Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Mencari Elen


__ADS_3

"Aku yakin,tante Melan pasti mau."


"Apa kau yakin Celsi?"


"Ya,aku yakin sekali Ares."


"terimakasih Celsi karna kau sudah mengerti keadaan "ku." ,kata Ares.


"Sama-sama Ares...tapi,apa kau bisa menceritakan pada ku tentang apa yang membuat mu belum siap? tanya Celsi.


"Maafkan aku Celsi,aku mencintai seseorang"


"Lalu kenapa kau tidak menolak perjodohan ini?"


"karena aku sayang dan menghormati ibu ku."


"Lalu di mana wanita itu sekarang?" tanya Celsi.


"Dia ada di dekat-dekat sini Celsi."


"apa kalian saling mencintai?"


"Entahlah,aku memang sangat mencintainya,namun ia tidak ?pernah membalas cinta ku,bahkan saat ini dia sedang berbahagia dengan mantan suaminya."


"Hah,dia seorang janda?"


"Memangnya kenapa kalau dia janda?...apa seorang janda itu sangat hina bagi mu?" kata Ares dengan sangat kesal atas pertanyaan Celsi."


Tadinya Ares kira kalau Celsi wanita yang baik dan juga pengertian,tapi ternyata Celsi juga sama dengan orang lain yang menganggap status janda itu sangat hina.


"Bukan begitu Ares,maksud ku,apa dia dan suaminya sudah lama bercerai?"


"kurang lebih sudah satu tahun mereka bercerai."


"Kenapa tidak kau ungkapkan saja perasaan mu padanya?"


"Sudah bekali-kali aku ungkapkan perasaan ku padanya,tapi,sepertinya aku harus lebih banyak bersabar." kata Ares.


Setelah mendengar semua cerita Ares,Celsi mengambil kesimpulan bahwa Ares memang benar-benar tipe lelaki yang sangat setia jika sudah mencintai seseorang.Celsi bertekat akan mendapatkan simpati Ares untuknya.


Setelah Ares selesai menemani Celsi ke toko butik dan perhiasan,Arespun berniat untuk kembali ke perusahaanya,sesampainya di perusahaan miliknya,Ares menghembuskan nafas kasar karna merasa sangat lelah.Sedetik kemudian Ares meraih ponselnya dan memeriksa semua pesan chat baik dari sahabatnya maupun rekan bisnisnya.


Ares merasa sedih kala melihat story WhattsApp yang di buat oleh wanita kesayanganya itu.Meski Ares merasa bersedih,namun Ares tetap mendoakan wanita pujaanya itu agar selamat sampai tujuan.


"Semoga selamat sampai tujuan Honey,berbahagialah di sana." kata Ares sembari memandangi wajah wanita kesayanganya itu di layar ponselnya.


"tok...tok...tok" suara pintu di ketuk.


"Masuk" jawab Ares.


"Tuan, ini berkas yang anda minta,masalah proyek kita yang ada di Bali sudah di tangani dengan baik."


"Bagus Bayu,kau memang selalu bisa ku andalkan."kata Ares sembari memijit pelipisnya sendiri.


"Apa ada masalah tuan?" tanya Bayu kala melihat Bosnya itu terlihat memikirkan sesuatu.


"Bayu,bagaimana pendapat mu soal perjodohan ini?" tanya Ares pada pria jangkung tersebut.

__ADS_1


"Saya tidak mengerti maksud anda tuan."


"Maksud ku,apa pendapat mu soal pernikahan ku nanti?,karna jujur,aku belum siap sama sekali.Atau lebih tepatnya aku sama sekali tidak mencintai Celsi." kata Ares.


"Lalu?" tanya Bayu.


"Sampai saat ini aku masih mencintai Elen,dialah satu-satunya wanita yang bisa membuat ku hampir gila seperti saat ini."


"Benarkah?...tapi,saya rasa Nona Elen sepertinya juga mencintai anda tuan."


"Kau tahu dari mana Bayu?"


"Saya bisa melihat dari matanya,saat ia tahu kalau anda akan segera menikah...Nona Elen terlihat sangat sedih sekali."


"Maksud mu apa Bayu?"


"Oya,saya lupa memberitahukanya pada anda,tadi Elen datang ke sini mencari anda, saya memberitahukan pada Elen bahwa anda sedang keluar untuk menemani calon istri anda memilih gaun pengantin."kata Bayu jujur tanpa berpikir kalau tuanya itu akan marah.


"Apa?...astaga Bayu,kenapa kali ini otak mu sekecil otak ikan teri?,kau kan tahu kalau aku sangat mencintainya?...lalu di mana dia sekarang?"


"Nona Elen sudah pulang dari tadi tuan."


Ares menyesali tindakan Bayu yang sangat tidak peka dengan perasaan cintanya selama ini pada Elen,seharusnya Bayu meneleponya dan menyuruh Elen menunggu.Kepala Ares seakan mau pecah karna tingkah asisten yang selalu nomor satu dalam hal bernegosiasi untuk urusan bisnis,namun kali ini pria tampan bertubuh jangkung itu membuat Ares sangat kecewa.


"Huff...kepala ku semakin pusing karna mu."


"Maaf tuan...saya kira-"


"Sudahlah Bayu,kau urus semua pekerjaan ku,sekaligus kau harus menemui Tuan Calvin shu,dan urus semuanya."


"Tidak ada tapi-tapian,ini hukuman untuk mu."


