Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Mencari Dian


__ADS_3

Nusa Tenggara Timur


Kedua orangtua Diana sudah putus asa karna tidak menemukan putri semata wayang mereka yang sudah hampir satu bulan menghilang tanpa jejak.Malam ini pak Anton ayah Dian baru saja pulang dari mencari keberadaan putrinya itu.


"hik...hik"


"kenapa kau menangis?"tanya pak Anton pada ibu Rosa istrinya.


"bukanya ini yang kau mau?"


"hiks...hiks"mama Rosa masih terus menangisi putrinya yang hilang.


"ini semua karna kau Rosa,apa sih yang ada dalam pikiran mu?,sampai-sampai,semua orang tidak baik di mata mu?.Dulu juga kau menentang hubungan Marcel dan Elen,dan sekarang,kau juga berusaha untuk memisah kan Dian dan Andre.Sebenarnya mau mu apa?"


"kau jangan menyalah kan ku terus Anton,ini juga kesalahan mu!"kata ibu Rosa pada suaminya itu.


"bagaimana aku tidak menyalah kan mu?,setiap kali anak-anak kita memilih pasanganya,kau selalu menentangnya!"


"tapi aku melakukanya demi kebaikan mereka!"


"kebaikan apa?,sekarang Dian hilang entah kemana?,kita harus mencarinya Dian kemana kagi sekarang?"kata pak Anton.


"apa kau sudah menanyakan Andre?"


"sudah,dia bilang,dia tidak mengetahuinya!"


"apa?,dia hanya menjawab seperti itu?,enak sekali laki-laki kurang ajar itu?,sudah menghamili anak orang,dan sekarang dia malah malas tahu!"


"biarkan saja dia,sekarang kita fokus untuk mencari Dian!"kata pak Anton.


"Tidak bisa Anton,aku harus menyuruh anak kurang ajar itu untuk bertanggung jawab!"


"percuma saja Rosa,kau tidak akan mampu melawan pak Kades!"


"aku tidak takut padanya,dia kira kita takut padanya karna dia seorang kades?"


Mama Rosa sudah tidak tahan lagi akan kelakuan pak kades yang tidak merespon akan hilangnya Dian.Mama Rosa beranjak meninggalkan suaminya dan pergi menuju rumah pak kades.Sesampainya di rumah pak kades,mama Rosa langsung berteriak memanggil nama Andre.


"Andre..andre...keluar kau!"teriak mama Rosa.


Sedetik kemudian,istri ibu kades muncul dari balik pintu.


"kenapa kau teriak-teriak Rosa?,apa kau tidak punya sopan-santun?"tanya istri pak kades.


"di mana anak mu Andre?"


"dia sedang keluar!,ada perlu apa kau menemuinya?"


"hah,lucu sekali,kau masih bisa bertanya ada perlu apa aku menemuinya?,apa kau tidak tahu,kalau anak mu yang kurang ajar itu sudah merusak masa depan putriku?"


"apa kau yakin,kalau anak ku Andre yang sudah menghamiliinya?."


"apa maksud mu ibu kades?"

__ADS_1


*kau tau apa yang ku maksud Rosa!"kata istri pak kades.


"berani sekali kau berkata seperti itu ibu kades?"


"memang benarkan yang ku katakan,bahwa anak yang Dian kandung,tidak jelas ayah kandungnya!"


"ternyata begini kelakuan seorang istri kepala desa,pantas saja anak mu kurang ajar,karna ternyata,dia tumbuh dan didik dengan didikan yang salah."kata mama Rosa.


"kau sendiri,apa kau sudah benar dalam medidik anak mu?,dasar tidak malu kau Rosa!"ucap isrtri pak kades pada mama Rosa.


"lihat saja nanti,aku akan memberi pelajaran untuk anak mu yang biadab itu."


Setelah selesai beradu mulut dengan istri kepala desa,mama Rosa kembali ke rumah untuk menemui pak Anton suaminya.Saat di tengah jalan ibu Rosa tidak sengaja bertemu dengan Arjun.Arjun adalah orang kepercayaan Samuel untuk mengawasi pembangunan pabrik kopi di tempat itu.


"selamat malam tante Ros!"sapa Arjun.


"malam Arjun,kau mau ke mana?"


"ahh,ehh,itu tante,saya mau ke rumah pak kades untuk menandatangani surat ijin tante!"jawab Arjun.


