
Keesokan harinya di Mansion milik Samuel
"Sam!...aku akan kembali ke Amerika,kalau bisa,kita urus perceraian kita secepatnya."ucap Tania pagi ini di ruang makan.
"Apa kau sudah yakin?"tanya Samuel.
"Ya,aku yakin Sam!...aku akan melanjutkan hidup ku di New York."
"Maafkan aku Tania!...aku berharap,kau bisa melanjutkan hidup mu di sana.Sering-sering lah datang mengunjungi putra mu."
"Baik Sam!...jaga putra ku dengan baik."
"Aku selalu menjaganya dengan segenap hati ku."
"Sam!"
"Ya!"
"Apa kau membenci ku?"
"Aku ingin membenci mu Tania,karna kau telah mengakibat kan Oma meninggal.Tapi hati ku tidak bisa membenci mu,biar bagaimana pun,Kau pernah menjadi bagian dalam hidup ku."
"Terimakasih Sam!...aku sangat menyesal akan perbuatan ku."ucap Tania dengan berlinang air mata.
"Sudahlah Tania!...berjanjilah kalau kau akan meneruskan hidup mu dengan baik,walau tanpa aku dan putra mu."
"Baik Sam!"
Meski hati yang sangat pedih,Tania harus ikhlas melepaskan orang yang sangat ia cintai itu.Setelah tujuh tahun hidup tanpa suami dan anaknya,saat ini ia kembali di hadap kan dengan kenyataan akan berpisah kembali dengan kedua orang yang sangat ia cintai itu.
"Kapan rencana mu kembali ke New York?"tanya Samuel.
"Setelah kita resmi bercerai."
Samuel menarik nafas berat kala wanita yang pernah mengisi relung hatinya itu akan kembali ke Amerika.Samuel memang mencintai Tania tapi itu dulu,sejak Samuel tahu kalau Tanialah yang mengakibat kan Oma meninggal,rasa cinta Samuel kepada Tania seakan raib begitu saja.
"Baiklah Tania,aku berangkat dulu ke kantor."
"Sam!...apa kau mengijinkan ku untuk bertemu Elen?"tanya Tania.
"Untuk apa Tania?"tanya Samuel sedikit curiga.
"Kau tenang saja Sam!...aku tidak akan macam-macam,aku hanya ingin mengobrol sedikit denganya sebelum aku kembali ke New York."ucap Tania berusaha meyakinkan Samuel.
"Samuel tampak berpikir antara memberi Tania ijin untuk bertemu Elen atau tidak.Pasalnya Samuel curiga pada Tania,bukan tanpa alasan ia curiga,tapi mengingat Tania berani mencelakai Omanya,apalagi untuk mencelakai istri mungilnya itu,jelas saja Samuel tidak mau kalau wanita kesayanganya itu nantinya mengalami hal buruk akibat perbuatan Tania.
"Kenapa Sam?...apa kau tidak percaya pada ku?...bukan kah kedua wanita pengawal Elen itu selalu siaga di sana?"tanya Tania pada Samuel.
"Baiklah!...kau boleh bertemu denganya,tapi ingat Tania!!...kalau kau berani macam-macam!...aku tidak akan segan-segan menghabisi mu!...cam kan itu Tania!!"ucap Samuel dengan nada mengancam.
"Baik Sam!"
__ADS_1
Setelah Samuel selesai sarapan,Pria tampan itu segera mekangkah kan kakinya menuju mobil miliknya.Setelah Samuel berlalu,sampai di tengah jalan Samuel melakukan panggilan pada Sofia.
"Halo Sofia!"
"Ya,Tuan!"jawab Sofia dari ujung telefon.
"Tania ingin menemui istri ku,Aku minta perketat penjagaan,jika sampai istri ku kenapa-kenapa,nyawa kalian adalah taruhanya!!...mengerti??"ucap Samuel dengan tegas.
"Baik Tuan!!"jawab Sofia singkat.
"Bagus!"
Sementara di Mansion Samuel,terlihat Mami Liza dan Angela baru saja muncul karna sebelumnya Tania sudah mengirim pesan pada ibu kandungnya itu untuk memintanya datang.
"Kenapa mata mu sembab begitu?"tanya Mami Liza.
"Samuel akan menceraikan ku Mi."
"Apa?...lalu kau diam saja?"tanya Mami Liza.
"Lalu aku harus bagaimana Mi?...sementara Samuel tidak mencintai ku lagi."
"Apa kau mau mundur begitu saja?...apa kau juga rela begitu saja kalau anak dan suami mu menjadi milik wanita kampung itu?" tanya Mami Liza.
