Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kau wanita kuat


__ADS_3

"aku rasa ini yang terbaik kak!...karna aku tidak ingin semakin terluka...jadi sebaiknya aku yang mengalah!..lagi pula,Artur sangat membutuh kan ibu kandungnya!...dan sebaiknya kak Sam,segera urus perceraian kita."kata Elen.


Samuel terdiam dan mematung,kata-kata cerai dari istri yang sangat ia cintai itu,sangat membuat pedih hatinya.Ia tidak rela jika harus berpisah dari istri kesayangan pilihan Omanya itu.


"Ares!...sebaiknya kita pergi dari sini!"


"Elen!...tenangkan pikiran mu!...jagan gegabah mengambil keputusan!"kata Oma.


"Momy!...jangan pergi!"kata Arthur yang tiba-tiba muncul.


Elen melangkah ke arah bocah tampan yang sangat ia kasihi itu.


"anak Momy tinggal di sini bersama dady dan Momynya Arthur.kau lihat yang di sana...itu adalah Momy kandung mu sayang,dia yang sudah melahir kan mu.Jadi..Arthur harus patuh sama Momy dan dady mu!...kau paham sayang?"tanya Elen lembut pada anak sambungnya itu.


Entah kenapa?.Mendengar perkataan Elen istrinya,mampu membuat Samuel meneteskan air mata.Ia sadar telah melukai hati istrinya,namun,apakah tidak ada kata maaf untuknya?.Dan tidak adakah kesempatan untuk memperbaiki semuanya?.


"Arthur!...Momy akan pergi sayang!...Momy janji akan sering-sering melihat Arthur."


Arthur menangis dengan sedih,ia merasa tidak terima di tinggalkan oleh wanita yang sudah menyanyanginya,yang selalu memberi dekapan hangat seorang ibu padanya.


"aku ikut Momy!"kata Arthur sambil terisak.


"no,Arthur!...kau harus tinggal di sini bersama Oma,dady,dan Momy mu!"kata Elen.


"jangan pergi sweety!...ku mohon jangan pergi,maafkan aku!...aku akan memperbaiki semuanya!"mohon Samuel pada istrinya.


"tidak ada yang perlu di perbaiki kak!...putusan ku sudah bulat,besok kita akan urus perceraian kita."kata Elen.


"ini yang terbaik kak Sam!...aku tidak ingin semakin terluka,sepertinya Tania juga sangat mencintai mu,aku tak ingin kau madu,sebaiknya aku yang mengalah!"kata Elen dalam hati.


"Ares!"panggil Elen kepada Ares,Elen mengangguk pelan pertanda laki-laki itu harus mengikutinya keluar.


"sweety!"panggil Samuel pada istrinya.


Samuel hendak mengejar istrinya,namun di hentikan oleh istrinya Tania.


"sudahlah,kau tidak perlu mengejarnya!"


"tapi Tania!"


"sssssttt!...masih ada aku di sini!"kata Tania sembari menaruh jari telunjuknya di bibir Samuel,pertanda agar pria tampan itu tidak lagi bicara.


Ares melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,ia menoleh ke arah wanita cantik yang berada di sampingnya.Ares memicingkan matanya kala melihat Elen sangat pucat dan seperti menahan rasa sakit.


"kau kenapa honey?...wajah mu sangat pucat,aku akan membawa mu ke rumah sakit."


"ja-jangan Ares!...a-aku baik-baik saja!"


"jangan membohongi ku honey!...kau sedang sakit,sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang!."kata Ares."

__ADS_1


"aku mohon Ares,jangan bawa aku ke rumah sakit!"


"tapi honey!...kau sangat pucat sekali!"


"itu hanya sebentar,setelah ini,aku akan baik kembali."kata Elen.


"kau yakin?"tanya Ares masih tampak ragu.


"ya,aku yakin."


"baiklah,kalau begitu kita ke mansion!"


"terimakasih Ares!"


Ares merasa heran pada Elen,pasalnya wanita itu terlihat sangat pucat,namun wanita mungil itu bersikeras bahwa ia akan baik-baik saja.


"terimakasih Ares!..kau selalu bisa membuat ku jauh lebih baik.Omong-omong,kenapa kau masih bisa ada di mansion kak Sam tadi?"


"aku juga tidak tahu honey!...mungkin jiwa ku tahu kalau kamu sedang tidak baik-baik saja!"kata Ares.


Entah kenapa,perkataan Ares mampu membuat hati Elen terasa ngilu,pasalnya Ares bukanlah siapa-siapanya,namun Ares,pria tampan yang pernah menjadi atasanya jauh lebih memahami perasaanya.Sementara Samuel suaminya,sama sekali tidak peka akan perasaanya.Sejujurnya Elen sangat ingin kalau suaminya itu menhejarnya dan meminyanya untuk tidak pegi,namun suaminya sama sekali tidak mencegatnya.


