
"Angel,beraninya kau melukai Elen?
Sarkas Samuel pada Angel saat sampai di salah satu Club malam yang ada di Jakarta.Samuel mencari keberadaan adik iparnya itu.Dan setelah Samuel mengetahui keberadaan Angel,dengan segera Samuel menuju tempat di mana wanita itu berada.
"kak Sam!"
Ucap Angel yang setengah mabuk,tadi Angel dan kedua temanya memutuskan untuk pergi ke Club malam setelah mengerjai Elen.
"kak,kau ingin menjemput ku?"
"cihh,aku tidak sudi menjemputmu,aku datang kesini hanya untuk memberi mu pelajaran Angel!"
"haha...haha,kau sangat lucu sekali kak!"
"aku tidak main-main Angel!"
"kau lebiih memilih wanita kampung itu dari pada aku kak?"
Ucap Angel sambil mengelus rahang Samuel yang di tumbuhi bulu halus.
"apa kurangnya aku kak?aku lebih cantik dan lebih se**i dari wanita kampung itu!,aku akan memberikan segalanya untuk mu kak!"
"heh,aku pastikan jika kakak mu Tania yang ada di alam sana pasti sangat membenci kelakuan adiknya yang tak bermoral!"
"heh,jangan sok alim kak Sam,aku tahu kalau kau juga sangat menginginkan ku,ayolah kak,aku akan melayani mu dan aku akan membuat mu puas sampai kau menginginkanya lagi dan lagi!"
Ucap Angel yang sudah tidak waras akibat mabuknya dan ambisinya untuk memiliki kakak iparnya itu.
"kali ini aku masih memaafkan mu Angel,karna aku masih ingat kalau kau adalah adik mendiang istri ku Tania.Tapi jika kau mengulanginya lagi aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi mu!"
"oh, aku takut sekali kak!"
Ucap Angel yang pura-pura ketakutan.
"aku tidak akan pernah berhenti sebelum kau membalas cinta ku!"
Samuel berlalu meninggalkan Angel dan kedua temanya.Ia merasa sangat geram dengan kelakuan adik iparnya itu.Samuel ingin memberi wanita itu pelajaran,namun ia urungkan karna kondisi Angel yang sedang mabuk.
*****
"pak Ares,kenapa aku ada disini?"
ucap Elen sambil memegangi kepalanya yang kena perban.
"tadi kamu mengalami benturan hingga membuat mu terluka!"jawab Ares sambil menatap mata bening milik Elen.
"esst!"
Elen mengerang kesakitan.
"kamu kenapa Elen?"tanya Ares.
"kepala ku sangat sakit pak!"
"berbaringlah Elen!"ucap Ares sambil membantu Elen untuk berbaring.
"terimakasih pak Ares!"
"santai saja Elen?"
"kak El kau juga ada disini?"
tanya Elen pada Ellio kala melihat pria itu keluar dari toilet.
__ADS_1
"Mm!"
"lain kali jika ingin ke toilet yang baru kau kunjungi,mintalah bantuan seseorang untuk menemani mu!"
kata Ellio datar.Ia harus mengomeli wanita yang pernah menjadi kesayanganya dan yang pernah mengisi ruang hatinya itu agar lainkali wanita itu ceroboh.
Sebenarnya ia tidak tega melihat wanita yang sampai saat ini masih mengisi ruang hampa di hatinya itu.Namun Ellio ingin agar wania mungil itu lebih berhati-hati lagi ke depanya.
"iya kak!"
Elen memanyungkan bibirnya kala mendengar omelan Ellio.
"aghh wanita kecil,kau membuat ku ingin menghabisi mu saat ini juga!"ucap Ares membatin karna tidak tahan melihat bibir mungil itu yang sedang manyun.
Ellio mengalihkan pandanganya dari Elen,karna lelaki itu juga tidak tahan melihat Elen yang terlihat sangat menggemaskan.
"kak El,kak Sam dimana?"
Tanya Elen pada Ellio,karna semenjak ia sadar ia tidak melihat sosok kekasih barunya itu.
"kenapa?kau sudah merindukanya?"tanya Ellio
"kak El?"
Elen langsung tersipu kala mendengar pertanyaan Ellio.Wajahnya memerah bagai tomat.Ia tidak menyangkal kalau sudah mencintai lelaki bernetra biru safir itu.
