
Ares memarkir kan mobilnya tepat di depan mansion milik Samuel,ketika ia sudah memarkir kan mobilnya,Ellio dan Luna hanya terpaku kala melihat kemunculan istri sepupunya itu.Ares dengan santainya meraih tangan mungil istri sahabatnya Samuel.Pria tampan yang sedang menggenggam tangan istri Samuel itu tidak peduli dengan tatapan membunuh dari singa jantan yang sudah siap menerkamnya kapan saja.
"baiklah honey...tugas ku untuk mengantar kan mu pada suami mu,sampai di sini saja..dan kau Samuel...aku harap kau tidak melupakan peringatan dari ku!...kau mengerti?"
"baik Ares...terimakasih banyak untuk kebaikan mu!"
"tak masalah honey!..Ellio...dan kau Luna,apa kalian masih tetap di sini?...baiklah sebaiknya aku pulang deluan!"kata Ares dengan begitu cueknya.
"byee...honey!"
"bye...Ares!"kata Elen.
Elen melangkahkan kakinya memasuki mansion milik suaminya itu.Sebelum ia masuk,ia masih sempat menegur sapa Ellio dan Luna.Elen sama sekali tidak peduli dengan kehadiran suaminya yang juga ada di situ.
"maaf kak Ellio dan kak Luna,sebaiknya aku masuk dulu!...karna aku sangat lelah sekali."
"baik Elen...sebaiknya kau istirahat!"kata Ellio dan Luna.
Samuel menatapi kepergian istri mungilnya yang sama sekali tak menghirau kan dirinya.
"what?...apa ini Ellio?..kenapa ia cuek pada ku?"
"haha..haha...sepertinya seseorang akan puasa malam ini sayang!!"ucap Ellio pada istrinya sambil tertawa.
"Ellio!!!"
"ya...ya...ya..sorry Sam!"
"kenapa kau suka sekali usil pada ku?"
"bukan begitu kakak ku yang tampan,hanya saja,kau memang harus puasa malam ini...karna aku lihat,kalau istri mu itu sedang tidak ingin melihat mu!"
"El...kau jangan menggoda Sam terus!"kata Luna.
"Luna...sebaiknya kau ajak pulang suami yang cerewet ini,sebelum aku menendang bokongnya."
"baik...baik...baik,kami akan segera pulang,kata kan pada istri mu,kalau kami berdua ingin agar ia jangan lama-lama menghukum mu,cukup satu minggu saja kau puasa,dan tidak boleh lebih!...haha..haha."kata Ellio sambil tertawa terbahak-bahak.
"Elllliiiiooo!!!"
"ok...ok...ok,kami akan pulang."kata Ellio sembari meraih tangan istrinya untuk di ajak pulang.
"sebaiknya kita pulang sayang!...sebelum si singa labil ini,menendang ku dari sini."
Luna terkikik melihat tingkah kedua orang yang bersepupu itu,ia hanya mengeleng-geleng kan kepalanya tak habis pikir dengan kekonyolan suaminya yang tampan itu.
Samuel melangkah kan kaki panjangnya menuju kamar pribadinya dan istrinya.Sesampainya di dalam,ia tak melihat keberadaan Elen istrinya.
"sweety!..sweety!"
Samuel mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi,ternyata istri mungilnya itu sedang mandi.Samuel memutus kan untuk ikut mandi bersama istrinya,namun di saat ia akan membuka pintu kamar mandi,ternyata pintu itu di kunci oleh istrinya dari dalam.
"sweety!...buka pintunya!"
Tak ada jawaban dari dalam,hanya suara gemericik air yang masih jelas terdengar oleh Samuel.
"ceklek"terdengar suara pintu terbuka.Tampaklah oleh Samuel sosok cantik kesayanganya dengan memakai handuk menutupi setengah tubuhnya yang masih sedikit basah.
"gluk"
__ADS_1
Samuel menelan salivanya karna melihat penampakan istrinya yang terlihat seksi,rambut Elen yang masih basah,plus aroma sabun yang sangat sejuk dapat membangkitkan libidonya.
"sweety...apa kau masih marah pada ku?"
Elen tak menjawab pertanyaan dari suaminya itu.
"maaf kan aku sweety!..tau kah kau?,betapa cemasnya aku tadi siang!"
Elen masih diam tak menjawab,namun ia tak menghentikan aksinya yang sedang memakai baju.Elen sengaja memakai pakaian di depan suaminya itu,ia memakai gaun tidur yang mini dan tipis agar libido suaminya semakin membuncah,karna Elen bertekat akan membalas perbuatan suaminya tadi siang,yang menolak untuk bertemu denganya.
"jawab aku sweety...kau tidak boleh mendiami suami mu seperti ini!"kata Samuel berusaha untuk membujuk istrinya.
Elen masih saja diam,meski suami tampanya itu tak henti-hentinya berbicara denganya.Setelah Elen selesai berpakaian,ia duduk di depan kaca rias dan mulai menyisir rambutnya yang hitam legam.
"jangan begini sweety!"kata Samuel yang sudah terlihat sangat kacau.
