
"Besok kita akan ke Indonesia untuk membereskan semua ini." kata Richart.
"Baik" jawab Hans dengan semangat
.Hansen sangat berharap bisa memiliki Celsi kembali,apalagi setelah ia tahu kalau Celsi sedang mengandung anaknya saat ini.
Richart mengajak Hansen ke Mansion miliknya,sesampainya di Mansion,Hansen bertanya pada Ares perihal kenapa ia tidak menyukai Celsi,mengingat Celsi sangatlah cantik.
"Apa kau tidak tertarik pada Celsi?...bukankah dia sangat cantik?...Celsi itu wanita ideal,sangat tidak mungkin jika kau tidak menyukainya?" tanya Hans.
"Itu menurut mu,tapi bagi ku,Celsi itu tak ubahnya seperti rubah betina." jawab Ares.
"Kau jangan menghinanya terus Ares,karna aku tidak suka!"
"Kalau begitu jangan bicara tentangnya,karna aku juga tidak suka." jawab Ares kesal.
"Sudahlah...untuk apa kalian berdebat?" timpal Richart.
*****
INDONESIA
"Apa yang ada di dalam pikiran mu Elen?...kenapa kau mau menikah dengan orang yang baru kau kenal?...tuan Ares akan sangat terluka dengan keputusan mu ini." kata Mitha tak habis pikir.
"Tapi aku lebih tersiksa kak Mitha,jadi ini adalah cara satu-satunya agar Ares berhenti mencintai ku."
"Kau salah Elen,dia tidak akan pernah berhenti mencintai mu,karna kau tahu kenapa?...karna kau adalah satu-satunya wanita yang selalu ada di hatinya.Jadi,pikir baik-baik Elen,kau juga akan tersiksa jika sudah menikah nanti,menikah dengan orang yang tidak kita cintai itu tidak gampang Elen." kata Mitha menasehati.
"Aku tahu kak Mitha,tapi aku bisa belajar mencintainya,bukankah cinta itu akan tumbuh jika kita semakin sering bertemu,dan seiring berjalanya waktu?"
Mitha menarik nafas berat karna tidak berhasil membujuk Elen.Karna merasa tidak berhasil membujuk wanita kesayangan Ares itu,akhirnya Mitha berusaha untuk memberitahukan Ares dengan cara menelepon Ares.
"Hallo Mitha!..apa di sana baik-baik saja?" tanya Ares setelah menerima telepon dari Mitha.
"Di sini tidak baik-baik saja tuan Ares."
"Apa maksud mu Mitha?"
"Gawat tuan,Elen menerima lamaran Celvin,dan rencananya malam ini Celvin akan memperkenalkan Elen pada kedua orang tuanya."
"Apa,kau serius Mitha?"
"Ya Tuan,aku serius,aku sudah mencoba memberinya pemahaman,tapi tidak berhasil juga." lapor Mitha pada Ares.
"Kau jangan panik Mitha,besok aku akan kembali,biarkan Elen bertemu dengan keluarga Celvin,itu hanya perkenalan,tidak menjadi masalah...asal kau pantau dia terus." kata Ares.
"Baik tuan."
__ADS_1
Malam ini Celvin berencana untuk memperkenalkan Elen pada kedua orang tuanya,kedua orang tua Celvin sangat antusias ingin bertemu calon istri anak semata wayang mereka.
"Mama sudah tidak sabar untuk ketemu dengan calon istri mu Celvin."
"Sabar ya Ma,malam ini Mama sama Papa akan bertemu denganya." jawab Celvin sembari membantu Ibunya mempersiapkan kedatangan Elen.
"Dia pasti sangat cantik,iya kan?"
"Mama benar,Elen sangat cantik,dia seperti bidadari Ma." kata Celvin memuji kecantikan Elen.
"Mama sudah tidak sabar ingin ketemu denganya."
"Tapi ada satu hal yang harus mama dan papa ketahui,Elen sudah pernah menikah.
Wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik itu menatap lekat-lekat putra semata wayangnya itu.
"Apa dia janda maksud mu?"
"Ya,Ma."
"Memangnya ada yang salah dengan statusnya?"
"Jadi mama tidak keberatan?"
"Untuk apa Mama keberatan,selama dia adalah wanita baik-baik."
"Hal yang paling penting bagi Mama adalah kebahagiaan mu Nak."
Malam ini Elen terlihat sangat cantik,meski tubuhnya berbalut gaun sederhana,namun Elen terlihat sangat cantik bak boneka Barbie.Saat Celvin melihat penampilan Elen yang sangat memukau,Celvin sangat terpesona dengan kecantikan wanita mungil yang belum lama ia kenal itu.
"Wauw...kau sangat cantik Elen,kau bagaikan bidadari." puji Celvin.
"Terimakasih Celvin."
"Jangan macam-macam denganya!" ancam Mitha sembari diam-diam mengambil gambar Elen yang terlihat sangat cantik malam ini,Ares meminta Mitha untuk memfoto dan mengirimkanya untuknya.
"Kau tenang saja,aku tidak mungkin macam-macam pada calon istri ku." jawab Celvin tenang sembari memberikan senyum mautnya.
