Istri Kesayangan Pilihan Oma

Istri Kesayangan Pilihan Oma
Kemenangan Arthur


__ADS_3

Di Mansion Samuel


"Wah...anak momy semangat sekali hari ini...anak momy sudah siap untuk hari ini?"kata Elen.


"sudah Momy...!"


"bagus...momy yakin kalau kamu bisa mengalah kan mereka."


"momy?"


"ya,sayang!"


"apa dady ikut?"


"ya,dady mu akan ikut sayang...tapi kamu dan angkle Jack harus pergi deluan biar tidak terlambat.Nanti momy dan dady akan ikut dari belakang!,bisa kan sayang?"


"ya, Mom!"


"kak Jack...kau antarlah dahulu Arthur dan Oma,aku dan kak Samuel akan menyusul nanti,kak Sam masih mendampingi ku untuk kelas hamil hari ini,kami tidak akan lama kak!"


"baiklah nyonya!"


"kak Jack...sudah berapa kali ku katakan agar tidak memanggil ku nyonya!"kata Elen.


"tapi nyonya?"


"kak Jack...aku merasa risih jika kau panggil nyonya!,aku tidak nyaman kak!"


"tapi sudah seharusnya begitu nyonya!"


"ikuti apa yang istri ku bilang Jack...dan kau sweety,kau ingin Jack memanggil mu apa?"kata Samuel.


"panggil saja nama ku,itu terasa lebih akrab...karna aku sudah menganggap mu sebagai kakak ku!"kata Elen.


Mendengar semua ucapan Elen,membuat Jack merasa terharu.Betapa istri Samuel itu memiliki hati yang sangat lembut,Jack berjanji dalam hatinya sendiri akan selalu menjaga nyonya Lovez itu.


"baiklah Jack...aku mengijinkan mu untuk memanggil nama istri ku saja!"


"baiklah tuan!"kata Jack.


"sudahlah kak Sam,takut Arthur terlambat...hari ini adalah hari yang istimewa baginya."


"jagoan dady sudah siap?"


"yes,dady!"


"good!,sekarang cium dady dan momy!"


"Sam,kau jadi ikut kan?"kata Oma.


"ya,Oma!...aku tidak akan melewatkan penampilan hebat putra ku!"


"baguslah kalau begitu!...Jack,kita berangkat sekarang!"kata Oma.


"baik Oma!"


"sweety...apa kelas hamil mu ada perubahan?"


"iya kak,otot-otot ku jadi semakin lebih baik!"


"baguslah kalau begitu,aku akan selalu mendampingi mu!"


"terimakasih suami ku yang tampan!"kata Elen sembari mencium hidung mancung pemilik netra biru safir itu.


"apa kau sedang menggoda ku sweety?"


"ti-tidak kak!"


"sebaiknya aku akan memakan mu dulu baru kita mengikuti kelas hamil mu!...karna kau sudah membangun kan junior ku!"

__ADS_1


"ihh kau ini kak,nanti aku terlambat!"


"ayolah sweety!"


"kak Sam!!!...kalau aku sampai terlambat,aku tidak akan memberi mu jatah selam dua minggu!"kata Elen.


"what?"


"ya,dua minggu aku tidak akan memberi mu jatah!"


"ok...ok,baiklah,sebaiknya kita berangkat sekarang,aku takut kau terlambat!"


Samuel mendampingi istrinya mengikuti kelas hamil,terlihat beberapa pasang pasutri juga mengikuti kelas hamil mendampingi istri mereka masing-masing.Setelah selesai mengikuti kelas hamil,Samuel dan Elen bergegas menyusul acara kompetisi taekwondo tingkat junior.


Samuel membimbing istri mungilnya itu untuk duduk di barisan Oma dan Jack berada.Setelah mereka duduk,mereka mendengar nama Arthur di panggil.Lawanya Arthur adalah seorang siswa sekolah dasar dari Bandung.


Terdengar suara teriakan dari banyak orang untuk memberi semangat pada Arthur.Ada yang memuji ketampananya,dan ada yang memuji ke tangkasan dalam setiap gerakanya.


"wahh...tampan sekali anak itu,pasti ayahnya sangat tampan!"kata seseorang.


"Arthurr....kau sangat hebat!"


"Arthur...kalah kan dia!"


"Arthur...kau sangat tampan sekali...aku mencintai mu,uu...muuuahh!"


Berbagaimacam pujian terlontar dari banyak orang untuk anaknya Arthur.Penampilan Arthur sangat menghipnotis banyak orang di sana,Samuel merasa sangat bangga melihat ketangkasan putranya itu.


"kau lihat kak...Arthur ku sangat hebat sekali!"kata Elen dengan mata berkaca-kaca karna terharu melihat ketangkasan anak sambungnya itu.


"ya,kau benar sweety...ini semua karna kau sweety,kau yang sudah membentuk pribadinya menjadi sehebat ini,terimakasih sweety!"kata Samuel sambil mengecup kening istri mungilnya itu.


"kak,ini semua bukan karna aku saja,tapi karna kau dan Oma juga.!"


Arthur memang sangat tampan,ia mewarisi wajah ayahnya Samuel.Wajah Samuel dan Arthur bagai pinang di belah dua,baik dari segi mata,hidung,mata dan watak yang sama.Yang membedakan antara ayah dan anak itu adalah,Arthur sangat dingin,dan hampir-hampir bocah tampan itu tidak pernah terlihat senyum.Namun setelah Elen masuk dalam kehidupan Samuel dan Arthur,kedua pria itu mengalami perubahan yang lebih baik,terlebih Arthur, semenjak Elen mendidiknya dengan kasih sayang,Arthur sudah bisa bersosialisasi dengan orang lain,meski aura dinginya belum hilang sepenuhnya.


