
Sementara Elen dan Celvin asik bercerita sambil menikmati kopi,tiba-tiba saja Celsi datang menghampiri keduanya dan melabrak Elen.
"Oooo...bagus ya,tidak puas dengan suami orang,sekarang kau berusaha menggoda lelaki lain,dasar pelacur!!...wanita murahan...pelakor....janda binal!!" kata Celsi sembari menjambak rambut Elen.
Perbuatan Celsi menjadi tontonan banyak orang,baik pengunjung cafe,maupun pejalan kaki.Karna Cafe yang mereka kunjungi tepat di pinggir jalan.
"Auww...lepaskan!!" kata Elen sembari memukul tangan Siska.
"Kau pantas mendapatkanya,beraninya kau tidur dengan suami ku!" kata Celsi dengan geram.
"Aku tidak pernah tidur dengan suami mu Celsi,jadi jaga bicara mu." jawab Elen dengan tegas.
"Masih berani menjawab kau rupanya." kata Celsi sembari mengangkat tangan ingin menampar Elen.Namun belum sempat Celsi menampar Elen,Celvin sudah menangkis tangan Celsi agar tidak sampai di pipi Elen.
"Apa kau punya bukti hah?" kata Celvin sembari menghempas tangan Celsi dengan kasar.
"Kau siapa?...jangan ikut campur dengan urusan ku."kata Celsi.
"Ini akan menjadi urusan ku Celsi,karna Elen adalah kekasih ku!!" kata Celvin dengan lantang.
"Sejak kapan kau jadi kekasihnya?" tanya Ares dengan suara menggelegar yang tiba-tiba saja muncul.
"Dan kau!...sekali lagi kau menyebutnya wanita murahan,aku tidak akan segan-segan menghabisi mu!" ancam Ares dengan penuh penekanan.
"Aku istri mu Ares!...kenapa kau lebih memilih dia?"
"Kau tahu kenapa?...karna dia wanita terhormat,meski statusnya janda,tapi dia janda terhormat,dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui,aku sudah lama mencintainya,jauh sebelum aku mengenal mu.Dan satu lagi Celsi,aku menikahi mu karna terpaksa,tapi sepertinya,tidak lama lagi kau juga akan menyandang status yang sama seperti Elen."
"Apa maksud mu Ares?"
"Kau sangat tahu apa maksud ku...honey...mari kita pergi dari tempat ini."
"Maaf Ares,aku tidak bisa pergi dengan mu.Benar kata Celvin,aku ini kekasihnya,kami baru saja menjalin hubungan,bukan begitu Celvin?" kata Elen berbohong.
Elen sengaja berbohong untuk bersandiwara,karna ia tidak mau hubungan rumah tangga Ares dan Celsi betantakan hanya karena dirinya.
"Apa-apaan ini honey?...aku tahu kalau kau berbohong."
"Aku tidak berbohong Ares,apa kau ingin bukti?"
Tanpa berpikir panjang,Elen langsung mencium Celvin tepat di pipi,meski Elen harus berjinjit karna tubuh Celvin yang tinggi.
"Katakan jika ini tidak benar honey." kata Ares berkaca-kaca.
"Ini benar Ares...maafkan aku." kata Elen lalu menarik tangan Celvin agar segera meninggalkan tempat itu.
Elen sudah tidak sanggup untuk menumpahkan semua air matanya yang sudah tertahan sejak tadi.Begitu Elen berbalik,airmatanya mengalir begitu saja,sembari menahan sesak di dada,tapi Elen berusaha untuk tegar.Elen berjanji akan melupakan Ares mulai saat ini.
Sesampainya di dalam mobil milik Celvin,Celvin memberikan tisu pada Elen yang sedari tadi tidak berhenti menangis.
"Menangislah jika itu bisa membuat mu lebih tenang."
"Terimakasih Celvin."
Ares berdiri mematung sambil mencerna semua perkataan Elen,ia masih belum percaya dengan semua ucapan wanita mungil kesayanganya itu,tapi hati Ares sangat sakit mendengar semua ucapan Elen,tak terasa air mata pria tampan itu pun menetes begitu saja.
"Aku tahu kalau kau berbohong honey...maafkan aku jika karna aku,kau jadi terluka." kata Ares sembari menahan sesak di dada.
"Ares!...Momy menyuruh aku agar membawa mu pulang."
"Pergi dari hadapan ku Celsi,sebelum kesabaran ku habis." ancam Ares.
"Aku tidak mau,kalau kau tidak ikut pulang bersama ku."jawab Celsi.
__ADS_1
"Aku tidak akan sudi pulang bersama mu." Kata Ares sembari berlalu.
Ares melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,ia sudah tidak sabar untuk segera sampai di bandara,Ares sudah menghubungi pilot pribadinya agar segera terbang hari ini juga ke Eropa untuk menemui Richat kakaknya,sekaligus untuk menenangkan pikiranya yang sangat kacau.
Kembali pada Elen dan Celvin.
"Kau mencintainya Elen?"
"Ya Celvin,aku sangat mencintainya."
"Lalu kenapa kau harus berbohong?"
