Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kucing kecil


__ADS_3

Di kontrakan Elen


Setelah makanan yang mereka pesan sudah jadi,akhirnya mereka beranjak menuju tempat di mana Elen tinggal.Setibanya di gang masuk menuju kontrakan Elen,dengan terpaksa Samuel memarkirkan mobil mewah miliknya,di karenakan gang masuk menuju kontrakan Elen tidak bisa di lalui kendaraan beroda empat.


Sesampainya di depan kontrakan Elen,Oma terperangah melihat sepetak kamar yang Kedua kakak beradik itu tempati.Kamar yang ukuranya sangat kecil dan sempit,ditambah bau got yang ada tepat di depan kontrakan yang Elen tempati.


Melihat kondisi kontrakan itu membuat Oma sangat prihatin pada kedua kakak beradik itu.Saat menyadari kedatangan Oma dan Samuel,serta Arthur,kak Milka yang sedang mengobrol dengan dengan tetangga kontrakanya itu segera bergegas menghampiri Oma,Samuel serta Arthur.


"Oma"sapa Milka pada Oma dengan senyum yang mengembang.


"Elennya ada nak Milka?"tanya Oma pada kak Milka.


"Elen sudah tidur Oma"


"aiss,jam begini sudah tidur?"tanya Oma tak percaya.


"Elen bilang dia capek Oma"


"Kalian sudah makan?"tanya Oma kembali.


"Sudah Oma" jawab Milka."tadi nak Milka dan Elen masak apa?"tanya Oma kembali."ahh,ehh,itu tadi,kami berdua makan mie dengan nasi Oma."Jawab Milka malu-malu.


"Aiss,wanita itu,padahal aku sudah menyuruhnya untuk tidak memakan makanan tidak sehat itu.pantas saja tubuhnya begitu mungil,ternyata ia jarang memakan makanan yang bergizi."ucap Samuel beralibi.


Posisi Elen tidur membelakangi dinding kontrakan,badanya miring sambil memeluk bantal guling,rambut hitam legamnya sedikit menutupi pipi putih mulus milik janda cantik itu.Samuel yang berdiri di ambang pintu sangat terpana melihat Elen tidur,bagaimana tidak,dalam posisi tidur pun Elen tetap terlihat sangat menggemaskan sekali.


Ingin rasanya Samuel tidur dan memeluk wanita mungil itu dari belakang,serta merapikan anak rambut yang menutupi pipih mulus wanita cantik itu.

__ADS_1


"Elen,Elen,bangun dek,Oma ada disini."Milka berusaha membangunkan Elen dengan menepuk-nepuk pelan pipi adik kandungnya itu.Elen mengerjabkan matanya,betapa kagetnya Elen melihat keberadaan Oma,Samuel serta Arthur di kontrakan kecilnya.


Samuel yang sedari tadi memperhatikan Elen tersenyum sangat manis,kala melihat wanita yang sering membuat jantungnya berpacu dengan kencang itu terlihat sangat menggemaskan sekali.Wajah Elen memerah kala melihat Samuel tersenyum manis sambil memandangi dirinya.


Dalam hati Elen merutuki dirinya sendiri,pastilah Samuel tersenyum melihat dirinya tertidur sambil mendengkur.Elen tak habis-habisnya merutuki dirinya.Padahal Samuel justru sangat terpesona tadi,baginya posisi Elen saat tidur tadi sangat manis.


"ehh Oma"ucap Elen yang masih merasa kikuk di pandangi oleh Samuel.Dimata Elen pria itu sangat tampan malam ini.Samuel mengenakan kaos berwarna hitam,dipadukan dengan celana jeans hitam pendek sebatas lutut.


Tubuh Samuel yang Atletis karna sering olahraga menambah kesan maskulin pria tampan pemilik netra biru safir itu.kakinya yang tinggi terlihat jelas dengan bulu-bulu panjang yang tumbuh di sekitaran kaki panjangnya itu.


Samuel tampak seksi sekali,Elen belum pernah memperhatikan pria tampan itu selama ini,tapi semenjak kejadian di mobil Samuel tempo hari membuat wanita mungil itu sering memikirkan Samuel.


"Kamu sudah makan Elen?"tanya Oma."sudah Oma"jawab Elen singkat.Melihat Arthur ada disitu Elen langsung meraih tangan anak itu dan membawanya kepelukanya.Setiap kali Elen bertemu Arthur wanita berparas cantik itu dapat mengobati rasa rindunya pada Tasya.


"Mom"ucap Arthur yang entah di sengaja atau tidak oleh anak itu.Sontak membuat orang yang berada saat itu terbelalak heran.Samuel tak bergeming,saat putranya itu memanggil Elen dengan sebutan"Mom" Sekarang Samuel menyadari bahwa putranya itu memang sangat merindukan seorang ibu.