"ow"


"tante sendiri dari mana?"tanya Arjun.


"tante juga baru dari rumah pak kades Jun,seenaknya saja dia tiap hari gentayangan di kampung,dia tidak peduli sama sekali atas hilangnya Dian.Padahal Dian sedang hamil."ucap mama Rosa.


"memangnya Dian belum di temukan tante?"


"iya Jun,Om dan tante sudah mencarinya kemana-mana,tapi belum ketemu juga!"


"itu dia yang tante tidak tahu,kalau tante lihat dia,tante akan kasih dia pelajaran."ucap mama Rosa.


"trus,kalau Dian sudah di temukan,apa tante akan memaafkanya?"


Mama Rosa menarik nafas dan membuangnya kembali.


"tante akan minta maaf padanya,mungkin tante sudah salah,tante sadar kalau selama ini tante terlalu keras padanya."


"baguslah tan!"


Mama Rosa mengangkat alisnya sambil memandang pemuda yang ada di depanya.


"kok tante jadi curhat sih sama kamu Jun?"


"tidak apa-apa tante,siapa tahu dengan curhat,bisa membuat tante agar rileks!"kata Arjun.


"kamu benar Jun,setelah tante ceritakan semua unek-unek tante, tante jadi lebih tenang sekarang."


"ya sudah Jun,tante pulang dulu ya,kalau kau tahu atau dengar Andre ada di mana,tante minta kamu kasih tau tante."


"baik Tante!"kata Arjun.


Setelah Mama Rosa dan Arjun berpisah,Arjun kembali ke lahan tempat pembangunan pabrik.Sesampainya di lahan tersebut,Arjun langsung menelefon seseorang.

__ADS_1


"selamat malam tuan!"


"ya,selamat malam Arjun,ada apa?"tanya orang yang si seberang.


"ini tentang Andre tuan!"


"apa yang kau dapat?"


"Andre juga menghilang tidak tahu ke mana?"


"kau selidiki terus Arjun,aku sangat yakin kalau Andre masih ada di sana!"


"baik tuan,saya akan terus menyelidikinya!"


"bagus,bagaimana pembangunanya?,lancar?"


"ya tuan,semua berjalan dengan lancar!"jawab Arjun.


"kabari aku,jika ada yang tak beres!"


"baik tuan!"jawab Arjun.


Orang yang di telefon oleh Arjun adalah Samuel,karna sebelumnya,Samuel meminta pada Arjun untuk menyelidiki keberadaan Andre.Samuel curiga kalau Andre sembunyi karna takut kalau Samuel akan menyuruh anak buahnya mencari dirinya.Pasalnya ia yang mengantar Dian untuk menghadang mobil Samuel saat Samuel dan Elen serta Milka akan kembali ke jakarta.Pasti Andre berpikir kalau Dian sudah memberitahukan semuanya pada Samuel.


JAKARTA


"sweety!"


"Mm?"


"Arjun memberitahukan ku,kalau ayah dan ibunya Dian sedang bingung harus mencari anak itu di mana lagi?,apa tidak sebaiknya kita memulangkanya saja?"tanya Samuel.


"aku sih,mana yang terbaik buat Dian,tapi kak,kalau Dian kembali,siapa yang akan bertanggung jawab akan anak yang ada dalam kandunganya?.mengingat kalau Andre juga tidak ada di sana!"kata Elen.


"kau tenang saja sweety,aku akan menyuruh anak buah ku untuk mencari laki-laki pengecut itu!,dia kira dia bisa sembunyi dari ku?"kata Samuel.


"kak,jangan pulangkan aku.aku tidak mau pulang ke kampung,biarlah kalau Andre tidak mau bertanggung jawab,aku akan mengurus anak ini sendiri."kata Dian yang tiba-tiba saja datang.


"tapi Dian,tdak gampang untuk mengurus anak seorang diri!"kata Elen.


"kak,kalau kaka merasa terbebani,aku akan keluar dari sini dan akan mencari kerja."


"hah?,dalam keadaan seperti ini?"tanya Elen.


"ya"


"baiklah Dian,kakak terserah kamu saja."


"kau sudah yakin Dian?,eh maksud ku,apa kau sudah yakin, akan membesarkan anak itu seorang diri?


"ya"


Setelah memutuskan kalau Dian akan membesarkan anak itu sendiri,Samuel pun beranjak akan segera pulang.

__ADS_1


"


__ADS_2