
Setelah Samuel sampai,ia melangkah kan kaki panjangnya menuju mansion milik Ares.Sesampainya Samuel di dalam,ia di sambut dengan senyum yang merekah di dari bibir mungil kucing kecilnya itu.
"kak Sam,kau tau dari mana kalau aku disini?"tanya Elen.
"Ares memberitahu ku !"
"apa kau baik-baik saja sweety?"
"ya,aku baik-baik saja kak!"
Samuel berjongkok memegangi telapak kaki wanita kesayanganya itu.
"sweety,aku akan membawa mu ke rumah sakit!"
"tidak usah kak,tadi Ares sudah mengobatinya!"
"tapi Ares hanya membersihkanya sweety,kalau tidak di obati maka kaki mu bisa infeksi!"kata Samuel.
"Sam benar honey,sebaiknya luka mu di obati di rumah sakit saja,agar tidak infeksi."
"baik lah kak!"kata Elen.
Samuel mengangkat tubuh mungil kekasihnya itu menuju mobil miliknya.
"Terimakasih Ares, karna sudah menolong ku!"
"tidak apa-apa honey,yang penting kau sudah lebih baik!"
"Ares,aku tidak suka dengan gaya panggilan mu untuk wanita ku!"
"kenapa kau keberatan?,Elen saja merasa tidak keberatan?"kata Ares.
Samuel tidak lagi ambil pusing dengan sahabatnya itu,karna percuma saja berdebat denganya.Samuel melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat untuk mengobati luka di kaki Elen.
"sweety,maafkan aku,karna aku,hingga kau terluka!"kata Samuel.
"kak Sam,sebaiknya kita tidak usah ke rumah sakit,kaki ku sudah tidak apa-apa."
"apa kau yakin sweety?"
"ya"
"sweety,aku tidak suka jika Ares memanggil mu dengan mesra!"
"kak,itu kan hanya panggilan saja!"kata Elen.
"tapi aku tetap tidak suka!"
"lalu aku harus bagaimana?"tanya Elen.
"lain kali,kalau Ares memanggil mu "Honey" lagi,kau harus katakan,kalau panggilan itu lebih pantas di sebut oleh Samuel"
"mana bisa begitu kak!,biarlah Ares memanggil ku seperti itu,karna aku sudah menganggapnya sebagai kakak,karna aku tidak memiliki kakak laki-laki"
"huff"
Samuel merasa tercekat dengan jawaban yang di berikan oleh Elen kekasihnya itu.
"kak Sam?"
"ya,sweety?"
"omong-omong,kenapa kau pergi begitu saja tadi?,harusnya kau mendengarkan ku dulu kak!"
__ADS_1
"maaf kan aku sweety,aku emosi karna kau selalu menolak setiap kali ku ajak untuk menikah secepatnya!"
"bukanya aku tidak ingin menikah kak,aku hanya meminta waktu sedikit lagi saja,tapi kalau memang itu yang terbaik,aku rasa aku tidak pantas untuk menolaknya.tapi kak,apa kau benar-benar mencintai ku?"
"ciiiiiitttt"
Terdengar suara mobil direm mendadak oleh Samuel.pria tampan itu menghentikan mobilnya tiba-tiba.
"aku Samuel Jhonson Lovez,sangat mencintai mu Elenora Estefania Edo,aku mencintai mu dengan segenap hati ku...dan dengan segenap jiwa ku...apa kah kau ingin menikah dengan ku?...menjadi separuh jiwa ku...hingga kita menua bersama?"
"ya,aku mau Samuel,aku juga mencintai mu,sanga...sangat mencintai mu!"kata Elen terharu.
Bagaimana ia tidak terharu?lelaki tampan dan juga baik hati yang ada di sampingnya saat ini sangat mencintainya,betapa sangat bersyukurnya Elen dapat menikah dengan seorang pria yang sangat sempurna seperti Samuel.
"kapan rencana mu untuk menikahi ku kak?"
"hari ini!"
"a-apa?"tanya Elen tak percaya.
"kenapa sweety?,aku serius akan menikahi mu hari ini."
"terserah kau saja kak!"
"kalau kau patuh seperti ini,cinta ku jadi lebih bertambah untuk mu!"
"mulai deh gombalnya!"kata Elen.
RUMAH SAKIT MEDI ROSE
"sebaiknya kau makan dulu nak!"kata tante Oliv.
"aku belum lapar ma"
"pak Ellio,sebaiknya bapak makan dulu,pasti Luna bersedih jika bapak tidak makan!"ucap Jeane memberanikan diri untuk menyuruh bosnya itu makan.
Ellio menarik nafasnya berat,bagaimana ia selera makan sedangkan kekasihnya itu terbaring koma.Ellio mengambil makanan yang sudah di beli oleh ibunya itu.
