
Karna malam semakin larut dan belum juga menemukan istrinya.Samuel mengambil keputusan agar pulang saja dan akan melanjutkan pencarianya besok pagi.
"sebaiknya kita pulang saja Jack!...besok akan kita lanjutkan lagi untuk mencari istri ku!..."
"baik tuan!"kata Jack.
Sesampainya di mansion miliknya,Samuel dan Jack turun dan masuk ke dalam mansionya.Saat Samuel akan melangkah kan kakinya untuk menaiki tangga hendak menuju kamarnya,tiba-tiba Tania menegurnya.
"kamu dari mana saja sayang?"tanyaTania.
"Tania?"
"kau belum menjawab pertanyaan ku!..."
"aku mencari istri ku Tania!"
"aku ini istri mu!..."
"Tania!...ku mohon mengertilah."
Taniapun hanya terdiam mencoba untuk sedikit mengalah pada suaminya itu.
"apa kau sudah menemukanya?"
"aku belum menemukanya Tania!"
Tania mendekat ke arah Samuel,ia mengelus rahang suaminya yang sangat tampan itu.Ia membelai wajah Samuel yang sudah terlihat bergairah,sudah tujuh tahun kedua insan itu tidak saling menyentuh.Sejujurnya,kerinduan akan sentuhan yang dulu pernah mereka lakukan bersama,telah terobati malam ini.Samuel terbuai dengan sentuhan wanita yang dulu pernah sangat di cintainya,ia sudah tidak mengingat lagi istri kecilnya yang selalu membuatnya bahagia,sentuhan demi sentuhan yang di berikan oleh Tania,mampu membuat Samuel melupakan segalanya,termasuk istrinya yang sedang terluka malam ini.
****
"kau sudah siap honey?..."tanya Ares pada Elen.
"ya,aku sudah siap Ares!"
"siap untuk menghadapi apa pun?"
"ya,apa pun itu!."
"termasuk hal yang lebih menyakitkan?"tanya Ares.
Elen terdiam kala mendengar pertanyaan terakhir Ares Clark.Entahlah,Elen tidak yakin kalau ia mampu menghadapi hal yang lebih menyakitkan.Namun demikian,Elen tetap menjawab pertanyaan Ares.
"ya,aku siap untuk hal yang lebih menyakitkan."
"aku percaya honey,kalau kau akan mampu,karna aku tahu,kalau kau adalah wanita tangguh!..."
Elen mengangguk sembari tersenyum hambar pada Ares.
"benar,kau akan pulang Elen?"tanya tante Melani ibu kandung Ares.
"ya,tante!"
__ADS_1
"aku ingin menyelesaikan semuanya."
"baguslah kalau begutu Elen!...tante akan mendukung apa pun keputusan mu!...ingatlah Elen,kau akan selalu di terima di kediaman keluarga Clark!..."
"terimakasih tante!"
"sama-sama Elen."
Ares mengantarkan Elen ke mansion milik suaminya Samuel,selama di tengah jalan,mereka bercerita dan sambil tertawa.Ares sengaja membuat Elen tertawa agar wanita itu tidak bermurung terus.
"honey!...selama aku di London,berjanjilah bahwa kau akan baik-baik saja!..."
"iya,Ares!...kau tenang saja."kata Elen.
"berjanjilah,kalau kau akan menghubungi ku,kalau terjadi sesuatu pada mu!"
"baik Ares!"
Waktu yang mereka tempuh dari mansion keluarga Clark menuju mansion milik Samuel,hanya memakan waktu 30 menit saja.Saat ini mereka sudah sampai di mansion milik suaminya.Elen turun dari mobil milik Ares,dan mengucapkan terimaksih pada Ares.
"apa kau tidak ingin masuk dulu Ares?"
"no,honey!...sebaiknya aku langsung pulang,karna pesawat ku akan berangkat pagi ini."
"baiklah Ares,terimakasih!...dan jangan lupa Ares,jika kau pulang,kau harus membawa oleh-oleh untuk aku dan anak ku!."
"itu sudah pasti honey,jika kau mau,aku akan membawa kota London untuk mu!"
"haha...haha,kau ada-ada saja Ares!"kata Elen.
"byee...Ares!"
"bye,honey!"
Setelah kepergian Ares,Elen melangkah memasuki mansion milik suaminya,sesampainya di dalam,ia melihat para maid yang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.Namun saat Elen melihat para maid yang menatapnya seperti seolah-olah sedang panik,Elen memutuskan untuk bertanya.
"bik!...kenapa menatap ku seperti itu?"tanya Elen sedikit curiga.
"ti-tidak nyonya!"kata maid itu.
"apa kak Sam ada?"
Bukanya menjawab,namun para maid itu saling memandang satu sama lain.
"sebenarnya ada apa sih bik?"
