elen.Ellio bertanya kepada salah satu maid keberadaan Elen.Dan maid itu berkata bahwa Elen ada di taman belakang yang berada dekat kolam renang.