
Langit terlihat sangat mendung pertanda kalau hujan akan segera turun,terlihat seorang wanita bertubuh kecil sedang berusaha mengatur nafasnya yang memburu.
Wanita bertubuh kecil itu baru saja di kejar oleh beberapa orang yang ingin menangkapnya,setelah ia merasa nafasnya mulai tenang,wanita kecil itu menarik nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Tuhan,tolong bantu aku,aku tidak ingin menikah dengan pria itu." ucap wanita itu sembari menunduk menahan tangis.
Betapa tidak,ia di paksa menikah oleh bibinya yang selama ini sudah di anggap ibu olehnya.
"Ternyata kau di sini!... mau lari kemana lagi kau hah?... ikut dengan kami!" ucap seorang pria sangar sembari menarik paksa tangan wanita kecil itu.
"Aku tidak mau!" kata wanita itu berusaha untuk melepaskan diri dari tangan kekar pria itu.
"Jangan membangkang nona!!..karena kalau tidak aku tidak akan segan-segan membunuh mu!" ancam pria itu.
"Aku lebih baik mati dari pada harus menikah dengannya!... sekarang lepaskan aku."
"Tampaknya aku harus kasar pada mu Nona!" gertak pria itu sembari menjambak rambut wanita bertubuh kecil itu,lalu kemudian mengangkatnya.
"Hei!...lepaskan dia!... apa kalian tidak malu memperlakukan seorang wanita dengan kasar begitu?" ucap Richard sembari menahan geram.
Mendengar seseorang melerai perbuatan mereka,pria sangar itupun menoleh ke belakang untuk mengetahui siapa gerangan yang sudah mengganggu pekerjaan mereka.
"Bawa dia masuk!... awas,jangan sampai dia lari lagi,aku akan menghadapi pria yang sok jadi pahlawan ini!" ucap pria itu sembari menatap tajam pada Richard.
Richard pun melakukan hal yang sama,mata elangnya menatap tajam pada pria sangar itu, tatapannya seakan mengunci pergerakan lawannya yang terlihat sangar itu.
Mendapat tatapan mematikan dari lawannya,membuat pria sangar itu sempat bergidik ngeri,ia tidak menyangkal kalau pria yang sedang ia hadapi itu sudah berhasil membuat nyalinya hampir ciut.
Meskipun nyalinya sedikit ciut,pria itu tetap bertekad untuk menyingkirkan pria yang terlihat sangat tampan itu.
Gestur tubuh Richard sangat elok di pandang,dengan tubuh tinggi dan juga kekar,rahang tegas dan juga bermata elang,hal inilah yang membuat sebagian orang bisa bergidik seketika kala mendapat tatapan tajam dari sang Mafia itu.
"Jangan ikut campur dengan urusan kami tuan,jika anda tidak ingin mati,karena anda tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!" ucap pria itu berusaha setegas mungkin.
"Oya, sebenernya aku tidak ingin ikut campur dengan urusan kalian,tapi menyangkut kalian sudah lancang dan sangat berani menyentuh,bahkan menyakiti kekasih ku,maka itu sudah menjadi urusan ku!!" ucap Richard berbohong.
Pria sangar itu tampak menggeleng kala mendengar perkataan pria yang ada di hadapannya itu,antara percaya dan tidak,namun ia lebih memilih tidak percaya,karena tidak mungkin seorang pria indo yang setelannya terlihat mewah dan gagah itu adalah kekasih dari wanita yang ia kejar sehari semalaman itu.
__ADS_1
"Apa buktinya jika ia adalah kekasih mu?" tanya pria itu tidak mau kalah.
"Wanita itu bernama Chatalea,kami sudah menjalin kasih kurang lebih satu tahun,dan aku berencana ingin menikahinya bulan depan,jadi,aku harap kalian jangan merusak hubungan kami!" kata Richard kembali berbohong.
Berbohong adalah hal yang paling Richard benci selama ini,tapi tidak apalah demi menyelamatkan seorang wanita,apalagi wanita itu sedang tidak berdaya.
"Tapi wanita ini memiliki hutang yang sangat banyak,dia tidak mampu membayar hutang-hutangnya,karena itulah ia harus menikah dengan juragan kami untuk membayar hutang-hutangnya!"
kedua bola mata milik Richard seketika membulat sempurna kala mendengar perkataan pria itu,bagaimana mungkin wanita kecil dan juga cantik itu bisa berurusan dengan para pria sangar itu karena utang.
"Mereka bohong!!... aku tidak memiliki hutang sepeserpun!" ucap Lea berusaha membela dirinya.
"Kau memang tidak memiliki hutang,tapi paman dan juga bibi mu memiliki hutang yang nominalnya sangat besar pada juragan kami."
