
Ellio tidak terima tubuh wanita pujaan hatinya berada dalam pelukan laki-laki lain.Terlebih laki-laki itu adalah Samuel musuh bebuyutanya.Ellio meraih tubuh Elen dari tangan Samuel dan mendorong tubuh Samuel hingga mentok ke tembok.Samuel yang merasa tidak terima akan perlakuan Ellio ingin merampas Elen dari Ellio.
Belum sempat ia meraih tubuh Ellen,oma keburu membentak mereka berdua."Apa-apaan kalian berdua? bisa-bisanya kalian berkelahi dalam keadaan seperti ini!!" bentak Oma pada Samuel dan Ellio"ohhh cemon son,,,bersikap dewasalah sedikit!!"kalian bukan anak kecil yang berkelahi karna berebut mainan!" oma sangat kesal melihat kelakuan Samuel dan Ellio.
Akhirnya Samuelpun mengalah,pemilik mata biru safir itu menahan emosinya dalam hati,meski rahangnya yang tegas masih terlihat mengetat akibat menahan marah.Ellio membaringkan tubuh Elen di kursi panjang yang ada dipojok ruang tunggu.Beberapa menit kemudian Elen pun sudah sadar dari pingsanya.
Elen membuka kedua matanya yang hitam dan bening"Saya ingin melihatnya utuk yang terakhir" pinta Elen pada Ellio yang duduk didekatnya."Baiklah saya akan mengantar kamu!" jawab Elilio pada Elen,Ellio memegang pundak Elen dan menuntunya untuk berjalan menuju ruangan dimana Tasya berbaring,Ellio tidak melepaskan sedikitpun tanganya dari pundak Elen, Ellio berjaga-jaga takut kalau ibu muda itu jatuh dan pingsan kembali.
__ADS_1
Elen melangkah lemah menuju jasad putri semata wayangnya itu,mata bening itu menatap dengan nanar.Elen memeluk dan menciumi setiap inci wajah putri yang sangat dia kasihi itu.Elen mencium puncak kepala anaknya yang masih terbungkus perban.Ellen memandangi wajah putri kesayanganya itu,semua memori saat bersama Tasya menari-nari di otaknya.
Memori saat mereka berlari di tepi pantai,memori saat mereka berangkat kesekolah saat Tasya masih TK,biasanya mereka berangkat bersama karna Ellen juga salah satu guru disana.Memori saat Tasya merengek minta dibuatin telur atau nasi,memori saat mereka berdoa bersama,ahh semua kenangan bersama putrinya membuat Elen semakin tidak kuat.
Ingin rasanya Elen ikut dengan anaknya,atau kalau bisa biarlah Tasya hidup dan Elen yang pergi.Ibu muda nan cantik itu memeluk jasad putrinya sekali lagi"pergi dengan damai anak ku sayang,,,Tuhan sudah melepas semua derita mu anak ku,kita akan bertemu kembali sayang!"
Yang merasa sedih dan terpukul atas kepergian Tasya bukan hanya Elen semata,tapi oma tante Oliv,Ellio,Samuel serta Arthur pun sangat sedih atas kepergian Tasya untuk selamanya,mereka dapat merasakan kepedihan hati ibu muda cantik itu,yang sangat terpukul atas kepergian Tasya.
__ADS_1
Setelah pemakaman Tasya,dua hari kemudian di mansion tante Oliv.Elen hanya murung dan berdiam diri di kamarnya,oma dan yang lainya masih setia ada disana demi ingin menghiburnya.Namun tak satu pun yang mampu untuk menghiburnya.
Ellio berinisiatif untuk masuk ke kamar,tujuanya untuk menghibur Elen agar tidak larut dalam kesedihan."Elen,,,sa.."belum selesai Ellio bicara,Elen langsung menjawab"maaf kak Ellio,,,aku ingin sendiri!" jawab Elen pelan.
Dan Ellio pun tidak bisa berbuat banyak lagi,akhirnya diapun mundur dan keluar.Siang ini oma dan Arthur kembali ke mansion tante Oliv,sesampainya di mansion oma mendengar cerita bahwa Elen belum mau bicara.Seperti biasa entah angin darimana Arthur melangkah menuju kamar dimana Elen berada,Arthur membuka pintu kamar itu dan melihat Elen duduk didekat jendela.
Arthur menghampiri Elen dan memeluknya,melihat Arthur memeluknya kuat,Elenpun membalas pelukan Arthur dan mencium puncah kepala anak tampan itu"jangan menangis!" kata Arthur singkat."Terimakasih sayang" jawab Elen pada anak tampan itu,Elen merasa sangat terhibur atas kehadiran Arthur,kehadiran anak tampan itu mampu mengurangi kesedihan Elen.
__ADS_1
Ellio yang melihat Elen sedikit tersenyum akan kehadiran Arthur, mampu membuat Ellio bernafas lega.Meski Ellio sedikit cemburu akan kedekatan mereka berdua.Tapi pantaskah dia cemburu pada anak kecil itu? tidak! anak kecil itu tidak jadi ancaman bagi Ellio untuk membuat Elen jatuh cinta padanya,tapi ancaman terbesarnya adalah ayah dari pria tampan kecil itu,siapa lagi kalau bukan si duda karatan tapi keren si Samuel itu,mengingatnya saja sudah membuat Ellio jengah.