Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Gejala yang sama


__ADS_3

Siang ini Dian sudah di perbolehkan pulang oleh dokter,setelah dokter memberikan kertas yang berisi resep obat untuk mereka tebus,akhirnya Milka memutuskan untuk mencari taxi di luar.


"heii..kau sedang apa di sini Milka?"tanya Richart yang tidak sengaja berpapasan dengan Milka.


"Rich?...ah..aku sedang ingin mencari taxi,karna hari ini Dian sudah di perboleh kan puang!"


"Dian?"


"ahh..ehh..Dian itu sepupu ku!"


"ow!"


"dan kau,sedang apa si sini Rich?"


"emm aku?..ah ya...aku kesini untuk menjenguk teman!"


"apa kabar mu Milka?..lama tak bertemu!"


"kabar baik Rich...bagaimana dengan mu?"


"seperti yang kau lihat!..oya,tadi kau bilang ingin mencari taxi bukan?"


"ya"


"kau tunggulah sebentar..aku akan mengantar kan buah ini untu teman ku...aku tidak akan lama,dan setelah itu aku akan mengantar kalian pulang!"kata Richart.


"baiklah Rich...kami akan menunggu mu!"


Setelah menunggu lima belas menit,akhirnya Richart muncul di ambang pintu.


"Milka...kalian sudah siap?"


"sudah Rich...apa kita berangkat sekarang?


"ya"kata Richart sembari menerima beberapa barang dari tangan Milka untuk membantu wanita itu.Sesampainya di luar di depan pintu,Jack muncul dengan membawa beberapa kantong makanan,ia tidak tahu kalau Dian akan pulang siang ini,maka itu Jack berinisiatif membeli makanan untuk makan siang Milka dan Dian.


"hai Jack!"sapa Richart.


"selamat siang tuan Ricahart!"sapa Jack dengan sopan.


"apa Samuel meminta mu untuk menjemput Milka dan Dian?"tanya Richart.


"ya tuan Richart!"


"kak Jack...hari ini dokter sudah memperbolehkan aku untuk pulang,tuan Richart sudah berbaik hati untuk mengantar aku dan kak Milka pulang!"


"benarkah?...syukur kalau begitu...baiklah...karna aku sudah tidak di perlukan lagi,sebaiknya aku kembali ke kantor,karna masih banyak yang harus ku kerjakan...permisi tuan Richart!"ucap Jack sembari membungkuk hormat.Sebelum Jack berlalu,ia sempat melirik Milka yang sama sekali tidak mempedulikan kehadiranya.


"baiklah Jack!"ucap Richart.


Setelah Jack berbalik meninggalkan mereka,Milka menatapi punggung lelaki itu,Milka merasa bersalah pada Jack,tidak seharusnya ia bersikap cuek pada pria tampan itu,biar bagaimana pun lelaki itu sudah melakukan banyak hal baik buat dirinya dan Dian.


"akan lebih baik seperti ini Jack...aku takut akan semakin jatuh cinta pada mu,aku akan berusaha membentengi perasaan ini,agar tidak semakin jauh mencintai mu,karna memang aku tak pantas untuk mu!"kata Milka di dalam hati.


"Milka?"


"ahh,ya,Rich?"


"apa kita berangkat sekarang?"


"ya,tentu!!"


Sementara Milka dan Richart serta Dian berjalan,mereka melihat Jack kembali datang ke arah mereka bertiga.


"maaf Dian...tadi aku sempat membeli makanan untuk mu dan Milka,karna aku tidak tahu kalau hari ini kau sudah di perbolehkan pulang,sebaiknya kau bawalah makanan ini,agar kalian tidak repot lagi untuk memasak makan siang!"ucap Jack.


"terimakasih kak Jack!"

__ADS_1


Setelah mengantar makanan,Jack pun kembali berlalu meninggalkan mereka bertiga.


"apa kau masih tinggal di apartemen Samuel,Milka!"


"ya Rich,semenjak Elen menikah dengan Sam,tinggal aku dan Dian yang tinggal di apartemen Samuel."


"ow"


"bagaimana kabar Ares?"tanya Milka.


"Ares baik-baik saja,saat ini ia ada di London,untuk mengembangkan bisnisnya yang ada di sana!"


"kalian berdua memang sama-sama pekerja keras Rich!"kata Milka.


" Richart...apa perusahaan mu membutuhkan lowongan?"


"maksud mu?"tanya Rich.


"ma-maksud ku,jika ada lowongan,aku ingin bekerja,aku bosan setiap hari di rumah!"kata Milka.


"aku juga kak...aku ingin bekerja!"kata Dian.


"tapi tunggu kau pulih dulu Dian!"


"baik kak Mil"


"bagaimana Rich?...jadi OB juga tidak apa-apa!,asalkan bisa menghasilkan uang."


