Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Rencana bulan madu


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di nanti-nantikan oleh Ellio dan Luna,hari di mana kedua insan berbeda jenis itu akan melepas status lajangnya.Hari yang akan menjadi sejarah bagi mereka yang sudah memilih untuk hidup dalam suka maupun duka.


Luna terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang terbalut di tubuhnya yang ramping,Luna merasa sangat gugup kala melihat pengantin pria yang juga terlihat sangat tampan memandangnya dengan senyum yang menawan.


Luna hampir saja jatuh kala melihat pria tampan yang tinggal menghitung menit akan sah menjadi suaminya itu tersenyum padanya.Kegugupanya semakin bertambah kala ia dan Ellio sudah berda di depan pastor untuk bersumpah akan hidup semati,baik suka maupun duka hingga maut memisah kan.


Luna meneteskan air mata kala selesai mengikrarkan janji suci untuk hidup semati bersama pria yang sangat ia cintai itu.Ia merasa bahwa hari ini dia adalah wanita yang paling bahagia saat ini.Ya,Luna sangat bahagia karna di nikahi oleh pria yang sudah lama ia cintai,pria tampan yang sudah sangat lama mencuri hatinya.


"nyonya Hawkins...apa kau masih marah pada ku?"tanya Ellio sembari menempelkan keningnya pada kening wanita yang sudah resmi ia nikahi itu.


"ya,aku masih marah pada mu!"kata Luna.


"ayolah sayang...hari ini adalah hari yang berbahagia dan menjadi sejarah untuk kita!"


"aku tahu...tapi aku akan tetap menghukum mu!"


"whatt??"


"ya,setelah ini...kau pulang ke mansion mu,dan aku pulang ke apartemen!"kata Luna.


"hohoho...jangan membuat ku murka nyonya Hawkins,kalau kau tidak ingin malam ini semua yang ada di sini menjadi Zombi,maka kau harus patuh pada ku!"bisik Ellio di telinga istrinya itu.


"Emm,benar kah?,bagaimana kalau aku lebih memilih mereka menjadi Zombi,apa yang akan kau lakukan tuan Hawkins?


"benarkah kau lebih memilih mereka menjadi Zombi?"


"ya!"jawab Luna.


"baiklah,aku akan mengusir semua yang ada disini,agar mereka pulang dengan wajah seperti zombi."


"apa kau sudah gila tuan Hawkins?"


"ya,aku sudah gila nyonya Hawkins...aku sudah gila karna mu!"kata Ellio sembari mengelus wajah mulus cantik istrinya itu.

__ADS_1


"Ellio...tau kah kau kau,kalau aku sangat mencintai mu?"


"maukah kau menceritakan pada ku...sejak kapan kau mencintai suami mu ini?"


"sejak pertama aku melihat mu!"


Luna mengingat kembali,dimana saat pertama kali ia bertemu dengan Ellio suaminya itu.Saat itu Luna sedang mencari pekerjaan,ia tak sengaja menabrak Ellio sedang berjalan dengan seorang wanita yang mengapit lenganya dengan mesra.


Wanita yang bersama Ellio saat itu memarahinya habis-habisan,namun Ellio hanya diam saja tanpa menghentikan wanita itu yang masih memarahinya.Saat itu Ellio menatap Luna sekilas,tatapan Ellio mampu membuat Luna tak berdaya di tempatnya.Sejak pertemuan itu Luna selalu terbayang dengan mata coklat yang menatapnya.


Dua minggu kemudian,Luna berhasil di terima di perusahaan Hawkins group,setelah melewati beberapa test,akhirnya Luna di terima di perusahaan Hawkins corps.Ia mendapatkan posisi sebagai sekretaris direktur utama perusahaan itu.Dan sejak saat itulah Luna tahu,bahwa pria yang selalu ada dalam ingatanya,adalah pria pemilik perusahaan tempat ia bekerja.


Hari demi hari Luna lalui bersama pria itu,saat rapat,saat presentase,saat makan siang,dan sesekali keluar kota untuk urusan pekerjaan.Seiring berjalanya waktu,perasaan cinta timbul di hati Luna,namun ia selalu memendam perasaanya,karna ia tahu bahwa ia tak pantas untuk jatuh cinta dengan atasanya itu.


