Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Melindungi Elen dengan segenap jiwa.


__ADS_3

Sementara di sebuah rumah sakit,tampak Tania masih setia menjaga ibunya yang masih dalam keadaan koma.


"Mami,maafkan aku Mi,aku melakukan ini agar mami sadar dan berubah,tidak ada hal baik yang kita dapat dari mencelakai orang lain,terlebih orang itu adalah Elen,dia tidak bersalah Mi,dia wanita yang sangat baik." kata Tania sembari tak henti menangis.


Air mata Mami Liza tiba-tiba saja menetes,mungkin dalam komanya ia juga menyadari kelakuan jahat yang selama ini ia lakukan.


"Mami menangis?...Bangun lah Mi,aku ingin kita hidup normal dan apa adanya,aku janji,setelah Mami sembuh aku akan berusaha memperbaiki kehidupan kita.


"Tania, apa Mami belum sadar juga?" tanya Angela.


"Belum Angela,kau dari mana saja?"


"Aku mencari kerja Tania,dan syukurnya aku di terima di perusahaan milik Papi."


"Benarkah?...lalu apa kata papi tentang Mami?" tanya Tania.


"Papi hanya turut berempati,tapi tidak apa-apa Tania,yang penting Papi mau menerima ku bekerja di perusahaanya,mulai sekarang kita harus memulai hidup baru."


"Kau benar Tania,semuanya belum terlambat."


Saat Tania dan Angela asik bercerita,air mata Mami Liza kembali menetes.


"Lihat Angela,air mata Mami menetes kembali." kata Tania.


"Mami,kami mohon bangunlah,aku dan Tania sangat merindukan Mami." kata Angela sembari menangis.


Mami Liza sudah terbaring koma selama dua minggu,namun ia belum menunjukan adanya perubahan.


"Mulai besok aku sudah mulai bekerja,kau tidak keberatan kan menjaga Mami?" tanya Angela pada Tania.


"Bagaimana aku bisa keberatan Angela,dia adalah wanita yang melahirkan ku,lagi pula,semua ini terjadi karena aku." kata Tania menyesali semua perbuatanya.


"Sudahlah Tania,kita tidak perlu mengingat-ingat itu lagi...tidak ada gunanya jika kita hanya menyesalinya saja,sekarang lebih baik kita memulai hidup kita dengan perubahan" kata Angela pada Tania.


*****


Malam ini di Mansion milik keluarga Clark,Ares duduk dengan wajah yang sangat muram,sedari tadi ia hanya mengaduk makananya menggunakan sendok dan garpu,sambil sesekali memijit dahinya yang terasa pusing.


"Kau kenapa Ares?,dari tadi Momy lihat kau hanya mengaduk-aduk makanan mu." kata tante Melan.


"Aku tidak selera makanan ini Mi,aku akan mencari makanan di luar." jawab Ares ketus pada ibu kandungnya itu.


"Aku ikut dengan mu Ares." kata Celsi.


"Tidak usah Celsi,aku bukan hanya mencari makan di luar,tapi aku juga ingin bertemu rekan kerja ku." kata Ares.


"Bertemu rekan kerja mu atau bertemu wanita lain?" tanya Celsi sengaja menyindir Ares.


"Sudahlah Celsi,biarkan Ares pergi,mungkin dia memang benar-benar ingin bertemu rekan kerjanya."


Mendengar ibu berkata demikian,akhirnya Celsi hanya bisa patuh tanpa membantah.


"Brengsek!!...bagaimana aku bisa mengajak Ares untuk berhubungan badan,jika Ares selalu keluar setiap malam?...besok aku akan menemui wanita itu,dan aku akan membuat ia menyesal karna sudah berani mengganggu rumah tangga ku." kata Celsi dalam hati.


Ares keluar dari Mansion menuju rumah kecil sewaan Elen,sesampainya di sana,ia hanya melihat Siska yang sedang asik membalas pesan chat dari para sahabatnya.

__ADS_1


"Selamat malam Siska."


"ahh ehh,selamat malam tuan Ares."


"Apa Elen ada?"


"Anu tuan,Elen baru saja keluar."


"Keluar?...dia keluar dengan siapa?" tanya Ares terlihat cemas.


"Orang yang bersamanya tadi bernama Celvin." jawab Siska jujur.


"shitt...beraninya kau Celvin." gumam Ares pelan.


"Anda bilang apa tuan?"


"Ahh,tidak Siska,omong-omong,apa kau tahu mereka ke mana?"


"Maaf,aku tidak tahu tuan."


"Baiklah,kalau begitu aku pergi dulu."


"Baiklah tuan Ares."


Ares menyusuri kota jakarta untuk mencari wanita kesayanganya itu,sambil sesekali menelepon Elen,meski ponselnya aktif,namun Elen tidak pernah mau menjawab.


"Semarah itu kah kau pada ku honey?...aku sangat tersiksa dengan perasaan ini,maafkan aku sayang ku...maafkan aku yang tidak bisa sabar menunggu mu." kata Ares dalam hati.