"apa adik ipar mu itu sangat pelit?,sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan mu?"tanya Richart.


"Sam,sangat baik sekali pada ku dan Dian,justru Samuel sangat mempedulikan kami,hanya saja,tidak mungkin kami berdua menumpang hidup sampai selamanya pada Samuel."


"baiklah...baru-baru ini aku membuka sebuah cafe di kawasan yang tak jauh dari apartemen Samuel,kalau kau mau,kau dan Dian boleh bekerja di sana,aku akan mengantarkan mu jika kau sudah siap."kata Richart.


"terimakasih banyak Rich,kau memang teman ku yang paling baik."ucap Milka.


*****


2 Bulan kemudian


"hoek...hoek...hoek."


"kau kenapa sweety?"


"entahlah kak,kepala ku terasa sangat pusing sekali,rasanya aku ingin mual terus!"


"aku akan mengambilkan minyak putih untuk mu!"


"percuma kak...aroma minyak kayu putih malah akan semakin membuat ku mual!"


"kalau begitu aku akan membuatkan mu teh hangat."


"baiklah kak!"


Samuel berlalu meninggalkan istri kecil kesayanganya itu menuju ke dapur untuk membuatkan teh.


"sedang apa kau Sam?...tumben,pagi-pagi begini kau ada di sini?"


"aku ingin membuatkan teh buat Elen Oma,sedari tadi Elen muntah terus!"


"apa?,muntah kata mu?"


"iya Oma!"


"yes...yes...yes,akhirnya Oma punya cucu segudang"kata Oma sambil menggoyangkan pinggulnya,karna ia tahu betul kalau rasa mual yang Elen alami adalah efek dari hamil muda.


"Oma kenapa?"

__ADS_1


"Sam,istri mu hamil sayang"


"apa?,istri ku hamil?,Oma tahu darimana?"tanya Samuel.


"rasa mual dan ingin muntah-muntah itu adalah gejala hamil"kata Oma.


"benarkah Oma?"


"iiya Sam...istri mu itu sedang hamil!"


Wajah Samuel langsung berbinar kala mengetahui kalau istri mungilnya itu sedang hamil.Samuel dengan langkah panjangnya bergegas ingin menemui istrinya,hampir saja ia menumpahkan teh yang ada di peganganya.


"hoek...hoek...hoek"


"sweety...apa sudah rasa baikan?"


"belum kak!...perut ku masih sangat mual.


Samuel memijit-mijit tengkuk istrinya,berharap bisa mengurangi rasa mual.Setelah Samuel melihat istrinya itu sudah sedikit lebih baik,ia menggendong isrinya itu dan mendudukan istrinya itu di king size miliknya.


"sweety...aku rasa kau sedang hamil!"


"entah lah kak!"kata Elen.


"apa kau tidak mengalami seperti ini saat mengandung Tasya?"tanya Samuel.


"saat aku mengandung Tasya,aku tidak pernah muntah-muntah seperti ini!"


"benarkah?.kalau begitu,sebaiknya kita memeriksakan keadaan mu!"


"bukanya pagi ini kau ada rapat penting kak?"


"iya sweety...tapi bagi ku,kau yang lebih penting...aku akan meminta Jack untuk menggantikan ku!"


"apa bisa begitu kak?"


"iya sweety...aku tidak pernah meragukan kemampuan Jack,dia selalu bisa ku andalkan"


"terserah kau saja kak!"


Setelah memutuskan untuk mendampingi istrinya untuk periksa,Samuel menelefon Jack untuk menggantikan dirinya dalam rapat penting pagi ini.


"kau sudah siap sweety?"


"sudah kak"


Samuel meraih tangan mungil istrinya itu serta melingkarkan tanganya yang kekar di pinggang istrinya yang mungil


"kyaaaa!"teriak Elen karna tiba-tiba saja Samuel mengangkat tubuhnya ala bridal style.


"kenapa kau sangat suka mengaget kan ku kak?"


"aku akan menggendong mu,aku takut,jika tubuh mu yang mungil ini akan terjatuh."


"tapi kan kau tidak perlu membuat ku kaget!"


"maaf kan aku swety!"kata Samuel.


"kalian mau kemana?"tanya Oma.


"aku akan membawa istri ku dokter Oma...untuk memeriksakan keadaanya."


"Oma sangat yakin kalau rasa mual yang kau rasakan itu adalah gejala hamil muda Elen!"kata Oma.


"tapi Elen bilang,ia tidak merasakan gejala yang sama saat mengandung Tasya!"


"karna tidak semua masa kehamilan merasakan gejala yang sama!...tapi sebaiknya memang harus diperiksa,agar kita tahu pasti,Elen sedang hamil atau tidak!"kata Oma.

__ADS_1


"baiklah Oma!"


__ADS_2