
"Lewat jemari di ujung pena,ingin ku ungkap sebuah rasa yang bergejolak dalam dada....Kasih,rindu ini masih ku pendam....cinta ini masih utuh ku simpan,agar kelak kemesraan tetap terjaga sama seperti dulu...akankah kemesraan itu bisa terulang kembali?...jika memang bisa,maka aku akan menunggu mu sampai kapanpun." isi tulisan yang ada di pesawat kertas milik Elen.
Hati Ares terasa ngilu membaca goresan tangan Elen,Ares tidak menyangka kalau wanita kesayangan ya itu ternyata masih senantiasa menantinya selama ini.
Ares dapat membayangkan betapa tersiksanya Elen dalam penantian ya,Ares pun mengalami hal yang sama selama ini.Betapa Ares sangat tersiksa dengan rasa rindunya yang teramat sangat.
"Terimakasih Elen,aku berjanji akan mengobati rasa rindu mu Honey...karena aku juga sangat merindukan mu."
Ares merasa bahagia karena ternyata wanita kesayangan ya itu masih tetap merindukanya.Ares berjanji dalam hati,bahwa ia tidak akan membiarkan pujaan hatinya kembali tersiksa,walau apapun yang terjadi.
Hari mulai gelap ketika Elen pulang dari mengobati rasa rindunya.Meski hanya sebatas mengunjungi tempat favorit dirinya dan Ares,namun bisa mengobati sedikit rasa rindunya pada pria yang sangat ia cintai itu.
Meski Elen tak yakin jika penantianya akan terbalas dengan kembalinya Ares,tapi Elen tetap bertekad untuk tetap menanti pujaan hatinya itu.Malam ini Elen merasakan sekujur tubuhnya serasa sakit,sepertinya ia terkena demam.Setelah meminum obat,Elen pun memutuskan untuk segera istirahat.
Pagi ini Elen bangun terlambat di karenakan malam tadi ia mengalami demam tinggi. ketika Elen menyadari bahwa ia sudah terlambat beberapa menit,Elen pun buru-buru melakukan ritual mandi nya.
Setelah Elen merasa diri sudah rapih,Elen segera buru-buru memanggil ojek langganan ya.
"Bang,kita ngebut sedikit ya."
"Baik Neng"
Mendapat perintah dari sang penumpang,ojek langganan Elen itu pun langsung tancap gas.
Setelah sampai di depan gedung sekolah yang ternyata gerbangnya sudah di tutup,Elen pun berinisiatif untuk memanggil satpam yang sedang berjaga.
"Pak Jho...maaf saya terlambat pak."
"Tumben buk Elen terlambat."
"Iya pak,soalnya tadi malam saya tidak enak badan."
"Tapi ibu sudah baikan?"
"Puji Tuhan,sudah pak!"
"syukur lah kalau begitu."
"O,iya pak Jho,apa acara nya sudah di mulai?"
"Sudah buk,bahkan,tuan Clark sudah tiba sejak lima belas menit yang lalu."kata Pak Jho.
"Apa,tuan Clark sudah datang?"
"iya buk."
"Astaga!...matilah aku!" kata Elen terlihat panik.
"Kalau begitu saya masuk dulu ya pak."
__ADS_1
"Baik,silahkan buk."jawab Pak Jho dengan sopan.
Elen buru-buru menuju aula,tempat di mana acara ulang tahun sekolah di laksana kan,sesampai ya di sana,Elen menghentikan langkah ya karena ia sudah terlambat.
Acara berlangsung dengan lancar,kini tibalah saatnya untuk pembawa acara memanggil nama-nama pemenang lomba,hingga nama-nama guru yang berprestasi.
"Sekarang saya akan membacakan nama guru yang memiliki prestasi di sekolah ini." kata pembawa acara tersebut.
"saya akan membacakan nama mulai dari urutan yang ketiga,guru yang berprestasi dari urutan ketiga adalah,Ibu Maria Goreti asa." kata pembawa acara tersebut,dan di sambut tepuk yang meriah.
"Yang kedua adalah,Suster Faustine." kata pembawa acara itu dan di sambut dengan tepuk yang meriah.
"Dan...yang pertama adalah,Ibu Elena este Dania Edo."Ketika nama Elen di sebut,ia sangat kaget luar biasa.elen tidak menyangka kalau dirinya masuk menjadi salah satu guru berprestasi.
Saat nama wanita kesayanganya di panggil,Ares sangat terkejut kala mengetahui bahwa selama ini wanita pujaan hatinya itu adalah bagian dari sekolah milik ya.
Elen bangun dari duduknya untuk maju ke depan,namun saat sudah berdiri di depan,wajah Elen seketika menegang kala melihat Ares ada di sana.sekarang Elen sadar,kalau ternyata selama tuan Clark yang di sebut sebagai pemilik sekolah itu adalah Ares Clark.