Sekarang Samuel mengerti,mengapa Oma selalu mendesaknya untuk mendekati Elen.


Melihat keakraban Arthur dan Elen,membuat lelaki tampan yang sedari tadi juga larut dalam haru itu bertekad untuk berjuang demi mendapatkan cinta wanita yang sedang di peluk oleh putranya itu.


"Sabarlah Arthur,dady akan segera mewujutkan mimpi mu,dady akan melakukan apapun demi kamu nak!"gumam Samuel dalam hati.


Setelah Elen melepaskan pelukanya pada Arthur,Elenpun menuruti perintah Oma yang menyuruhnya dan kak Milka untuk segera memakan mie goreng yang Oma,Samuel serta Arthur bawakan.


"Oma,kita makan bareng ya!"pinta Elen pada Oma.


"baiklah Elen"

__ADS_1


"besok kan hari sabtu,bagaimana kalau kita berlima jalan-jalan seusai Arthur pulang sekolah,bagaimana menurut mu Sam?"tanya Oma pada Samuel yang sibuk dengan ponselnya.Karna Samuel tidak ikut makan,dikarenakan pria tampan itu tidak menyukai mie goreng.


Samuel yang senyum-senyum sibuk dengan ponselnya itu,merasa kaget dengan pertanyaan Oma."Sam,kau kenapa?dari tadi senyum terus?"tanya Oma pada Sam.


"ahh,tidak kok Oma!"jawab Samuel singkat.Padahal lelaki tampan itu tersenyum melihat foto Elen yang sedang tidur,yang sempat ia ambil tadi sebelum Elen bangun.Bagi Samuel,posisi saat Elen tidur tadi sangatlah manis.


"Tadi Oma bilang apa?"tanya Samuel pada Oma.


"Menurut mu,bagaimana kalau kita berlima besok jalan-jalan?"kata Oma mengulangi pertanyaanya pada Samuel.


"Sam setuju Oma"ucap Samuel singkat.Samuel memang tipe orang yang irit bicara.Ia hanya bicara jika penting saja,maka tak heran jika Arthur putra semata wayangnya itu mengikuti jejaknya.


"Elen,bagaimana kalau mulai besok kamu dan Milka pindah ke apartemenya Samuel?,kamu tidak usah takut,tidak bayar kok,iyakan Sam?"ucap Oma pada Elen.Samuel mengangguk tanda setuju.


"Oma,terimakasih untuk tawaran Oma,tapi maaf Elen tidak bisa Oma."jawab Elen dengan berat hati.Samuel yang mendengar jawaban penolakan dari Elen merasa sangat kecewa atas jawaban wanita berparas cantik itu.


Oma dan Milka yang mendengar penolakan dari Elen,tidak bisa berbuat apa-apa,terlebih kakaknya Milka.Meski ststusnya lebih kakak namun ia tetap menghormati keputusan adik kandungnya itu.


"Oma hanya tidak tega melihat kalian berdua tinggal di tempat seperti ini sayang!"ucap Oma.


Melihat ketulusan dari Oma,hati Elen tiba-tiba menghangat.Namun ia tetap menolak dengan halus.


"Oma,Elen hanya ingin belajar mandiri" ucap Elen lembut,agar tidak membuat Oma tersinggung.Samuel yang melihat penolakan dari wanita itu merasa kesal dengan jawaban Elen.Jiwa posesif lelaki tampan itu merontah,apalagi tadi Samuel sempat melihat para lelaki yang masih muda menyanyi sambil bermain gitar di sebelah kontrakan Elen.


Samuel merasa bingung,bagaimana harus membujuk wanita keras kepala itu,dalam hati ia harus mencari cara bagaimana caranya agar wanita itu mau tinggal di apartemen miliknya.


Sekilas Samuel melirik Arthur,Samuel pun menyeringai licik,sekarang ia tahu satu-satunya orang yang bisa membujuk Elen adalah,Arthur putra semata wayangnya itu.

__ADS_1


"emm,kucing kecil ku,aku rasa kau tidak akan bisa menolak Arthur putra ku yang sangat tampan itu.Kau pikir aku sudi membiarkan mu tinggal dikelilingi para hidung belang itu."ucap Samuel dalam hati.


Samuel bertekat akan mempengaruhi Arthur, untuk membujuk Elen agar mau pindah ke apartemen miliknya saat tiba di mansion miliknya nanti.Dan setelah lama berbincang-bincang,akhirnya Oma,Samuel dan Arthur pamit pulang.


__ADS_2