Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Dia akan membunuh ku.


__ADS_3

"Argh!!!...ini semua karena ulah kalian!" ucap Richard sambil menggebrak meja.


Bukan Elen yang lebih ia takutkan,tapi ia lebih takut jika Mitha di tangkap dan di siksa oleh Black shadow.Richard tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika hal itu sampai terjadi.


"Apa tidak ada sedikitpun jejak tentang pemimpin mereka?"


"Tidak ada bos!...kami sudah berusaha melacaknya tapi kami tidak sedikitpun mendapatkan informasi tentang pemimpin Black shadow." kata anak buah Richard yang paling ahli dalam hal meretas.


Richard menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan kasar.ia tidak tahu lagi harus berbuat apa, biasanya anak buahnya yang satu itulah yang selalu ia andalkan selama ini,namun kali ini anak buahnya itupun tidak mampu mengatasi masalah yang sedang ia hadapi.


"Bos... sepertinya musuh kita kali ini bukan orang sembarangan."


"Ya,kau benar Sergio...walau begitu,kau harus tetap berusaha."


"Baik bos!"


Sementara di sebuah mansion yang sangat besar yang hampir mirip menyerupai sebuah kastil.Mitha sedang duduk di depan kaca rias.wanita cantik nan tegas itu sedang di dandani oleh beberapa orang.


Mitha mematung di depan cermin memandangi dirinya yang sedang di makeup.hatinya dag dig duh tidak karuan.entah apa yang sudah membuatnya menyetujui menikah dengan pria yang baru saja ia kenal,entahlah,Mitha pun tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya.


Mitha hanya berharap jika keputusannya ini tidak akan membuat ia akan menyesali keputusannya suatu saat nanti.


"Nona...kau sangat cantik sekali!" kata seorang pria yang terlihat setengah wanita itu.


"Terimakasih,tapi kau terlalu memuji ku." jawab Mitha.


"tok...tok...tok"


Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Tuan meminta untuk turun sekarang!" kata salah seorang pelayan pada pria yang sedang memoles makeup di pipi mulus milik Mitha.


"Lima menit lagi kami akan turun." jawab sang tukang makeup itu.


Lima menit kemudian Mitha di tuntun oleh beberapa pelayan menuju di mana ruangan tempat pernikahan mereka di langsungkan.


Seorang pria tampan tak henti-hentinya memandangi mempelai wanitanya yang sedang menuruni anak tangga.


Jantung milik Leon berdegup dengan kencang,ia tidak tahu harus mengungkapkan kebahagiaannya ini dengan cara apa,ia memang baru mengenal Mitha selama tidak kurang lebih dari tiga hari itu.


Leon tidak berbeda dengan Richard yang sudah lama mengagumi sosok seorang Mitha,bahkan ia sampai rela menyekap anak buah Richard demi bisa bertemu dengan calon istrinya itu,karena ia tahu kalau Richard akan mengutus Mitha untuk melepaskan anak buahnya yang telah di sekap oleh Leon.


Acara pernikahan hanya di hadiri oleh beberapa orang saja,beberapa teman Leon dan juga Paman dan Bibinya yang menjadi orang tua wali untuk Leon,karena kedua orangtuanya sudah lama meninggal.

__ADS_1


Sedangkan kakaknya Greg tidak tahu tentang pernikahan ini,jelas ia tidak akan memberitahukan kakaknya, karna ia tahu jelas kalau kakaknya tidak akan merestui pernikahannya ini.


Mitha membalas tatapan mata Leon,jantungnya berdetak kencang sama seperti Leon yang sedang menatap matanya dengan lembut.


Beberapa menit kemudian acara pernikahan pun di langsungkan penuh dengan khidmat,meski pernikahan yang tertutup,tapi seakan sangat berkesan bagi Mitha,ia tidak tahu harus berkata apa,inikah takdirnya?, menjadi istri seorang Mafia,yang sudah pasti akan membahayakan nyawanya juga.


Mitha hanya berpasrah pada sang pencipta,kemana Tuhan akan menuntun langkahnya,ia hanya berharap semoga Tuhan membawa dirinya pada takdir yang penuh kebahagiaan.


Setelah acara pernikahan selesai,kini Mitha sudah sah menjadi istri seorang Leonardo Adam Miller.meski masih sedikit merasa canggung,Leon tetap memberanikan diri menggandeng tangan mungil milik istrinya.


"Tatap mata ku Mitha." perintah Leon pada Mitha.


Mitha menuruti kata-kata pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.ia sangat gugup kala mendapat tatapan lembut yang membuat dirinya seakan tenggelam dalam lautan biru.


Tatapan yang membuat segenap jiwa raganya terasa tenang dan damai.ia belum pernah di tatap oleh seorang pria dengan lembut seperti suaminya selama ini.Mitha belum percaya kalau ia sudah menjadi seorang wanita yang sudah bersuami,menikah dengan pria yang baru ia kenal,tanpa embel-embel berpacaran,bahkan berteman pun tidak.