"tok...tok...tok."
"ya!"jawab Samuel dari dalam.
"tuan...Oma meminta anda dan nyonya agar segera turun untuk makan malam!"
"katakan pada Oma agar makan deluan!"
"baik tuan"kata maid itu.
Namun setelah Samuel selesai menjawab dan melihat ke arah di mana istrinya berada,ia melihat istrinya itu sudah berjalan hendak membuka pintu.Melihat istrinya akan segera keluar dari kamarnya,Samuel langsung berlari hendak mengejar istrinya dan menghentikanya untuk keluar.
"tunggu sweety!"
Samuel kalah cepat dari istrinya yang mungil itu.Elen dengan langkah gesitnya segera menuruni anak tangga.
"hati-hati sweety!..awas,nanti kau jatuh!"
Elen tak menolak pelukan suaminya,karna ia tahu kalau suaminya itu ingin menjaga dirinya dan anak yang ada di dalam kandunganya.Namun Elen masih dalam aksi diamnya.
"Sam..apa kau belum mandi?...kau terlihat kacau sekali,lihat lah rambut mu,sudah persis seperti sarang walet!"kata Oma.
Elen mengambil piring dan meyendok nasi untuknya sendiri,biasanya setiap kali makan istrinya itu yang menyendok kan nasi dan lauk ke piringnya.Tapi malam ini,seakan Elen seperti seorang asing baginya.
"Oma?"
"ya!"
"ijinkan aku untuk tidur bersama Oma!"
"uhuk...uhuk...uhuk."
Samuel menyembur kan semua makanan yang ada di dalam mulutnya,kala mendengar permintaan istrinya pada Oma.
"kau serius Elen?"
"ya,Oma!"
"sweety?...ba-bagaimana dengan ku?"tanya Samuel.
"memangnya kenapa dengan mu?"tanya Oma ketus.
Samuel mendekat ke arah Elen istrinya,namun saat ia hendak mengelus pundak istrinya,istrinya langsung bangkit dan menghentikan makanya.
__ADS_1
"Oma...aku sudah tidak berselera lagi...aku sudah mengantuk...sebaiknya aku tidur deluan ke kamar Oma!"
"please sweety!!...jangan siksa aku begini!"kata Samuel berusaha untuk menghentikan langkah istrinya menuju kamar Oma.
"hentikan Sam!...biarkan Elen tidur dengan ku malam ini!"
"satu bulan Oma...ya,aku numpang tidur di kamar Oma selama satu bulan!"kata Elen.
"apa?...selama satu bulan?"kata Oma dan Samuel bersamaan.
"apa Oma keberatan?"tanya Elen.
"ti-tidak!"jawab Oma.
"kyaaaa!!"
Elen berteriak kala Samuel mengangkat tubuhnya yang mungil.Oma dan para maid hanya mengeleng melihat tingkah Samuel yang tiba-tiba.
"kau ingin menghukum aku bukan?...baiklah,nyonya Lovez...malam ini aku pasrah mau kau apakan,asal jangan memberikan hukuman untuk tidak tidur dengan ku selama satu bulan."kata Samuel setelah di dalam kamar.
"kau marah kan,jika di cueki seperti ini?...aku juga sama kak,tadi siang kau menolak untuk bertemu dengan ku!"kata Elen berkaca-kaca.
"maaf kan aku sweety...aku tidak pernah menolak untuk bertemu dengan mu!"
"o,ya?...lalu,tadi siang itu apa?"
"maaf kan aku sweety,itu adalah ulahnya Angel dan ibunya!"kata Samuel.
"apa?,Angela dan ibunya?...dasar ulat buluh!,lihat saja nanti,aku akan memberinya pelajaran!"
"sweety?,kau tambah cantik dan seksi jika sedang marah seperti ini!"
"kalau begitu,aku akan marah setiap hari!"
"jangan sweety!...dunia ku akan kiamat jika kau marah setiap hari!"
"kau tahu kak?...tadi siang karyawan mu yang tidak punya sopan santun itu telah menghina ku,apa begitu cara karyawan mu memperlakukan tamu?"
"apa?...mereka menghina mu?...berani sekali mereka,lihat saja besok,aku ingin melihat,siapa orang yang sudah berani menghina istri ku!"kata Samuel penuh emosi.
"sweety...kau ikutlah besok,agar kau sendiri yang menghukum orang yang sudah berani menghina mu!"
"baiklah suami tampan ku!"kata Elen.
"hoho...kucing kecil ku,sekarang sudah pandai menggoda suaminya yang tampan ini!"
"memang kau tampan kak!"
"sebanding dengan istri ku yang sangat cantik!"
"kau mandi dulu kak,badan mu bau asem!"
"benarkah?"
Kata Samuel sembari mencium kedua ketiaknya.
tidak bau sweety!"
"tapi tetap kau harus mandi dulu,agar aku tidak mual."
__ADS_1
"baiklah sweety"
Akhirnya Samuel menuruti kemauan istrinya,ia sambil bersiul karna senang kalau istrinya itu tidak cuek lagi padanya.