Elen merasa senang sekaligus juga merasa sedih,ia senang karena hari ini ia bisa melihat pria yang selama ini selalu ada di hati ya.namun Elen juga sedih kala melihat Ares menggenggam tangan seorang wanita cantik yang ada di sampingnya.
Setelah Elen kembali ke tempat ya,tanpa menunggu waktu lebih lama lagi,Elen buru- buru meninggal kan aula.baru saja Elen melangkah,tiba-tiba saja Romo Valen memanggil nama ya.
"Elen!..kau mau ke mana?" tanya Romo Valen.
"Saya tidak enak badan Romo,saya sudah minta ijin untuk pulang sekalian saya mau istirahat di rumah."
"Kau demam Elen,aku akan membawa mu untuk berobat."
"Tidak perlu Kak,sampai di rumah aku akan meminum obat."
"Jangan membantah Elen,mari ikut dengan ku."
Romo Valen menarik tangan Elen dan membimbing ya ke klinik milik sekolah.
"Elen!"panggil Ares.
Mendengar namanya di panggil oleh pria yang selama ini sangat ia rindukan,sontak membuat Elen menoleh ke arah suara yang memanggil ya.
"Tuan Clark?"panggil Romo Valen.
"Maaf,Romo,apa saya bisa berbicara pada Elen?"
"Saya tidak berhak untuk melarang tuan Clark untuk berbicara dengannya,tapi maaf tuan Clark,saya harus membawa Elen ke klinik karena dia sedang demam."
"Apa,kau demam?" Kata Ares dengan panik sambil meraba kening Elen.
"Aku tidak apa-apa Ares."
"Tidak apa-apa kata mu?,badan mu panas semua Honey!" kata Ares masih terlihat panik.
__ADS_1
Alis Romo Valen tiba-tiba mengkerut kala mendengar tuan Clark memanggil Elen dengan mesra.romo Valen berpikir pastilah ada sesuatu antara Elen dengan tuan Clark,namun Romo Valen lebih fokus dengan keadaan Elen saat ini.
Imam muda itu tidak terlalu ambil pusing soal apa yang sebenarnya terjadi antara Elen dan pria milyader itu.
Elen tidak bisa membantah perkataan Ares maupun Romo Valen,karena memang Elen sudah tidak sanggup lagi dengan tubuhnya yang seakan remuk.
Ares meminta dokter terbaik yang di miliki oleh sekolah yang sudah ia bangun itu untuk membantu mengobati Elen.
"Lakukan yang terbaik dokter,aku tidak ingin dia kenapa-kenapa." kata Ares.
Melihat kepedulian Ares terhadap Elen membuat Romo Valen menjadi penasaran,sebenarnya ada hubungan apa antara Elen dengan tuan Clark.
Saat dokter melakukan pemeriksaan terhadap Elen,Romo Valen berniat untuk bertanya agar bisa menjawab rasa penasaran ya e.
"Maaf tuan Clark,apa saya bisa bertanya?" kata Romo Valen.
"Silahkan Romo." jawab Ares dengan sopan.
"Ada hubungan apa antara tuan Clark dengan Elen?" tanya Romo Valen to the poin.
"Sebenarnya kami tidak memiliki hubungan khusus Romo...hubungan kami hanya sebatas teman,tapi aku sangat mencintainya." terang Ares.
"Apa Elen tahu jika tuan Clark mencintainya?"
"Ya,Romo.dia tahu tahu kalau aku sangat mencintainya."
"Tapi,bukankah tuan Clark sudah bertunangan dengan nona Laura?
"Aku sudah lelah dengan semua ini Romo,maka itu aku menerima perjodohan yang sudah di rencana kan oleh ibu ku." kata Ares terlihat sedih.
Romo Valen menarik nafas dalam-dalam.Sekarang Romo Valen tahu kalau pria yang selama ini selalu ada di hati Elen itu adalah tuan Clark.
"Apa saya bisa bertanya Romo?" tanya Ares ragu.
"kenapa tidak?" tanya kan lah apa yang ingin anda tanya kan.
"Apa yang harus aku lakukan?,apa aku harus membatalkan perjodohan ini,karena aku tidak mencintai Laura."
"Mengambil suatu keputusan memang sangat sulit jika kita tidak memikirkan ya baik-baik...ikuti kata hati mu tuan Clark."
Benar kata Romo Valen.mengikuti kata hati adalah keputusan yang paling tepat.
Lima belas menit kemudian dokter yang memeriksa Elen pun keluar untuk memberitahukan pada tuan Clark bahwa Elen hanya terkena demam biasa.mendengar bahwa Elen hanya terkena demam biasa,Ares pun merasa lega.
"Baiklah tuan Clark,kalau begitu saya permisi dulu."
"Baik Romo."
Setelah Romo Valen berlalu meninggalkan Ares,sedetik kemudian Tante Melani dan Laura pun muncul dan mencecar pertanyaan pada Ares.
__ADS_1