"Ares!"


"ya!"


"aku yakin kau akan kuat honey,meski tanpa diri ku,karna aku tahu,bahwa kau adalah wanita kuat."


"bolehkah aku menangis di bahu mu Ares?....rasanya aku tak kuat dengan semua ini."ucap Elen sambil berderai air mata.


Ares menepikan mobil miliknya,ia meraih kepala wanita itu dengan lembut,dan dengan perlahan menyandarkan kepala Elen untuk bersandar di bahunya.


"kau boleh menangis di bahu ku sampai sepuas mu honey...sampai kapan pun yang kau mau!."


Elen menangis dengan pilu di bahu pria tampan yang selalu mampu membuatnya lebih tenang itu.Elen merasa lebih tenang saat menumpahkan begitu banyak air mata di bahu Ares,sampai-sampai kaos putih yang sedang Ares pakai sampai basah karna airmatanya.Ares mengelus kepala wanit cantik itu dengan lembut.


"apa kau sudah lebih tenang?"tanya Ares setelah sepuluh menit berlalu.


"Ares!"


"ya,honey?"


"kenapa kau selalu bisa membuat ku jauh lebih baik?"tanya Elen.


"karna mungkin saja kalau kau adalah tulang rusuk ku."kata Ares sembari tersenyum pada Elen.


Elen tersenyum kala mendengar jawaban pria tampan yang ada di sampingnya itu.Meski Elen tahu kalau pria itu berkata serius,namun Elen menanggapinya dengan kelakar.Karna ia tidak ingin semakin membuat Ares semakin tersiksa dengan perasaan cintanya.


"haha...haha,kau selalu bisa membuat ku tertawa Ares."

__ADS_1


"kalau begitu,tetaplah di samping ku,agar kau selalu tertawa honey!"


"terimakasih Ares!...terimakasih teman baik ku!...kelak anak ku pasti senang memiliki uncle seperti mu."kata Elen sembari tersenyum.


Entah mengapa?.Ares sangat bahagia kala melihat wanita mungil yang sudah mampu merubuhkan tembok pertahananya itu tertawa.Ia berjanji akan selalu membuat wanita cantik itu tertawa bahagia.


"setelah ini,aku berjanji akan selalu membuat mu bahagia honey."kata Ares dalam hati.


"apa kau jadi berangkat ke London Ares?"


"ya,apa kau akan ikut?"


"Mmm...sepertinya tidak Ares,soalnya mulai besok aku akan sibuk mengurus perceraian kami."kata Elen.


Ares menarik nafas berat kala mendengar penuturan Elen.


"pikirkan dulu keputusan mu baik-baik honey!...karna biar bagaimana pun,dia adalah ayah dari anak mu."


"lalu?...apa aku harus bertahan,sementara hati ku semakin terluka?...benar kata mu Ares!...bahwa kak Sam adalah ayah dari anak ku,tapi?...aku tetap dengan keputusan ku!."kata Elen.


"aku tahu kalau kau sangat mencintainya honey!"kata Ares.


"maka dari itulah,maka aku memilih untuk mengalah."kata Elen.


"bukankah dengan mengalah akan semakin membuat mu tersiksa?..kau mengorbankan diri mu demi Tania,apa kau tidak akan menyesal?"


"Ares!..aku berkorban bukan demi Tania,tapi berkorban demi Arthur dan Samuel,Arthur layak mendapatkan ibunya kembali.Setelah sekian lama hidup tanpa seorang ibu."


"tapi honey!"


"sudahlah Ares,aku tak ingin membahas ini lagi!"


"baik honey!"kata Ares.


"Ares!...jam berapa kau akan berangkat ke London?"


"sebaiknya aku tunda dulu keberangkatan ku,aku belum bisa meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini."


"jangan begitu Ares!...karna pekerjaan mu pasti sudah menumpuk di sana."


"aku pemiliknya honey!...jadi,aku tinggal memerintahkan mereka untuk mengaturnya."


"apa bisa begitu?"


"why not?...ada Bayu disana,ia selalu bisa ku andalkan!."


"ya...ya...ya,terserah kau saja!"kata Elen.


Ares dan Elen tiba di mansion keluarga Clark,Ares segera menyuruh Elen agar segera beristirahat,karna Ares melihat,bahwa wanita mungil itu sangat kelelahan.Elen bukan hanya kelelahan fisik,namun ia lebih kelelahan pikiran.Elen pun segera mematuhi perintah Ares untuk istirahat,ia ingin saat ia bangun nanti semua ini sudah berakhir.

__ADS_1


__ADS_2