"sayang,makanan ini sangat tidak enak,aku jadi tidak selera makan."
Ellio menutup kembali makananya,entah kenapa ia merasakan makananya itu sangat terasa tidak enak di lidahnya.
"bangunlah sayang,aku ingin kau memasak untuk ku!,aku akan menemani mu dan membantu mu memasak!"ucap Ellio.
Jeane melihat Luna meneteskan air mata saat Ellio memintanya untuk memasakanya makanan.
"pak?"
"ya Jeane?"
"i-itu!"
Jeane menunjuk ke arah wajah Luna yang meneteskan air mata.Ellio terbelalak kala mendapati calon istrinya itu menangis.
"sayang,apa kau bersedih karna aku tidak makan?,baiklah,aku akan makan,asal kan kau mau bangun untuk menemani ku!"kata Ellio.
Tante Oliv dan juga Jeane sangat sedih melihat Ellio,pria tampan itu terlihat sangat sedih karna kekasihnya yang belum juga sadarkan diri.
"sayang,aku sudah selesai makan,tapi kenapa kau belum bangun juga?,aku harus bagaimana agar kau bisa bangun?"
"El,yang sabar nak!"tante Oliv mengusap-usap punggung Ellio agar anaknya itu bisa lebih tenang.
"ma,aku memang tidak berguna,benar-benar tidak berguna"kata Ellio sambil memukuli kepalanya sendiri.
__ADS_1
"henti kan nak,kau bisa melukai dirimu sendiri!"
"biarkan Ellio mati ma,karna Ellio sangat tidak berguna!"
"El"
Mendengar Luna memanggil kekasihnya itu,Jeane segera berteriak memanggil Ellio yang masih saja merutuki dirinya sendiri.
"pak Ellio,Luna sudah sadar!"
"a-apa?"
Ellio menghampiri tubuh kekasihnya itu,untuk memastikan apa yang di kata kan oleh Jeane adalah benar.Dan betapa bahagianya ia kala melihat kekasihnya itu sudah membuka mata dan tersenyum padanya.
"sayang,akhirnya kau bangun juga!"
Ellio mengelus kepala wanita cantik itu dan memberi ciuman di dahinya.
"El?"
"kau jangan banyak bicara dulu sayang,karna kau belum terlalu pulih!"kata Ellio.
Luna hanya mengangguk pelan kala kekasihnya itu menyuruhnya agar tidak banyak bergerak dan berbicara.
Ellio dan Jeane serta tante Oliv sangat senang melihat Luna akhirnya bangun juga setelah dua hari koma.
"Jeane,kau pulanglah dulu,aku yang akan menjaga Luna malam ini."
"baiklah pak Ellio"kata Jeane.
Saat malam tiba,Ellio menyuapi bubur hangat pada kekasihnya itu.
"kau tahu sayang,aku hampir gila saat melihat mu terluka"
"maaf"kata Luna.
"tidak sayang,seharusnya aku yang meminta maaf karna tidak bisa menjaga mu,apa kata orangtua mu nanti kalau calon suami anak mereka tidak becus untuk menjaga anak mereka?"
"jangan beritahu mereka Ellio!,bisa-bisa ibu serangan jantung!"kata Luna.
"aku memang belum mengabari mereka sayang!"
"bagaimana dengan Sely?"
"sayang,untuk apa kau bertanya tentang wanita jahat itu?"
"El,aku memaafkanya,jangan kau apa-apa kan dia!"
"tapi aku sudah menghabisinya!"kata Ellio.
"a-apa?"kau tega sekali Ellio?"
"kita harus kejam pada orang seperti dia!"
"tapi tidak harus membalas dengan menghabisi nyawanya kan?" kata Luna.
"sayang,aku bersyukur memiliki calon istri sebaik diri mu,pada hal wanita ular itu hampir saja membunuh mu,tapi kau masih saja memaafkanya"kata Ellio.
"kita hanya manusia biasa El,terkadang kita juga tak luput dari kesalahan,bukan kah dengan memberi maaf akan lebih menenangkan jiwa dari pada menyimpan dendam?"kata Luna.
"kau benar sayang,omong-omong,aku belum menghabisinya,aku masih menunggu mu untuk memberi keputusan akan mau di beri hukuman apa untuk wanita ular itu?."
"Terimakasih El,karna kau masih menghargai ku!"
__ADS_1
"jelas aku harus menghargai mu,karna kau adalah calon istri ku!,wanita yang akan melahirkan anak-anak ku kelak.
Setelah beberapa menit sepasang kekasih itu berbincang,Ellio menyuruh kekasihnya itu untuk tidur karna malam sudah mulai larut.