Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Aku akan mencungkil mata mu!


__ADS_3

"Oya honey, sebaiknya kita duduk di sana,aku takut kau kelelahan karna terlalu lama berdiri...maaf Billy,aku akan membawa istri ku untuk mencari tempat yang nyaman baginya,karena istri ku sedang hamil."


Ares menggenggam tangan mungil milik Elen dengan posesif,karna ia tak suka jika pria yang tak kalah tampan darinya itu tak bosan-bosannya memandangi wajah wanita kesayangannya.


"Ya...ya...ya...kau benar Clark,wanita cantik ini tidak boleh kelelahan,mari..aku antarkan ketempat yang sangat aman untuk wanita hamil." tawar Billy pada Ares,karna Billy juga belum bosan untuk dekat dengan wanita yang terlihat bagai Barbie itu.


"Tidak perlu Billy,ia akan nyaman jika selalu berada di dekat ku." jawab Ares dengan tatapan tajamnya.


"Billy,ternyata kau di sini,aku mencari mu sedari tadi." Sapa wanita cantik yang ternyata adalah istri Billy sang Casanova itu.


"Ya,sayang...aku di sini,aku sedang menyapa tamu kehormatan kita tuan dan nyonya Clark."


"Hai tuan,nyonya Clark,terimakasih karna sudah berkenan datang dalam acara resepsi pernikahan kami." Sapa Renata dengan lembut sambil tersenyum.


Elen menyalami Renata sembari tersenyum manis pada pengantin wanita istri tuan Billy itu.


"Oya,Renata,aku dan istri ku mengucapkan selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru,mulai hari ini pintar-pintar lah menghadapi buaya darat pilihan mu ini." ucap Ares sembari melirik pada Billy yang masih setia mencuri-curi pandang pada istri nya.


"Baiklah Renata,kami pergi dulu."


"Oya baik,nikmati pestanya tuan Clark,maaf jika nanti anda merasa banyak yang kurang,atau merasa tidak nyaman." ucap Renata dengan sopan.


"Memang aku merasa tidak nyaman melihat betapa banyaknya buaya yang tidak tahu malu di tempat ini."


Alis Renata mengkerut kala mendengar perkataan Ares yang mengatakan banyak buaya darat di tempat itu.


"Buaya darat?... maksud anda?" tanya Renata tak mengerti.


"Eh,ah,ma...maafkan suami saya kak Renata,suami saya hanya bercanda,bukan begitu sayang?" ucap Elen sembari menatap tajam pada Ares.


Ares menelan Saliva nya kasar karena mendapat tatapan horor dari sang istri tercinta.


Elen menarik tangan Ares sedikit menjauh dari Billy dan Renata,kemudian ia menyuruh Ares menunduk karena tubuh Elen hanya sebatas di bawah ketiak Ares.


"Bisa tidak,kalau bicara itu jangan asal?" bisik Elen di telinga Ares dengan kesal.

__ADS_1


Ares merasakan geli di telinganya karena efek hembusan nafas Elen saat berbisik di telinganya.ares tidak menggubris perkataan istrinya,malah ia semakin mengeratkan pelukannya dengan mesra tubuh mungil kesayangannya.


"Bagaimana aku bisa menjaga bicaraku,kalau sedari tadi Billy tak henti-hentinya menatap mu." jawab Ares sembari melayangkan tatapan tajamnya pada Billy.


Billy yang mendapat tatapan tajam dari Ares tak mau kalah,malah ia semakin mendekat kearah Ares dan Elen.


"Sayang,kau pergilah duluan,aku masih ingin membahas bisnis ku dengan tuan Clark."


"Bill...ini hari yang sangat penting untuk pernikahan kita,apa tidak ada hari lain untuk membahas bisnis mu?"


"Renata,tolong patuh dengan perintah ku!" ucap Billy dengan menaikan intonasi suaranya.


Dengan hati yang sangat jengkel Renata terpaksa menuruti perintah suaminya,karna ia paham betul dengan watak dan perangai pria yang baru saja menikahinya itu, selain terkenal sebagai seorang Casanova, Billy juga terkenal sangat arogan dan sombong.


"Baiklah,tapi kau jangan lama-lama."


"Kau tenang saja,aku tidak akan lama." jawab Billy seraya meninggalkan Renata yang masih kesal padanya.