"Tapi Mi!...Elen itu sangat baik,dia sangat menyayangi Arthur dan juga Samuel."
"Apa peduli ku?...kau tidak boleh bercerai denganya sebelum kau mendapatkan apa yang ku mau."
"Perasaan tidak penting bagi ku Tania!..uang lebih penting dari segalanya."
"Apa harta Papi tidak cukup untuk membuat Mami bersenang-senang?"
"Harta papi mu tidak seberapa di banding milik suami mu.Aku akan sangat rugi jika kau tidak mendapatkan apapun dari Samuel."
"Tapi Mi!"kata Tania.
"Kau keras kepala sekali Tania!...tinggal patuh saja,kenapa sih??"Ucap Angela yang sedari tadi diam saja menyaksikan perdebatan antara ibu dan kakak tirinya itu.
"Sebaiknya kau diam Angela!!...aku tidak butuh pendapat mu."balas Tania.
"Aku bersumpah mulai hari ini aku tidak akan mau lagi menjadi boneka Mami!!...sudah cukup selama ini aku mengikuti perintah Mami,tapi mulai sekarang,aku akan melakukan apa pun yang akan ku kehendaki."
"Kau sudah mulai berani melawan Tania??...kau tau kan apa hukuman bagi orang yang melawan perintah ku?"kata Mami Liza.
"Aku tidak takut Mi!...aku sudah bosan dengan ancaman Mami."
Kali ini Tania merasa kalau ia harus melawan perintah ibu kandungnya itu,sudah bertahun-tahun lamanya ia di jadikan sebagai boneka hidup oleh ibu kandungnya sendiri.
"Kau akan melihat kehancuran putra Mu yang gila itu Tania!."
"Stop Mami!!...jangan pernah mengatai anak ku gila!...karna putra ku tidak gila!"ucap Tania merasa tak rela jika ibu kandungnya itu mengatai Arthur anak gila.
__ADS_1
"Memang anak mu itu sudah gila!"ucap Angela.
"Plak"
Bunyi tamparan keras dari dari tangan Tania yang mendarat di pipi Angela.
"Berani sekali kau menampar putri ku Tania!!"
*Aku juga putri mu Mami!"kata Tania.
"Ya,kau memang terlahir dari rahim ku!...anak yang tak pernah ku inginkan,ayah mu hanya seorang pecundang yang tidak punya harga diri.Karna kelahiran mu hingga membuat ku selalu menyesal karna sudah mengandung mu."
Bagai di sambar petir,hati Tania terasa sangat sakit atas semua perkataan ibu kandungnya itu.
"Apa maksud Mami?"
"Ya,ayah mu hanya seorang pecundang yang tidak tahu dirinya menyentuh ku hingga aku mengandung anak yang tidak tahu diri seperti mu!!"
"Apa maksud mu Mami??...ayah ku seorang pecundang?...bukanya Papi ku sangat baik pada Mami?"
"Dia bukan ayah kandung mu Tania!!"
"Lalu?....siapa ayah ku sebenarnya?"tanya Tania.
"Ayah mu sudah mati!!"
"Kau berbohong kan??....kau mencari cara agar aku termakan dengan kata-kata mu.Kau sengaja,karna kau memang membenci ku sejak dulu."
"Kau pikir kau layak menjadi anaknya Rudy??Kau itu haram Tania!!...anak haram.Jadi kau harus tahu diri!"ucap Mami Liza.
"Sudahlah Mi,percuma saja bicara dengan orang yang tidak tahu diri."kata Angela.
"Mami belum selesai Angela,biarkan Mami memberikan anak tidak tahu diri ini pelajaran."
"Hentikan!!"teriak Samuel dari ujung pintu.
"Sam?"panggil Tania gugup.
"Apa kalian tidak punya sopan santun??...seenaknya saja kalian membuat keributan di kediaman ku!"kata Samuel.
"Kak Sam!...kau apa kabar?"tanya Angela dengan manja.
Angela langsung berhambur kepelukan Samuel,ia tidak peduli sama sekali dengan orang-orang yang sedang ada saat itu.
"Apa-apaan kau Angela?...menjauhlah dari ku!"kata Samuel.
"Urat malu mu memang sudah putus Angela!...dengan tidak tahu malunya kau bergelayut manja dengan Suami Kakak mu sendiri."kata Tania.
"Tapi kalian akan segera bercerai kan?"
Tania tidak mampu lagi untuk menjawab,memang kenyataan kalau mereka akan segera bercerai.Namun hati Tania sangat sakit kala melihat adik satu ibu dan beda bapak itu bergelayut manja pada pria yang masih berstatus Suaminya itu.
__ADS_1