
Sebelum berangkat Samuel dan Jack mengajak Milka dan Elen untuk makan siang bersama di sebuah restauran mewah yang belum pernah Milka dan Elen kunjungi.Elen berkali-kali menghubungi ponsel Ares namun ponselnya tidak dapat di hubungi.
Elen ingin meminta ijin untuk makan siang bersama Kakak dan mantan suaminya itu,sebenarnya Elen enggan karna tidak ingin ada salah paham antara dia dan Ares,tapi karna Milka mendesaknya,akhirnya Elen ikut untuk makan siang.
Sesampainya di restauran tersebut,mereka langsung di sambut dengan ramah dan sopan.Samuel membawa mereka ke ruangan VIP agar Elen dan Milka lebih nyaman saat makan.
Elen terpaku di tempatnya kala melihat sepasang manusia yang sedang makan berdua saja,Elen merasakan seluruh tubuhnya lemas tiba-tiba.
Ares terlihat menikmati makanannya bersama seorang wanita cantik dan juga seksi,sambil sesekali wanita cantik itu mencubit hidung mancung sang suami tercinta.
kedua lutut mungil milik wanita yang sedang berbadan dua itu gemetar karna merasa sakit di dada,tak terasa air mata wanita mungil itupun menetes begitu saja.
Melihat adiknya diam terpaku,Milka pun ikut melihat apa yang Elen lihat,sontak Milka pun merasa marah melihat suami adiknya itu begitu mesranya dengan seorang wanita.
Milka melangkah menuju meja di mana adik iparnya dan wanita cantik itu berada.
"Hai Ares,apa rapat pentingnya sudah selesai?" tanya Milka dengan geram.
Ares terperanjat kala melihat sang kakak ipar juga berada di tempat yang sama dengannya,kemudian Ares teringat kalau ia menitipkan Elen pada kakak iparnya itu.
"Kak Milka,kau dengan siapa kesini?" tanya Ares.
Milka tak menjawab pertanyaan adik iparnya,ia hanya menoleh kearah Elen,Ares pun melakukan hal yang sama,betapa kagetnya Ares kala melihat istri mungil kesayangannya juga ada di sana.
Hati Ares bagai di iris sembilu kala melihat istrinya sedang bersama mantan suaminya,ia mengepalkan kedua tangannya,hatinya bergemuruh menahan sesak di dada.
Kedua pasangan suami istri itu sama-sama merasakan sakit hati,tapi dalam hal ini mungkin Ares yang lebih sakit hati,karna Ares kesini hanya makan siang bersama kliennya yang sayangnya seorang wanita cantik.
Kliennya merasa gemas dengan ketampanan Ares,saat ia ingin mencubit hidung mancung milik Ares, kliennya itu minta ijin dahulu pada nya,dan Ares pun memberi ijin pada kliennya itu.
Ares melangkah kearah istrinya sembari menatap tajam pada Samuel yang terlihat merasa bersalah karena sudah mengajak istrinya makan siang tanpa seijinnya.
"Atas ijin siapa kau membawa istri ku kesini?" kata Ares dengan menaikan intonasi suaranya.
"Aku yang mendesaknya Ares!.. karna tidak mungkin aku meninggalkan nya sendiri,sementara kami keluar untuk makan siang." jawab Milka tak kalah marah pada adik iparnya itu.
"Tadi Elen sudah berulang-kali mencoba menghubungi mu,tapi kau sangat sulit di hubungi,dan akhirnya istri ku mendesak Elen untuk ikut."
__ADS_1
Ares merasa bersalah karena sudah menonaktifkan ponselnya dan belum mengaktifkan ponselnya sampai detik ini juga.
Perubahan wajah Ares tiba-tiba berubah menjadi baik kala melihat istri mungilnya tampak ketakutan kala melihat kemarahannya.
"Maafkan aku honey...apa kau lapar?" kata Ares pada istrinya.
"Siapa wanita yang bersama mu itu?" tanya Elen pada Ares.
"Ah,ya...mari aku kenalkan dengan klienku." ajak Ares sembari menarik tangan Elen dengan lembut.
"Nona Grace...perkenalkan,ini istri ku tercinta" ucap Ares memperkenalkan istrinya pada wanita yang bernama Grace itu.
"Aku Elen...istri sahnya Ares,dan aku sedang mengandung anaknya." kata Elen tanpa basa-basi.
Wanita yang bernama Grace itu terpaksa ikut memperkenalkan dirinya,walau ia tidak suka melihat istri dari pria tampan yang baru saja mesra dengan nya itu.
"Nama ku Grace febiola...panggil saja Grace,aku kliennya suami mu Ares."