Hampir setiap hari saat jam istirahat,Ellio selalu membawa wanita ke ruanganya,dan wanita yang Ellio bawa setiap hari bukanlah orang yang sama,pria tampan itu selalu membawa wanita yang berbeda keruanganya.hal itu membuat Luna patah hati,Terkadang ia menunjukan rasa cemburunya dengan menjawab pertanyaan Ellio dengan ketus,namun pria itu tak pernah menyadarinya.


Dan,disinilah Luna,berdiri di hadapan pria yang sudah menjadi suaminya itu,ia menatap lekat-lekat mata coklat milik suaminya yang sedari tadi tak henti-hentinya untuk menatapnya.


"sayang...terimakasih karna sudah mencintai pria yang seringkali menyakiti hati mu ini!"kata Ellio.


"aku tidak perlu menanyakanya sayang,karna aku sudah mengetahuinya"kata Ellio.


"benarkah?"


"ya,aku mengetahui semuanya,dan kau tau sayang?,kalau aku sudah tahu sejak lama bahwa kau mencintai ku!"


"apa?"


"ya,aku bisa melihat cinta mu dari setiap kali kau mengantarkan kopi buat ku,mengingat kan ku untuk makan siang,menegur ku saat membuat kesalahan,itu adalah bukti kecil atas cinta mu.Maaf kan aku yang terlambat menyadarinya."


"tetaplah bersama ku Ellio...jangan pernah membuat ku terluka!"


"baiklah nyonya Hawkins...mulai hari ini,aku akan selalu membuat mu tersenyum bahagia!"kata Ellio.

__ADS_1


Luna tertawa lepas mendengar ucapan manis dari suaminya itu,hingga menimbulkan danau kecil di kedua pipinya.


"selamat berbahagia ya kak El dan kak Luna!"ucap Elen.


"terimakasih Elen,aku juga berdoa,agar rumah tangga kalian langgeng sampai kakek,nenek."ucap Luna pada istri Samuel itu.


"selamat Ellio...semoga rumah tangga mu bahagia selalu."kata Samuel pada sepupunya itu sambil memeluknya.


Sudah sangat lama kedua pria tampan itu tidak berpelukan seperti ini,semenjak Samuel menikah dengan Tania,kedua pria yang bersepupuh itu hampir tidak pernah saling sapa,apalagi baru-baru ini kedua pria tersebut memperebut kan wanita yang sudah sah menjadi istri Samuel itu.


"sama-sama Sam...aku juga berharap,agar kau dan Elen bisa menjadi suami istri yang patut di teladani...dan maaf kan aku Sam,karna sudah membuat pemisah antara kita selama ini!"kata Ellio.


Ellio memeluk kakak sepupunya itu dengan erat.Selama ini,Ellio lah yang lebih membentengi hubungan mereka,wajar saja ia marah,karna wanita yang sangat ia cintai,yang sudah berencana membina rumah tangga,malah menikah dengan pria lain.Dan pria itu bukan orang lain,melainkan kakak sepupunya sendiri.


"kak Luna...kalian akan bulan madu kemana?"tanya Elen.


Mendengar istri kecilnya bertanya pada Luna akan pergi bulan madu kemana?.membuat Samuel merasa bersalah,pasalnya semenjak menikah,ia tak pernah berpikiran untuk berbulan madu dengan istrinya itu.


"Emm...kami belum memiliki rencana Elen,tapi mungkin kami akan segera merencana kanya!,bagaimana dengan kalian?"tanya Luna membalikan pertanyaan pada Elen.


Elen melirik pada Samuel,seakan meminta jawaban dari pertanyaan Luna.


"kami akan bulan madu ke swiss!!...ya..kami akan kesana!"


kata Samuel asal jawab,karna memang ia belum memikirkan hal itu.Jadi untuk menjaga gengsi akhirnya ia menyebut kota swiss untuk tempat mereka berbulan madu.


Ellio hanya tersenyum mendengar jawaban dari kakak sepupunya itu.


"bagaimana kalau kita bulan madu bersama?"usul Ellio.


Samuel tampak berpikir,ia menimbang-nimbang usul adik sepupunya itu.setelah berpikir sejenak,akhirnya Samuel memberi jawaban.


"usul mu sangat bagus Ellio,kita berempat bulan madu bersama!"kata Samuel.

__ADS_1


"di mana?"tanya Ellio.


"Swisszeerland!!"jawab Samuel.


__ADS_2