Saat Elen hendak masuk ke dalam mobil milik Celvin,Elen terlihat sedih,meski ia berusaha untuk tersenyum,namun hatinya sangat tersiksa.
"Jika kau belum bersedia,aku tidak akan memaksa Elen." ucap Celvin.
"Maafkan aku Celvin,tapi aku tidak bisa." kata Elen merasa bersalah.
"Ini jauh lebih baik Elen,aku tidak ingin memaksakan kehendak ku,aku tidak ingin jika kau sedang bersama ku tapi hati mu bersama orang lain."
"Tapi bagaimana dengan ayah dan ibu mu,bukankah mereka sedang menunggu ku?"
__ADS_1
"Ikutlah bersama ku,anggaplah aku memperkenalkan mu sebagai sahabat."
"Apa bisa begitu?" tanya Elen.
"Why not?"
Setelah Elen meyakinkan dirinya untuk ikut dengan Celvin,akhirnya kedua mahluk berbeda jenis tersebut menikmati perjalanan mereka sembari larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Jauh berjuta kilo meter tempat Ares berada,Ares sangat geram melihat Elen tampil tampak cantik malam ini bersama Celvin,api cemburu yang sudah menyala-nyala,untung saja Ares jauh,karna kalau tidak Ares akan menyeret wanita kesayanganya itu dari sana agar mata jelalatan Celvin tidak terus memandangi wajah cantik Elen penuh dengan damba.
"Celvinnn!!...beraninya kau menatap wanita ku seperti itu,awas kau Celvin!" umpat Ares sembari menahan emosi.
Richart yang sedari tadi memperhatikan adik satu-satunya itu merasa lucu melihat kecemburuan Ares.
"Kau terlihat sangat lucu Ares,kau tidak pantas marah pada Celvin,wajar saja jika ia tak berkedip melihat lukisan hidup yang sangat bagus dan mempesona...jangan terlalu cemburu begitu." kata Richart.
"Kau terlalu cerewet kak Rich,tapi aku tidak suka cara Celvin memandangnya."
"Seperti yang ku bilang tadi,wanita mu itu bak lukisan hidup yang sangat indah,siapapun yang memandangnya tidak akan pernah bosan Ares."
"Jangan bilang kalau kau juga menyukainya kak Rich."
"Ares,Ares,pria normal mana yang tidak akan kagum melihat wanita manis dan cantik seperti Elen,bahkan aku saja sangat ingin memiliki satu wanita yang sama seperti Elen"
"What,kau sudah gila?...bukankah waktu itu kau menyukai Milka,kakak kandung Elen?"
"Kau salah Ares,aku berusaha akrab dengan Milka karna aku ingin mencuri perhatian wanita mu itu,tapi ketika aku tahu kalau ia tak memandang ku sama sekali,bahkan tak memandang mu juga,waktu itu segala perhatianya hanya di tujukan pada Samuel.Elen memang sangat mengagumkan Ares,Kau tahu?...kenapa aku tak pernah berhenti selalu memantaunya,bahkan selama setahun lebih aku selalu mengawasinya selama Elen ada di kepulauan Aru,itu karna aku tidak ingin wanita itu kenapa-kenapa,aku berharap bisa memilikinya,tapi setelah aku tahu kalau kau sangat mencintainya,ku tepis jauh-jauh semua perasaan ku,itu karna aku sangat menyayangi mu Ares."
Ares mencerna semua ungkapan hati kakaknya Richart,Ares tak menyangka kalau ia dan kakaknya sama-sama memiliki perasaan pada wanita yang sama,yaitu Elen.Ares tak habis pikir kenapa sangat banyak lelaki yang menaruh perasaan pada Elen,setelah ini,siapa lagi yang akan curhat kalau ia juga memiliki perasaan pada Elen,Ares berjanji pada dirinya sendiri,jika ia berhasil menikahi Elen,ia akan menyuruh Elen berdandan ala orang desa saja,agar tidak ada lagi lelaki yang menaruh perasaan padanya,meski Ares berpikir kalau rencananya itu sangatlah konyol.
"Ini gila kak Rich,jangan-jangan,Jack juga menyukainya?"kata Ares.
"Bisa saja,siapa yang tahu?,kau harus siap menerima jika kedepanya,akan banyak mata lelaki yang memandangnya penuh damba."
"Akan ku cungkil mata siapa saja yang berani menatapnya dengan tatapan mendamba." kata Ares.
"puff"Richart tertawa.
"Kau sangat lucu Ares,kalau kau tidak mau hal itu terjadi,maka jalan satu-satunya adalah kau harus menikah dengan wanita yang wajahnya pas-pasan saja,agar tidak banyak mata yang menatap istri mu seperti itu."
"Tidak bisa begitu,aku sudah sangat mencintainya,aku akan gila jika tidak berhasil menikahinya." kata Ares.
"Kalau begitu,berusahalah untuk mendapatkanya."
"Ya,aku akan berusaha kak,karna itulah aku sangat membutuhkan bantuan mu."
"Aku akan membantu mu dengan segenap jiwa ku." kata Richart meyakinkan adik kandungnya itu.
__ADS_1