"dady...kau akan memberikan apa untuk putra kita ini?"tanya Elen.


"tanyakan padanya momy..dia ingin hadiah apa?"


"kesayangan momy mau minta apa?"tanya Elen pada Arthur.


"no,momy...aku tidak ingin apa-apa,aku hanya ingin momy dan dady dan juga Oma sehat terus!"kata Arthur jujur.


"ya,momy,dady dan Oma akan selalu sehat sayang."


Elen langsung memeluk anak sambungnya itu,kala mendengar ucapan jujur dan tulus dari bocah tampan itu.


"sebaiknya kita merayakan kemenangan Artur hari ini!"kata Oma.


"aku setuju Oma!"kata Elen.


"baiklah...bagaimana kalau kita merayakanya dengan pesta kecil di mansion malam ini?"


"ide yang sangat bagus kak!"


****


Pagi ini seperti biasanya Ellio selalu mencari keberadaan istrinya Luna,ia menyusul istrinya di dapur.Karna Ellio tahu bahwa istrinya yang juga hamil itu sedang berkutat di dapur untuk memasak untuknya.


"sayang...kau jangan terlalu lelah,aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan mu dan anak kita!"kata Ellio.


"tidak apa-apa El,kau jangan kuatir!"


"benar kata suami Luna,kau jangan terlalu capek nak!"kata tante Oliv yang tiba-tiba saja muncul.


"baik mam!"ucap Luna.


"oh,iya Luna...hari ini mama mau pergi arisan,apa kau mau ikut nak?"

__ADS_1


"maaf ma,hari ini aku ada janji mau ketemu Elen dan Oma!"


"baiklah sayang...kau hati-hati ya!"


"baik mam!"


"tadi kau bilang apa sayang?,kau ada janji untuk bertemu dengan Elen?"tanya Ellio.


"iya El,Elen meminta ku untuk berkujung kesana!"


"tapi sayang?"


"ayolah El,aku sangat bosan di rumah terus!"


"tapi kan,kau bisa memintanya untuk datang ke sini!"


"minggu ini aku yang kesana,dan minggu depan Elen yang datang mengunjungi ku!"


"baiklah.. aku mengijin kan mu,dengan satu syarat,kau harus pergi dengan Jeane!"


"baiklah...terimakasih sayang ku!"kata Luna sambil mencium rahang Ellio yang di tumbuhi bulu halus.


"hoho...hoho,rupanya nyonya Hawkins ingin menggoda ku!"


"ti-tidak...aku tidak menggoda mu tuan Hawkins!"


"lalu ini apa?,kau bergelayut manja di dada ku!"


"ahh,ehh,maaf aku tidak sengaja!"kata Luna salah tingkah,ia langsung memundurkan badanya yang sedang menempel di dada suaminya.


"ya..ya..ya..kau tidak sengaja!"


"El...jangan meledek ku begitu!"kata Luna sambil cemberut,melihat istrinya memanyunkan bibirnya,Ellio tidak bisa untuk tidak ******* b***r istrinya itu.


Ellio menghentikan aksinya kala melihat istrinya itu sudah hampir kehabisan oksigen.


"ingat sayang!...aku tidak ingin kau dan anak ku kenapa-kenapa!"


"baiklah El!"


Ellio meraih ponselnya dan mulai melakukan panggilan pada Jeane.


"selamat pagi pak Ellio!"


"ya,selamat pagi Jeane!"


"ada yang bisa saya bantu pak?"


"ya,aku memerlukan bantuan mu Jeane,istri ku ingin mengunjungi Elen dan Oma,aku ingin kau menemaninya untuk kesana!"kata Ellio.


"baik pak,saya akan mengantarkan Luna!"


"baik...terimakasih Jeane!"


"sama-sama pak!"


Ellio sudah yakin kalau Jeane bisa menjaga istrinya,karna ia sudah melihat kemampuan Jeane lewat vidio yang sengaja di rekam saat ia latihan ilmu bela diri,ia bukan hanya dilatih ilmu bela diri,namun ia juga di latih untuk peka dalam semua situasi,maka dari itulah Ellio sudah yakin untuk melepas istrinya berjalan ke mansion Samuel dengan di dampingi oleh sahabat istrinya itu.


"Jeane...jika ada hal yang mencurigakan,kau segera hubungi aku!"kata Ellio setelah Jeane muncul.


*baik pak!...aku akan menjaga Luna dengan nyawa ku!"kata Jeane.


"ya,aku mengandal kan mu Jeane!...jadi jangan kecewakan aku!"


"siap pak!"kata Jeane sambil menghormat.


"haha...haha..biasa saja Jeane,kau sudah sangat berlebihan!"kata Luna sambil tertawa kala melihat tingkah Jeane yang sangat serius,sama seperti seorang perwira biasa menghormat pada atasanya yang seorang jendral.


Sesampainya di mansion Samuel,Luna dan Jeane tidak menemui keberadaan Elen dan Oma.Luna mengambil ponselnya dan melakukan panggilan untuk Elen,dan setelah melakukan panggilan berkali-kali,akhirnya Elen menjawab panggilanya.

__ADS_1


__ADS_2