
"maafkan aku kak Milka,karna baru memberitahukan mu."kata Ares setelah sampai di apartemen milik Samuel.
"memangnya ada apa Ares?"
"sebenarnya saat ini Elen ada di rumah sakit,kemarin pagi Elen tiba-tiba pingsan sebelum aku melarikanya ke rumah sakit."
"apa??"...Elen di rumah sakit?...adik ku sakit apa Ares?"
"kista rahim!"
"apa?...kista rahim?"tanya Milka tak percaya.
"ya,kak Mil!"
Ares memanggil Milka dengan sebutan kakak,sebenarnya umur Milka masih jauh di bawa Ares,Ares berusia 37 tahun,sedangkan Milka berusia 27 tahun.Namun karna Milka adalah kakak dari Elen,Arespun ikut memanggil Milka dengan sebutan kakak,sama seperti Elen yang biasa memanggilnya kakak.
"apa sudah sangat parah Ares?"
"karna itulah aku datang menemui kak Milka!...dokter menyarankan agar dia segera operasi,tapi Elen menolak."
"kenapa dia menolak?"
"Elen tidak mau kalau harus mengorbankan anak yang di dalam kandunganya,tapi itu satu-satunya cara agar dia bisa bertahan hidup,karna sangat beresiko jika ia terus mempertahan kan janin yang ada di dalam kandunganya."kata Ares panjang lebar.
Milka menarik nafas berat,cobaan apalagi yang harus di alami oleh adik kandungnya itu.Belum cukupkah semua musibah yang sudah Elen alami selama ini?.
"Ares!...tolong bawa aku untuk melihat adik ku."
"sebaiknya kak Milka menjenguknya besok pagi saja,soalnya Elen sudah tidur."
"siapa yang menemani Elen di rumah sakit Ares?"
"tadi aku menyuruh Bayu untuk menjaganya sementara aku kesini."jawab Ares.
"aku harus ikut untuk melihat adik ku Ares!"
"baiklah kak Mil."
"kau Tunggulah di sini Ares,aku akan memanggil Dian sebentar."
"baik!"
Milka bergegas menuju kamar milik Dian,namun begitu ia melihat Dian sudah tidur nyenyak,Milka akhirnya mengurungkan niatnya untuk membangunkan Dian.
"sebaiknya kita berangkat sekarang Ares!..soalnya Dian sudah tidur,dan aku tidak tega untuk membangunkanya."
"baik kak Mil!"
****
__ADS_1
Malam ini sudah pukul 21:00,namun Samuel belum juga bisa tidur,wajah cantik istri kecilnya selalu mengganggu pikiranya.Samuel membolak-balik tubuhnya karna gelisah,entah kenapa perasaanya tidak enak.Wajah istri mungilnya selalu menghiasi pikiranya,meski Tania sudah berusaha untuk membangkitkan libidonya,tapi tetap saja wajah istri mungilnya itu selalu mengganggu pikiranya.
Samuel turun dari ranjangnya dan segera meraih baju dan celananya.Kemudian ia bergegas menyusuri anak tangga menuju garasi mobil yang ada di lantai bawah mansionya.
"kau mau kemana Sam?"tanya Tania istrinya.
"aku ingin mencari udara di luar!...aku rasa rasa di kamar ini sangat panas!"
"kalau kau merasa panas,aku akan mengurangi suhu ACnya!"
"tidak perlu Tania!...kau tidurlah...aku ada perlu sebentar,aku janji tidak akan lama."
"tapi kau mau kemana?...ini sudah larut Sam!"
"Tania!...aku hanya ingin mencari angin segar."
"mencari angin segar,atau mencari dia?"kata Tania.
"Tania!!...wajar aku mencarinya,karna dia masih istri ku,itu artinya dia masih tanggung jawab ku!...ku mohon mengertilah!"kata Samuel sudah mulai tersulut emosi.
"Sam!..jika kau masih ingin terus mencarinya,sebaiknya aku juga akan keluar malam ini,dan besok aku akan kembali ke Amerika!"
"Tania!...tidak bisa kah kau mengerti sedikit dengan posisi ku?...aku merasa bersalah padanya Tania,dia sedang mengandung anak ku,dan aku bisa-bisanya santai di sini!"
"dia akan aman bersama Ares!...apalagi aku lihat,Ares sangat mencintainya."
"tapi dia masih istri ku Tania!...mana bisa aku membiarkanya bersama lelaki lain!"
