
"Terimakasih Elio karena sudah membawa istri ku ke rumah sakit."
"Sama-sama Ares,tadi aku tidak sengaja bertemu dengan nya di jalan,dia tampak bersedih,dan aku mengajak nya untuk istirahat di sebuah kafe."
Sebenar nya Elio juga merasa bersalah,karena Elen pingsan juga karena mendapat teriakan dari oran-orang yang menyebut nya sebagai pelakor.
"Lalu,apa yang terjadi?" tanya Ares penasaran.
Melihat suami nya merasa terpojok,Luna berinisiatif meminta maaf pada Ares,karena Elen tidak akan pingsan kalau bukan karena perbuatanya.
"Maafkan aku Ares,ini semua salah ku.!" kata Luna tampak ketakutan.
Tak tega melihat Luna ketakutan,Elio menceritakan kejadian yang sebenar nya pada Ares,lebih baik jujur dari pada Ares meminta kakak nya Richard untuk mencari tahu kejadian yang sebenar nya.karna Elio tidak mau berurusan dengan pria tampan yang terkenal sangat kejam itu.
Elio memang kaya dan terkenal handal di dunia bisnis,ia bisa saja siap jika Ares menabuh perang dengan nya,tapi Elio tidak akan mampu jika harus melawan Richard,bahkan Samuel sekalipun tidak akan berani jika harus berurusan dengan sang Mafia itu.
"Kali ini aku memaafkan istri mu Elio,karena istri ku sangat mengasihi nya,dan kau tahu Luna,istri ku sering memuji- muji diri mu,di mata Elen,kau wanita yang sangat baik,jadi,bagaimana mungkin istri ku bisa menyakiti mu dengan cara merampas Elio dari mu.dan satu hal lagi,istri ku sangat mencintai aku,aku lah satu-satu nya pria yang ada di hati nya." kata Ares dengan tegas.
ucapan Ares seakan menampar Elio dengan telak,bagaimana tidak,meski Ares sengaja atau tidak,tapi seolah-olah Ares sengaja berkata seperti itu agar Elio tahu diri dan berhenti berharap.
Tak lama kemudian Richard datang,dan beberapa menit kemudian Jack,Milka,Samuel, Arthur dan juga Mitha sudah hadir di rumah sakit,karena sebelum Ares sampai,ia sudah mengirim Chat untuk Mitha.
"Ares,kenapa sampai Elen bisa di rawat di rumah sakit,sebenar nya apa yang terjadi dengan nya?" tanya Milka dengan panik.
"Elen mengalami pendarahan kak Mil."
"Kenapa sampai bisa begitu?,apa kau memaksa nya bekerja?" tanya Milka tak mau tahu dengan ekspresi wajah suaminya yang sedari tadi mengusap dada.
Ares menelan Saliva nya kasar,perkataan kakak ipar nya itu membuat Ares menahan sesak di dada,yang benar saja,jangankan bekerja,untuk mengambilkan minum untuk istrinya saja Ares harus melakukan nya karena tak mau istri nya kelelahan.
"Maafkan aku kak,aku sudah lalai." jawab Ares sembari tertunduk.
Meski ia kaya dan berkuasa,tapi Ares tidak berani untuk menjawab kakak ipar nya itu,karena jika Ares berani melawan,maka ia akan berhadapan dengan istri mungil kesayangan nya.
Jack sedari tadi sudah ketar-ketir sembari menahan nafas karena istri nya Milka mencecar banyak pertanyaan pada Ares,selama ini Jack sangat menghormati Ares,jadi ia tak mau jika Milka membuat Ares tidak berkutik di hadapan istri nya.
"Sayang,jangan memarahi tuan Ares seperti itu." bisik Jack di telinga Milka.
"Aku hanya bertanya kenapa sampai Elen bisa keguguran?"
"Tadi Elen berencana untuk menemui mu Milka,tapi ia menolak untuk di antar oleh supir,mungkin saja Elen kelelahan karena berjalan kaki."
"Ya Tuhan,anak itu memang benar- benar keras kepala,padahal sudah berulang kali ku katakan agar menghubungi ku jika ingin datang." kata Milka.
Ares menatap sendu pada Arthur,istri nya memang sangat menyayangi anak tampan itu.benarkah apa yang di katakan oleh Milka kalau istri nya sangat merindukan anak nya yang sudah tiada?.kalau memang benar demikian,maka benar kata Mitha bahwa ia sangat egois.
Ares mendekat pada Arthur,ia berjongkok sembari menatap kedua bola mata milik bocah tampan itu.
"Art...tadi Mommy mu ingin bertemu dengan mu, mommy sangat merindukan mu." ucap Ares pada Arthur.
"Benarkah?"
Ares mengangguk pelan sambil tersenyum.
__ADS_1
"Tidak lama lagi kau akan memiliki adik."
Arthur tersenyum bahagia kala mendengar perkataan Ares.
"Kau senang?"
Arthur mengangguk pelan.bocah tampan itu terlihat sangat senang kala mengetahui bahwa wanita yang sudah di anggap sebagai ibu kandung nya itu sedang mengandung.
"Sebenar nya apa yang telah terjadi Ares?" tanya Samuel pada sahabat nya itu.
"Istri ku mengalami pendarahan,kondisi nya saat ini sedang lemah,ini salah ku Sam,aku sudah lalai menjaga nya."