Para maid masih terdiam,tidak berani bicara.Pasalnya mereka takut untuk memberitahukan pada nyonya kecil mereka itu,tentang suaminya yang tidur bersama Tania di kamar tidur mereka.Karna mereka merasa tidak berhak untuk memberitahukanya.
"argh,kalian sangat membingungkan sekali!"kata Elen.
Elen meninggalkan para maid dan berjalan menuju kamar tidurnya dan suaminya.Pagi ini Samuel bangun terlambat,di karenakan semalam bergadang mencari Elen istrinya,di tambah pergulatan panas yang hingga beberapa ronde bersama istri pertamanya Tania.
__ADS_1
Elen membuka pintu yang ternyata tidak di kunci oleh pemiliknya.Namun saat Elen membuka pintu tersebut,wajahnya langsung pucat,bibir dan tanganya bergetar,tubuh Elen melemas dan tidak kuat berdiri untuk menopang tubuhnya yang mungil.
Elen menggeleng tak percaya akan apa yang di lihatnya.Sepasang manusia yang berbeda jenis,sedang tidur berpelukan dan kedua insan itu sedang bertelanjang dada,seandainya tidak di halangi oleh badcover,tentu Elen bisa melihat bahwa kedua insan itu sedang tanpa sehelai benang pun.
"kak Sam?"
Mendengar suara istri kecilnya memanggil namanya,Samuel langsung terbangun dari tidurnya,dan betapa kagetnya ia melihat istrinya berdiri di ambang pintu sedang menangis dan menyaksikan dirinya sedang berpelukan dan tanpa pakaian bersama istri pertamanya Tania.
"sweety?..."
Elen tak kuasa menahan air matanya,ia tidak menyangka kalau suaminya tega membawa wanita lain untuk tidur di ranjang pribadi mereka,ia tidak terima,meski wanita itu juga istri sah dari suaminya.Elen mekangkah dan berlari hendak keluar.Namun,saat ia menuruni anak tangga,kakinya terantuk pada besi di pinggir anak tangga.
"Elenn!!"
"honeeeyy!!"
Oma dan Ares berteriak bersamaan saat melihat Elen akan terjatuh,namun Ares dengan secepat kilat bagaikan kijang,berlari dan meloncat sekuat tenaga hendak meraih tubuh mungil Elen agar tidak jatuh.
"bugh"
Ares yang berhasil meraih tubuh mungil wanita cantik itu,mengerang kesakitan akibat lututnya terbentur pada anak tangga.
"kau tidak kenapa-kenapa honey?..."
Melihat kedatangan Ares,membuat Elen menghambur kepelukan Ares dan menangis sejadi-jadinya.Sakit hatinya sudah tak terperihkan lagi.Elen ingin pergi saat ini juga,pergi sejauh-jauhnya,pergi meninggalkan semua tentang dia dan suaminya.
"Ares!...bawa aku bersama mu!...ku mohon Ares!"
"tunggu sweety!"kata Samuel yang tiba-tiba muncul dengan memakai celana pendek,dan kaos yang sedang terbalik.Samuel memakai asal saja pakaian karna buru-buru mengejar istrinya.
"berhenti Sam!!"kata Ares berang.
"kau jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga ku Ares!!"kata Samuel.
"bukankah sudah berkali-kali ku katakan pada mu Sam!..jika kau membuatnya menangis lagi,aku akan membawanya jauh dari mu!"
"jangan memancing kesabaran ku Ares!!"
"jangan coba-coba mengertak ku Sam!...aku tidak peduli siapa kau Sam!...meskipun kau adalah sahabat ku!"kata Ares.
"baik Ares!...jika kau menabur perang untuk ku,aku tidak akan segan-segan melayani mu!"kata Samuel.
"cukup!!"kata Elen.
Elen berusaha menghentikan tangisnya,agar dapat berbicara pada suaminya.
"aku memberikan satu pilihan untuk mu Samuel!!...jika kau mencintai ku dan ingin mempertahan kan ku,maka ceraikan dia!...tapi,jika kau lebih mencintainya dan ingin kembali padanya,maka ceraikan aku!!"kata Elen.
Kali ini ia bertekad akan tegas,ia tak ingin menjadi lemah terus.bukan kah ia berjanji akan kuat menerima kenyataan yang lebih menyakitkan lagi.
"sweety!...ku mohon jangan egois begini!"kata Samuel.
__ADS_1
"apa kata mu?...aku egois?...haha.yang benar saja Samuel?...baiklah,karna memang aku egois!..aku akan mengalah,kita cerai!!"kata Elen.
Bagai petir di siang bolong,Samuel merasa hatinya sangat ngilu mendengar pernyataan istri kecilnya yang mungil.Istri yang selama ini membuatnya merasa hidup kembali,setelah lama mati,mati bersama istrinya Tania.