"argh!...sudahlah Tania!...kau setuju atau tidak,aku akan tetap mencarinya!"kata Sam dengan tegas.
Samuel menghidupkan mesin mobilnya,kemudian berlalu dari mansion miliknya tanpa menghiraukan Tania yang terus memanggilnya.Samuel merasa kecewa akan Tania yang saat ini,Tanianya yang dulu dengan yang sekarang sangat berbeda.
Tania dulu penyabar,lemah lembut dan tidak egois seperti saat ini,namun sekarang sangat berbeda,Samuel seolah-olah tak mengenali Tanianya yang sekarang. Seharusnya Tania harus mengerti posisinya saat ini.Posisi yang membuatnya dalam situasi dilema,dan tak tahu harus memilih yang mana.
"selamat malam tante Melan!"
"selamat malam Sam!"
"aku ingin menjemput istri ku tante!"
"menjemputnya?....maksud mu Elenora?"
"iya tante!"
"tadi kau bilang dia istri mu,tapi kenapa kau membuatnya sangat tertekan?"
Samuel hanya diam saat mendengar pertanyaan tante Melani.
"aku ingin meminta maaf padanya Tante!...pada istri ku."
__ADS_1
"tapi sayangnya dia tidak ada!"
"tante!...aku mohon,ijinkan aku bertemu dengan istri ku!"kata Samuel memohon.
"tante serius Sam!...Elen tidak ada di sini."
"dia kemana tante?"
"Ares membawa istri mu ke London,karna istri mu sendiri yang memintanya."
"hah?...yang benar saja tante?...apa haknya membawa istri ku?"
"putra ku memang tidak berhak Sam!...tapi Elen berhak untuk tidak tertekan!...tante yakin,kalau kau sangat mengerti apa yang tante maksud?"
Samuel terpaku mendengar ucapan ibu dari Ares dan Ruchart itu.Samuel tidak menyangkal semua perkataan tante Melan,memang benar kalau dirinya sudah membuat istri mungilnya itu tertekan.
"maafkan aku tante!"
"sudahlah Sam!...tante ingin saat kau sudah pulang ke mansion mu,kau pikirlah baik-baik,tante harap kau bisa bijak mengambil keputusan!"
*baik tante...saya permisi dulu!"
"baik Sam!...hati-hati di jalan."
Samuel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,selama di perjalanan ia tak henti-hentinya memikirkan istrinya yang selalu tersenyum manis padanya.Samuel mengingat semua kenangan-kenangan manis saat bersama istri mungilnya itu.Biasanya saat malam begini,Elen sudah tidur sambil memeluknya,membenamkan kepalanya di dada bidang miliknya.
"maafkan aku sweety!...aku janji,saat kau pulang nanti,aku akan memperbaiki semuanya.Aku tidak akan bisa hidup tanpa mu sweety!...pulanglah bersama ku,aku akan memijiti kaki mu yang pegal,aku akan memijit pundak mu yang sering sakit,ku mohon....pulanglah sweety!...pulang ke rumah kita,karna aku sudah sangat merindukan mu!"kata Samuel yang maniknya sudah berkaca-kaca mengingat istri kecilnya yang selalu ceria.
****
"Ares!...kau pulang saja istirahat,biar aku yang menjaga adik ku!"kata Milka pada Ares.
"tidak apa-apa kak Mil,aku juga akan menjaganya malam ini."
"Ares!...terimakasih sudah sangat baik pada adik ku,semoga Tuhan membalas semua kebaikan mu pada adik ku Ares!"
"tidak masalah kak!...yang penting bagiku dia baik-baik saja kak!"
"Ares!"
"ya,kak Mil?"
"mengapa kau sangat baik pada Elen?"
Pertanyaan dari Milka mampu membuat Ares terasa tercekat.bagaimana tidak?,pasalnya karna ia sangat mencintai wanita mungil itu,ya,Ares sangat mencintai Elen sejak pertama ia mengenalnya.
"ahh...ehh,itu karna ia adalah sahabat ku."kata Ares.
"ya...ya...ya,dia adalah sahabat mu!...tapi omong-omong Ares!...terimakasih atas kebaikan mu pada adik semata wayang ku."
__ADS_1
"tidak masalah kak!"jawab Ares.
Ares dan Milka memutuskan untuk tidur di dalam rumah sakit tempat Elen di rawat.