"Apa pantas aku menghancurkan rumah tangga orang Celvin?...seribukali aku mencintainya,tidak pantas bagi ku menyakiti hati seorang wanita yang telah menjadi istrinya."
"Lalu apa rencana mu ke depanya?" tanya Celvin.
"Berusaha untuk melupakanya." jawab Elen.
"Jika kau mau,menikahlah dengan ku,agar kau terlepas dari semua ini."
"Kau serius Celvin?...apa kau tidak malu menikah dengan wanita seperti ku?...maksud ku,apa kau tidak malu jika menikahi seorang janda?"
"Zaman sekarang janda dan perawan sama saja,untuk apa menikahi perawan tapi kelakuanya melebihi seorang janda,lebih baik menikahi janda,tapi janda itu janda terhormat." kata Celvin.
"Baiklah,aku bersedia Celvin."
"Benarkah?...terimakasih Elen,aku sangat bahagia sekali." kata Celvin dengan wajah yang tampak berbinar.
"Aku akan mengurus semuanya,lusa aku akan membawa mu menemui orang tua ku." kata Celvin.
"A-apa?...bertemu orang tua mu?"
"Ya,bertemu dengan orang tua ku."
"Ayah dan ibu ku sangat baik Elen,mereka akan sangat senang jika bertemu dengan mu."
Elen memang sengaja menyetujui permintaan Celvin untuk menikah denganya,Elen melakukanya demi menghindari Ares,agar Ares tidak lagi terus mengejarnya.
"Tapi kau mau kan bertemu dengan orang tua ku?"
"Baiklah Celvin."
"Good"
*****
VENICE ITALIA
"Aku dudah tidak tahan dengan rubah betina itu kak Rich."bkata Ares ketika sudah sampai di Itali.
"Sabarlah Ares,sepertinya wanta itu tahu rencana kita,tapi kau tenang saja,masih banyak cara untuk mencari bukti.
"Tapi sampai kapan kak,lama-lama aku bisa kehilangan Elen."
Saat kedua kakak beradik itu masih sibuk membahas tentang Celsi,anak buah Richart datang memberitahu bahwa laki-laki yang menjadi ayah dari anak yang Celsi kandung sudah sampai di Italia.
"Tuan,pria yang anda minta untuk kami bawa sudah ada di markas." kata anak buah Richart.
"Baik,aku akan segera ke sana." jawab Richart.
"Siapa yang dia maksud kak?"
"Kekasih dari istri mu."
__ADS_1
"kekasihnya Celsi?"
"ya,apa kau mau ikut untuk menemuinya?"
"Ya,aku ikut."
Kedua kakak beradik yang terlihat sama-sama tampan itu bergegas menuju markas yang tak jauh dari mansion milik Richart.Sesampainya di markas,Richart langsung mencecar banyak pertanyaan pada pria yang terlihat tidak ada rasa takut sama sekali.
"Siapa nama mu?"
"Nama ku Hansen,panggil saja Hans."
"Kau tahu kenapa kau di bawa ke mari."
"Tidak!" jawabnya ketus.
"Kau kenal pria ini?" kata Richart sambil menunjuk ke arah adiknya.
"Tidak." jawabnya singkat.
"Dia adalah adik kandung ku,lebih tepatnya suaminya Celsi kekasih mu,bukan begitu Hans?"
"Jadi pria ini yang membuat orang yang sangat kucintai berpaling dari ku?" tanya Hans.
"Aku juga tidak sudi menikah dengan rubah betina itu." kata Ares dengan tegas
"Jangan berani menghinanya atau-"
"Atau apa?...atau kau akan membunuh ku?" jawab Ares sudah mulai terpancing emosi.
"Biar aku yang menanganinya Ares." kata Richart.
"Apa kau masih mencintainya?"
"Ya,aku sangat mencintainya."
"Jika kau mencintainya,kenapa kau tidak berusaha menghentikan pernikahan adik ku dan kekasih mu?...apa kau tidak menyayangi anak yang ada di dalam kandunganya?" tanya Richart penuh selidik.
"Apa?...dia hamil?"
"Ya,dia hamil anak mu."
"Ya Tuhan,benarkah itu?" tanya Hans tak percaya.
"Ya Hans,Celsi sedang mengandung anak mu,dan usia kandunganya sudah dua bulan.
"Darimana kau tahu?" tanya Hans curiga.
"Aku sudah menyelidikinya,salah satu teman ku yang berprofesi dokter megatakan bahwa dia hamil.Teman ku memeriksanya saat dia jatuh pingsan ketika ia sedang berada di salon kecantikan...apa Celsi tidak memberitahu mu?"
"Dia tidak pernah memberitahu ku." jawab Hans.
"Apa kau masih ingin bersamanya?" tanya Richart kembali.
"Ya,aku tidak akan rela jika anak ku lahir dan di asuh oleh pria lain."
"Bagus,kalau begitu,apa kau mau bekerja sama dengan kami?...agar kau bisa kembali padanya."
"Bagaimana caranya?"
"Kau hanya cukup mengikuti instruksi dari kami."
"Baik"
__ADS_1