"Dia akan baik-baik saja,begitu pun dengan anak mu."
"Terimakasih Sam,sebenar nya ini semua salah ku,harus nya aku bisa memahami keinginan nya."
"Sudahlah Ares,kau tidak boleh menyalahkan diri mu terus."
Setelah menunggu beberapa menit,perawat keluar memanggil keluarga pasien.
"Keluarga pasien nyonya Clark!" panggil perawat.
"Saya Suster,saya suami nya." jawab Ares.
"Nyonya Clark sudah sadar,beliau ingin bertemu dengan anda."
"Baik Suster!"
"Honey...maafkan aku" ucap Ares sembari mencium puncak kepala Elen.
"Harus nya aku yang minta maaf pada mu." balas Elen.
"Sudahlah honey,yang penting sekarang kau dan anak kita baik-baik saja."
"Ares,apa kak Luna ada di sini?"
"ya Honey...dia dan Elio ada di sini."
"Bisakah kau memanggil kan nya untuk ku?"
"Tapi dokter bilang,kau tidak boleh di ganggu dulu."
"Tidak apa-apa Ares,aku hanya ingin bicara pada nya sebentar."
Tidak ingin mengecewakan istri nya lagi,Ares pun menyetujui permintaan Elen untuk memanggil Luna.
Ares keluar untuk memanggil Luna agar bertemu dengan istri nya di luar.
"Luna,istri ku ingin bicara dengan mu" kata Ares.
"Baiklah." jawab Luna sembari mengikuti Ares dari belakang.
"Elen!"
__ADS_1
"Kak Luna."
Ares tidak ingin mengganggu pembicaraan antara Luna dan Elen,ia pun berinisiatif untuk keluar dari ruangan itu.
Setelah Ares keluar meninggalkan kedua wanita cantik itu,Elen pun mengawali pembicaraannya.
"Maafkan aku kak Luna,jujur aku tidak pernah sedikit pun ingin merampas kak El dari mu." kata Elen tampak bersedih.
"Aku yang harus minta maaf pada mu Elen.tidak pantas aku mencurigai mu."
"Aku memahami perasaan mu kak,aku pun pasti akan cemburu jika suami ku menyukai wanita lain.tapi aku tidak pernah sedikit pun ingin menyakiti hati mu."
"Elen,aku cemburu,hati ku sakit saat mengetahui di hati Elio hanya ada diri mu." kata Luna berlinang air mata.
Hati Elen terasa tersayat-sayat melihat Luna menangis.karena Elen pun pernah berada di posisi Luna saat ini.Elen tidak pernah meminta untuk di cintai oleh Elio,meski Elen pernah menaruh perasaan pada pria itu saat pertamakali bertemu.
"Bersabarlah kak,aku yakin,suatu saat Kak El akan mencintai mu sepenuh hati."
"Tapi sampai kapan Elen,bahkan hari ini Elio sudah bulat dengan keputusan nya bahwa ia akan menceraikan ku."
"Panggil kan kak El ke sini kak Luna."
"Untuk apa Elen?...untuk membujuk nya agar tidak menceraikan ku?...percuma Elen,mungkin ini jalan yang terbaik." kata Luna masih berlinang air mata.
"Kak Luna,jika kalian berpisah,anak- anak kalian akan menjadi korban kak,kak El sangat menyayangi mu,dia sedang berusaha untuk memperbaiki hubungan kalian."
"Honey...dokter bilang kau harus segera istirahat." kata Ares pada Elen.
"Ares,bisakah kau memanggilkan kak El?...sebentar saja,aku mohon."
Ares menarik nafas panjang lalu menghembus kan nya perlahan.
"Baik." jawab singkat dari Ares.
semenit kemudian Elio sudah ada di depan Elen.ia menatap nanar wajah pucat wanita yang selalu ada di lubuk hati nya itu.
"Kau memanggil ku Elen?"
"Ya,kak El."
"Ares,apa kau mengijinkan aku bicara empat mata dengan kak El?" kata Elen meminta ijin.
Ares mengangguk pelan tanda setuju.
Setelah Ares dan Luna keluar,Elen berbicara to the poin pada Elio.Elen tidak ingin jika pria tampan yang pernah ia sukai itu terus mengharapkan nya.
"Kak El,aku sangat mencintai suami ku,di hati ku hanya ada dia,sampai kapan pun,jadi aku mohon,berhenti untuk mencintai ku.ada kak Luna dan si kembar yang membutuhkan cinta dan kasih sayang mu." kata Elen.
"Mencintai mu bukan berarti menginginkan mu juga Elen,cinta itu tumbuh sendiri Elen,untuk apa aku bertahan jika aku pada akhir nya akan menyakiti hati istri ku.bukan kah lebih baik kami akhiri pernikahan ini agar Luna tidak semakin terluka.dan lagi,Luna pantas untuk mencari pria yang lebih baik dari ku."
Bibir Elen terasa keluh,ia tidak tahu harus menjawab apa pada Elio,dalam hal ini Elen membenarkan perkataan Elio.untuk apa mempertahan kan pernikahan jika salah satu di antara nya harus terluka.
"Kami akan tetap bercerai Elen,meski ini tidak adil bagi Luna,tapi aku yakin,Luna pasti bisa menerima keputusan ini."
__ADS_1