Setelah mengitari sebagian kota jakarta,Ares tak sengaja melihat siluet bayangan wanita yang sedari tadi ia cari-cari.Ares memarkirkan mobilnya dan tergesa-gesa untuk melihat apakah yang di lihatnya benar-benar Elen si wanita mungil kesayanganya.


"Elen...kau antar ini ke meja no 8,sekarang juga." perintah seorang kepala pramu saji di sebuah restauran kecil.


Untuk memastikan apa yang sedang di lakukan wanita kesayanganya di restauran itu,Ares segera menemui kepala pramusaji tersebut.


"Hallo,selamat malam" sapa Ares.


"Selamat malam tuan...ada yang bisa saya bantu?"


"Saya hanya ingin bertanya,apa wanita itu bekerja di sini?" kata Ares sambil menunjuk ke arah Elen.


"Iya tuan,ia karyawan baru di restauran ini."


"Sejak kapan ia bekerja?"


"Baru malam ini tuan."


Saat Ares masih berbicara dengan kepala pramusaji tersebut,tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara berteriak.


"Auww...panas...panas" teriak Elen.


"Makanya jadi perempuan jangan terlalu gatal,itu akibatnya karna berani melirik suami orang." kata seorang wanita yang merasa jengkel karna suaminya tak henti-hentinya memandangi Elen.


"Panas!" Elen masih terus mengerang.


Melihat wanita kesayanganya sedang tidak baik-baik saja,sontak membuat Ares berlari menuju Elen.

__ADS_1


"Honey!!" panggil Ares sembari membawa Elen kepelukanya.


Ares mendekapnya dengan erat,ia ingin melindungi Elen dengan segenap jiwa raganya,Ares tak henti-hentinya menciumi puncah kepala wanita kesayanganya tersebut.Saat Elen merasakan damainya dalam pelukan Ares,sontak membuat Elen semakin terisak,pria yang sangat di rindukanya dalam beberapa minggu ini,pria yang selalu membuatnya merasa nyaman,dan pria yang selalu memberikan perlindungan di saat ia mengalami kesusahan.


"Panas Ares." keluh Elen.


Betapa murkanya Ares kala mendapati wanita kesayanganya itu mengalami luka melepuh di leher jenjangnya.


"Bangsat!!..katakan,siapa yang melakukan ini Honey?" tanya Ares dengan menaikan intonasi suaranya.


Rahang Ares terlihat mengetat,diiringi suara gemeratak gigi,pertanda bahwa emosi pria tampan itu sudah sampai di ubun-ubun.


"Siapa yang telah menyakiti kekasih ku?" tanya Ares dengan tatapan membunuh.


"Aku yang sudah menyiramnya dengan kuah soup,karna dia sudah berani melirik suami ku." kata wanita itu tanpa takut.


"Apa kau tidak sadar,kalau suami jelek mu ini tidak mungkin di lirik oleh seorang wanita cantik seperti kekasih ku?."


"Kau salah,kekasih mu yang melirik suami ku." kata wanita itu tak mau kalah.


"Jangan memancing emosi ku Nyonya,sekarang kau harus meminta maaf pada kekasih ku."


"Kau gila kah?...aku tidak sudi meminta maaf pada pelayan murahan seperti dia."


"Hebat...dan kau,siapa nama mu?" tunjuk Ares pada suami dari wanita itu.


"Nama ku Lexi,aku manager di Hotel Asthon."


Ares merogoh ponsel dari saku celananya,kemudian ia melakukan panggilan pada sahabatnya Celvin,karena Celvin adalah pemilik hotel Asthon tersebut.


"Hallo Celvin,apa aku mengganggu waktu mu?"


"Tidak sobat,ada apa?...apa kau memerlukan bantuan ku?"


"Apa benar orang yang bernama Lexi adalah manager di Hotel milik mu?"


"ya,kau benar,memangnya ada apa Ares?"


"Aku ingin kau memecatnya malam ini juga"


"Iya,tapi karna apa?"


"Karna dia dan juga istrinya yang sombong ini telah menyakiti wanita kesayangan ku Celvin."


"Maksud mu,aku tidak mengerti,coba kau jelaskan."


"Tuan Lexi dan istrinya telah membuat kekasih ku Elen sampai cedera."


"Apa?...baraninya dia....di mana posisi kalian?"


"Di restauran Nusantara."


"Aku tidak jauh dari situ,tunggulah sebentar,dalam lima menit aku sudah sampai di sana."


"Baik Celvin,biar kau yang memberinya pelajaran,karna kalau aku yang memberinya pelajaran,aku takut jika nanti wanita sombong ini akan kehilangan kedua tangan dan kakinya."

__ADS_1


"Maafkan aku dan istri ku tuan,kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi." kata pria bernama Lexi tersebut.


Lima menit kemudian Celvin sudah muncul di hadapan Ares dan juga pria yang bernama Lexi dan istrinya.


__ADS_2