"Klien suami ku?... lalu kenapa kau berani menyentuh hidung suami ku kalau kau hanya sebatas kliennya?" tanya Elen mengintimidasi wanita yang bernama Grace itu.
"Maafkan aku nyonya,aku tidak akan mengulanginya lagi,dan lagi aku tidak tahu kalau tuan Ares sudah menikah." jawab Grace merasa bersalah.
Elen merasa kesal dengan sang suami karena tidak mengakui pada kliennya kalau ia sudah menikah.Elen menatap tajam pada Ares suaminya,dan Ares pun merasa terpojok dengan tatapan mengintimidasi dari istri mungilnya.
"Ah,eh...honey,apa tidak sebaik ya kita makan, bukankah kau lapar?" kata Ares untuk mengatasi keadaan yang mulai menegang dari istri mungilnya.
"Aku tidak lapar!... dan kalau pun aku lapar,aku akan makan bersama kak Sam dan kak Jac!"
Ares merasa tercekat kala mendengar perkataan istri mungilnya.yang benar saja ia akan makan bersama mantan suaminya itu.
"Aku tidak akan mengijinkan mu honey!"
"Tapi kau mengijinkan wanita lain menyentuh milik ku, lalu kenapa aku tidak bisa hanya sekedar makan siang dengan pria lain?" tanya Elen dengan ketus.
Ares menelan Saliva nya kasar,pastilah istrinya sangat cemburu kala melihat Grace menyentuh hidungnya.
"Ayolah honey...Grace hanya menyentuh hidung ku."
__ADS_1
"Oya,hari ini Grace menyentuh hidung mu,besok Wulan menyentuh dada mu,dan besok lusa lagi Kinan akan menyentuh benda pusaka mu...dan begitu seterusnya.tunggu saja nanti,aku akan memberi pelajaran pada mu setelah sampai di rumah." ucap Elen tak mau tahu.
"Honey!" panggil Ares ketika melihat istri mungilnya akan beranjak dari tempatnya.
"Kak Milka,aku sudah merasa gerah di sini, sebaiknya kita cari tempat yang lebih enak dan lebih baik.!" kata Elen sembari menarik tangan Milka.
"Honey...please!!"panggil Ares tidak mau menyerah untuk membujuk istri mungilnya itu.
"Bila perlu kau tidak usah pulang sekalian."kata Elen sebelum beranjak dari tempatnya.
Ares meraih tangan mungil milik istrinya lalu menggenggamnya dengan kuat.ia tidak rela jika istrinya makan bersama dengan mantan suaminya.
"Baiklah,kalau begitu aku ikut dengan kalian."
"Tidak!..aku tidak mau makan dengan pria hidung belang seperti diri mu.pergi saja ke dasar laut!"
Elen meraih tangan mungil milik Arthur untuk mengajak bocah tampan itu keluar dari restauran mewah tersebut.
"Art..ayo kita keluar dari tempat ini,kita cari tempat yang lebih baik, Mommy dan adik mu sudah sangat lapar sekali."kata Elen pada Arthur.
Ares tidak tahu lagi harus dengan cara apa untuk membuat wanita kesayangannya itu agar tidak marah lagi padanya.
"Sudahlah Ares,biarkan Elen tenang dulu,mungkin itu hanya bawaan bayinya saja,maklumlah wanita hamil memang biasanya seperti itu." ucap Milka pada Ares setelah Elen sudah sedikit jauh dari mereka.
"Tapi bagaimana jika ia marah terus pada ku kak Milka?"
"Itulah resikonya jika kau berani bermain di belakang." jawab Milka.
"Aku tidak ada niat untuk bermain di belakang adik mu kak Mil.aku sangat mencintai Elen,itu tadi hanya..." kata Ares tidak tahu harus meneruskan kata-kata nya dengan kalimat apa,karna ia sendiripun tidak tahu harus berkata apa lagi untuk membela diri.
"Tenanglah Ares,dia hanya marah sesaat saja,setelah ini Elen pasti akan baik kembali,karna dia sangat mencintai mu." kata Milka menenangkan adik iparnya itu.
"Baiklah kak Mil,hubungi aku jika istri ku merepotkan kalian."
"Dia tidak akan merepotkan kami sama sekali Ares,jadi kau tenang saja." kata Samuel yang sedari tadi hanya diam saja menyaksikan di perkelahian kecil antara sahabat dan mantan istrinya itu.
Ares menatap tajam pada Samuel,hubungan kedua sahabat itu renggang karena satu wanita yang saat ini sudah menjadi milik Ares sepenuhnya,Ares tidak suka pada sahabatnya itu dikarenakan Ares melihat bahwa sahabatnya itu masih sangat mencintai Elen istrinya.
__ADS_1