Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kepergian Tasya untuk selamanya


__ADS_3

Entah sudah berapa lama dokter Yoga dan dokter lain berada diruang operasi,belum ada tanda-tanda yang menandakan bahwa operasi akan segera selesai.Ruang tunggu terasa sangat hening,hanya terdengar suara langkah kaki dari beberapa orang yang melewati di depan ruangan itu.


Semua terlihat sangat tegang,terlebih Elen yang sedari tadi harap-harap cemas.Elen duduk dan bersandar pada kursi duduk di ruang tunggu sambil memejamkan mata Elen berdoa dalam hatinya.


"Tuhan,,,,tidak banyak yang ingin kuminta dari Mu,hanya satu ya Tuhan ku...sembuhkanlah putriku Tasya,berikan aku kesempatan untuk merawatnya hinga ia tumbuh menjadi anak yang sesuai dengan kehendak Mu,tapi bukan kehendak ku yang akan terjadi ya Tuhan,,,,melainkan kehendak Mu ."


Tidak terasa kristal bening yang sedari tadi Elen tahan untuk dibendung,tak mampu dibendung. Akhirnya kristal bening itupun menetes tanpa diminta.Seakan mewakili seluruh perasaan Elen.


Samuel dan Ellio serta lainya sangat berempati melihat Elen.Terlebih Samuel dan Ellio,pemilik netra biru safir dan netra coklat itu tidak tahan melihat ibu muda nan cantik itu dalam kesedihan.Tapi apa yang bisa mereka buat? mereka bukanlah Tuhan yang dapat menghalau segala penyakit dari segala insan.

__ADS_1


Jam sudah menunjuk pukul 13:00.yang menandakan untuk jam makan siang,Samuel yang berinisiatif untuk membelikan makananpun angkat bicara."Oma,,tante Oliv,,,saya akan keluar untuk membeli makanan"kata Samuel yang memulai pembicaraan."pergilah Sam" jawab oma.


Setelah makanan yang dibawa oleh Jack datang Samuel mengambil makanan itu dari Jack untuk dibawa keruang tunggu,dimana oma dan yang lainya berada."oma,,,tante Oliv,,,sambil menunggu kita makan dulu!!" Samuel berinisiatif untuk mengajak mereka makan,dari semua yang diajak untuk makan hanya satu orang yang menolak siapalagi kalau bukan Elen?.


Ia menolak dengan halus,Elen ingin puasa sama seperti anakya yang sudah puasa sejak malam tadi,Elen juga merasakan penderitaan putrinya.Bahkan jika bisa ibu muda nan cantik itu ingin menggantikan posisi anaknya Tasya saat ini,namun apalah daya? Elen hanya seorang manusia biasa.


Melihat Elen menolak untuk makan,kompak yang lainya pun tidak ikut makan.Mana bisa mereka makan sementara Elen sendiri tidak makan.Hati Elen menghangat,sontak Elenpun menangis kembali."Jangan menangis Elen,tetaplah berdoa kita serahkan semua pada Tuhan",Elen menangis bukan karna sedih namun kali ini dia menangis karna terharu.


Meski Arthur tidak mengatakan sepatah katapun,tapi Elen tau bahwa Arthur ingin Elen makan.Samuel ternganga melihatnya, kemarin oma sudah menceritakanya pada Samuel.Tapi Samuel kurang yakin karna dia belum melihatnya sendiri.

__ADS_1


"Arthur ingin tante makan?" tanya Elen yang dibalas anggukan oleh Arthur.Elen meraih tubuh Arthur dan nembawa tubuh kecil itu kedalam pelukanya.Elen menciumi wajah Arthur dengan lembut dan orang yang Elen peluk merasa sangat nyaman dalam pelukanya.kerinduanya dalam pelukan seorang ibu akhirnya tercapai,meski wanita yang memeluknya bukan sosok ibu kandungnya,tapi cukup membuat Arthur puas dalam dekapan seorang ibu.


"Baiklah Arthur,kita makan sama-sama" Elen mengajak Arthur untuk makan,dan akhirnya merekapun makan.lima belas menit kemudian setelah mereka selesai makan,tiba-tiba pintu ruangan terbuka.Tampak dokter Yoga keluar dengan dengan wajah yang penuh penyesalan.


"Doter bagaimana keadaan Tasya?" tanya Elen pada dokter Yoga.Sejenak dokter Yoga menarik nafas berat sebelum menjawab Elen."Maafkan kami nona,,,kami sudah berusaha semampu kami! tapi Tuhan berkehendak lain!." jawab dokter Yoga dengan berat.


Nafas Elen mendadak berat,ia merasa separuh jiwanya hilang.Dengan kaki serta tangan yang gementar Elen mundur bersandar pada dinding tembok.Tubuhnya mendadak lemah,ia tidak kuat hanya untuk sekedar menopang tubuhnya yang mungil.Elen tau dan sadar kemungkinan untuk Tasya tidak selamat dari penyakit ini akan selalu ada.


Selama ini Elen sudah was-was akan kemungkinan ini,apalagi selama ini Elen sering membaca di berbagai buku atau majalah bahkan di goegle mengenai kanker.Mustahil untuk selamat bagi mereka yang menderita penyakit kanker,apalagi sudah masuk dalam taraf stadium lanjut.

__ADS_1


Namun selama ini Elen mencoba untuk kuat,dia berharap suatu muzizat akan ada.Perlahan mata sembabnya mulai mengabur dan Elenpun jatuh tidak sadarkan diri.Samuel yang kebetulan berada tepat dibelakang Elen dan melihat Elen terkulai jatuh,dengan sigap meraih tubuh Elen dalam pekukanya.


__ADS_2