Billy ingin mencari kesempatan untuk berbicara lebih lama dengan wanita yang sayangnya adalah istri dari koleganya sendiri,entah kenapa sejak pertama Elen memasuki ruangan tempat di mana acara resepsi pernikahan nya di laksanakan,Billy sudah di buat terpesona dengan penampilan wanita mungil yang sederhana namun terlihat tampak sangat cantik malam ini.


Melihat Ares meninggalkan Elen sendiri menikmati minumannya, Billy melancarkan aksinya untuk mengenal wanita mungil itu untuk lebih dalam lagi,namun sebelum ia sampai di depan Elen, Billy melihat Elio mendekat kearah Elen dan menyapanya.


Sudah lama Elio tak bertemu dengan Elen,ia sudah sangat merindukan wanita yang sampai saat ini masih setia mengisi relung hatinya.


"Hei kak El,apa kabar mu?" balas Elen sembari tersenyum melihat kehadiran Elio yang juga ada di tempat itu.


"Kabar ku baik,bagaimana dengan mu?"


Sembari memandang kearah perut Elen yang terlihat membuncit.Elio tersenyum manis pada wanita yang sudah memporak-porandakan hati dan perasaannya selama ini.


Sejak ia bercerai dengan Luna,Elio semakin tak bisa untuk melupakan bayang-bayang wanita mungil nan cantik itu.


"Dimana suami mu?"


"Oh..Ares sedang ke toilet kak,bagaimana kabar si kembar?"

__ADS_1


"Mereka juga baik-baik saja." jawab Elio.


"Walau kami sudah bercerai,tapi kami tetap komitmen untuk sama-sama memberikan kasih sayang pada mereka."


"Baguslah kalau begitu kak."


"Hem!...Nyonya Clark,berdansa lah dengan ku!" pinta Billy dengan hormat.


"Ah,eh..tunggu...." Elen gelagapan harus bersikap apa pada tuan pesta yang sudah mengundang mereka itu,jika menolaknya,pasti akan menimbulkan kesan yang tidak baik nantinya,jika menerimanya,pasti Ares akan sangat marah tentunya.


"Hanya semenit saja Nyonya Clark, please!"


Elio menatap tajam pada Billy yang ia tahu kalau Billy tak ubahnya seperti dirinya saat dulu,tapi setelah bertemu dengan Elen,semua sifat-sifat nya yang suka berganti-ganti pasangan ia buang jauh-jauh.


"Mintalah ijin dahulu pada suaminya,karena dia bukanlah seorang wanita single."


Elio menyuruh Billy meminta ijin dahulu pada Ares jika Billy ingin berdansa dengan Elen,karna Elio juga tidak suka melihat Billy berdekatan dengan wanita pujaan nya.


"Sepertinya kau sangat keberatan tuan Hawkins?" tanya Billy sembari menatap tajam pada Elio.


"Sudah...sudah...baiklah,aku akan berdansa dengan mu tuan Billy."


Sebenarnya Elen enggan untuk menerima ajakan tuan Billy yang mengajaknya untuk berdansa,namun karena perasaan dan tak ingin meninggalkan kesan yang buruk pada si tuan pesta,akhirnya Elen menerima ajakan Billy untuk berdansa sebentar.


Billy tersenyum manis kala Elen menerima ajakannya,dalam hati ia merasa puas karena berhasil mengajak Nyonya Clark itu berdansa dengan nya.


Meski merasa sangat kesal sekali,Elio tetap tak bisa berbuat banyak untuk mencegah wanita pujaannya itu berdansa dengan Billy.


"Elio...kau juga di sini,di mana istri ku?"tanya Ares yang baru saja datang setelah dari toilet.


Elio hanya menjawab dengan bibirnya menunjuk kearah di mana Billy dan Elen berada.


"****!!"


Ares merasa geram melihat Billy memegang tangan mungil milik istrinya,dan sembari menatap Elen dengan tatapan penuh damba.ingin rasanya Ares mencungkil kedua bola mata milik Billy yang menatap istrinya sedemikian.

__ADS_1


"Aku akan mencungkil mata mu setelah ini Billy,beraninya kau!!" gumam Ares pelan.


Ingin rasa nya Ares menarik Elen dari lantai dansa saat ini,tapi karena masih ingin menjaga wibawanya,akhirnya Ares mengurungkan niatnya.


__ADS_2