Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Cinta yang belum pudar


__ADS_3

"Apa kau sudah menemukanya Mitha?" tanya Ares pada Mitha beberapa jam kemudian.


"Saya sudah mencarinya ke tempat yang anda sarankan tuan,tapi Elen tidak ada di sana."


"Apa kau juga sudah mencarinya di rumah kak Milka?"


"Sudah tuan."


"Lalu kemana dia pergi Mitha?"


"Sebaiknya saya harus kembali untuk mencarinya tuan Ares."


"Baik Mitha,kabari aku terus tentang pencarian mu."


"baik tuan."


"Mintalah bantuan anak buah kakak ku,untuk membantu mu mencarinya."


"Siap tuan."


Ada apa Ares?...aku perhatikan sepertinya kau sangat cemas sekali.Apa kau baik-baik saja?" tanya Celsi pada Ares.


"Aku baik-baik saja Celsi."


"Aku istri mu Ares,jangan ada yang kau sembunyikan dari ku."


"tidak ada yang ku sembunyikan dari mu Celsi,jadi jangan mencurigai ku seperti itu." kata Ares dengan kesal.


"wajar aku bertanya pada mu Ares,karna kau adalah suami ku."


Tapi bukan berarti kau harus mencampuri semua urusan pribadi ku." kata Ares tak mau kalah.


"Bukan kah kita sudah menikah?...segala urusan pribadi mu,aku harus tahu,begitupun dengan urusan pribadi ku,kau juga harus tahu."


"Kau sangat keras kepala Celsi,jangan memancing emosi ku."


"Apa-apaan kalian berdua?...kalian berkelahi di tengah banyak orang,apa kalian tidak malu?" tanya tante Melan.


"Aku hanya bertanya pada Ares mau pergi ke mana Mom,tapi dia malah memarahi ku." kata Celsi.


"Benar begitu Ares?"


"Aku marah padanya,karna dia terlalu mencampuri urusan pribadi ku Mom." jawab Ares.


"Ares,wajar dong kalau Celsi ingin tahu,karma memang ia berhak tahu segala urusan mu,bukan kah saat ini Celsi sudah sah menjadi istri mu?"


"Tapai Mom?"


"Sudahlah Ares,belajarlah untuk menghargai istri mu."


Ares berlalu meninggalkan istri dan ibunya tersebut,hatinya sangat panas kala mengetahui sifat asli wanita yang beru saja ia nikahi itu,coba saja ibunya tahu tentang anak mantu yang ia sanjung-sanjung itu,pasti Momynya akan sangat jijik bermenantukan wanita penipu seperti Celsi.Tapi Ares belum ingin membongkar semuanya mengingat pesan kakaknya,karna Richart masih berusaha untuk mencari bukti yang kuat untuk membongkar kebohongan Celsi.


"Ada apa Ares?...sepertinya kau sangat menderita sekali?" tanya Ellio yang juga hadir dalam acara resepsi pernikahan Ares.

__ADS_1


"Aku sangat membenci diri ku sendiri El,aku sangat bodoh,sama seperti kak Richart bilang,aku layaknya seperti Balita yang belum bisa berpikir luas." kata Ares penuh penyesalan.


"Kenapa kau mengatai diri mu sendiri seperti itu?"


"Bagaimana tidak,karna kelemahan ku lah maka aku tidak bisa meyakinkan Elen untuk menjadi pendamping hidup ku."


"Maksud mu?" tany Ellio tidak mengerti.


"Ya,El,sebenarnya Elen juga mencintai ku,tapi karna kelemahan ku yang tidak bisa meyakinkanya.hingga,jadilah aku seperti ini,menikahi wanita yang-" kata Ares menghentikan kalimatnya,hampir saja Ares salah bicara.


"wanita yang apa Ares?"


"ahh,sudahlah El,kita tidak perlu membicarakan itu." kata Ares.


"Ceritakanlah El, percayalah pada ku,aku bisa menjaga rahasia mu."kata Ellio berusaha meyakinkan Ares.


Ares masih tampak ragu untuk bercerita karna memang Ares tidak terlalu dekat dengan Ellio,jadi wajar saja Ares ragu kalau Ellio bisa menjaga rahasia.


Melihat Ares meragukan dirinya,Ellio pun mulai bercerita bagaimana dulu ia juga pernah mencintai Elen.


"Elen wanita yang sangat sempurna di mata ku,kau tahu,dulu aku pernah sangat mencintainya,bahkan perasaan itu masih sangat berbekas di hati ku,kadang aku merasa berdosa pada istri ku,karna sampai saat ini Elen masih memiliki tempat di hati ku,dan bahkan,Elen masih sering hadir dalam mimpi ku." kata Ellio jujur.


Ares memicingkan matanya kala mendengar pengakuan Ellio.


"Lalu?...apa Luna tahu kalau kau sering memimpikanya?"


"Aku dan Luna sering bertengkar karna aku sering menyebut nama Elen saat tidur...tapi aku selalu memberi alasan kalau aku memimpikanya dalam keadaan bahaya,dan Elen berteriak minta tolong pada ku."


"Luna percaya begitu saja?" tanya Ares seperti menginterogasi.


"Lalu?"


"Akhir-akhir ini Luna sering meminta cerai dari ku...tapi aku tidak mau,meski aku masih mencintai Elen,tapi aku sangat menyayangi Luna dan kedua anak kembar ku,aku tidak ingin berpisah dari mereka."