"Itukan hutang mereka,bukan hutang ku!"
"Bukankah mereka yang merawat mu sejak kecil,jadi sudah seharusnya kau harus membalas jasa mereka." ucap pria sangar itu.
Wajah Lea berubah menjadi suram kala mendengar perkataan pria itu,ia tidak menyangkal kalau paman dan bibinya yang sudah merawat dan membesarkannya selama ini,tapi bukan dengan cara menikahkannya dengan juragan yang lebih pantas sebagai kakeknya.
Entah kenapa hati Richard tidak tega melihat wanita bertubuh mungil seperti adik iparnya itu terlihat sedih,hatinya seakan sakit melihat wanita mungil itu menahan air mata yang ia tahan sedari tadi.
"Berapa hutang-hutangnya pada juragan mu?" tanya Richard.
"Sangat banyak tuan!"
"Katakan saja berapa!"
"75 juta,apa kau mampu membayarnya?"
Lea membulatkan kedua matanya kala mendengar jumlah nominal yang di sebut oleh pria itu,ia tak percaya kalau paman dan bibinya memiliki hutang sebanyak itu,uang sebanyak itu paman dan bibinya pakai untuk apa?.
Berbeda dengan Richard,ia tersenyum simpul kala mendengar nominalnya,jumlah yang tak seberapa bagi Richard,jumlah sekecil itu Richard anggap uang sakunya untuk satu atau dua hari.
"Apa anda yakin jika jumlahnya hanya segitu?" tanya Richard seakan mengejek.
"Jangan sombong tuan!!"ucap pria itu.
__ADS_1
"Ini bukan perihal sombong atau tidak, tapi apa pantas jika hanya karena nominal yang sedikit itu,kalian harus memaksa seorang wanita yang tidak bersalah menikah dengan juragan kalian?" ucap Richard sembari kembali menatap tajam pada pria itu.
Pria itu seketika bungkam kala mendengar perkataan Richard,ia tidak menyangkal kalau semua perkataan pria yang ada di depannya itu benar adanya,namun ia hanya menjalankan tugas dari sang juragan.
"Aku hanya melakukan tugas ku!..dan aku tidak peduli sama sekali,jadi maaf,aku tidak ingin terjadi perkelahian,aku tetap harus membawa wanita ini!"
"Baiklah,aku akan membayar semua hutang-hutangnya,asal kalian melepaskannya!..ini kartu nama ku,datanglah ke perusahaan ku besok tepat pukul 10,aku akan membayarnya dua kali lipat." ucap Richard enteng.
Pria sangar itu dan anak buahnya yang lain seketika terperangah kala mendengar perkataan pria tampan berwajah blasteran indo itu,bukan karena apa,dari cara Richard berbicara saja mereka sudah bisa pastikan kalau pria itu adalah seorang yang jumlah kekayaannya tak terhitung jumlahnya.
"Baiklah tuan,kami akan menagih janji anda besok pagi!" ucap pria itu dengan hormat.
"Kalian bisa pegang janji ku,karena aku adalah pria yang memiliki komitmen."
"Baiklah tuan,terimakasih untuk pengertian anda."ucap pria itu sebelum berlalu.
Setelah para pria itu berlalu,kini tinggallah Richard dan Lea sendiri di tempat yang sepi itu.
"Tuan,itu jumlahnya sangat banyak,kenapa anda mau membayarnya?" tanya Lea dengan tatapan syahdu.
"Kalau aku tidak membayarnya,lalu,apa kau mau menikah dengan juragan mereka?" tanya Richard dengan tatapan datar nya.
Lea hanya bisa menggeleng tampan menjawab satu katapun,ia hanya bisa menangis kala mengingat nasibnya yang malang.
"Aku akan mencari pekerjaan tuan,agar bisa mengembalikan semua uang anda." ucap Lea sembari menunduk.
"Aku ada ide bagaimana agar kau bisa mengembalikan semua uang ku."
"Katakan bagaimana caranya tuan?"
"Besok,datanglah keperusahaan ku,aku akan menjelaskannya semua.sekarang kau pulanglah,ini sudah larut."
"Aku takut tuan,mereka akan marah dan menyiksa ku." ucap Lea kembali menunduk.
"Baiklah,aku akan mengantarkan mu!... aku akan menguliti siapapun yang berani menyakiti mu." jawab Richard dengan tegas.
Lea tidak berani membantah pria tampan yang terlihat sangat tampan dan gagah itu,mau tak mau,Lea dengan berat hati mengikuti langkah panjang pria itu,karena Lea berpikir dalam hati kalau pria itu melakukan semua ini demi kebaikannya.
__ADS_1