
"Ya" jawab Ellio singkat.
"Kalau begitu kasihan sekali kak Luna,bisa-bisanya suaminya mencintai wanita lain." kata Elen,
Tidak tahu saja Elen jika wanita yang Ellio maksud adalah dirinya sendiri.Ellio memang masih memendam rasa cinta untuk Elen,terkadang Ellio marasa bersalah pada Luna dan dirinya sendiri.Ellio sering merutuki dirinya yang masih selalu memendam rasa cinta pada wanita mungil yang selalu menjadi pujaan hatinya.Niat awal Ellio menikahi Luna adalah agar Ellio bisa melupakan Elen,namun Ellio salah besar karna ia sama sekali tidak bisa melupakan wanita mungil yang sedang ada di depanya itu.
"Lalu,dimana wanita itu sekarang?" tanya Elen penasaran.
"Ada di hati ku." jawab Ares.
"Aku serius kak...dimana wanita itu sekarang?"
Ellio menoleh kearah Elen dan memandang wajah cantik wanita pujaan hatinya itu sembari berkata.
"Entahlah...aku tidak tahu dia ada dimana,yang jelas hati ini selalu merindukan wajahnya yang selalu mampu meneduhkan hati ku." jawab Ellio yang tak berkedip menatap wajah cantik Elen.
"degg" jantung Elen berdegub kencang,entah kenapa dari tatapan mata Ellio,Elen seakan tahu jika wanita yang Ellio maksud adalah dia.Namun Elen menepis pikiranya,karna belum tentu wanita yang Ellio maksud adalah dirinya.
"Berhentilah memikirkan wanita itu kak,karna belum tentu wanita itu juga memikirkan dan mengingat mu,ingatlah,bahwa ada cinta yang sangat tulus untuk mu dari si kembar dan dari kak Luna." kata Elen menasihati.
"Katakan,bagaimana cara melupakanya?" kata Ellio yang belum berpaling dari wajah Elen.
"A-aku tidak tahu kak,atau cobalah meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk selalu bersama si kembar dan juga kak Luna."
"Aku sudah melakukanya Elen,tapi tetap saja aku tidak bisa melupakanya."
"Apa kak Luna tahu siapa wanita itu?"
"Ya,dia tahu,karna aku sering menyebut namanya dalam mimpi."
"Astaga!!..pasti hati kak Luna sangat hancur....kenapa kau tega kak El?...pantas saja kak Luna sering meminta cerai pada mu,hati wanita mana yang tidak hancur jika mengetahui bahwa di hati suaminya ada wanita lain." kata Elen dengan geram.
"Siapa wanita itu kak El?"
"Biarlah hanya aku yang tahu."
"Baiklah,itu hak mu Kak,jika tidak ingin memberitahukanya pada ku,tapi ingat satu hal,aku tidak akan pernah memafkan kak El jika kak El dengan kak Luna bercerai karna wanita itu." kata Elen dengan kata-kata ultimatumnya.
"Kalau begitu,bantu aku untuk melupakanya."
"Bagaimana caranya?" tanya Elen.
"Menikahlah dengan orang yang kau cintai,dan hiduplah bahagia."
"Apa hubunganya dengan ku?" tanya Elen tak mengerti.
"Karna wanita yang selalu ada di hati ku adalah Elenora estefania Edo." kata Ellio dengan jujur.
"Deg" jantung Elen berdetak tak karuan mendengar pengakuan Ellio.Ternyata dugaanya benar kalau wanita yang Ellio maksud adalah dirinya.
"Ta-tapi?"
"Menikahlah Elen,dan hiduplah bahagia,karna itu adalah cara satu-satunya agar aku bisa melupakan mu."
"Tapi tidak segampang itu kak."
"Jujurlah pada Ares jika kau sangat mencintainya,karna aku juga sangat yakin jika Ares juga sangat mencintai mu."
"Itu tidak mungkin kak."
"Kenapa tidak?"
"Karna Ares sudah tidak peduli lagi pada ku."