"Hukuman?...memangnya kesalahan apa yang sudah saya lakukan tuan?" tanya Bayu.


"Kesalahan mu adalah,karna kau sudah membuat wanita ku bersedih,beraninya kau menceritakan pada Elen kalau aku akan segera menikah,yang berhak untuk memberitahukan pada Elen yaitu aku,bukan kau."


"Maafkan saya tuan."


"Astaga!!" tiba-tiba Ares mengingat sesuatu.


"Ada apa tuan?" tanya Bayu bingung melihat tuanya tiba-tiba saja terlihat tegang.


"Bukankah Elen sedang di perjalanan menuju bogor?....tapi dalam rangka apa ia ke Bogor?...aku harus menemui Siska untuk mengetahuinya." pikir Ares.


Ares menaiki mobilnya yang ada di parkiran dan segera menghilang dari sana,tujuan Ares menemui Siska untuk mencari tahu apa tujuan Elen pergi ke Bogor.Setelah sampai di depan rumah yang Elen sewa,Ares memarkirkan mobilnya dan segera menemui Siska yang sedang memainkan ponselnya.


"Hai Siska."


"Hai tuan."balas Siska.


"Apa Elen ada?"


"Lho...apa Elen tidak memberitahu mu kalau ia akan ke Bogor?"


"tidak Sis,dia tidak memberitahu ku."


"kok aneh ya?...jelas-jelas tadi Elen pamit pada ku untuk menemui mu untuk memberitahukan pada mu kalau hari ini ia akan berangkat ke Bogor."

__ADS_1


"Kalau boleh tahu,apa tujuanya pergi ke Bogor?"


"Dia di terima di suatu sekolah TK yang ada di sana.Karna besok Elen memulai magangnya di sekolah itu."


"Apa kau tahu nama sekolahnya Sis?"


"Kalau tidak salah namanya TK Bunda Mulia,"


"Baik Sis,terimakasih untuk informasi mu."


"Ahh,ehh tuan Ares!" panggil Siska karna melihat Ares jalan meninggalkanya karna terburu-buru.


"Ada apa Siska?" tanya Ares.


"Apa aku boleh ikut?,aku sangat kuatir memikirkanya,entah kenapa perasaan ku tidak enak,apalagi sejak satu jam yang lalu nomornya sangat sulit di hubungi."


"Benarkah?"


"Ya tuan."


Karna tidak percaya akan perkataan Siska,Ares pun mencoba untuk menghubungi wanita kesayanganya itu,namun setelah mencoba untuk menelepon Elen berulang-ulang tapi tak ada jawaban,hal itu mengakibatkan Ares menjadi sangat kuatir.Ares mencoba lagi untuk menelapon Elen,berharap wanita itu segera mengangkat teleponya.


"Angkat honey,please...tolong angkat." kata Ares sembari mondar-mandir bagai seterika.


Ares tak henti-hentinya melakukan panggilan untuk Elen,bisa di lihat betapa paniknya pria tampan itu,sesekali Ares menarik kasar rambutnya,Ares terlihat sangat kacau sekali.Di tengah kepanikanya,tiba-tiba Ares berpikir untuk meminta bantuan kakaknya Richart demi membantu mencari wanita pujaan hatinya itu.


"Hallo kak Rich,apa kau bisa membantu ku kak?"


"Katakan,apa yang yang bisa kakak bantu?....apa wanita mungil itu membuat mu panik lagi?"


"Aku serius kak Rich."


"Siapa bilang kau bercanda?..sekarang katakan apa masalah mu?"


"tolong bantu aku untuk mencari Elen." kata Ares.


"Ares...Ares,menjaga wanita sekecil itu saja kau sangat tidak becus." kata Richart pada adik kandungnya itu.


"Sejak kapan ia pergi?"


"Dari dua jam yang lalu."


"Apa kau yakin kalau memang Elen benar-benar hilang?...bisa saja kan kalau dia sedang sibuk."


"A-aku tidak tahu kak...nomornya aktif,namun saat di telepon tidak pernah di angkat."kata Ares menjelaskan.


"baik aku akan menyuruh anak buah ku untuk menyelidikinya."


"Terimakasih kak Rich."


Ares selesai menghubungi kakaknya Richart,Ares dan Siska ssgera bergegas menuju Bogor untuk mencari Elen.


Di lain tempat terlihat Elen sudah sadar dari pingsanya,Ia di sekap dalam sebuah ruangan yang sempit dan gelap,Elen berusaha untuk mengingat apa yang telah terjadi.Ia mengingat potongan-potongan kejadian sejak ia berangkat dari jakarta ke Bogor.


"Tidak!...aku belum sampai ke Bogor,mereka pasti menyekap ku saat masih di dalam Bis."pikir Elen dalam hati.


Elen telah mengingat semuanya,mulai saat ia berangkat meneiki sebuah Bis jurusan Jakakarta-Bogor,saat ia menaiki Bis,Elen melihat hanya beberapa orang saja yang ada di dalam Bis,awalnya Elen curiga,namun ia mengabaikan semua kecurigaanya yang tidak berdasar.Karna Elen melihat di dalam Bis ada seorang ibu yang sedang menyusui anaknya yang sedang menangis,karna pikir Elen tidak mungkin si ibu tersebut termasuk salah satu dari orang yang ingin menyekapnya.

__ADS_1


__ADS_2