"Terimakasih karna sudah bersedia menjadi istri ku...kita akan menjalani hidup bersama,sampai kita menua bersama." kata Leon sambil mengecup kening serta pipi mulus milik Mitha.


Mitha hanya terpaku kala suaminya menciumi setiap inci wajahnya,Mitha masih belum percaya kalau ia benar-benar sudah menikah,ia merasa bahwa ini hanya sebuah mimpi.


"Mulai saat ini kau adalah milik ku,tidak ada seorangpun yang bisa membawa mu dari tempat ini tanpa seijin ku."


Mitha hanya mengangguk pelan kala mendengar ucapan suaminya.


Satu Minggu kemudian Mitha mengutarakan niatnya pada Leon untuk menemui Richard dan memberitahukan pada Richard bahwa ia baik-baik saja,karna Mitha tahu kalau Richard pasti masih terus mencarinya.


"Leon,aku ingin menemui Richard,aku tidak ingin ia mencari ku terus." kata Mitha pada suaminya.


Leon menatap istrinya dengan lembut,sembari merapikan rambut Mitha yang tertiup angin.


"Kau yakin honey?"


"Ya,aku yakin!"


"Kau yakin akan siap melihat aku mati?,karna Richard akan membunuh ku,jika ia mengetahui hal ini." kata Leon dengan lembut.


Sebenarnya bukan itu yang lebih ia takutkan,ia tidak takut mati jika Richard harus membunuhnya,tapi ia lebih takut jika Richard merampas Mitha darinya,karna Leon tahu bahwa Richard juga menyukai Mitha.


"Tuan Richard tidak akan membunuh mu Leon." jawab Mitha.


"Richard akan membunuh ku,aku sangat kenal seperti apa Richard."


"Tapi sampai kapan kita bersembunyi?... dan lagi,aku tidak ingin ia mencari ku terus,biar bagaimanapun aku sangat menyayanginya."

__ADS_1


Seketika alis Leon mengkerut kala mendengar kata-kata istrinya.


Mitha bergidik kala mendapat tatapan tajam dari suaminya.


"ah,eh...maksud ku,aku menyayanginya karna dia adalah tuan ku, lagi pula ia sangat baik pada ku selama ini."


"Mulai saat ini hanya aku yang akan menjadi tuan dan sekaligus suami mu,kau paham honey?"


"Yes,my heart!" jawab Mitha sembari tersenyum kala melihat raut wajah cemburu milik suaminya.


" honey,aku siap meskipun hari ini aku harus mati di tangan Richard."


"Percayalah,tuan Richard tidak akan membunuh mu."jawab Mitha berusaha meyakinkan suaminya.


Leon dan Mitha telah tiba di depan mansion milik Richard.melihat kedatangan Mitha,sontak membuat para penjaga yang berjejer di depan mansion itu tersenyum bahagia melihat wanita yang sudah hampir dua Minggu itu telah menghilang.


"Bos!...ternyata kau masih hidup." kata para penjaga itu pada Mitha.


"Apa maksud kalian?"


"Kami kira anda sudah mati,tuan Richard sangat mencemaskan mu, hampir-hampir ia tidak bisa tidur karna memikirkan mu." ucap para penjaga itu dengan polos.


"Benarkah?" kata Mitha merasa bersalah.


Entah kenapa hati Leon terasa tercabik-cabik kala mendengar ucapan para penjaga yang mengatakan bahwa Richard tak bisa tidur karna memikirkan Mitha,dari situ Leon bisa mengambil kesimpulan bahwa Richard memang benar-benar menyukai wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.


"Baiklah,aku akan menemuinya."


Saat Mitha hendak beranjak menuju mansion,para penjaga bertanya pada Mitha tentang siapa pria yang sedang bersamanya itu.


"Bos!"


"Ya"


"Siapa pria yang bersama mu ini?"


Mendengar pertanyaan dari para penjaga itu,sontak membuat Leon dengan cekatan meraih tangan Mitha lalu menggenggamnya.ia ingin membuktikan tanpa kata-kata bahwa ia adalah suami sah dari Mitha.


Para penjaga itu tak berkutik kala melihat tatapan tajam dari sang pria yang sedari tadi mengganggu pikiran mereka.apalagi ia menggenggam erat-erat tangan wanita yang sudah menjadi bos bagi mereka selama ini.


Melihat anak buahnya tidak berkutik di depan suaminya,Mitha pun mencubit telapak tangan Leon agar tidak menatap anak buahnya seperti itu.Mitha memelototi suaminya karna sudah membuat anak buahnya takut.


Leon tidak pernah melepaskan tangan Mitha dari genggamannya,ia ingin menunjukan pada siapapun yang ada di mansion itu bahwa Mitha adalah miliknya.

__ADS_1


"Mitha?" panggil Richard sembari tersenyum melihat kedatangan Mitha.


__ADS_2