"Kau salah Elen,dia hanya sengaja menghindari mu,agar Ares bisa melupakan mu,karna Ares berpikir kalau kau tidak mencintainya."
"Bagaimana jika Ares sudah tidak mencintai ku lagi?"
"Jika hal itu sampai terjadi,maka aku akan segera bercerai dengan Luna,karna aku tidak akan pernah berhenti untuk melupakan mu." Kata Ellio sembari berlalu meninggalkan Elen,karna Celvin dan Siska sudah kembali ketempat mereka.
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu kak El." kata Elen setengah berteriak.
"Kau mengenal pria itu Elen?" tanya Siska.
"Ya,dia adalah kak Ellio pedro Hawkins,keluarga Hawkins yang membantu ku dan Tasya pertamakali di Jakarta ini.Aku banyak berhutang budi pada keluarganya." kata Elen.
"Oya?...keluarga Hawkins memang terkenal sangat dermawan." kata Celvin.
"Kau benar Celvin,mereka sangat dermawan."
"Baru-baru ini aku mendengar gosip tentang rumah tangganya,kabar yang ku dengar,saat ini dia dan istrinya sudah pisah ranjang." kata Celvin.
"Apa?...pisah ranjang?" tanya Elen tak percaya.
"Kenapa kau terlihat kaget begitu Elen?" tanya Siska.
"Karna Kak El tidak menceritakanya pada ku,tapi apa kau tahu apa penyebab mereka sampai pisah ranjang?"
"Informasi yang ku dengar,karna orang ketiga,isu yang ku dengar katanya Ellio selingkuh." jawab Celvin.
"Astaga!!...itu tidak benar,kak El tidak pernah selingkuh,dia pria yang sangat baik."
"Apa kau tiap hari selalu bersamanya,sehingga kau tahu apa yang di lakukanya setiap hari?" kata Siska.
"Aku sangat mengenalnya Sis,karna dulu pertama kali aku ke Jakarta ini,aku tinggal di mansion milik keluarga Hawkins.
"Oya?" kata Siska tak percaya.
"Sebaiknya kita tidak usah membahas keluarga Hawkins,lebih baik kita kembali fokus pada rencana pernikahan kita sayang." kata Celvin pada Siska.
****
"Selamat pagi kakak ku yang tampan Romo Valen." sapa Elen pagi ini dengan ceria.
Romo Valen tersenyum kala melihat keceriaan di wajah Elen.
"Selamat pagi juga ibu guru cantik,kau lihat Elen,mataharipun ikut ceria kala melihat kau sangat ceria pagi ini."
"Benarkah?...apa yang membuat mu ceria?" tanya Romo Valen.
"Karna hari ini aku akan melihat keceriaan anak-anak" jawab Elen.
"Luar biasa semangat mu Elen,orang-orang seperti mu lah yang di butuhkan sekolah Claredo ini." kata romo Valen.
"bekerjalah dengan baik Elen,Tuhan akan menuntun langkah mu setiap hari." kata Romo Valen.
"Baik Romo." jawab Elen.
****
Jauh di bawah langit London,Ares terlihat duduk menyendiri di ruangan kerjanya.Entah apa yang Ares pikirkan,yang jelas pria tampan itu terlihat sangat murung.
"tok...tok...tok" terdengar suara pintu di ketuk.
"Ares,apa kau di dalam nak?"
"Ya,Mom...Momy masuk saja,tidak di kunci." jawab Ares dari dalam.
"Sampai kapan kau begini terus Ares?...cobalah membuka hati untuk wanita lain."
"Mom...please,aku masih ingin sendiri." jawab Ares.
"Tapi kau tidak boleh begini terus,bersenang-senanglah Nak.Hidupkan kembali semangat mu,kau tampan dan mapan,masih banyak wanita di luar sana yang menginginkan diri mu."
"Aku tidak bisa Mom,aku hanya mencintainya."
"Tapi dia tidak mencintai mu Ares!...apa kau tidak mau hidup berumah tangga seperti orang lain?" tanya tante Melan.