"ceklek"
Terdengar bunyi pintu terbuka,tampaklah sosok yang sangat Elen rindukan.
"sweety?"
"kak Sam?"
"kau baik-baik saja?"
Samuel mengusap-usap puncah kepala Elen layaknya anak bayi,ia meraih tangan mungil itu dan tak henti-hentinya mengecup tangan mungil itu.
"katakan pada ku jika ada yang sakit sweety"
Ares sadar bahwa cinta Elen hanya untuk Samuel saja,ia bisa melihat dari cara Elen menatap pria bernetra biru safir itu.Ares menarik nafasnya dalam-dalam.Pantaskah jika ia merebut wanita itu dari sahabatnya Samuel?.Ah entahlah,Ares sendiri masih bimbang akan keputusan hatinya.
"apa masih ingin mengejarnya?"
Tanya Ellio pada Ares saat sudah berada di luar.Mereka berdua tidak ingin menjadi nyamuk untuk kemesraan kedua sejoli itu.
"apa maksud mu?"
"hah,yang benar saja?orang butapun bisa melihat seberapa besar kau mencintainya!"
"hah,lalu,bagaimana dengan mu?bukankah kau juga menginginkanya?
Ellio menarik nafas berat,ia juga masih ragu pada dirinya sendiri.sejujurnya Elen masih mengisi hatinya yang selama ini terasa hampa.Namun melihat kemesraan Samuel dan Elen mampu membuat Ellio untuk tidak berkutik dalam mengejar wanita mungil itu.
*****
Di mansion Samuel
"Sam,bagaimana keadaan Elen?"tanya Oma.
"Elen ku baik-baik saja Oma!"
"hah?Elen mu?"
__ADS_1
"ya Oma,Elen ku,calon istriku dan calon ibu dari anak-anak ku!"
Jawab Samuel melalui ponselnya pagi ini.
"em!akhirnya kau menemukan kucing kecil itu!"kata Oma.
"kapan Elen bisa pulang?"
"hari ini juga Elen sudah bisa pulang Oma!"
"baguslah,Oma sudah tidak sabar untuk segera mengurus pernikahan kalian!"
"tenang saja Oma,calon cucu mantu mu tidak lama lagi akan membuat ramai kediaman Lovez!"
"apa?"
"aku akan memberikan mu cucu yang banyak Oma!
"benarkah?"ucap Oma.
Elen sangat malu kala mendengar percakapan antara Oma dan Samuel.Bagaimana mungkin Oma dan cucunya itu berbicara sangat vulgar.
"sweety,kenapa wajah mu sangat merah?apakah kau malu?"
"kak Sam??"tanya Elen sambil melotot ke arah Sam.
"kau tidak perlu malu sweety,aku serius ingin memberikan Oma cucu sebanyak-banyaknya."
"kak Sam??"
Samuel merasa puas mengerjai wanita kesayanganya itu.
*****
Siang ini Jeane pulang lebih awal dari tempat ia bekerja.Karna Ellio mengabarinya dan mengatakan bahwa ia sudah mengirim orang untuk melatihnya belajar nyetir.Jeane mengambil ponselnya dan segera mengirim pesan pada Ellio.
"pak Ellio,apa Luna sudah mengetahui ini?"
"Luna tidak perlu tahu!"
"alasanya?"
"karna aku yakin kalau Luna tidak akan setuju!"
"nah,bagaimana kalau dia tahu dan memarahi ku?"
"maka berusahalah agar Luna tidak tahu!"
"begitukah pak?"
"ya,karna aku akan merekrut mu kedepan!"
"untuk??"
"kelak kau akan mengetahuinya!"
"baiklah pak!"
Bukan tanpa alasan Ellio memberikan hadiah mewah untuk Jeane.Karna Ellio melihat peluang pada diri wanita tomboy itu.Ellio berencana melatih Jeane agar kelak Jeane bisa jadi pengawal untuk Luna dan anak-anaknya kelak.Ia melihat sisi kepribadian Jeane yang apa adanya,namun ia sangat menyayangi Luna sahabatnya itu.Maka dari itulah Ellio berencana melatih Jeane dalam berbagai hal.
"mulai besok kau berhenti bekerja di cafe itu Jeane!"
"apa??"
__ADS_1
"ya mulai besok kau akan bekerja untuk ku,aku akan memberi mu gaji yang sesuai dengan kinerja mu!"
"baiklah pak Ellio!"