"Berusahalah untuk berhenti mencintainya Ellio,karna istri mu sangat baik." kata Ares.


"Aku sudah berusaha Ares,tapi aku tidak bisa."


"Kenapa tidak bisa jika kau serius ingin melupakanya."


"Aura Elen sangat kuat Are itulah sebabnya aku tidak bisa melupakanya begitu saja,aku sangat menyesal karna dulu ia lebih memilih Samuel dari pada aku.Samuel sangat bodoh karna telah menyia-nyiakan wanita sebaik Elen."


"Kau benar El,aku sangat bodoh telah menyia-nyiakanya." kata Samuel yang tiba-tiba saja muncul.


Mendengar suara Samuel menengahi pembicaraan mereka,sontak membuat Ares dan Ellio menoleh ke arah Samuel yang muncul tiba-tiba.


"Sam?" panggil Ares dan Ellio bersamaan.


"Aku tidak bermaksud-" kata Ellio merasa bersalah.


"Aku memang sangat bodoh telah menyia-nyiakan wanita sebaik Elen,meski penyesalan ku tidak bisa mengembalikan Elen kepelukan ku,tapi aku sangat bersyukur pernah menjadi bagian dalam hidupnya...aku tidak tahu,apakah aku bisa menggantikanya dengan wanita lain di hati ku?,karna Elen sudah menempati semua ruang yang ada di hati ku."


"Kenapa kau tidak mencoba untuk mencuri hatinya kembali?" kata Ares untuk mencari tahu seberapa besar Elen masih mencitai Samuel.

__ADS_1


"Aku sudah berusaha Ares,bahkan dengan cara memanfaatkan Arthur putra ku,karna aku tahu kalau Elen sangat menyayanginya,namun, Elen tetap tidak ingin kembali pada ku." jawab Samuel.


"Elen wanita yang berpendirian yang kuat Ares,Elen memang terlihat lemah,namun di balik kelemahanya,ia adalah wanita yang sangat tangguh." kata Ellio.


"Kau benar El,aku berjanji,setelah aku bercerai dengan Celsi,aku akan berusaha semampu ku untuk menjadikanya milik ku,berjanjilah kalian berdua pada ku,kalau kalian berhenti mencintainya,karna akulah yang berhak mencintainya." kata Ares penuh penekanan.


"apa maksud mu kalau kalian akan bercerai?" tanya Samuel.


"Kau akan tahu jika saatnya tiba Sam.


"Tapi kau tidak bisa melarang orang untuk mencintai siapapun." kata Samuel sangat kesal akan ultimatum dari Ares.


"Aku tidak melarang kalian mencintai siapapun,asal bukan Elen." tegasnya lagi.


"Ada bahasa mengatakan,Dalamnya laut bisa di ukur,tapi dalamnya hati manusia kita tidak bisa ukur." kata Ellio.


"itu urusan mu Ellio,aku tekan kan sekali lagi,jangan coba-coba berani mencintai milik ku,karna itu dosa besar."


"Haha...hah,jangan bicara soal dosa,karna kita bertiga adalah para pendosa." jawab Samuel di iringi tawa yang menggelegar dari ke tiga pria tampan yang sama-sama mencintai satu wanita cantik nan mungil, yaitu Elen.


****


Di lain tempat,di seebuah Mansion yang sangat mewah,terlihat seorang pria tampan sedang mondar-mandir menunggu seorang dokter memeriksa seorang wanita yang ia temukan di jalan raya dalam keadaan pingsan wanita itu adalah Elen.


"Bagaimana dokter,apa dia baik-baik saja?"


"Dia hanya demam tuan Celvin,mungkin karena terlalu kena air hujan...saya rasa tidak lama lagi ia akan sadar." jawab dokter tersebut.


"Terimakasih dokter Retno."


"Kalau begitu saya permisi dulu,nanti setelah ia sadar,berikan ia makanan hangat dan setelah itu ia harus minum obat yang sudah saya sediakan."


"Baik dokter."


"Ares...Ares." panggil Elen masih dalam keadaan tertidur.


"Sepertinya wanita ini sedang mengigau...itu hal wajar jika seseorang sedang demam tinggi." kata dokter.


"Apa yang harus saya lakukan dok?" tanya Celvin.


"Biarkan saja tuan,itu tidak berbahaya."


"baiklah." jawab Celvin.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan."


"Silahkan dok."


Setelah dokter Retno keluar dari ruangan tempat Elen berada,Celvin memandangi wajah cantik Elen dengan seksama.Meski wajah Elen pucat pasi,namun wajah Elen tetap terlihat sangat cantik,karna pada dasarnya Elen memang sudah cantik alami meski tanpa make up.


"Kau sangat cantik Elen,kenapa bukan nama ku saja yang kau sebut saat sedang bermimpi,kenapa harus nama Ares?" kata Celvin sembari tidak bosan-bosan menatap wajah cantik Elen.


Semakin Celvin terus memandangi Elen yang sedang tertidur,maka Celvin semakin terpesona pada sosok mungil yang sedang terbaring lemah tersebut.

__ADS_1


"Aku jadi ingin semakin memiliki mu." kata Celvin tanpa takut jika Elen mendengar.


Hai para pembaca setia ku,jangan lupa di like terus ya,maaf jika banyak kesalahan.Salam sehat untuk kita semua 🙏🙏🙏🙏😼


__ADS_2