"Kenapa Momy hanya mendesak ku?...bukanya seharusnya kak Richart yang harus menikah terlebih dahulu." kata Ares.
__ADS_1
"Ares,kau kan tahu seperti apa kakak mu."
"Mom...bersabarlah,Ares pasti akan segera menikah jika saatnya tiba."
"Terserah kau saja lah,Momy sudah tidak tahu lagi harus berkata apa.Omong-omong,Besok Momy akan kembali ke Jakarta,apa kau akan ikut?"
"Aku tidak ikut Mom."
"Kau yakin?"
"Ya"
Setelah ibunya keluar dari ruanganya,Ares menarik nafas panjang dan menghembuskanya.Sebenarnya Ares ingin sekali kembali ke Jakarta untuk sekedar melihat wanita mungil kesayanganya,namun karna Ares memang betul-betul bertekat untuk melupakan Elen,maka karna itulah Ares selalu berusaha menahan keinginanya untuk kembali ke Jakarta.
"Kau harus bisa melupakanya Ares,bagaimanapun caranya." kata Ares pada dirinya sendiri.
*****
Satu setengah tahun kemudian Elen semakin semangat menekuni profesinya sebagai guru di Claredo Internasional school Children.Gaji yang ia dapatkanpun cukup lumayan,mengingat sekolah tempat Elen mengabdi adalah sekolah bergengsi.
Sekarang Elen hidup sendiri dan menyewa sebuah rumah yang cukup sederhana.Siska sudah pindah ikut suaminya Celvin,sedangkan kakaknya Milka juga sudah tinggal bersama Jack setelah mereka menikah.Dianpun sudah kembali ke kampung halaman dan menikah dengan Arjun.
Keseharian Elen adalah mengajar dan sibuk bergabung dengan para biarawati yang juga mengabdi di Claredo,sembari sesekali mengikuti kegiatan amal yang di lakukan oleh pihak Paroki.
Pagi ini Elen di kejutkan dengan kedatangan Arthur dan ayahnya Samuel,karna sudah dua minggu bocah kecil nan tampan itu tidak bertemu dengan wanita mungil yang sudah seperti ibu kandung baginya.
"Momy!" panggil Arthur.
"Hei..anak tampan ku.Apa kau merindukan Momy?..kemarilah sayang." kata Elen sembari mendekap Arthur.
"Ya Momy."
"Aku ada hadiah buat Momy."
"Oya?...apa hadiah mu?"
"Ini,terimalah Mom." kata Arthur sembari menyodorkan sesuatu.Sekarang Arthur sudah kembali menjadi anak yang normal,itu ssmua berkat Elen.Samuel merasa bersyukur karna perubahan drastis positif yang di alami oleh putranya.
"Wahh...gaun ini sangat bagus,apa kau yang memilihnya?"
"Iya Mom."
"Tapi tunggu dulu,Arthur memilih gaun buat Momy untuk apa ya?"
"Aku ingin Momy ikut di acara ulang tahun Dady."
"Hah,ulang tahun Dady Samuel?"
"Ya Mom."
"Oh,iya,Momy lupa,maaf ya." kata Elen sembari menatap Samuel.
Sebenarnya Elen tidak lupa akan ulang tahun mantan suaminya itu,tapi Elen tidak mau mengucapkanya karna Elen takut kalau Samuel akan salah tanggap nantinya.
"Besok Momy harus datang"
"Baik Arthur,Momy akan datang."
"Terimakasih Momy."
"Baiklah Elen,kalau begitu kami pamit dulu." kata Samuel.
"Masuklah dulu kak Sam,aku akan membuat kan minuman untuk kalian."
"Apa tidak akan merepotkan mu?"
"Aku tidak merasa di repotkan sama sekali kak."
"Baik kalau begitu."
__ADS_1
Sejujurnya Samuel merasa senang karna Elen bersedia membuatkanya kopi,karna Samuel sangat merindukan kopi buatan mantan Istrinya itu.